INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
SIAPA PUN YANG MELAMARNYA, AKU HARAP DIA BAHAGIA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Iya Vonn," Ambar bertanya pada sahabatnya setelah mereka bertukar salam.



"Kamu lagi di mana?" tanya Vonny.



"Di Solo, masih sibuk dengan urusan rumah," sahut Ambar.



"Bagaimana dengan Laksmi?" Tanya Vonny.



"Lumayan kemarin ibu mertuanya meninggal. Tapi dia bisa mendengar saran kami," jelas Ambar.



"Minggu lalu  aku mendengar katanya ibunya Dwi meninggal karena bunuh diri?" Vonny ingin kejelasan.



"Benar ibunya bunuh diri melemparkan badannya ke kereta yang sedang melaju," jelas Ambar. 



"Ya ampun sampai putus asa itu?" Vonny tak percaya mendengar semua itu. 



"Iya dan Laksmi tetap dateng, dia membiayai semuanya baik urusan ke kantor polisi mau pun ke rumah sakit sampai pemakaman," kata Ambar.



"Tapi aku dan Abu melarang dia memberi uang untuk acara selamatan."



"Lalu bagaimana dengan ruko dan modal usaha yang dia pinjam?" tanya Vonny.



"Sebenarnya papa juga nggak repot masalah itu. Buktinya papa sejak ancaman diberikan papa nggak pernah menegur lagi."



"Papa nggak pernah ngusir nggak pernah nagih. Memang ancaman itu sengaja papa tekankan  untuk membuat jera saja."



"Sekarang mereka sudah bayar hutang dan sudah pindah?" Tanya Vonny.



"Belum lah. Papa juga nggak butuh kok duit segitu Tapi kalau nggak diancam seperti itu memang terlalu kelewatan.  sampai sekarang pun mereka juga nggak bicara minta penundaan waktu buat bayar atau pindah," ujar Ambar keqi. 



"Ya ampun ," Vonny jadi geregetan mendengar cerita tentang keluarga Dwi


__ADS_1


"Itulah keluarganya Dwi, seharusnya kalau mereka nggak sanggup mereka lapor dong ke Papa . Minta penambahan waktu atau hal lainnya. Makanya papa masih ragu menerima Dwi kembali."



"Pas setelah ditinggal oleh Laksmi, Dwi kan jadi ojek online. Lalu Dwi mendengar Laksmi butuh sopir buat anak-anaknya karena Laksmi kerja."



"Dwi melamar jadi sopir anak-anaknya. Laksmi konsultasi ke aku dan Mas Abu. Kami biarkan aja Dwi jadi sopirnya anak-anak. Bagus sehingga anak-anak nggak kehilangan kasih sayang. Tapi anak-anak juga nggak dikasih tahu status Dwi."



"Aku nggak mau lah Dwi jatuh wibawa di mata anak-anak.  Itu hanya shock terapi buat dia.  Aku juga mengultimatum Laksmi menyuruh agar Dwi jujur pada kakaknya bahwa dia adalah sekarang sopirnya Laksmi."



"Aku takut mereka mengira Dwi diterima kembali oleh Laksmi. Jadi biar orang tuanya tahu atau bapak dan kakaknya tahu bahwa  status Dwi sekarang adalah sopir."



"Bagus itu kalau nggak dikasih tahu mereka mengira Dwi sudah jadi pohon besar lagi," kata Vonny.



"Eh aku mau kasih tahu berita baik," ujar Vonny. Tujuan utama dia telepon Ambar adalah memberitahu berita bahagia ini. 



"Apa?" kata Ambar penasaran.



"Barusan ada yang melamar Adelia," ungkap Vonny.



"Wah hebat sekali, Semoga lancar ya," tulus Ambar langsung mengirim doa.




"Kamu nggak tanya siapa calon yang melamar Adelia?" Pancing Vonny.



"Enggak ada pengaruhnya kan buat aku siapa pun yang melamar Adelia? Aku hanya berharap dia bahagia dengan pasangannya sekarang."



"Aamiiiiin," ucap Vonny kata lagi.



"Aku sekarang sedang di Singapura," akhirnya Vonny memutar arah bicara.



"Sonny  juga kemarin berangkat ke Singapura, dia adap pertemuan dengan teman-teman S2 nya. Dia kemarin pamit aku seperti itu," kata Ambar



"Justru itulah, Sonny melamar Adelia! Yang melamar Adelia adalah Sonny," ungkap Vonny mengulang kalimat sebelumnya. Dia tahu kemana pun Sonny pergi selalu lapor pada ibunda tercinta.



"Bagaimana bisa hal itu terjadi?" tanya Ambar tak yakin.



"Mengapa aku belum dikasih tahu sama Sony?"

__ADS_1



"Adelia pun belum tahu," Kata Vonny. 



"Kok bisa?" Ambar tambah bingung karena perempuan yang dilamar belum tahu.



"Jadi kami sedang seminar di Singapore, ada lelaki keturunan India di Singapura yang melamar Adelia."



"Cinta pada pandangan pertama. Lelaki itu bilang dia akan melamar Adelia ke Jakarta.  Dia nggak tahu orang tuanya Adelia ada di depannya. Kami sering ngobrol juga. Memang dia dokter yang qualified. Masa depannya cerah dan aku juga nggak ngelarang kalau memang Adelia mau."



"Dia muslim keturunan India dan kerja di Singapura sama-sama dokter kandungan sama Adelia jadi aku nggak keberatan juga kalau Adelia mendapat  Hamza sebagai suaminya."



"Sonny yang menginap disini  kaget mendengar Adelia akan dilamar orang. Anakmu kalang kabut, dia kayak cacing kepanasan."



"Tiba-tiba dia langsung bilang sama aku dan Sjahrir melamar Adelia."



"Dia bilang aku maso minta Om, tante!"



"Sjahrir bilang siapa pun yang diterima Adelia itu yang akan dia terima sebagai menantu. Jadi kami tidak bisa menerima kamu."



"Begitu yang Sjahrir bilang ke Sonny. Tapi aku dan Sjahrir sudah bertekad akan mendukung anakmu agar bisa dapat Adelia." 



"Besok ini dua hari aku dan Sjahrir serta team akan jalan-jalan di Singapura. Kami akan berupaya mendekatkan itu tapi secara samar agar Adelia tidak merasa bahwa kami menjodohkannya dengan Sonny yang sudah maso minta."



"Wah aku senang banget dengernya, tujuan kita mulai terbuka ya. Semoga semua lancar."



"Ya doakan aku bisa mendorong Adelia agar mau menerima Sonny."



"Iya, Iya" kata Ambar.



Ambar sangat senang mendengar Sonny sudah maso minta.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1679820679172.jpg)


__ADS_2