
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Setelah Mama tahu cerita sebenarnya. Mama dan papa sama-sama nggak tahu bahwa selama ini di adu domba sama eyang Menur."
"Mama bilang Mama mau cincang dia, Mama bilang mau bantai dia. Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Mama dengan papa?"
Hari Sabtu pagi Sony langsung bertanya pada Ambar saat mereka sarapan bersama.
"Tak usah gengsi, nggak usah malu. Mama cerita aja agar kita semua bisa dapat solusi terbaik. Sudah terlalu lama kita terjebak kemelut tak terlihat seperti ini," ujar Sonny.
"Sebenarnya Mama sama papa kan nggak ada masalah Kalau tidak ada yang putar balik fakta," Ambar merasa selama ini tak ada ganjalan kecuali masalah pengkhianatam Mukti terhadap Sonny kemarin yang memicu terbuka semuanya.
"Terus sekarang gimana Ma," Sonny tetap butuh kejelasan dari mamanya agar dia bisa jadi penengah yang baik.
"Kalau nggak ada masalah kenapa nggak ngomong lagi?"
"Kalau masih berat bertukar pikiran, mungkin kita ngobrol dulu aja Ma, sekedar *say hello*. Gimana Ma? Semua terserah Mama. Yang penting kita ketemuan," usul Sonny.
"Kalau Mamas mau ngomong ya silakan. Mama siap," jawab Ambar.
\*\*\*
Sebenarnya semalam sejak Sonny masuk kamar Ambar sudah berpikir ulang.
Sejak dia SMA cintanya memang hanya untuk Abu. Begitu pun Abu.
__ADS_1
Selama mereka berumah tangga juga nggak pernah ribut dalam artian ribut perang prinsip. Nggak ada. Sekarang setelah sadar dia diadu domba oleh mertuanya, tentu Ambar berpikir dong. Kenapa dia nggak balik lagi?
Tapi kalau dia mau balik, sebaiknya tinggal di mana? Dia udah pindahin barang-barang ke Jogja. Rumah Bali juga udah mau di kontrakin. Rumah Surabaya udah mau dia jual.
Sepertinya memang harus ngomong. Harus cari solusi.
Apa dijalankan pisah satu tahun seperti rencana awal sshingga dia tinggal di Jogja nemenin Aksa dan Sonny.
Tapi kan Aksa juga harus diajak ngomong. Mau tetap seperti rencana semula, atau tetap stay di Bali.
'*Aku mumet kalau kayak gini*,' pikir Ambar semalam.
\*\*\*
"Kalau menurut Mama sih kita ngomong semua deh Mas. Karena ini kan menyangkut masalah Aksa. Juga menyangkut masalah rumah, mungkin nanti menyangkut masalah eyang Angga juga," kata Ambar.
"Kalau gitu kenapa nggak siang ini aja? Apa papamu sama Mukti nggak bisa kalau siang ini?" Ambar mempercepat waktu kumpul mengingat Sonny harus segera kembali ke Jogja.
"Jadi kalau kamu mau balik nanti malam pun bisa. Mau balik besok pagi bisa."
"Ya udah aku telepon papa sama Mukti dulu deh." Sonny merogoh sakunya untuk memghubungi papa dan Mukti.
"Halo halo halo halo," Sonny mengirim pesan suara atau voice note di grup chat.
"Bisa merapat ke Villa nggak siang ini ? Makan siang. Mama yang minta," Sonny melanjutkan permintaan mamanya.
"Oke aku bisa," jawab Mukti yang kebetulan sedang online.
__ADS_1
Abu rupanya sedang tidak online jadi dia tidak bisa menjawab.
"Coba kamu telepon papa dulu. Kalau nggak bisa kan aku harus ngatur jadwal ulang karena aku harus balik ke Jogja," jawab Sonny.
"Ya udah aku telepon papa dulu, biar papa nanti langsung jawab," kata Mukti.
Ternyata Abu sedang off makanya nggak bisa dihubungi.
"Wah gawat kalau papa nggak bisa dihubungi. Sama juga bohong," sesal Sonny.
Sonny dan Mukti menunggu kepastian Kapan ponselnya Abu kembali aktif.
\*\*\*
Abu yang sedang ditunggu oleh Mukti dan Sonny sedang sarapan di pantai. Dia sedang berpikir. Tepatnya merenung. Mengapa bisa tak mengetahui kebusukan Menur? Apa karena Menur teramat lihai? Mengapa semua bisa tertipu?
Abu ingat bagaimana tatapan ji-jik Ambar untuknya saat Witri menceritakan mereka menghabiskan sepanjang malam dalam pergulatan tanpa jeda!
Abu sering memergoki mata sembab milik Amnbar tapi tak berani menanyakannya karena Abu tahu itu karena tegurannya pada Ambar saat dia membela Mukti kecil.
'*Kasihan Ambar, selama ini sering aku sakiti karena aku lebih percaya perempuan tua nan lembut itu*.'
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya MAMA RENI dengan judul TAKDIR CINTA ya.
__ADS_1
