
Masih dengan Riziq dan Aisyah yang masih berdiri di tembok. Setelah puas meyakinkan Aisyah dengan tindakan yang di berikannya pada istrinya itu, Riziq pun menarik kembali sorban yang menutup kepalanya dan kepala Aisyah, menaruh kembali sorban itu ke lehernya. Wajah Aisyah nampak memerah, ia merasa malu dan canggung dengan apa yang telah di perbuat Riziq padanya.
" Uni masih ragu padaku ? " tanya Riziq.
Aisyah menggelengkan kepalanya.
" Masih mau menyuruhku untuk meminum obat itu ? " tanya Riziq kembali. Aisyah kembali menggelengkan kepalanya.
" Yakin ? " ucap Riziq sambil menarik ujung kerudung yang di kenakan Aisyah, hingga Aisyah semakin mendekat padanya.
Aisyah pun menjawab pertanyaan Riziq dengan menganggukan kepalanya, hatinya di buat berdebar debar tak karuan. Tiba tiba ponsel Aisyah berbunyi yang di taruhnya di atas meja.
" Ponselku berbunyi, boleh aku mengambilnya " ucap Aisyah terbata saat nafas Riziq mulai terasa di wajahnya. Perlahan Riziq melepaskan Aisyah, membiarkannya untuk mengambil ponselnya. Seketika itu Aisyah langsung mengambil ponselnya di atas meja yang ada di kamar. Di situ tertulis nama kak Usman memanggilnya, Aisyah masih sedikit kesal dengan kakaknya itu.
" Ka Usman, ngapain nelpon jam segini " gumam Aisyah dalam hati.
"Asalamualaikum " ucap Aisyah memberi salam setelah menerima panggilan dari ustad Usman.
" Waalaikumsalam, gimana sudah di minum obatnya ? " tanya ustad Usman. Seketika itu Aisyah menggeram kesal.
"Ngapain kak Usman ngasih obat itu segala, kak Usman mau membunuhku ya " jawab Aisyah dengan sedikit memelankan suaranya takut Riziq mendengarnya. Terdengar gelak tawa ustad Usman di ponsel Aisyah.
" Kak Usman hanya memberi solusi saja, secarakan dia masih berondong, siapa tau ustad Riziq membutuhkannya, dengarkan ka Usman ya Aisyah, kalau nafkah batin yang di berikan suamimu belum bisa memuaskanmu kau maklumi saja, nanti kak Usman memberinya pengarahan, tapi kalau dia sampai bisa memuaskanmu, kak Usman angkat jempol untuk ustad Riziq." tutur ustad Usman.
" Kak Usmaaaan " ucap Aisyah menggeram kesal. Terdengar ustad Usman tertawa.
__ADS_1
" Dengar Aisyah, kalau kau mau suamimu senang, sebaiknya kau sedikit lebih agresif, kau rayu dan kau goda ustad Riziq sampai dia luluh padamu " ucap ustad Usman. Aisyah malah mengeryitkan keningnya.
" Kak Usman mau menyuruhku menjadi wanita penggoda? "
" Aisyah, kak Usman menyuruhmu menggoda suamimu bukan menggoda suami orang, Ha ha ha, jangan bilang kamu dilema malam pertama " ucap ustad Usman. Seketika Aisyah langsung mengucap salam sambil mematikan ponselnya.
" Dilema malam pertama ?, istilah apalagi itu, ya Allah umi, umi ngidam apa waktu hamil kak Usman" gerutu Aisyah sambil menaruh kembali ponselnya ke atas meja. Saat ia berbalik, mata Aisyah membulat melihat Riziq yang berdiri di belakangnya.
" Allahuakbar, Ziq kamu ngagetin uni aja, sejak kapan berdiri di situ? " tanya Aisyah ragu.
" Sejak uni menerima panggilan dari ustad Usman" jawab Riziq santai. Seketika Aisyah langsung terdiam.
" Jangan jangan dia mendengar percakapanku dengan ka Usman, ku mohon jangan berfikir macam macam" gumam Aisyah dalam hati.
" Tidak dengar apa apa kan ? " tanya Aisyah cemas. Riziq pun menggelengkan kepalanya.
" Uni dilema malam pertama ? " tanya Riziq sambil menatap Aisyah.
Deg.
" Katanya tadi tidak dengar apa apa "
" Uni takut apa ragu ?" tanya Riziq kembali. Entah kenapa Aisyah merasa gugup di buatnya. Tiba tiba terdengar suara azan isya di mesjid besar pesantren. Riziq pun pergi ke kamar mandi terlebih dulu sebelum pergi ke masjid. Setelah itu ia berpamitan pada Aisyah.
" Uni aku berangkat ke masjid dulu asalamualaikum"
__ADS_1
Aisyah pun tersenyum sambil menjawab salam. Setelah kepergian Riziq, Aisyah pun bersiap untuk menjalankan shalat isya, setelah itu ia mengaji seperti biasa. Tidak lama kemudian Riziq pun pulang.
" Asalamualaikum " ucap Riziq mengucap salam.
" Waalaikumsalam" jawab Aisyah sambil membuka pintu, ia masih menggunakan mukenanya, Aisyah menyambut kedatangan suaminya, ia mencium tangannya lalu menggandengnya masuk ke rumah. Setelah makan malam dan ngobrol ngobrol, Riziq pun mengajak Aisyah masuk kamar, Aisyah mengerti akan kewajibannya.
Aisyad duduk di tepi ranjang, tak bisa di bohongi kalau dirinya kini gugup. Kini Riziq sudah duduk di hadapannya Aisyah. Perlahan Riziq membuka kerudung yang di kenakan Aisyah, ia juga melepaskan ikatan rambut yang di kenakan Aisyah, hingga rambut panjangnya tergerai begitu saja. Hatinya Aisyah sudah berdebar debar tak karuan.
Kini Riziq sudah menempelkan tangannya ke ubun ubun Aisyah.
" Bismillahirahmanirrahim, ya Allah berkahilah dia untuku dan berkahilah aku untuknya"
" Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha' alaihi wa a-udzubika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ' alaihi" Riziq mengucapkan do'a.
Aisyah pun tersenyum saat Riziq membelai lembut pipinya. Perlahan Riziq mendekati Aisyah berniat ingin mencium pipinya, namun ia mengurungkan niatnya, hingga Aisyah terdiam. Ia tau akan maksud suaminya itu.
" Dia pasti menyuruhku menciumnya duluan, Riziq pasti ingat dengan kata katanya kak Usman yang menyuruhku untuk menggodanya" gumam Aisyah dalam hati.
Seketika Riziq mengetuk ngetuk pipinya dengan telunjuknya, pertanda ia ingin Aisyah menciumnya.
" Tuh kan bener" gumam Aisyah. Aisyah hanya diam saja sambil menundukan wajahnya.
" Mau surga apa neraka ?" tanya Riziq. Riziq selalu memberikan pilihan yang menurut Aisyah bisa di tebak jawabannya, membuat Aisyah tak bisa mengelak pada suaminya itu.
" Mau surga" ucap Aisyah sambil mencium pipinya Riziq. Seketika Riziq tersenyum saat Aisyah mencium manis pipinya. Aisyah sudah menundukan wajahnya, pipinya pun sudah terlihat memerah karna malu. Mereka pun melakukan kewajibannya sebagai suami istri.
__ADS_1
Riziq tersenyum ketika melihat Aisyah yang sudah terlelap di sampingnya. Perlahan Riziq mencium kening Aisyah.
" Terima kasih telah menjaga kesucianmu hanya untukku, semoga kita bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, jadilah surga dalam hidupku, yang akan selalu mendampingiku dikala suka maupun duka, tetaplah di sampingku, Jadilah orang pertama yang kulihat saat aku membuka mata ketika bangun tidur dan saat aku menutup mata ketika mau tidur. jangan pernah berubah meski rambut kita berubah warna.