Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
17 cara.


__ADS_3

Malam pun tiba. Aisyah pun sudah menidurkan Adam dan Hawa di kamar. Sementara Riziq tengah duduk di karpet bludru di sebelah tempat tidur sambil membaca sebuah buku. Perlahan Aisyah pun ikut duduk bersama suaminya itu. Riziq tersenyum saat tau Aisyah duduk disebelahnya.


" Kenapa uni?" tanya Riziq sambil membelai lembut pipinya Aisyah.


" Ntahlah, pikiranku tak karuan memikirkan rumah tangga kita"


" Bukankah rumah tangga kita baik baik saja" jawab Riziq.


" Hmmm, aku tau, tapi kehadiran Zahra mengusik ketenangan rumah tangga kita Le, ada rasa khawatir dalam diriku"


Riziq pun tersenyum.


" Itu adalah ujian rumah tangga kita. Setiap rumah tangga pasti akan di uji dengan masalah yang berbeda beda, dan mudah mudahan kita bisa melewatinya" tutur Riziq.


" Bagaimana cara mengatasinya?" tanya Aisyah. Riziq pun merubah posisi duduknya hingga ia kini menghadap pada Aisyah.


"Aku jelasin ya beberapa cara mengatasi masalah rumah tangga dalam islam" ucap Riziq. Aisyah pun sudah siap untuk mendengarkan.


" Pertama(1), berpedoman pada al quran dan as sunah.( 2) di selesaikan lewat kasih sayang. Setiap masalah yang terjadi dalam rumah tangga tidak harus di selesaikan lewat pertengkaran. Kita bisa menyelesaikannya lewat kasih sayang. Misalnya mengajak uni bercanda, memasak besama atau jalan jalan keperkebunan"


" Termasuk mengajaku kekamar?" tanya Aisyah. Riziq malah tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu.


" (3). Saling memberi nasihat. Kewajiban suami terhadap istri dalam islam adalah memberikan nasehat yang baik kepada istri, tentang peran wanita dalam islam. Fungsi ibu rumah tangga dalam islam. Dan kewajiban wanita setelah menikah."


Riziq pun tersenyum saat melihat Aisyah mengangguk nganggukan kepalanya.


" Aku akan memintamu duduk disampingku, lalu memelukmu kemudian mengucapkan Aku mencintaimu "ucap Riziq sambil mencubit hidungnya Aisyah.


" Itu bukan nasehat, tapi kau menggodaku" ucap Aisyah sambil menepuk tangan Riziq yang sedang mencubit hidungnya. Hingga Riziq tertawa tawa.


" Baiklah uniku yang cantik. Kuberi nasehat padamu, dalam menghadapi setiap masalah kau harus sabar dan tawakal, percayalah Allah akan selalu bersamamu" ucap Riziq. Aisyah pun tersenyum.


"(4). Fokus pada penyebab masalah.


" Penyebab masalah kita adalah Zahra, apa aku harus fokus padanya?" tanya Aisyah.


" Buktikan pada Zahra bahwa cinta kita lebih kuat dari ambisinya" Riziq pun melanjutkan kembali.


"(5).Menghindari sikap egois. Sikap ogois pasti ada dalam setiap manusia. Namun sebagai seorang yang beriman dan bertaqwa, hendaknya kita menjauhi sikap egois. Terlebih jika kita sudah berumah tangga.Sikap egois bisa menjadi pemicu pertengkaran secara terus menerus" tutur Riziq.


" Apa aku pernah bersikap egois padamu Le?" tanya Aisyah.


"Hmmm"


"Kapan?" tanya Aisyah penasaran.

__ADS_1


" Saat kau memaksaku untuk menggodamu padahal aku sedang tidak bernafsu" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.


" Hei, kapan aku pernah memaksamu, lagian kapan kau pernah tidak bernafsu padaku, kau tidak bernafsu hanya saat aku sedang datang bulan saja." gerutu Aisyah sambil melempar bantal pada Riziq. Hingga Riziq pun tertawa tawa di buatnya.


" Lanjutkan" pinta Aisyah.


" (6). Saling terbuka,


(7). Bersikap Dewasa."


" Apa sikapku sudah dewasa Le, aku tidak kekanak kanakan bukan?" tanya Aisyah. Riziq malah tersenyum.


"Umurmu lebih dewasa dariku, Bahkan hampir mendekati umi Salamah. Namun terkadang sikapmu kekanak kanakan seperti Syakir" goda Riziq. Hingga Aisyah mendengus kesal. Aisyah pun melemparkan bantal kembali pada Riziq. Namun Riziq malah tertawa tawa.


"(8).Saling memaafkan. Kau jangan meminta maaf padaku saat lebaran saja uni, kita harus saling memaafkan kesalahan untuk yang di sengaja maupun tidak.


(9). Bermusyawarah.


(10). Mengendalikan emosi."


" Jadi kita harus bisa mengendalikan emosi?" tanya Aisyah.


" Tentu"


" Tapi dulu aku sering melihatmu emosi Le, sebelum kau pergi kekairo, Kau selalu di kuasai emosi, Apalagi saat uni menerima kiyai Mansyur sebagai calon suamiku dulu. Kau marah dan emosi padaku, sampai urat urat di tubuhmu terlihat menonjol sampai aku di buat ketakutan" tutur Aisyah.


" Kalau sekarang Alhamdulilah uni jarang melihat kau emosi"


" Mungkin untukku sekarang lebih mudah meredakan gejolak emosi dari pada meredakan gejolak nafsu" ucap Riziq sambil menatap Aisyah.


" Kenapa tatapannya sekarang terasa menakutkan ya, untung saja sekarang masa nifasku belum berakhir, kalau tidak, pasti sekarang dia sudah melemparku keatas tempat tidur" gerutu Aisyah dalam hati.


" Lanjutkan lagi" pinta Aisyah.


"(11). Menjaga komunikasi. Uni harus sering berkomunikasi denganku, supaya kita bisa tau kabar satu sama lain sehingga kita tidak saling curiga."


" Baiklah uni akan menelponmu 2 jam sekali untuk menjaga komunikasi kita" ucap Aisyah.


" 2 jam sekali mah itu namanya operprotektif uni" jawab Riziq.


" Kalau satu jam sekali?" tanya Aisyah sambil tersenyum.


" ltu namanya kau tidak mau jauh jauh dariku, jadi sakarepmu" jawab Riziq. Hingga Aisyah tertawa tawa.


"(12). Saling percaya. Aku memberi kepercayaan padamu, apa uni juga percaya padaku?" tanya Riziq.

__ADS_1


" Insya allah aku percaya padamu Le, tapi jangan sekali kali kau menghianati kepercayaanku ya Le"


" Tentu"


Aisyah pun tersenyum. Riziq pun melanjutkan kembali.


"(13). Belajar dari pengalaman.


(14). Menerima perbedaan pendapat.


(15). Menyadari bahwa hidup sementara.


(16). Sabar dan ikhlas. Kunci untuk mengatasi masalah dalam rumah tangga secara islam adalah menerapkan sabar dan ikhlas. Jika kita mampu bersabar atas masalah yang menimpa kita, maka kelak Allah akan mendatangkan kebahagiaan dan pahala.


(17). Bersikap jujur. Apa uni selalu bersikap jujur padaku?" tanya Riziq.


" Tentu"


" Katakan sesuatu padaku dengan jujur tanpa ada yang ditutup tutupi" pinta Riziq.


" Aku mencintaimu" ucap Aisyah sambil menatap suaminya. Seketika Riziq langsung mendekat pada Aisyah.


" Mau apa Le?, kau jangan macam macam"


" Astaghfirullah, aku lupa masa nifas uni kan belum berakhir" ucap Riziq sambil membenarkan posisinya kembali.


" Uni, demikianlah beberapa cara mengatasi masalah rumah tangga dalam islam. Semoga bisa menjadikan pernikahan kita jadi lebih damai, bahagia dalam islam. Keluarga harmonis dalam islam. Keluarga sakinah menurut islam. Keluarga sakinah mawadah warohmah." tutur Riziq. Aisyah pun tersenyum.


" Kau hafalkan dan pelajari ya uni, supaya kita bisa mengatasi masalah rumah tangga kita" pinta Riziq.


" Hmmm, mudah mudahan Zahra cepat sadar ya Le, Sikapnya selama ini itu salah. Dia bukan cinta padamu, melainkan berambisi padamu" ucap Aisyah sambil menyender di pundaknya Riziq.


" Insaallah, Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita, dan semoga Zahra pun mendapatkan jalan terbaiknya"


" Dia sepertimu ya Le, sikapnya lebih dewasa dari umurnya. Umurnya tidak jauh dari syakir tali sikapnya lebih dewasa dari umi Salamah" ucap Aisyah, hingga Riziq tersenyum senyum mendengar ucapan istrinya itu.


" Jadi aku lebih dewasa dari umurku?" tanya Riziq sambil tersenyum senyum.


" Hmmm"


Seketika Riziq langsung mencubit hidung Aisyah kembali.


" Aku mencintaimu ibu ibu" ucap Riziq pada Aisyah. Hingga Aisyah mendongakan wajahnya sambil menatap Riziq.


" Kau memanggilku ibu ibu?" tanya Aisyah tak suka.

__ADS_1


" Uni kan memang ibu ibu, ibunya Adam dan ibunya Hawa" jawab Riziq sambil tersenyum.


Aisyah tadinya mau marah, namun yang dikatakan Riziq memang benar. Hingga ia menyembunyikan wajahnya di dadanya Riziq karna malu. Riziq sudah merasa gemas dengan sikap istrinya itu.


__ADS_2