
Kini hari hari Aisyah nampak sepi tanpa keberadaannya Riziq di dekatnya, biasanya Riziq selalu mengekor Aisyah kemanapun Aisyah pergi, gelak tawa dan canda yang selalu Riziq tampakan kini hilang entah kemana. Sudah berminggu minggu kepergian Riziq namun belum ada kabar tentangnya. Mau bertanya pada ustad Rasyid, Aisyah takut akan kecemburuan ustajah Yasmin, memang benar sejak ustajah Yasmin tau kalau suaminya mencintai Aisyah, sikapnya mulai berbeda pada Aisyah, menampakan rasa cemburu yang teramat sangat. lngin rasanya Aisyah bertanya tentang kabar sahabat kecilnya itu, namun ia tak tau harus bertanya pada siapa, sudah beberapa kali ia bertanya pada kiyai Husen, namun jawabannya selalu sama, kiyai Husen tidak tau kabar tentang Riziq yang ia tau Riziq pergi menuntut ilmu ke kairo bersama kiyai Mansyur. Tapi Aisyah selalu ingat kata kata yang di ucapkan Riziq " jangan mencari tau tentang diriku karna aku akan baik baik saja " itu kata kata Riziq yang selalu Aisyah ingat.
Sore itu Aisyah berjalan menuju rumahnya umi Salamah sambil menenteng kue buatannya yang ia buat di rumahnya bi Ratna, di tengah perjalanan ia bertemu ustad Rasyid dan ustajah Yasmin yang baru pulang mengajar, biasanya ustajah Yasmin selalu menyapa Aisyah, namun kali ini tidak, hingga ustad Rasyid yang menyapanya.
" Assalamualaikum Aisyah "
" Waalaikumsalam " jawab Aisyah sambil menundukan kepalanya. Namun ustajah Yasmin langsung menarik tangan suaminya untuk segera pergi. Aisyah pun kembali melanjutkan perjalanannya, baru beberapa langkah Aisyah tersandung hingga jatuh, sontak ustad Rasyid terkejut, saat ia ingin menolong Aisyah, lagi lagi ustajah Yasmin menarik tangannya.
" Aisyah baik baik saja " ucap ustajah Yasmin. Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan kembali meninggalkan Aisyah yang terjatuh ke tanah. Perlahan Aisyah bangkit dan berjalan kembali.
Sesampainya di rumah umi Salamah, ternyata ustajah Ulfi sudah menunggunya di depan rumah bersama umi Salamah.
"Asalamualaikum "Aisyah mengucap salam.
"Waalaikumsalam "
Kini Aisyah sudah duduk di depan ustajah Ulfi, ia terdiam ketika menengok ke sebelah kanannya, biasanya Riziq duduk di sebelahnya untuk mendengarkan pelajaran yang di berikan ustajah Ulfi. Ustajah ulfi tersenyum melihat Aisyah yang terus menatap ke sebelahnya sambil meraba karpet yang sering di duduki Riziq.
" Kamu rindu dengannya ? " tanya ustajah Ulfi.
" Hmm " jawab Aisyah singkat. Ustajah Ulfi kembali tersenyum .
" Do'akan saja dia "
__ADS_1
Aisyah hanya mengangguk.
"Ya sudah kali ini saya akan memberi pelajaran tentang ikhlas " ucap ustajah Ulfi.
" Tidak ada satu pun obat yang bisa menyambuhkan sakit hati, kecuali keikhlasan, ikhlas tempatnya di hati, saat hati seseorang menjadi baik dengan ikhlas, maka anggota badan yang lain menjadi baik, sebaliknya jika hati rusak, maka akan rusaklah seluruh jasadnya.
Seorang yang menuntut ilmu agama dengan ikhlas maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga, dengar Aisyah, semakin berusaha mengikhlaskan semakin tenang perasaan, semakin yakin Allah berikan yang terbaik di masa depan, belajarlah memasrahkan kehendak, bukan memaksakan kehendak " tutur ustajah Ulfi.
Aisyah terdiam ia hanya menundukan kepalanya, matanya sudah berkaca kaca. Ustajah Ulfi tau kini Aisyah sedang sedih atas kepergian Riziq. Perlahan ustajah Ulfi mendekat dan mengelus lembut pundaknya Aisyah.
" Dengarkan saya Aisyah, ketika dia menghilang tanpa kabar, ketika dia tak lagi bersama, ketika dia pergi entah kemana, dan ketika dia pergi begitu saja, keikhlasan untuk menerimanya telah kau coba, walau mungkin berat, ketika kau ikhlas melepasnya, maka Allah akan mengembalikannya kepadamu " ucap ustajah Ulfi.
" Riziq akan pulang lagi kesini, untukku ? " tanya Aisyah, ustajah Ulfi pun mengangguk tersenyum.
" Berusahalah untuk ikhlas Aisyah "
" Saya pulang dulu ya Aisyah, jangan terlalu sedih, Riziq pasti baik baik saja, percayalah Allah akan selalu menjaganya " ucap ustajah Ulfi.
Aisyah pun mengangguk sambil tersenyum.
" Terima kasih ustajah "
Kini ustajah Ulfi sudah pulang.
__ADS_1
" Mi, aku pergi ke perkebunan dulu ya, cari angin " ucap Aisyah meminta izin pada umi Salamah.
" Ya sudah tapi pulangnya jangan terlalu sore " jawab umi.
Aisyah pun pergi ke perkebunan dan duduk sendirian di kursi biasa, matanya memandang jauh ke arah perkebunan yang luas itu.
" Ziq , uni akan mencoba ikhlas akan kepergianmu, semoga kau baik baik saja di sana, belajarlah yang giat biar kau sukses, dan segeralah pulang, uni rindu padamu "
Tiba tiba Dewi datang menghampiri Aisyah.
"Dewi, dari mana kau tau aku ada disini ? " tanya Aisyah.
" Kemana lagi harus mencarimu kalau bukan kesini " jawab Dewi sambil ikut duduk bersama Aisyah. Aisyah kembali terdiam.
" Riziq kapan pulang ya Wi ? " tanya Aisyah, membuat Dewi mengeryitkan keningnya.
" Baru saja Riziq pergi beberapa minggu yang lalu, kau sudah menanyakan kapan dia pulang, Riziq kan pergi ke kairo bukan untuk liburan tapi dia sedang menimba ilmu di sana, kau do'akan saja biar dia di sana di beri kesehatan " tutur Dewi.
" Aku kangen Wi " ucap Aisyah
" Baru saja beberapa minggu sudah bilang kangen, bukan kah sekolah di sana itu memerlukan waktu beberapa tahun ya ? " ucap Dewi mengira ngira.
" Tidak bisa ku bayangkan rindu mu itu Aisyah, kalau saja Riziq tidak pulang sebelum dia lulus, mungkin 4 sampai 5 tahun ia di sana " ucap Dewi kembali.
__ADS_1
" Apa dia akan lupa padaku Wi ? " tanya Aisyah.
" Kurasa tidak, Riziq bukan orang yang seperti itu, cepatlah cari jodoh Aisyah, kau juga harus ingat dia harus lelaki yang belum beristri seperti yang Riziq bilang, tapi kau tenang saja Aisyah, jika kau tidak mendapatkan lelaki yang seperti itu, Riziq lah yang akan menikahimu, si berondong manis he he."