Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Hukuman


__ADS_3

Setelah Aisyah selesai memakai kerudungnya, ia pun bergegas kekamar untuk berdandan. Setelah di dalam kamar ia terdiam, beberapa lipstik miliknya tidak ada satu pun yang terletak di meja riasnya.


"Lipstiku pada kemana?, ko hilang semua, perasaan aku taruh semua di meja rias" gumam Aisyah. Aisyah mencari cari semua lipstiknya yang hilang di dalam laci, lemari dan rak sandal, namun tak ada satu pun yang ketemu.


" Aneh, ga mungkin hilang semua, sementara bedak, bodi lotion, dan minyak wangi masih ada " Aisyah merasa aneh sendiri, tiba tiba ia menggeram kesal.


" Aleeeeee" teriak Aisyah.


Seketika Riziq langsung berlari masuk kamar dengan cemas.


" Kenapa uni?" tanya Riziq khawatir.


" Le, kau sembunyikan semua lipstiku ya?" ucap Aisyah sedikit kesal. Riziq malah tersenyu senyum.


" Uni kau mengagetkanku saja, kupikir kau kenapa sampai berteriak seperti itu"


" Kemana kau sembunyikan lipstiku?" tanya Aisyah kembali.


" Lipstik apa?"


" Jangan pura pura tidak tau"


Riziq malah tertawa.


" Aku memang yang menyembunyikan lipstikmu, selama satu minggu ini takkan kubiarkan kau memakai lipstik"


" Kenapa?"


" Satu minggu ini aku akan menghukumu, jadi aku tidak mau ada lipstik yang menempel di wajahku" ucap Riziq.


" Kau mau menghukumku?, memangnya apa kesalahanku?" tanya Aisyah heran.


" Kau melupakan semua kesalahanmu uni. apa kau lupa banyak sekali kesalahanmu akhir akhir ini"


" Bisa kau jelaskan?"


" Tentu" ucap Riziq sambil memeluk pinggangnya Aisyah.


" Yang pertama, kau mengerjaiku dengan lipstikmu itu saat kau hamil, kedua kau menarik sorbanku hingga aku tercekik saat kau melahirkan, ketiga kau mencubit keras pinggangku saat di dalam taxi, yang keempat kau membuatku malu di depan ustad Azam dan ustajah Ulfi saat lipstikmu menempel di pipiku, ke lima kau menyuruhku naik pohon mangga dan keenam kau membanting pintu mobil taxi hingga jari jariku terjepit dan sepertinya masih ada lagi kesalahan kesalahanmu itu, hukumanmu terhitung dari malam ini sampai 7 hari kedepan. Jadi bersiap siaplah nanti malam aku akan menghukumu." tutur Riziq.


" Banyak sekali kesalahanku, Le kau pendendam sekali hingga mau menghukumku segala. Memangnya hukuman apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Aisyah. Riziq malah tersenyum.


" Mudah, hukuman pertama selama satu minggu ini kau tidak boleh memakai lipstik. Hukuman kedua, " Riziq pun menepuk tempat tidur yang ada di sebelahnya. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.


" Satu minggu?" tanya Aisyah memastikan.


" Hmmm, satu minggu. Selama satu minggu itu uni tidak boleh menyentuh lipstik. dan satu lagi kalau perlu uni tidak usah pakai * * * * * * " ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah membulatkan matanya.


" Le kau genit sekali"


* * * * * *

__ADS_1


Malampun tiba. Setelah shalat isya Aisyah pun menidurkan Adam dan Hawa di tempat tidur khusus bayi yang ada dikamarnya. Setelah itu ia pun membacakan do'a tidur untuk putra putrinya itu. Tiba tiba Riziq masuk dan langsung tidur tengkurep di atas tempat tidur sambil memejamkan matanya. Aisyah yang melihatpun wajahnya berubah menjadi pias.


" Apa dia benar benar meminum obat kuat yang di beri ka Usman dulu. Heei kenapa aku berdebar debar seperti ini, rasanya takut dan ngeri. Kenapa aku jadi prustasi sendiri, padahal waktu malam pertama tidak begini begini amat" gumam Aisyah dalam hati.


Perlahan Aisyah pun berjalan menuju pintu untuk pergi ke kamar mandi, namun tiba tiba pintunya tidak bisa di buka. Aisyah sudah berkali kali memutar mutar handle pintu.


" Kenapa pintunya tidak bisa di buka" gumamnya lirih. Tiba tiba ia menggeram sambil menatap Riziq yang masih tengkurep di atas tempat tidur.


"Pasti dia yang mengunci pintunya" batin Aisyah. Seketika Aisyah langsung menghampiri suaminya itu.


" Le" panggil Aisyah, namun Riziq tak merubah posisinya.


" Leeee" panggil Aisyah sambil menggoyang goyangkan bahunya Riziq.


" Le bangun"


Perlahan Riziq pun membalikan badannya menghadap Aisyah.


" Kenapa uni membangunkanku ?" apa uni sudah tidak sabar ingin menjalankan hukumanmu" tanya Riziq. Aisyah pun langsung mengerucutkan bibirnya.


" Le kenapa kau mengunci pintu kamar?"


" Biar uni tidak kabur"


" Buka pintunya Le, aku mau kekamar mandi" pinta Aisyah.


" Mau kutemani?"


Riziq malah tertawa tawa.


" mana kuncinya?" pinta Aisyah.


" Ambil sendiiri"


" Dimana?"


" Di dalam sarungku"


" Leeee" geram Aisyah, Riziq malah tertawa tawa. Ia pun mengambil kunci itu di dalam laci.


" Baiklah, katakan sesuatu dulu baru aku kasih kuncinya".


Aisyah malah mendengus kesal.


" MUHAMMAD RIZIQ ALFIQRI, BRONDONGKU YANG MANIS, berikan kuncinya" pinta Aisyah dengan lemah lembut. Hingga Riziq tersenyum senyum.


" Itu baru kata kata, tindakannya mana?" ucap Riziq. Lagi lagi Aisyah menjadi kesal karna Riziq selalu menggodanya. Seketika ia langsung mencium kilat pipi suaminya itu.


" Sini" pinta Aisyah. Riziq pun memberikan kuncinya sambil tersenyum.


" Jangan lama lama ya, aku tunggu"

__ADS_1


" Dasar genit" ucap Aisyah sambil berlalu pergi kekamar mandi. Setelah hampir 10 menit Aisyah pun kembali kekamar, ia terdiam melihat Riziq sudah tidur dengan posisi menyamping. Perlahan Aisyah naik ketempat tidur ia menatap Riziq yang sudah memejamkan matanya. Padahal Riziq hanya pura pura.


" Apa dia sudah tidur?" batin Aisyah.


" Le" panggil Aisyah, namun Riziq masih memejamkan matanya dengan posisi yang sama. Aisyah pun tersenyum lalu mendekati Riziq


" Le, kau sudah tidur?, jadi benar ya kau sudah tidur, baiklah kudo'akan semoga kau mimpi indah, dan semoga tidurmu nyenyak, nyenyaaaaak banget sampai pagi hingga kau lupa dengan hukumanku ini. he he. Ku do'akan semoga kau tidak bangun tengah malam, bangun lah pagi pagi sebelum azan subuh, eh tidak jangan sebelum azan, tapi sesudah azan. Nanti kalau sebelum azan kau pasti minta melakukannya pagi pagi, ya sudah bangun lah 30 menit sebelum waktu subuh berakhir, jadi pas kau bangun, kau akan langsung pokus untuk salat subuh dan kau pasti akan lupa dengan hukuman yang akan kau berikan padaku. Ha ha ha Aisyah kau memang pintar sekali" Aisyah berceloteh sendiri. hingga Riziq tersenyum senyum mendengarnya. Sebenarnya ia ingin sekali tertawa namun ia tahan.


" Kau tidur yang nyenyak ya Le" ucap Aisyah sambil meniup ubun ubunnya Riziq. Setelah itu ia tertawa sendiri.


Perlahan Aisyah pun berbaring di sebelahnya Riziq sambil memejamkan matanya. Baru saja beberapa detik menutup mata. Tiba tiba,


" Uni lupa dengan hukumanmu" ucap Riziq yang kini sudah menghadap padanya.


Degg.


Seketika itu Aisyah langsung membuka matanya, ia terkejut saat tau Riziq belum tidur.


" Le, kau pura pura tidur ya?" tanya Aisyah kesal.


" Hmmm, aku tidak tidur, bahkan aku mendengar semua do'a kutukanmu itu" ucap Riziq. Aisyah pun tersenyum malu.


" Kesalahanmu bertambah satu uni"


" Kau pendendam sekali Le"


" Terima hukumanmu sekarang, jangan protes"


" Ia, aku terima hukumannya, tapi jangan berharap kau akan mendapatkan sensasi belaian perawan, karna aku sekarang sudah punya dua orang anak" ucap Aisyah menegaskan. Riziq malah tersenyum.


" Apa setelah di jahit, sekarang pembukaannya menjadi pembukaan satu bukan pembukaan sepuluh?" tanya Riziq.


" Pembukaan apa?"


" Pembukaan, seperti yang dikatakan dokter ayu saat kau melahirkan"


Aisyah malah tertawa. Tiba tiba Riziq terdiam hingga Aisyah heran melihatnya.


" Kenapa Le?"


" Sepertinya obat yang kuminum sudah mulai bereaksi" ucap Riziq sambil menatap Aisyah. Aisyah sudah merasa takut sendiri.


" Dia minum obat kuat apa obat per****ang" gumam Aisyah.


Riziq pun sudah menempelkan hidungnya kehidung Aisyah. Aisyah sudah meringis ketakutan.


" Uni kau belum kuapa apakan tapi kau sudah meringis seperti itu" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Kau menakutkanku Le"


Riziq malah tertawa. Perlahan ia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan seluruh tubuh Aisyah. Satu persatu pakaian mereka berjatuhan dari atas tempat tidur. Mereka menjalankan kewajibannya sebagai suami istri. Meski bukan malam yang pertama namun mereka menikmatinya seperti pengantin baru.

__ADS_1


__ADS_2