
Masih dengan Zahira yang tertidur di dalam mobil. Semua nampak terkejut melihatnya. Ada yang berucap syukur dan ada juga yang mengumpat kesal karna telah membuat semua khawatir. Riziq pun menemui Zahira sambil menggendong Aisyah yang belum sadar dari pingsannya.
" Iraaaaaa" panggil Riziq dengan sedikit menggeram. Ada rasa kesal dan rasa khawatir pada adik perempuannya itu. Namun ia merasa lega karna Zahira sudah di temukan, meskipun bukan hilang diculik atau pun tersesat.
Zahira pun terbangun karna mendengar Riziq memanggilnya dengan suara level 6. Riziq langsung mendudukan Aisyah di kursi semula. Zahira pun terheran melihat Riziq menggendong Aisyah.
" Ka Aisyah manja sekali tidur saja sampai di gendong segala" Ucap Zahira tanpa rasa bersalah.
" Bukan tidur tapi pingsan" jawab Riziq sedikit kesal pada Zahira.
" Pingsan?, apa ka Aisyah ketakutan saat melihat harimau jadi dia langsung pingsan?" tanya Zahira.
" Eh Zahira, ini semua gara gara kau. Kenapa kau tiba tiba menghilang, kau seperti menghilang ditelan bumi" ucap ustad Usman yang tidak kalah kesal. Zahira hanya terdiam tak mengerti.
" Kenapa om ustad marah marah padaku?"
" Ira, kenapa kau tidak bilang kalau kau keluar duluan dan tidur di mobil, kau membuat cemas semua orang" ucap Riziq.
" Kau bukan hanya membuat cemas semua orang, tapi kau membuat khawatir seisi kebun binatang" ucap ustad Usman. Zahira pun mengeryitkan keningnya.
" Termasuk binatang binatang yang ada di dalam?" tanya Zahira.
" Hmmm, mereka sangat khawatir jika kau tidak di temukan, kau akan menjadi spesies baru di kebun binatang ini, dan itu akan menjadi saingan terberat mereka" tutur ustad Usman hingga Zahira menggeram kesal.
" Maaf, aku tadi keluar tanpa bilang dulu, aku mengantuk dan tidur disini hingga aku lupa untuk bilang sama ka Aisyah"
" Lain kali kalau mau apa apa kau bilang dulu, biar semua tidak khawatir padamu. Kau menghebohkan seisi kebun binatang. Kau tau Aisyah sampai pingsan dua kali karna khawatir denganmu"
Zahira pun menundukan kepalanya karna merasa bersalah.
" Maafkan aku"
" Sudah sudah kasian Ira, jangan disalahkan terus, ayo duduk di tempat masing masing, kita akan berangkat untuk pulang" ucap kiyai Husen. Semuanya pun duduk di tempat masing masing. Umi Fadlun sempat mencubit gemas pipinya Zahira.
" Sebelum kita berangkat, mari kita berdo'a terlebih dulu untuk keselamatan kita di perjalanan" ucap ustad Soleh yang kini telah memimpin do'a.
" Amiin"
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Tiba tiba Syifa menangis.
" Ibuuuuuu, hiks hiks hiks"
" Kenapa kau menangis Syifa?" tanya ustad Soleh.
" Ibu ketinggalan" ucap Syifa sambil menangis dan menunjuk Dewi yang srdang berlari mengejar bus. Seketika itu pula ustad Soleh menyetopkan mobil dengan teriakannya.
" STOOOOOP"
Seketika itu pula mobil mendadak berhenti.
" Kena ka?, kenapa kau tiba tiba menghentikan mobil?" tanya ustad Usman heran.
" Dewi ketinggalan" jawab ustad Soleh.
" Astaghfirullah alazim" semua mengucap istighfar, di lihatnya Dewi sedang berlari mengejar mobil sambil membawa cemilan di tangan kanan dan kirinya.
" Ko bisa bisanya Dewi ketinggalan tanpa di ketahui, badan dewi nampak begitu besar, namun tidak ada yang ngèh kalau dia belum masuk mobil?, sungguh terlalu. Badannya Dewi itu 4 x lipat dari badannya Zahira. Zahira yang kecil saja bisa ketahuan hilang, bagaimana bisa Dewi yang sebegitu besarnya bisa gak ketahuan" tutur ustad Usman. Ustad Soleh pun membukakan pintu depan untuk Dewi. Dewi nampak ngos ngosan mengejar bus.
" Wi, kau dari mana saja bisa sampai ketinggalan?" tanya ustad Soleh. Dewi pun naik mobil dengan hati hati.
" Maaf ustad tadi aku beli cemilan sebentar" jawab Dewi.
" Perut mulu yang di pikirin, untung saja Syifa memberitau, kalau tidak, kau akan tertinggal disini, dan mau tidak mau kau akan menjadi sepesies baru di kebun binatang ini" tutur ustad Usman. Dewi sudah mengerucutkan bibir mungilnya.
" Usmaaaaaan" umi Salamah menggeram.
" Maaf umi bercanda"
Riziq sudah mengelus ngelus pipinya Aisyah karna Aisyah masih belum sadar dari pingsannya.
" Uni bangun, Ira sudah ketemu" ucap Riziq sabil mengusap usap lembut pipi istrinya itu. Perlahan Zahira pun membalikan badannya menghadap Riziq dan Aisyah.
" Ka biar ka Aisyah cepat sadar, kau cium saja dia" ucap Zahira memberi ide. Riziq pun mengeryitkan keningnya.
" Kau fikir kakakmu ini putri tidur dalam dongeng"
Riziq pun mengusap ngusap minyak angin pada Aisyah. Tidak lama kemudian Aisyah sadar dari pingsannya.
" Uni, kau sudah sadar" ucap Riziq sambil tersenyum.
" Le, Ira ketemu tidak?" tanya Aisyah yang belum sadar kalau Zahira sedang ada dihadapannya.
" Ini bocah semprul ada di hadapanmu" ucap Riziq sambil menunjuk pada Zahira. Aisyah pun tersenyum lega.
" Iraaaaa, kau sudah di temukan" ucap Aisyah sambil membelai kedua pipinya Zahira dengan sedikit gemas. Tiba tiba ustad Usman menghampiri.
__ADS_1
" Dia tadi sempat di makan buaya, tapi karna dagingnya Zahira terasa pahit, jadi dia dilepehin lagi sama buayanya" ucap ustad Usman.
" Enak saja di makan buaya" gerutu Zahira.
" Dari pada di bilang di umpetin wewe gombel seperti yang dikatakan oleh Dewi"
Aisyah pun terdiam lalu menatap Riziq.
"Ira tidak hilang, tapi ngorok di mobil" jawab Riziq. Seketika Aisyah langsung menyubit gemas kedua pipinya Zahira.
" Jangan cuma pipinya doang yang di cubit, kali kali kau cubit juga otaknya" ucap ustad Usman sambil berjalan kedepan. Zahira hanya mengerucutkan bibirnya dan kembali duduk menghadap kedepan. Riziq pun memberikan minum pada Aisyah sambil mengelus kening istrinya karna sedikit berkeringat.
" kau mau memakan sesuatu uni?"
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.
Mobil pun berhenti di res area untuk beristirahat karna sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib.
" Yang mau ke kamar mandi atau membeli makanan bisa langsung keluar karna kita mempunyai satu jam 30 menit untuk beristirahat" tutur ustad Usman. Sebagian sudah keluar untuk ke kamar mandi dan membeli cemilan.
" Uni kau mau beli sesuatu?, nanti kubelikan kau tunggu saja di mobil" ucap Riziq.
" Aku ingin minum yang dingin dingin" jawab Aisyah. Riziq pun mengangguk.
" Ira kau mau beli sesuatu?" tanya Riziq.
" Nanti aku akan turun ka" jawab Zahira.
Riziq pun pergi keluar, baru saja beberapa langkah, Aisyah sudah memanggilnya.
" Le"
Riziq pun membalikan badannya menghadap Aisyah.
" Kondisikan matamu" ucap Aisyah memperingatkan.
" Hmmm" jawab Riziq sambil melanjutkan langkahnya. Tiba tiba Zahira tertawa.
" Kupikir setelah pingsan rasa cemburunya akan hilang, ternyata oh ternyata he he" batin Zahira.
Saat Zahira bangun untuk pergi keluar membeli cemilan. Tiba tiba ustad Usman melarangnya.
" Eh eh eh, Ira kau mau kemana?" tanya ustad Usman.
" Tidak boleh, nanti kau hilang lagi dan membuat satu mobil kerepotan" ucap ustad Usman. Zahira sudah cemberut kesal.
" Biar aku saja yang beli, memangnya kau mau beli apa?" tanya ustad Usman sambil menghampiri Zahira. Zahira pun tersenyum.
" Benarkah om ustad mau membelikan cemilan yang ku inginkan?" tanya Zahira sedikit tak percaya.
" Hmmm, katakan kau mau apa?" tanya ustad Usman.
" Aku mau beli minuman jeruk satu, cemilan nya pengen sosis bakar sama jasuke, terus mau permen hangat sama snak kentang rasa sapi panggang" ucap Zahira sambil memberikan uang 5000an pada ustad Usman. Ustad Usman pun mengeryitkan keningnya mendengar permintaan Zahira.
" Kau mau membeli segitu banyaknya dengan uang 5000?" ucap ustad Usman tak percaya. Zahira pun cengengesan.
" Berapa nilai pelajaran matematikamu Ira?"
" Jangan tanya berapa nilai pelajaran matematikaku om ustad, kau mau belikan tidak?, kalau tidak mau biar aku saja yang turun"
" Jangan turun, biar aku saja yang belikan, lalu kurangnya?" tanya ustad Usman.
" Kurangnya om ustad yang bayar" ucap Zahira sambil cengengesan. Ustad Usman pun memicingkan matanya.
" Sepertinya kau sangat senang menguras dompetku ya Ira, baiklah akan ku belikan, tapi kau tidak boleh keluar dari mobil mengerti" ucap ustad Usman sambil berlalu keluar. Zahira pun mengangguk ngangguk. Aisyah pun mengambil Adam dari umi Fadlun untuk di beri asi. Perlahan Zahira pun berpindah duduk kesebelahnya Aisyah.
" Ka aku mau tanya sesuatu?" ucap Zahira.
" Kau mau tanya apa Ira?"
" Waktu aku hilang tadi, apa ka Yusuf khawatir denganku?" tanya Zahira sedikit berantusias. Aisyah menggelengkan kepalanya.
" Kalau cemas?"
Aisyah kembali menggelengkan kepalanya.
" Kalau gelisah?" tanya Zahira kembali.
" Ka Aisyah tidak tau Ira, kan ka Aisyah tadi pingsan"
Tiba tiba Riziq datang sambil membawa minuman dingin dan memberikannya pada Aisyah.
" Makasih Le"
Tidak lama kemudian ustad Usman datang sambil membawa pesanan Zahira.
__ADS_1
" Nih makan semua jangan ada sisa" ucap ustad Usman pada Zahira. Zahira pun mengangguk nganggukan kepalanya. Setelah waktu maghrib tiba, mereka pun menjalankan salat maghrib di masjid yang ada di res area itu. Begitu pun dengan shalat isya. Setelah semua naik mobil, Tiba tiba zahira berdiri dari duduknya.
" Hei hei Ira, ngapain kamu berdiri?" tanya ustad Usman.
" Mau turun"
" Kau jangan macam macam ya Ira, kau mau hilang lagi, hari sudah gelap, nanti akan susah untuk mencarimu. Katakan kau mau apa, nanti kubelikan" tutur ustad Usman.
" Aku mau ke toilet, apa om ustad mau menggantikanku?" tanya Zahira. Ustad Usman pun mengeryitkan keningnya.
" Aisyah kau antar adik iparmu ke toilet, ini sudah malam, aku takut dia nanti di incar wewe gombel" ucap ustad Usman.
" Jangan ka Aisyah, ka Aisyah itu habis pingsan, biar ka Yusuf saja yang mengantarku" pinta Zahira. Seketika itu pula Riziq langsung menggeram pada adik perempuannya itu.
" Iraaa, kau jangan macam macam. Biar aku saja yang mengantarmu" pinta Riziq. Zahira pun mengangguk. Kini Riziqlah yang mengantar Zahira ketoilet. Riziq berdiri di depan toilet, ia sudah seperti bodiguar manis.
" Aisyah kau lihat suamimu itu, untung tampangnya manis, kalau tampangnya sangar, dia sudah seperti bodiguardnya si Ira" ucap Dewi sambil cekikikan. Setelah selesai Zahira dan Riziq pun kembali ke mobil.
" Sudah ke toiletnya Ira?" tanya ustad Usman.
" Sudah"
" Ketemu wewe gombel tidak?"
" Ketemu"
" Dimana?"
" Di belakang kursinya bi Ratna" jawab Zahira. Seketika itu pula Dewi langsung menggeram pada Zahira setelah Zahira bilang ketemu wewe gombel. Seketika itu pula Riziq mendaratkan tangannya ke telinga Zahira lalu menariknya sesuai ritme hingga Zahira meringis kesakitan.
" Awww sakit ka" ucap Zahira sambil cemberut kesal.
Riziq kini sudah mengambil selimut tebal dari dalam tasnya.
" Aisyah kau tidak sekalian bawa bantal sama gulingnya?" tanya ustad Usman saat Riziq menyelimuti Aisyah dan bayi bayinya.
" Bawa ka, bahkan aku bawa spring bednya" jawab Aisyah.
" Mana spring bednya?"
" Tuh duduk di belakangnya bi Ratna"
Seketika itu pula Dewi menggeram kembali setelah mendengar ucapannya Aisyah yang membandingkannya dengan spring bed.
" Maaf Wi, aku cuma bercanda" ucap Aisyah sambil tersenyum.
" Sudah kumpul semua?, apa masih ada yang di luar?" tanya ustad Soleh karna perjalanan akan di lanjutkan kembali.
" Sudah"
Ustad Soleh pun mengabsen kembali karna takut ada yang ketinggalan lagi. Perjalanan pun di lanjutkan kembali. Kali ini sebagian dari mereka sudah tertidur karna waktu sudah larut malam termasuk Aisyah dan Riziq yang kini sudah berselimut hangat dan tebal yang melindungi tubuh mereka dari udara malam. Zahira pun tertidur dengan menggunakan sweter hangat pemberian dari Aisyah. Saat ustad Usman berjalan kedepan ia terdiam melihat Aisyah dan Riziq.
" Ck ck ck, mereka sudah seperti menginap di hotel mewah" gumam ustad Usman yang melihat Aisyah Riziq serta Adam dan Hawa tertidur pulas dengan diselimuti selimut tebal.
Sampai tak terasa kini mereka sudah sampai di pesantren.
" Alhamdulilah, sampai juga di pesantren"
Ustad Soleh pun membangunkan ustad Usman.
" Man bangun udah sampai"
Ustad Usman pun terbangun, dilihatnya jam sudah pukul 23:45 malam.
" Alhamdulilah sudah sampai, bangun bangun sudah sampai" ucap ustad Usman sedikit mengeraskan suaranya. Sebagian dari mereka sudah terbangun namun masih ada yang masih memejamkan matanya termasuk Aisyah dan Zahira. Umi Fadlun sudah menggendong Adam dan umi Salamah menggendong Hawa. Riziq sudah kebingungan saat melihat Aisyah dan Zahira masih tidur, ia tak tega untuk membangunkan mereka.
" Aku tidak mungkin menggendong Aisyah dan Zahira" batin Riziq. Riziq langsung menatap ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin yang sudah terbangun sedari tadi.
" Ang, kau tolong gendong Zahira, kasian dia kalau dibangunkan, aku akan menggendong Aisyah" ucap Riziq. Ustad Rasyid terdiam sambil menatap adiknya itu. Tiba tiba ustad Usman menghampiri mereka.
" Ustad Riziq, jangan mentang mentang badanmu tinggi besar ya, jadi kau mau menggendong Aisyah. Kau tidak usah sombong padaku yang tidak kuat menggendong Nisa. Jiwa lelakiku meronta ronta saat aku melihatmu menggendong Aisyah sementara aku tidak kuat menggendong Nisa" tutur ustad Usman. Riziq dan ustad Rasyid sudah ingin tertawa namun mereka tahan.
" Kau bangunkan saja Aisyah sama Zahira jadi tidak usah repot repot menggendongnya" ucap ustad Usman yang kini membangunkan Aisyah dan Zahira.
" Aisyah Ira bangun sudah sampai" ucap ustad Usman dengan sedikit mengeraskan suaranya. Aisyah pun terbangun sambil mengerjap ngerjapkan matanya.
" Sudah sampai ya" Aisyah pun mengedarkan pandangannya keluar mobil. Dilihatnya gerbang depan pesantren.
" Iraaaa, bangun sudah sampai"
Seketika Zahira terbangun dan berdiri dari duduknya, ia langsung berlari menuju pintu mobil.
" Heeeeiiii" teriak ustad Usman sambil menarik Zahira untuk duduk kembali.
" Sepertinya kau ngelindur, sekarang kumpulkan dulu seluruh nyawamu, kau sudah hilang di kebun binatang, jangan sampai kau hilang di pesantren" tutur ustad Usman.
__ADS_1