
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Abu bingung. Urusan di Jakarta tak bisa dia tinggalkan. Sekarang kondisi mamanya seperti itu.
Buat Abu, Menur adalah mamanya karena sejak mamanya meninggal lalu dua tahun kemudian Airlangga menikahi Menur. Airlangga merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus. Menur tak pernah membedakan dirinya dengan Imelda anak kandungnya dan Laksmi anak Airlangga dan Menur.
Abu menyayanginya Menur seperti sayang pada ibu kandungnya.
Sedang sejak dia menerima email dari Sonny, Abu harus merombak struktur di kantornya selain membersihkan kantor dari antek-antek Imelda dan Vio.
"Aku akan usahakan pulang segera Pa. Aku selesaikan dulu sedikit reformasi di struktural kantor agar kantor bisa berjalan lancar." Akhirnya hanya itu yang Abu bisa janjikan pada Airlangga.
Abu semakin membenci Witri penyebab semua kekacauan dalam hidupnya.
Mukti yang mendengar semua pembicaraan itu merasa lebih bersalah lagi. Dirinya adalah bayi pembawa sial bagi Ambar, Aksa dan Sonny. Sekarang juga buat Menur dan Airlangga.
'*Aku adalah orang tak berguna yang membuat masalah dalam kehidupan semua orang*.' keluh Mukti dalam batinnya
Mukti merasa sejak lahir dia memang pembawa sial sekarang dia memdapat bukti lagi kalau sejak lahir dia membuat Ambar terluka. Mukti sangat membenci ibu kandung yang membuat dia terlahir tanpa tahu siapa ayahnya. Dia mau menelusiri keluarga ibu kandungnya pun merasa tak guna.
Witri ibunya sejak muda sudah dibuang, tentu saat Witri hamil tak ada yang mau peduli apalagi mengurus bayinya.
'*Pantas dia cari sasaran agar ada yang mau tanggung jawab. Aku yakin bukan papa yang merebut kegadisan perempuan itu. Dia sudah hamil maka menjebak papa*,' pikir Mukti.
\*\*\*
Hampir tengah malam saat Menur mulai sadar. Menur melihat botol infus terpasang dan dirinya masih memakai alat bantu pernapasan.
__ADS_1
"Kasihan mas Angga. Dia sampai tertidur sambil duduk,' pikir Menur. Dia bergerak sedikit.
Airlangga yang merasakan pergerakan Ambar jadi terbangun. Dia melihat istrinya sadar dan segera berdiri.
Airlangga mengecup kening Menur dan mengusap-usap lengan istrinya
"Enggak usah bicara sudah tenang saja ya. Kamu harus tenang agar cepat sembuh," kata Airlangga.
Menur hanya meneteskan air mata.
\*\*\*
Aksa berangkat sekolah dengan wajah berseri. Dia bahagia karena sudah hidup bersama mamanya.
Tadi mereka sarapan bertiga dengan canda ria. Habis ini dia akan diantar Sonny dan Ambar ke sekolah. Sekalian sang kakak mengantar mamanya belanja kebutuhan makan.
"Sudah? Enggak ada yang ketinggalan?"tanya Sonny pada Aksa.
"Sudah siap koq," jawab Aksa dengan riang.
\*\*\*
"Hati-hati ya Dek," pesan Sonny pada Aksa saat adiknya turun dari mobil dan menyalimi dirinya.
"Iya Mas."
"Kita ke bank dulu Mas," pinta Ambar.
__ADS_1
"Mau apa Ma? Aku ada koq uang cash kalau Mama butuh buat belanja di pasar," walau menjawab demikian tapi Sonny mengarahkan mobilnya ke bank tempat mamanya membuka tabungan.
"Mama mau tutup rekening. Mama tak ingin dikirimi nafkah oleh papamu. Nafkah buat Aksa pun tak perlu. Mama rasa tabungan Mama selama ini cukup untuk hidup Mama dan Aksa selanjutnya," jelas Ambar.
'*Mama sudah sangat terluka. Bahkan untuk diberi nafkah saja dia sudah tak mau*.' batin Sonny.
"Tapi Mama harus langsung buka tabungan Ma. Masa uang di tabungan mau Mama pegang gitu aja?" Sonny tentu bingung bila sang mama gak ada rekening tabungan. Dia akan memberi kebutuhan Aksa dan mamanya.
"Mama akan langsung buka baru. Jadi nanti semua uang langsung dipindah bukukan," Ambar tentu tak mau memegang uang cash dalam jumlah banyak.
"Baguslah," Sonny pun membelokan mobilnya dan mencari parkir.
'*Mas sudah pakai nomor ini*,' Sonny mengirim pesan untuk Adelia. Dia sedang menunggu Ambar mengurus administrasi pembukaan rekening baru dan menutup nomor rekening lama miliknya.
'*Siang ini aku kembali ke Jogja*,' pesan kedua Sonny kirim
'*Oke*,' demikian jawaban singkat ibu dokter kandungan itu.
'*Dia sangat sibuk mungkin. Masih untung dia masih bisa pegang ponsel. Dia bilang selama praktik dia matikan ponsel dan disimpan di tasnya*,' pikir Sonny lalu dia mulai bekerja dari jarak jauh.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.