
Hari libur kini telah tiba. Riziq selalu menemani Aisyah, ia tak pernah meninggalkan istrinya itu, apalagi kehamilan Aisyah sudah semakin membesar.
" Uni" panggil Riziq. Namun Aisyah tak kunjung muncul dari kamar, ia juga tak menjawab panggilan suaminya itu.
" Uni" panggil Riziq kembali. Namun lagi lagi tak ada jawaban. Membuat Riziq menjadi cemas, Aisyah hanya masuk kamar dan tak terlihat keluar lagi.
" Apa uni tidur siang di kamar?" tanya Riziq pada dirinya sendiri. Di lihatnya jam sudah pukul 11:15. Perlahan ia membuka pintu kamar, terlihat Aisyah yang tengah duduk di hadapan meja rias sambil bercermin.
" Uni, kau sedang apa ?" tanya Riziq sambil mendekati Aisyah. Aisyah hanya tersenyum sambil berdandan di depan cermin. Riziq terheran melihat Aisyah yang berdandan.
" Uni, siang siang bolong begini kau berdandan, memangnya kau mau menggoda siapa?" tanya Riziq heran. Aisyah hanya tersenyum saja.
" Uni mau kemana sudah terlihat cantik seperti itu?" tanya Riziq kembali.
" Uni mau masak untuk makan siang" jawab Aisyah santai. Hingga membuat Riziq mengeryitkan keningnya.
" Ya Allah uni, jadi kau berdandan cantik seperti ini cuma untuk memasak?" tanya Riziq tak percaya, hingga ia menggeleng gelengkan kepalanya. Riziq semakin heran dengan tingkah laku istrinya yang semakin hari semakin tak bisa di tebak keinginannya, lebih tepatnya tak masuk akal. Aisyah sejak hamil memang lebih senang berdandan.
" Ayo temani uni masak" ajak Aisyah. Riziq pun sudah bangun dari duduknya.
" Tunggu Le, sepertinya lipstiknya kurang tebel" ucap Aisyah sambil memakai lipstiknya kembali.
" Ya Allah sejak istriku hamil, dia terlihat genit sekali" gumam Riziq dalam hati.
" Uni, lipstikmu ketebelan, aku tidak suka melihatnya" ucap Riziq sambil mengambil tisu untuk menghapus lipstiknya Aisyah.
" Jangan di hapus Le, ade bayinya yang minta"
Riziq semakin tak mengerti. Ia membiarkan istrinya berdandan menor seperti itu.
" Tapi uni, kalau kau keluar rumah kumohon jangan berdandan seperti itu" pinta Riziq.
" Kau mau coba lipstik dari bibirku Le?" ucap Aisyah genit.
" TIDAAAAK" jawab Riziq menegaskan, ia tak suka jika ada lipstik yang menempel di bibirnya. Penolakan Riziq membuat Aisyah tertawa tawa.
" Jangan tertawa terus, ayo kita masak" ajak Riziq sambil menggandeng Aisyah keluar kamar. Tanpa sepengetahuan Riziq, Aisyah memasukan lipstik ke saku gamisnya.
__ADS_1
Mereka pun memasak makan siang bersama. Sambil bercanda dan ngobrol ngobrol tak jelas. Meskipun seperti itu, tapi mereka menikmati kebersamaan itu.
Setelah selesai memasak. Aisyah sudah menaruh semua masakannya ke meja makan. Riziq sudah duduk bersama Aisyah, siap menikmati hidangan yang mereka siapkan.
" Sepertinya enak" ucap Riziq sambil mengambil gelas yang ada di atas meja. Aisyah sengaja menyediakan satu gelas di sana. Tiba tiba Aisyah menarik gelas itu dari tangannya Riziq.
" Sebentar Le, ada yang lupa" Aisyah pun mengisi gelas itu dengan air putih. Lalu ia meminumnya hingga lipstik di bibirnya menempel di gelas tersebut. Riziq pun mengeryitkan keningnya.
" Uni lipstikmu menempel di gelas" ucap Riziq.
" Sepertinya ada yang kurang" ucap Aisyah sambil memandang lipstik yang menempel di gelas itu. Perlahan ia mengambil lipstik di saku gamisnya, lalu ia memakai kembali lipstik itu ke bibirnya. Setelah itu meminum kembali air dari gelas itu hingga bekas listik yang menempel di gelas itu semakin terlihat jelas. Aisyah pun tertawa sendiri melihat hasil mahakarya nya yang menempel di gelas.
" Ya Allah, kelakuan ajaib apalagi yang di lakukan istriku, sungguh aku tidak mengerti dengan kelakuan aneh seorang perempuan hamil"
" Kau minum Le" ucap Aisyah sambil menyodorkan gelas itu pada Riziq. Hingga Riziq mengeryitkan keningnya enggan untuk meminumnya. Riziq pun menggeleng gelengkan kepalanya, hingga Aisyah mendengus kesal.
" Jadi kau tidak mau meminumnya?" tanya Aisyah dengan sedikit kesal. Dan pada Akhirnya Riziq lah yang mengalah. Perlahan ia meminum di gelas itu dengan penuh hati hati.
" Harus tepat di bekas bibirku Le" pinta Aisyah.
" Hmmm"
" Le, hari ini kau tidak ada jadwal kemana mana? " tanya Aisyah.
" Tidak ada, hari liburku khusus untukmu, Uni juga tidak boleh bepergian terlalu jauh ya, kehamilanmu sudah semakin besar"
Saat Riziq hendak meminum kopi buatan istrinya itu, tiba tiba Aisyah menarik gelas itu.
" Sebentar Le ada yang lupa" ucap Aisyah sambil menempelkan bibirnya ke gelas tersebut.
" Astaghfirullah Uni, sepertinya kau senang sekali membuatku prustasi" ucap Riziq dalam hati.
" Ini minum" ucap Aisyah sambil menyodorkan kopi itu kehadapannya Riziq. Perlahan Riziq pun menerimanya.
" Kenapa uni tidak sekalian masukan saja lipstik itu ke dalam kopinya, di aduk sekalian biar terasa lipstiknya. Kopi lipstik buatan Aisyah" sindir Riziq. Aisyah malah tertawa.
" Kau manis sekali Le" ucap Aisyah sambil mencium pipinya Riziq.
__ADS_1
" Uni, jangan cium cium nanti lipstikmu nempel" protes Riziq. Dan benar saja lipstik Aisyah menempel di pipinya Riziq. Seketika Riziq langsung mengambil hp nya ia menatap wajahnya melalui layar hp miliknya.
" Tuh kan uni, lipstikmu menempel di pipiku"
" Jangan di hapus Le, biarkan saja itu adalah hasil mahakaryaku, sepertinya ada yang kurang" Aisyah pun mencium kening dan pipi sebelahnya lagi.
" Cukup uni" protes Riziq.
" Satu lagi Le"
Riziq langsung menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.
" Aku tidak akan mencium itu, aku hanya ingin mencium hidungmu" ucap Aisyah. Riziq hanya bisa pasrah menerima perlakuan istrinya yang sedang hamil itu. Setelah melihat 4 tanda merah yang ada di wajah suaminya itu Aisyah pun tertawa.
" Kau puas?" tanya Riziq.
" Hmm"
Tiba tiba ada yang mengucap salam di depan pintu.
" Waalaikumsalam" jawab Riziq dan Aisyah.
" Le, kau yang buka ya" pinta Aisyah.
" Tidak mau uni, kau tidak lihat wajahku, nanti tamunya pingsan melihat tanda lipstik di wajahku"
Akhirnya Aisyah pun membuka pintu.Seketika Riziq langsung menutupi wajahnya dengan sorban. Ternyata yang datang adalah Dewi.
" Dewi"
" Aku cuma mau kasih buah buahan ini dari bi Ratna untukmu" ucap Dewi sambil memberikan sekantong buah buahan pemberian dari bi Ratna.
" Terima kasih ya Wi"
Dewi pun terheran melihat Riziq.
" Aisyah suamimu kenapa?, kenapa wajahnya di tutupi sorban?" tanya Dewi sambil berbisik
__ADS_1
" Kami sedang main petak umpet" jawab Aisyah, hingga Dewi mengeryitkan keningnya.
" Kalian kurang kerjaan ya"