INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TIKAMAN BERTUBI UNTUK MUKTI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Aku mau itu Kak," Aksa terus saja mencari perhatian Adelia yang duduk berhadapan dengan Sonny. 



Aksa duduk diapit Sonny dan Mukti. Meja kayu panjang ini lebarnya hanya 90 cm saja sehingga Adelia mudah mengambilkan apa yang diminta Aksa.



"Ma mau cobain udang bakarnya? Manis lho Ma," Adelia menawarkan udang bakar pada Vonny.



"Wah iya, Mama mau tambah itu ah," sahut Vonny.



"Cumi cah nya enak enggak Mas?" Tanya Adelia.



"Kalau menurutku enak. Cobain deh," tanpa ragu Sonny menyuap sedikit cumi di sendok untuk di coba oleh Adelia.



"Iya Mas, enak," jawab Adelia.



"Kamu mau tambah itu Del?" Tanya Mukti yang jelas melihat acara suap dari Sonny ke Adelia.



"Enggak usah. Aku ambil sedikit punya mas Sonny aja. Aku mau makan cumi goreng tepungnya Aksa juga. Nanti malah enggak habis," tolak Adelia.



"Eyang enggak ada pantang?" Tanya Adelia pada Airlangga yang duduk disebelah Soñny.



"Enggak. Prinsip Eyang sugestikan diri kita sehat. Bukan mengecilkan ilmu kedokteran. Tapi semua itu kan memang berpangkal dari pikiran."



"Jadi selama yang kita konsumsi enggak berlebihan, semua akan baik-baik saja," jawab Airlangga ringan.



"Bener banget itu," Vonny setuju dengan pendapat Airlangga.

__ADS_1



Sonny mengambil daging ikan bawal bakar lalu dia celup ke bumbu dan dia sodorkan ke mulut Adelia.



Tak ada penolakan dari gadis itu.



"Aksa mau tambah lemon teanya?" Adelia bertanya pada Aksa yang minumnya tinggal sedikit.



"Iya boleh," balas Aksa yang tetap sibuk mengunyah.



Adelia menuang lemon tea tanpa es ke gelas Sonny dan Aksa. Sisanya baru dia tuang ke gelas miliknya.



'*Sedekat itu mereka. Sehingga tahu tentang kebiasaan satu sama lain. Persis denganku ketika itu*,' Mukti merasakan tikaman itu kembali hadir. Sangat pedih dan belum bisa sembuh padahal sudah tujuh tahun berlalu.



'*Saat aku akan membuka hati, gadis yang kusuka sepertinya juga baru terluka. Sama seperti Mamas yang juga terluka. Bedanya mamas terluka karena Vio berkhianat soal uang*.' 



'*Apa aku siap memulai kisah baru? Dulu dia yang terlihat membalas atensi saja menikamku. Apalagi gadis ini yang tak merespon signal yang aku kirim. Bisa lebih parah tikaman yang akan aku dapatkan*.' 




Selama ini tak ada yang tahu kalau Mukti pernah sangat terluka ketika kelas dua SMA menjelang kenaikan kelas. Itu sebabnya sehabis lulus SMA Mukti hengkang ke Paris.



Saat luka mulai tertutup, dia kembali terluka dua tahun lalu dan tikaman terakhir Mukti dapatkan dua hari menjelang pertunangan sang kakak hampir satu tahun lalu.



Jangan salahkan Mukti bila dia menjadi dingin.



"Maaf. Aku angkat telepon dulu," Mukti berdiri dan berjalan menjauh dari keluarganya.



"Kenapa De? Ada masalah dengan rumah kakakku?" Tanya Mukti. Rupanya Made yang menghubunginya.



"Kirim nomor teleponnya. Aku akan coba hubungi. Nanti biar aku yang berhadapan dengannya. Dan kamu bicara padanya melalui telepon," sahut Mukti tanpa ragu.

__ADS_1



"Ada masalah?" Tanya Sonny pada adiknya. Dia tahu yang menghubungi Mukti adalah sahabat adiknya yang menempati rumah miliknya di desa Pajangan,  Bantul, Yogyakarta.



"Bukan soal rumah, tapi soal anaknya. Dia enggak berani terlihat di Jakarta. Karena ada teman bilang, istrinya nyari dia ke Jakarta sehabis dia datang ke pameran patung bersamaku di Jakarta ketika itu," sahut Mukti.



"Jadi kalau aku dapat jadwal konsultasi seorang pengacara hebat di Jakarta, aku yang akan berangkat mewakili dia."



"Long weekend begini enggak bisa bikin appointment dengan pengacara itu kan?" Tanya Sonny. Dia menerima bon dan menyuruh pegawai rumah makan mengambil kembaliannya.



"Pasti enggaklah. Dan si pengacara ini hanya menerima tiga orang baru di hari Sabtu pagi saja. Hari Senin hingga Jumat khusus dia menangani kasus yang sudah dia terima," jawab Mukti.



Buat tahu pengacara yang Mukti maksud baca cerita UNCOMPLETED STORY novel karya yanktie di noveltoon juga ya.



Rombongan bersiap ke arena sendratari. Sonny memberikan jaket miliknya untuk Adelia gunakan. 



"Aku sudah bawa pashmina koq," tolak Adelia.



"Anginnya kencang, jangan ngeyel," Sonny tak mau dibantah. Para nyonya membawa sweater rajut selain juga menggunakan pashmina



Rupanya tante Ambar sudah membawakan jaket untuk Aksa. Padahal niatnya Adelia akan menyuruh Aksa menggunakan jaket milik Sonny.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674004869405.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.


__ADS_2