
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Pagi ini sebelum menuju poli anak Vonny sengaja ingin melihat dari jauh bagaimana keadaan Prilly anak yang sudah membuat dirinya hancur lebur karena kelakuannya. Dan anak yang membuat suaminya menjatuhkan talak untuk dirinya!
Saat dia membuka pintu dengan pelan itu dia melihat ada Sjahrir di sana. Sjahrir sedang melihat rekam medis milik Prilly. Lalu Vonny melihat Sjahrir meletakkannya di meja. Selanjutnya Sjahrir duduk di brankar memegang jemari Prilly.
Vonny mendengar semua keluhan yang Sjahrir katakan pada Prilly!
Vonny kaget ternyata selama ini Sjahrir selalu menutupi kelakuan buruk Prilly sejak umur anak itu berusia dua tahun.
'*Ampong anak itu jahat paskalie. Dong pung kajahatang talalu kompleks*,' batin Vonny. Dia tak percaya mendengar semua kelakuan buruk ( dalam bahasa Ambon sering disebut kejahatan, bukan jahat dalam hal pidana ya. Bahasa daerah memang seperti itu. )
Vonny melihat saat Sjahrir terisak, dia meninggalkan ruangan itu. Membatalkan masuk.
'*Aku tak mau lagi melanjutkan semuanya. Cukup. Selama ini ternyata dia tidak jujur padaku kalau saat itu dia jujur Mungkin kita bisa merubah sifat Prilly. Kami akan mencari jalan keluar bagaimana merubah tabiat buruk Prilly. Kami cari solusi*.'
'*Bila saat itu dia jujur mungkin kami akan selalu diskusi cari solusi bersama-sama bukan dia menyembunyikan seperti itu sejak Prilly masih kecil*.'
'*Cukup aku rasa aku harus bicara dengan Sjahrir untuk menuntaskan semuanya sampai di sini*,' kata Vonny.
Vonny kembali ke tujuan utama yaitu menuju ke poli anak.
Vonny pulang cepat dia sengaja menunggu Adelia dan Sjahrir. Vonny tak mau lagi ini berlarut-larut. Andai tadi dia sempat ngerekam tentu dia punya bukti. Tapi terlalu jauh mungkin nggak kedengeran, percuma juga tapi dia ingat semua kata-kata Sjahrir itu.
Saat Sjahrir pulang dia melihat ada mobil Vonny dan Adelia di carport.
"Assalamu'alaykum," sapa Sjahrir.
"Wa'alaykumsalam," Vonny dan Adelia yang sedang minum teh sore tetap menjawab. Karena hukumnya wajib menjawab salam buat seorang muslim.
"Saya mau bicara sehabis makan di ruang tengah," ucap Vonny, lalu masuk ke kamar tamu di depan bukan di kamar utama bersama Sjahrir lagi.
Sjahrir terhenyak mendengar Vonny bicara seperti itu tapi setidaknya lebih baik bicara daripada saling diam seperti sekarang ini.
Adelia juga kaget. '*Wow Ada apa ini*?' pikir Adelia. Dia tetap duduk ngemil disana.
Mereka makan bersama dalam diam. Makan malam yang kaku. Tak ada yang bicara apa pun. Adelia maupun Vonny tak menanggapinya atau menjawab pertanyaaan Sjahrir.
"Saya tunggu di ruang tengah," kata Vonny sambil berdiri meninggalkan meja makan.
__ADS_1
'*Saya*?' begitu terus ulangi dalam benaknya.
'*Dia mengganti kata mama atau beta yang biasa dia gunakan menjadi kata "saya*"?' kata Sjahrir dalam hatinya.
Adelia pun juga berpikir sama mendengar kata SAYA yang mamanya gunakan.
'*Saya, terlalu formal*,' batin Adelia.
Adelia melanjutkan makannya yang sudah hampir habis. Adelia minum air putih lalu dia tinggalkan meja itu menuju kamar untuk sikat gigi.
Saat Sjahrir datang ke ruang tengah Vonny sudah ada disana dengan wajah datar.
Adelia sengaja memperlambat. Dia pikir mamanya mau bicara berdua dengan papanya.
"Non dipanggil Nyonya disuruh cepat," seorang pembantunya memberi tahu Adelia setelah mengetuk pintu. Adelia pun keluar menuju ruang tengah.
"Adel pikir mama mau bicara dengan papa berdua jadi aku nggak keluar," kata Adelia menjelaskan mengapa dia masuk ke kamarnya.
"Tidak kita bicara bertiga Karena ini menyangkut kita bertiga," kata Vonny.
Vonny sudah memesan pada semua pembantu tidak boleh ada yang ke ruang depan.
"*Iyo beta inga*," kata Sjahrir.
"Dan kamu melanggarnya membuat kamu menjatuhkan talak buat saya! Kamu ingat itu. Kalau ada kebohongan berarti sudah jatuh talak!" teriak Vonny.
Sjahrir ingat dia pernah bilang itu saat pacaran dulu.
"Tapi itu kan saat pacaran," protes Sjahrir.
"Ya yang pacaran kita berdua kan? Yang nikah kita berdua kan? Apa kamu pikir pacaran bisa jatuh talak? Tentu saja jatuh talak itu setelah kita menikah! Itu kata-katamu sendiri. Rayuan seorang laki-laki yang mengatakan begitu ada kebohongan berarti itu sudah jatuh talak dan berarti aku sudah bukan istrimu."
"Kamu menceraikan aku demi seorang anak yang sangat aku benci! Kamu memilih dia dari aku!" Lanjut Vonny.
"Enggak gitu Ma, nggak gitu," sanggah Sjahrir. Tentu dia tak ingin ada perceraian dengan istri tercintanya.
"Itu faktanya! Saya pegang janji itu. Sakit tapi memang itu kenyataannya. Saya menerima talak itu!"
"Saya dengar tadi kata-katamu kepada Prilly tadi pagi. Baji-ngan kecil itu ternyata sudah berbohong sejak umur dua tahun dan kamu terus membelanya kamu terus menutupinya. Artinya sejak dulu kamu berbohong pada saya."
"Ternyata kamu sudah berbohong sangat lama seharusnya sejak Prilly berumur dua tahun kita sudah bukan suami istri. Kamu berbohong dengan menutupi semua kejahatan Prilly."
__ADS_1
"Saat dia mencuri, saat dia dandan seperti pela-cur kamu tutupi terus kan? Dan kamu panen semua itu. Kalau sejak umur dua tahun kamu diskusikan dengan saya, kita akan cari solusi ke psikiater!"
"Kita bisa cari cara bagaimana agar sifat buruknya tak semakin menjadi!"
"Sejak Prilly berusia dua tahun seharusnya kita bukan suami istri karena kamu sudah bohong. Jadi selama ini kita zina!"
"Sekarang saya putuskan menerima talakmu. Talak yang jatuh karena kebohonganmu memilih Prilly. Besok pagi saya tunggu keputusannya. Saya tetap disini berpura-pura jadi istrimu dan kita pisah kamar. Atau kamu lansung urus perceraian kita secara resmi."
"Sejak saat ini kamu tak perlu memberi nafkah padaku. Lusa surat pengunduran diriku akan kamu terima karena aku sudah diterima di History Hospital Hongkong."
Vonny berlalu dari ruang tengah.
Adelia bingung ternyata selama ini banyak kebohongan papanya yang membuat pernikahan kedua orang tuanya berantakan.
"Adel benci papa, Adel benci papa, Adel benci papa," teriak Adelia lalu gadis itu pun berlari menuju kamarnya.
Sjahrir tak menyangka kata-katanya ketika pacaran dulu menjadi bumerang bagi dirinya. Sjahrir tak menyangka kata-katanya tadi pagi pada Prilly menjadi bumerang juga. Sekarang dia memanen kelakuannya itu. Sekarang semua dia harus nikmati.
Selama ini dia tidak pernah berbohong membagi cinta pada perempuan lain, Sjahrir juga tak pernah berbohong membagi uang atau rezeki tanpa sepengetahuan Vonny. Tapi dia berbohong untuk kasih sayangnya pada Prilly!
Rasa sayang yang salah. Sjahrir merasa senang punya anak sehingga buat dia anak adalah segalanya. Dia tak menyangka kasih sayangnya sebagai papa menjadi bumerang untuk hidup.
Sjahrir pun masuk ke kamarnya Dia tahu semua pembantunya mendengar teriakan Adelia.
Sjahrir ngambil wudhu dan melakukan salat tobat. Ternyata dia sudah salah selama ini.
Karena kelakuannya berbohong tentang semua kesalahan Prilly yang dia buat selama ini berarti dia sudah berzina dengan tidak sadar.
Adelia benar-benar terpuruk dia tidak menyangka bahwa ada perjanjian itu antara papa dan Mamanya.
Adelia kaget ada janji seorang laki-laki yang dilanggar papanya. Sekarang semua sudah terjadi. Adelia menangis sepanjang malam.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.
__ADS_1