Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Aisyah vs Zahira


__ADS_3

Libur pun tiba, Kini Aisyah sedang membereskan rumah, Riziq pun perlahan mendekati istrinya dan ikut membantu.


" Aku bantu ya Ni"


Aisyah langsung mengeryitkan keningnya.


"Tumben mau bantu beres beres rumah. Apa karna dia teringat sama ucapan abi ya, abi kan memintanya untuk membahagiakanku. Waaah ucapan abi ada manfaatnya juga ya hi hi hi" batin Aisyah.


Saat sedang mencuci piring, Riziq pun mendekatinya dan membantu membilasnya, namun saat mau memindahkan piring piring itu, tiba tiba piringnya jatuh dan pecah.


" Astaghfirullah"


" Hati hati Le"


Aisyah pun membersihkan bekas pecahan piring itu.


" Maaf uni aku tidak sengaja, lain kali aku hati hati" ucap Riziq yang ikut membantu membereskan pecahan piring itu. Setelah selesai, Riziq pun kini tidak sengaja menyenggol gelas hingga jatuh dan pecah kembali.


" Ya allah, pecah lagi uni" ucap Riziq dengan rasa bersalah. Aisyah sudah menggeram.


" Le, kalau kau ingin membantuku, kau bereskan saja yang lain" pinta Aisyah.


" Lama lama dia akan menghancurkan dapurku" gerutu Aisyah dalam hati.


Tiba tiba terdengar tangis Adam di dalam kamar.


" Uni , Adam sepertinya bangun"


Aisyah pun bergegas pergi ke kamar. Iya langsung memberikan asi pada Adam. Riziq pun berinisiatif untuk mengepel lantai di ruang tamu, ia berjalan maju hingga jejak kakinya menempel jelas di lantai yang basah. Riziq langsung mengeryitkan keningnya melihat lantai yang sudah di bersihkannya terdapat jejak kakinya sendiri.


" Kau lihat de kelakuan abimu, hi hi hi" ucap Aisyah pada Adam. Riziq langsung menatap Aisyah, ada perasaan malu pada dirinya. Aisyah pun tersenyum.


" Kalau mau ng'pel lantai jalannya mundur Le, jangan maju. Kalau maju nanti jejak kakimu tertinggal di lantai"


" Maaf uni aku belum mengerti"


" Tidak apa apa Le, sepertinya kau tidak berbakat dalam urusan membereskan rumah" tutur Aisyah. Setelah Aisyah beres membersihkan rumah, dan Riziq anteng menjaga putra putrinya yang baru selesai mandi.


" Le kita ke rumahnya umi yu" pinta Aisyah.


" Umi Fadlun?"


" Bukan, tapi umi Salamah. Kita lihat Zahira, inikan jadwalnya les tambahan sama ka Usman, pasti sebentar lagi dia kesini"


" Asalamualaikum"


Zahira mengucap salam.


" Tuh kan orangnya datang"


Saat Zahira masuk ke rumah, tiba tiba,


Buuuukh.


Zahira terpeleset lantai yang masih basah.


" Awwwwww" ringis Zahira.


Aisyah dan Riziq pun terjejut.


" Sepertinya Ira terpeleset. Lantainya masih basah" ucap Aisyah. Dengan hati hati Riziq pun membangunkan adik perempuannya itu.


" Duuh pinggangku sakit. Kenapa lantainya basah, apa semalam hujan dan gentengmu bocor" ucap Zahira.


" Habis di pel"


" Ka, kau ke rumahnya umi Salamah tidak?" tanya Zahira.


"Hmmm"


" Aku ikut, tapi ngomong ngomong si om ustad tenggorokannya sudah sembuhkan?"


"Sudah, dia pasti sudah bisa mengajarimu pelajaran yang baru"


Mereka pun pergi ke rumahnya umi Salamah. Sesampainya di sana.

__ADS_1


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Mereka pun mencium tangan umi Salamah dan kiyai Husen.


" Abi mau kemana sudah rapih?" tanya Aisyah.


" Abi mau pergi, ada perlu dengan kiyai Mansyur" jawab kiyai Husen. Tiba tiba kiyai Mansyur dan umi Fadlun datang.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Ziq, abi sama kiyai Husen mau pergi ada urusan, kau jaga umimu ya" pinta kiyai Mansyur pada Riziq.


" Iya bi"


Umi Fadlun kini sudah menggendong Adam. Kini datanglah Ustad Usman dan Nisa.


" Eeeh sudah banyak tamu"


Mereka pun duduk bersama di teras depan. Aisyah sudah membuatkan minum dan menaruhnya di sana.


" Ira, kau siap belajar lagi?" tanya ustad Usman.


" Siap om, aku bertekad untuk bisa jadi pintar, kalau kecerdasanku sudah di atas rata rata, pasti ustad Azam dan ustadzah Ulfi tidak akan ragu untuk menjadikanku menantu" tutur Zahira sambil tersenyum senyum. Hingga yang lain mengeryitkan keningnya mendengar ucapannya bocah ingusan itu.


" Ira kau jangan macam macam kalau bicara" ucap Riziq dengan nada mengancam.


Kini ustad Usman dan Zahira sudah duduk sedikit menjauh dari mereka. Zahira sudah duduk di hadapan ustad Usman.


" Uni, kau ikutlah belajar dengan Ira" pinta Riziq. Aisyah langsung menatap uminya. Seketika umi Salamah langsung menganggukan kepalanya.


" Ustad, Aisyah mau ikut belajar" ucap Riziq.


" Ayo"


Kini Aisyah sudah duduk di hadapan kakanya itu.


" Aku dulu suka nonton mamah dedeh om, aku sering dengar ceramahnya" ucap Zahira.


" Aku juga sering mendengarkan ceramah di pesantren ini, aku juga sering berceramah pada suamiku kalau dia mau berangkat mengajar" ucap Aisyah.


" Ceramah apa yang kau berikan pada suamimu?" tanya ustad Usman.


" Aku sering ceramah begini. Hati Hati ya Le, kondisikan matamu , jangan lirik lirik perempuan lain, jangan genit genit, apa lagi berfikir buat punya istri dua, penggorenganku nanti bisa mendarat tepat di kepalamu" tutur Aisyah. Ustad Usman sudah mengeryitkan keningnya, dan Riziq sudah menutupi wajahnya dengan sorban, sementara Zahira sudah cekikikan.


" Sakarepmu Aisyah"


" Ha ha ha ka, kau keren sekali ka" ucap Zahira pada Aisyah.


" Ya sudah sekarang kutantang kalian untuk berceramah di hadapanku, siapa tau kedepannya kalian akan menjadi seorang ustadzah yang akan di panggil kemana mana untuk berceramah. Temanya adalah LAKI LAKI dan PEREMPUAN"


" Aku tidak yakin aku bisa"


" Di coba saja dulu, tumpah kan semua yang kalian tau. Mau salah atau benar, nanti kukoreksi. Ira coba kau duluan berceramah. Berdirilah" pinta ustad Usman. Zahira pun kini berdiri untuk berceramah.


" Mulai"


" Haai semuanya, ceramahku kali ini," belum juga selesai bicara, ustad Usman langsung memotong ucapannya"


" Eh selebor, asalamualaikum dulu" pinta ustad Usman mengingatkan.


" Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh"


" Waalaikum salam"


" Perkenalkan namaku Zahira rahmadia alfiqri"


" Heei kau tidak perlu memperkenalkan diri, aku sudah mengenalmu. langsung saja pada intinya" protes ustad Usman.


" Laki laki dan perempuan. Yang namanya laki laki itu harus cinta sama perempuan. Dan perempuan harus cinta pada laki laki, seperti aku mencintai ka Yusuf" tutur Zahira.


" Iraaaa kenapa kau membicarakan soal cinta. aku bilang temanya laki laki dan perempuan" protes ustad Usman. Zahira langsung mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Ulang lagi" pinta ustad Usman.


" Sudah tau kecerdasan otaku ini di bawah rata rata. Di suruh ceramah pula. Ya sudah aku gunakan insting èma èma yang kudapat di sosial media" batin Zahira.


" Maaf om ustad, aku tidak begitu faham temanya. Yang kutau yang namanya laki laki ya pake kopeah dan yang namanya perempuan ya pake kerudung"


" Ya Allah Ira, Adam sama Hawa aja tau masalah itu mah" ucap ustad Usman yang mulai prustasi.


" Kalau aku numpahin insting èma èma di sosial media boleh tidak"


" Terserah"


" Laki laki itu harus memberikah uang nafkah dan uang belanja harus berbeda. Dan perempuan berhak mendapatkan nafkah lahir dan batin. Satu lagi. Uang suami adalah uang istri, sementara uang istri adalah uang istri" tutur Zahira.


" Iraaaaaaaa kau hebat" teriak Aisyah.


" I love you Ira" teriak Nisa.


Riziq dan ustad Usman sudah menundukan kepalanya.


" Si slebor berasa melempar geranat"


" Bagaimana om ustad?"


" Kau taunya uang saja Ira, materialistis. Nilaimu 25.


Aisyah sekarang giliranmu" pinta ustad Usman. Kini Aisyah sudah berdiri di hadapan kakanya.


" Pelit sekali di kasih nilai 25" gerutu Zahira.


" Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. ceramahnya bertemakan laki laki dan perempuan. Laki laki adalah imam, pemimpin rumah tangga, sementara perempuan adalah wanita yang melahirkan kita, dia adalah seorang ibu. Laki laki adalah tulang punggung sementara perempuan adalah tulang rusuk. Untukmu laki laki, Jadilah engkau laki laki yang bertanggung jawab, yang berani mengakui kesalahan kesalahannya, yang mau menutup mata untuk tidak melihat sesuatu yang bukan haknya. Masih untukmu wahai para laki laki, jangan bangga dengan ketampananmu, dan jangan bangga dengan isi dompetmu yang tebal, karna yang harus kau banggakan adalah keimananmu. Jangan bangga dengan berapa banyak kau memiliki perempuan, memiliki banyak istri. Masih untukmu laki laki, jangan pernah menjadikan perempuan sebagai alat pemuas nafsumu, kau jangan merasa bangga dengan berapa banyak perempuan yang berhasil kau tiduri, tapi berbanggalah pada satu perempuan yang rela untuk kau tiduri seumur hidupnya, siapa dia?, tentu saja dia adalah perempuan halal, dialah istrimu, dialah yang rela dan ikhlas tubuhnya kau jamah kapanpun kau mau. Masih untukmu laki laki jangan sekali kali kau menyakiti hati istrimu apalagi sampai menduakannya. Karna kau yang meminta dia dari ayahnya untuk hidup bersamamu. Ingatlah, jangan pernah membuang berlian hanya untuk mendapatkan pecahan beling kotor di jalanan. Jangan pernah mencari perempuan yang melambai lambaikan tangannya di pinggir jalan dan dengan gampang kau peluk dan kau cium sesukamu. Carilah wanita yang mau menunggumu di depan rumah dengan senyuman lalu dengan sigap dia mencium tanganmu dan memberikan do'a do'a terbaik untukmu, tentu saja dia adalah istrimu" tutur Aisyah.


" Kau dengar ceramah istrimu ustad Riziq. Sepertinya setiap ucapan yang keluar dari mulutnya, hanya tertuju untukmu" ucap ustad Usman sambil berbisik pada Riziq.


" Apa ustad Usman tidak merasa itu juga tertuju padamu?" tanya Riziq balik. Ustad Usman malah menggelengkan kepalanya.


" Berarti kau bukan laki laki" ucap Riziq.


" Enak saja"


Aisyah pun melanjutkan kembali.


" Untukmu wahai perempuan. carilah laki laki yang mencintaimu dari dasar hati, bukan karna nafsu. Jangan mencari laki laki yang hanya ingin merenggut kesucianmu, tapi carilah laki laki yang merasa kau suci untuk di sentuh, siapa dia?, tentu saja dia adalah suamimu, dialah yang halal bagimu. Sebagai seorang perempuan kalian harus kuat menjaga kancing bajumu, jangan sampai kau melepasnya di depan laki laki yang bukan menjadi haknya. Dan untukmu laki laki, kalian juga harus kuat menjaga retsleting celanamu, jangan sampai kau membukanya di depan perempuan yang belum halal untukmu"


Di tengah ceramahnya Aisyah terbatuk batuk.


" Uhuk uhuk uhuk"


" Ustad Riziq cepat kau beri Aisyah minum, sepertinya dia keselek laki laki" ucap ustad Usman. Dengan sigap Riziq pun memberikan minum pada Aisyah.


" Kau istirahat dulu uni" pinta Riziq.


" Ceramahku belum selesai Le"


" Sudah cukup Aisyah, ceramahmu panjang lebar tapi kau terlalu banyak memojokan laki laki" protes ustad Usman.


" Tapi semua yang kukatakan benarkan?, jadi aku dapat nilai berapa?" tanya Aisyah.


" 75" jawab ustad Usman singkat. Aisyah pun tertawa.


"Ira, ka Aisyah dapat nilai 75, dan kau dapat nilai 25, kalau di gabung berarti dapat 100. Kau mau minta hadiah apa pada kakaku" ucap Aisyah. Zahira langsung tertawa.


" Ha ha ha ha"


" Heei, kalian jangan macam macam ya, aku tidak janji akan memberikan hadiah" gerutu ustad Usman.


" Le kau akan memberiku hadiah?" tanya Aisyah.


" Hmmm"


" Apa?"


" Kau boleh membuka retsleting celanaku kapanpun kau mau" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya, wajahnya kini sudah nampak memerah.


" Astaghfirullah alazim, eh selebor tutupi telingamu, sepertinya kakakmu sedang kumat" ucap ustad Usman.

__ADS_1


__ADS_2