
Masih dengan mereka yang mengikuti lomba 17 Agustus di lapangan pesantren. Zahira nampak senang telah mengalahkan ke-4 tim lain dalam lomba pake sandal bakiak.
" Aku hebatkan" ucap Zahira bangga.
" Kita Ira" Aisyah mengingatkan. Sementara Dewi sedang berusaha untuk mengatur nafasnya yang masih ngos ngosan. Diam diam Riziq menarik Yusuf sedikit menjauh dari mereka. Yusuf masih setia memegangi piring berisi bakakak ayam punya Dewi.
" Ada apa ustad?" tanya Yusuf.
" Ssstth, jangan berisik, mereka telah memanfaatkan kita untuk kepentingan mereka, jadi kita pun harus memanfaatkan apa yang ada" tutur Riziq.
" Maksudnya?" tanya Yusuf tak mengerti.
Riziq pun menarik paha bakakak ayam itu lalu memberikannya pada Yusuf, ia juga menarik paha yang satunya lagi.
" Makanlah, ini adalah bayaran untuk kita karna ka Dewi telah memanfaatkan kita" ucap Riziq. Yusuf pun tersenyum.
" Apa ka Dewi tidak akan marah?"
" Kurasa tidak, paling dia hanya menggeram saja" jawab Riziq. Riziq dan Yusuf pun memakan paha bakakak ayam itu.
Setelah nafas Dewi sudah normal kembali, ia pun celingak celinguk mencari Yusuf.
" Kemana Yusuf?" gumam Dewi.
" Kau cari apa Wi?" tanya Aisyah.
" Aku cari Yusuf, dia tadi bawa bakakak ayamku"
Tidak lama kemudian Riziq dan Yusuf menghampiri mereka. Riziq sudah memberikan botol minuman pada Aisyah.
" Makasih Le"
Yusuf pun memberikan piring beserta bakakak ayam itu pada Dewi. Seketika Dewi langsung mengeryitkan keningnya.
" Suf, ko paha bakakak ayamnya hilang semua?" tanya Dewi sedikit tak suka.
" Maaf ka Dewi, paha ayamnya terpaksa kami mutilasi, anggap saja itu adalah bayaran untuk kami, ka Dewi kan menyuruhku menjadi patung manekin barusan" tutur Riziq. Dewi sudah menggeram, sementara Aisyah dan Zahira sudah cekikikan.
" Suf, kau memakan paha ayamku?" tanya Dewi. Yusuf pun mengangguk.
" Maaf ka Dewi aku memakan ayamnya tanpa izin, dan terima kasih, ayamnya enak sekali" jawab Yusuf. Dewi mengangguk pasrah sambil mengerucutkan bibirnya.
Priiiit...
" Perlombaan joged tomat perempuan di mulai" teriak ustad Soleh memakai sepeker.
" Ayo Wi, aku sudah mendaftarkanmu" ucap Aisyah sambil menarik Dewi ke tengah lapangan.
" Aisyah aku tidak yakin bisa berjoged"
" Gerakan saja kakimu ke kiri dan ke kanan, tidak usah berputar putar yang penting tomatnya nempel di jidatmu"
" Akan kucoba"
Aisyah sudah berpasangan dengan Dewi, sementara Nisa berpasangan dengan Sarah, lalu ustadzah Ulfi berpasangan dengan salah satu pengajar lain. Kini menyisakan Zahira yang sedang celingak celinguk mencari pasangan. Perlahan ustad Usman menghampirinya.
" Kau mencari siapa Ira?" tanya ustad Usman.
" Om ustad aku belum punya pasangan" jawab Zahira. Ustad Usman pun celingak celinguk untuk mencari pasangannya Zahira.
" Om ustad, kalau aku boleh riques, boleh tidak kalau aku berpasangan joged tomatnya sama ka Yusuf"
Ustad Usman langsung memicingkan matanya.
" Boleh Ira" ucap ustad Usman hingga Zahira tersenyum senang.
__ADS_1
" Benarkah?"
" Iya boleh, tapi tomatnya di ganti dengan durian, jadi kau dan Yusuf lomba joged durian. Kau mau Ira?" tanya ustad Usman. Zahira sudah cemberut kesal.
Ustad Usman pun mendapatkan pasangan untuk Zahira yang tinggi badannya sama seperti Zahira, dia adalah salah satu santri putri di sana.
" Ira ini pasanganmu nanti, namanya Asma" ucap ustad Usman.
" Asma kita harus menang, kalahkan ibu ibu rempong itu" ucap Zahira sambil melirik peserta yang lain.
" Ok " jawab Asma.
Ustad Soleh sudah memutar musik.
" Ingat ya jogednya jangan berlebihan, sewajarnya saja" pinta ustad Soleh.
" Iyaaaa" jawab para peserta serempak. Peserta sudah terbagi 10 pasangan.
Priiiit....
Ustad Soleh sudah meniup pluit pertanda lomba joged tomat di mulai. Para peserta sudah mulai menggerakan kaki ke kiri dan ke kanan, Zahira nampak lincah menggerakan kakinya bersama Asma. Kaki Aisyah pun ikut bergerak mengikuti irama.
" Wi, kondisikan kakimu ya, jangan sampai menginjak kakiku" Aisyah memperingatkan.
" Hmmm"
Perlombaan joged tomat sudah terhitung lebih dari 30 menit dan sudah 6 lagu di putar, ada 4 pasangan yang sudah gugur termasuk ustadzah Ulfi dan pasangannya. Aisyah dan Dewi sudah mulai panik ketika tomat itu sudah bergeser hingga menempel ke dagu mereka.
" Wi ini gimana Wi?, geser sedikit saja tomatnya bisa jatuh" ucap Aisyah.
" Selow saja Aisyah selow" jawab Dewi.
Ustad Usman sudah cekikikan melihat mereka.
" Astaghfirullah Nis, tomatnya belah" teriak ustad Usman panik. Ustad Usman langsung menghampiri kakaknya.
" Ka, itu tomat Nisa sama ka Sarah hampir belah, biji biji tomatnya mulai meleleh" ucap ustad Usman.
" Iya aku lihat"
" Kalau kau lihat kenapa kau diam saja, cepat kau ganti tomatnya dengan yang baru" pinta ustad Usman.
" Kalau aku mengganti tomatnya, mereka akan gugur dalam perlombaan" jawab ustad Soleh.
" Tapi ka kasian, bagaimana kalau cairan tomatnya kena mata?, pasti itu pedih, asal kau tau saja biji tomat itu lebih berbahaya dari biji babe" ucap ustad Usman.
" Tanya pada istrimu mau lanjut apa tidak, aku tidak mungkin mengganti tomatnya, itu akan menggugurkannya dalam pertandingan" ucap ustad Soleh kembali. Ustad Usman pun menemui istrinya kembali.
" Nis, kau mau lanjut pertandingan apa tidak?, kalau kau mau lanjut, kau yang sabar ya, aku tidak mungkin mengganti tomatnya" teriak ustad Usman.
" Aku tidak apa apa" teriak Nisa.
" Ya sudah jogednya merem aja" pinta ustad Usman.
Tidak lama kemudian Dewi tidak sengaja menginjak kakinya Aisyah hingga tomat Aisyah dan Dewi terjatuh dan mereka gugur dalam pertandingan.
" Awww" ringis Aisyah saat kakinya terinjak Dewi.
" Uniii" teriak Riziq sambil berlari mendekati Aisyah.
" Uni kau tidak apa apa?" tanya Riziq cemas.
" Yaah tomatnya jatuh, kalah deh kita" ucap Dewi pasrah dan kecewa.
" ASEEEEEM" teriak Nisa saat cairan tomat itu masuk ke mulutnya. Seketika itu pula Nisa mengendorkan keningnya dari kening Sarah hingga tomat yang hancur itu terjatuh.
__ADS_1
" Yah kalah deh" ucap Sarah.
Seketika ustad Usman langsung mendekati Nisa sambil membawa handuk kecil dan mengelapnya ke wajah istrinya yang di penuhi biji tomat.
" Kau tidak apa apa Nis?" tanya ustad Usman.
" Tidak apa apa mas, tapi aku kalah" ucap Nisa sedikit kecewa.
" Meskipun kau kalah dalam pertandingan, kau tetap menang dalam hatiku" ucap ustad Usman.
" Preeeet" ucap Aisyah dengan nada mengejek.
" Nyamber aja" gerutu ustad Usman.
Dan yang menang lomba joged tomat adalah Zahira dan Asma.
" Pemenangnya adalah Zahira dan engap" teriak ustad Usman. Hingga Nisa menepuk pundak suaminya.
" Namanya Asma bukan engap" ucap Nisa.
" Engap itu kan penyakit asma" jawab ustad Usman. Zahira sudah cekikikan sementara Asma sudah cemberut.
" Maaf Asma cuma bercanda"
Karna kalah, Dewi langsung merebut tomat yang masih menempel di keningnya Zahira dan Asma. Lalu dengan kesalnya Dewi langsung memasukan tomat itu ke dalam mulutnya.
" Astaghfirullah alazim, rakusnya kau Dewi"
Pertandingan joged tomat sudah selesai, kini tinggal perlombaan penutup yaitu panjat pinang. Pertama di lakukan oleh perempuan, Dewi yang sudah mendaftar pun mengundurkan diri.
" Ayo Wi, katanya kau ikutan" ucap ustad Usman.
" Maaf ustad aku mengundurkan diri" jawab Dewi.
" Memangnya kenapa?"
" Ustad tidak lihat bambunya kecil begitu, aku takut bambunya tiba tiba patah" jawab Dewi.
" Maaf Wi, aku tidak menemukan bambu yang sebesar tiang listrik"
Pertandingan panjat pinang putri pun dimulai dan berakhir di menangkan oleh Zahira kembali. Kini tinggal panjat pinang putra. Para ustad dan beberapa santri putra sudah siap memulai lomba.
" Bismilahirahmanirahim" ucap mereka bebarengan.
" Le, semangat" teriak Aisyah.
Ustad Azam dan ustad Rasyid sudah siap memegang lap untuk membersihkan oli yang mengalir di tiang, Riziq pun sudah sigap menjadi pertahanan bawah bersama ustad Azam yang badannya bisa di katakan tinggi besar. Riziq dan ustad Azam sudah berjongkok hingga ustad Rasyid dan ustad Soleh mulai menginjak pundaknya dengan hati hati, lalu di tambah dengan ustad Usman dan Yusuf. Aisyah sudah panik ketakutan melihat suaminya di injak 4 orang yang kini berdiri di pundaknya.
" Astaghfirullah Le, kau tidak apa apa di injak seperti itu" gumam Aisyah.
" Dia tidak akan apa apa Aisyah, kau lihat postur tubuh si brondong manismu itu, dia tidak akan berasa kalau cuma menanggung berat badan 4 orang, cuma pulang pulang dia pasti minta di pijit" tutur Dewi.
Tidak sekali dua kali para ustad itu merosot dari atas hingga terjatuh ke bawah karna tiangnya licin. Sementara wajah mereka sudah cemong oleh oli hitam. Tidak sedikit orang yang menertawakan mereka, namun perlombaan terasa begitu menyenangkan.
" Ha ha ha, Aisyah kau lihat berondongmu itu wajahnya sudah di penuhi oli, kemarin seperti coklat lumer tapi sekarang sudah seperti kopi lumer" ucap Dewi sambil tertawa tawa.
Dengan segala usaha dan sekuat tenaga hingga memakan waktu 1 jam 45 menit, akhirnya Yusuf bisa sampai di puncak tiang dan berhasil memenangkan perlombaan.
" Ka Yusuuuuf" teriak Zahira yang melihat Yusuf berhasil menaiki puncak.
Para ustad itu pun bersorak gembira. Hadiah pun di bagikan pada masing masing peserta. Riziq sudah berlari mendekati Aisyah.
" Uniii" teriak Riziq sambil merentangkan tangannya yang sudah di penuhi oli, tentu saja Aisyah menolak.
" Jangan memeluku apalagi mencium Adam sama Hawa, nanti olinya menular" ucap Aisyah.
__ADS_1