INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
DIA BUKAN PELARIANKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kamu seriusan Son?" Tanya Abu pada putra sulungnya.



"Apa aku selama ini orang yang slenge'an, yang bisa sembarangan ngomong," Sonny balik bertanya.



"Papa takutnya kamu cuma pelarian karena kamu habis terluka," Abu tak ingin persahabatannya dengan Sjahrir rusak karena kelakuan putranya.



"Dulu aku suka Vio karena dia lembut dan manis dan aku suka dia karena tidak matre serta tidak nakal. Dia masih polos. Itu kriteria aku memilih jodoh! Vio aku nilai memenuhi semua unsur itu."



"Jadi aku mendekatinya walau aku tidak cinta. Aku ingin istri yang tidak matre dan bukan ahli lelaki. Aku lihat Vio polos dan tidak matre."



"Tapi kalau untuk cinta nggak ada Pa. Beda rasanya dengan yang aku rasakan untuk Adel.  Aku yakin Papa sama Om Ariel tahulah apa yang disebut cinta. Kalian kan cuma punya satu perempuan dalam hidup kalian."



"Walau mungkin sebelumnya aku ada Vio sedang Om Ariel sama papa nggak pernah ada perempuan lain sebelumnya, tapi aku yakin kalian tahu rasanya jatuh cinta yang sebenarnya!"



"Dulu ke Vio aku nggak pernah punya rasa special. Aku menyukai Adel itu dari pertemuan pertama Pa, Om!"



"Saat itu aku masih jadi tunangan Vio. Artinya aku belum terluka tapi sudah menyukai Adel."  



"Aku meredam rasa ke Adel karena aku tidak mau selingkuh. Jadi di sini jelas Adel bukan pelarianku karena saat itu aku belum patah hati." 



"Jadi jangan pernah bilang aku pelarian ke Adel tidak. Sama sekali tidak."



"Dari pertemuan pertama itu aku sudah jatuh cinta kepada Adelia cuma aku takut untuk meneruskan karena aku masih punya orang lain. Aku berprinsip tak mau dicubit, maka aku tak boleh mencubit orang lain lebih dulu."



"Kita punya pandangan sama tentang SELINGKUH atau berbohong. Selingkuh itu tak hanya kita punya perempuan lain, tapi kita berbohong hal apa pun itu sudah selingkuh," ucap Sjahrir.



"Aku bahkan pernah janji tak akan pernah berbohong dalam hal apa pun. Lalu aku ketahuan bohong. Saat itu lah langsung itu jatuh talakku buat Vonny," keluh Sjahrir.


__ADS_1


"Maksudmu gimana?" Abu tak mengerti maksud Sjahrir.



"Saat pacaran aku janji dengan Vonny kalau kami menikah dan ketahuan aku berbohong itu artinya sudah jatuh talak."



"Kemarin aku itu berbohong tanpa sadar. Bukan berbohong demi cinta lain, tapi demi Prilly."



"Aku waktu itu bilang sama Vonny aku akan nengok Prilly di Bogor besok tapi namanya aku seorang ayah aku meluncur hari ini!"



"Aku tidak berpikir bahwa permintaanku mengenai ruang rawat VIP yang aku perintahkan pada  stafku harus minta ACC dari Vonny."



"Vonny marah besar saat  tahu aku berbohong. Hari itu juga jatuhlah talakku."



"Yang benar?" Tanya Abu.



" Aku serius,"  kata Sjahrir. Dan karena hal itu Adelia menjauh dariku. Dia baru kembali menegurku sejak kita ke Jogja kemarin."



"Dan sejak jatuh talak Vonny juga pisah kamar." Sjahrir pedih kalau ingat kejadian itu.




"Vonny mengajak Adelia untuk bekerja di sana juga. Adelia lalu memberi ultimatum pada Vonny. Dia akan menjauh dari kami berdua bila Vonny berangkat ke Hongkong!"



"Aku dan Vonny punya dua pilihan, kembali bersatu atau kehilangan Adelia dari hidup kami selamanya."



"Maka aku dan Vonny membuat perjanjian, tetap tàk boleh ada kebohongan dalam hal apa pun. Tapi ada tambahan pembahasan soal Prilly. Semua memang hanya lisan, tapi kami tahu Allah   menyaksikan selamanya, jadi kami tak pernah berani mempermainkan janji kami."



"Akhirnya aku dan Vonny melakukan akad nikah ulang dengan Adelia menyaksikannya."



"Wah soal ini kamu enggak kasih tahu aku," ucap Abu.



"Aku malu sama kamu Bu, aku ngatain kamu soall sikap burukmu ke Ambar, ternyata aku juga sering bohong ke Vonny karena Prilly. Sejak berusia dua tahun Prilly sering bersikap buruk dan aku menutupinya dari Vonny."



"Yang tahu soal pernikahan ulang hanya kami bertiga. Biarlah itu semua pembelajaran buatku," ucap Sjahrir.

__ADS_1



"Aku pastikan aku memang terlalu mencintai Vonny. Yang pasti sampai saat ini aku tidak pernah menyesal melakukan sumpah itu."



"Aku bangga aku bisa jadi orang jujur pada Vonny dalam hal apa pun. Bukan aku takut kepada dia tapi aku takut pada diriku sendiri karena semua itu dimulai dari diri kita."



"Aku salut sama kamu Riel."



"Waktu itu aku nggak cerita ke kamu karena saat itu kamu sedang menghadapi masalah perceraianmu dengan Ambar, aku tak ingin kamu tambah puyeng dengan cerita tambahan dariku."



"Ternyata persoalanmu lebih parah ya?"



"Ya waktu kamu dan Ambar datang saat kalian keJakarta setelah semua masalah Menur terungkap, itu kami baru rujuk!"



"Ya ampun kamu nggak cerita.  Aku yakin Vonny juga nggak cerita ke Ambar!"



"Aku cerita karena berkaitan dengan omongan Sonny tadi soal cinta yang aku punya."



"Nah Om Ariel tahu kan kalau kita hanya setia ada satu wanita, jadi jangan pernah berpikir aku pelarian. Aku yakin perasaan Adel ke aku juga bukan pelarian kok."



"Aku yang lihat bagaimana dia tegar saat di Bali sendirian. Saat itu dia bukan seperti orang yang patah hati dengan sakit yang mendalam."



"Jelas dia patah hati karena calon suaminya berselingkuh dengan kakak kandungnya saat hari pernikahan, tapi dia tidak yang terluka teramat dalam. Aku tahu itu sehingga aku tahu bahwa cintanya pada Jeffry tidak dalam."



"Yang kita tahu dia sakit hati pasti tapi bukan yang terluka parah," kata Sonny.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1680165125063.jpg)

__ADS_1


__ADS_2