INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AMBAR & AKSA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Apa khabar De? Gimana pelajaran sekolahmu hari ini?" Dengan lembut Ambar bertanya pada Aksa.



"Biasa Ma. Enggak ada yang special di sekolah. Mama sekarang dimana?" Tanya Aksa.



"Di Bandung De. Mama ikut mas Sonny. Tadi Mamas sudah bilang kan kalau Mama dan papa akan pisah? Mama enggak ngeharusin kamu ikut Mama. Kamu bebas ikut papa."



"Mama dan Mamas akan rajin kunjungi kamu."



"Kalau kamu ikut Mama. Kemungkinan kamu akan sekolah di Jogja. Mas Sonny bilang rumahnya di Jogja lebih layak buat kita tinggal bertiga daripada yang disini."



"Sekarang yang penting kamu pikirin ujian akhirmu aja ya De. Fokus itu aja. Mama dan mamas mengharap kesuksesanmu," Ambar mulai tak kuat. Dia berupaya menahan agar tak menangis. 



"Iya Ma. Aku boleh kan telepon Mama lebih dulu?" Tanya Aksa.



"*Any time* De. Telepon aja kapan pun kamu mau. Yang penting ingat pesan mamas tadi. Jangan sampai nomor Mama dan nomor mamas diketahui siapa pun."



"Iya Ma. Aman itu mah."



"Chat juga langsung hapus De. Itu bahaya," pesan Sonny yang tetap jelas terdengar Aksa.


__ADS_1


"Beres boss" sahut Aksa. Malam ini lelaki kecil itu tenang setelah bisa bicara dengan mamanya.


\*\*\*



Pagi ini Sonny mulai sarapan yang 'benar', biasanya dia hanya roti dan kopi. Kadang hanya kopi.



Pagi ini ada nasi putih dan tumis tempe serta telur dadar sebagai sarapannya. Ambar semalam beli sepotong tempe di supermarket.



Sepotong tempe yang ditumis cukup untuk sampai makan siang Ambar. Makan malam baru Ambar akan menunggu apa yang ada di tukang sayur nanti.



"Berangkat dulu ya Ma, Sonny pamit pada Ambar. 



Selepas Sonny berangkat Ambar menyetop tukang sayur pertama. Dia lihat ada ikan lele seggar. Dia beli itu dan ayam. Juga bahan sambal dan lalapan. Serts kelapa parut.




Saat itulah baru Ambar perhatikan Sonny tak memiliki piring makan!



Ambar menginstal aplikasi ojek online.



"Ma, Mama dimana? Pegawai ku ke rumah katanya Mama enggak ada," Sonny bingung Ambar tak ada dirumahnya.



"Di supermarket semalam. Barusan mama lihat ternyata kamu cuma ada empat piring saja. Tak ada piring saji. Tak ada cangkir. Jadi Mama pergi beli," Ambar tak berpikir kalau Sonny menyuruh seseorang ke rumah.



"Bawanya gimana? Mau di jemput? Kasih tau posisi dimana." Pinta Sonny. 


__ADS_1


"Nggak perlu jemput. Beli cuma selusinan aja. Masih bisa bawa. Nanti balik naik taksi lagi," Ambar yang terbiasa mandiri tak kesulitan belanja sedikit seperti itu. 



Selain piring dan cangkir, Ambar juga beli dandang kecil. Dia lebih senang nasi yang di kukus daripada nasi yang masak dengan rice cooker.



Menurutnya beda rasa. 



Ambar malah membeli aneka buah untuk dia buat salad. Dia beli mayonaise dan juga custard. 



'*Besok aku mau menjelajah. Aku mau nyari pasar tradisional terdekat. Sepertinya di samping ada motor matic. Nanti malam akan aku tanya pada Mamas*,' Ambar memperhatikan jalan ke arah rumah Sonny. Dia harus perhatikan baik-baik. 



"Maaf. Lama nunggu ya Nak?" Tanya Ambar. 



"Enggak apa-apa Bu. Pak Sonny bilang suruh tunggu sampai Ibu kembali," sang pegawai menyerahkan surat untuk Ambar.



"Ibu ambilkan sebentar ya. Tunggu," Ambar mengambil file di meja makan yang tertinggal.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674756261655.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2