
Sepulang dari kantin, Aisyah langsung pergi ke rumahnya umi Salamah, ia berjalan seperti orang yang tak punya tenaga, pikirannya melayang layang memikirkan nasibnya jika ia benar benar menikah dengan kiyai Mansyur.
"Ya Allah kirimkan lah malaikatmu untukku. Bebaskan aku dari pernikahan yang tak kuinginkan, kumohon. Jika kiyai Mansyur memang jodohku, tolong bukakan hatiku untuknya, tapi kalau dia bukan jodohku tolong biarkan aku terlepas dari pernikahan ini, amiin ." gumam Aisyah dalam hati. Ia terus berjalan hingga tak terasa sampai di rumahnya umi Salamah.
" Asalamualaikum "Aisyah mengucap salam sambil membuka pintu, nampak umi Salamah dan kiyai Husen berdiri sengaja menunggunya.
"Waalaikumsalam "
umi Salamah dan kiyai Husen duduk sambil menatap kedatangan Aisyah.
" Kenapa abi sama umi menatapku seperti itu ? " tanya Aisyah heran.
" Duduklah, abi sama umi mau bicara sama kamu " pinta umi Salamah. Perlahan Aisyah duduk di sebelah uminya.
" Abi sama umi mau bicara apa ? " tanya Aisyah kembali.
"Kiyai Mansyur membatalkan rencana pernikahannya denganmu, itupun secara sepihak" ucap kiyai Husen. Sontak Aisyah membelalakan matanya, ia hampir tak percaya dengan apa yang baru di dengarnya, tentu ia sangat senang akan hal itu, Allah sangat menyayanginya , baru saja ia berdo'a di perjalanan tadi ternyata baru sampai rumah do' anya sudah terkabul.
" Kamu tidak apa apa Aisyah ?" tanya umi cemas.
"Tidak apa apa umi, terima kasih " jawab Aisyah sambil mencium pipinya umi Salamah lalu bergegas pergi sambil berlari.
"Aku pergi asalamualaikum "
Aisyah berlari menuju perkebunan, rasa bahagia nampak di raut wajahnya, matanya pun mulai berkaca kaca. Sesampainya di sana ia menghubungi Dewi untuk menemuinya di sana. Tidak lama kemudian Dewi pun datang.
Aisyah menceritakan apa yang terjadi padanya beberapa hari belakangan ini. Dewi yang mendengarpun mengeryitkan keningnya.
" Kenapa kau tidak bercerita sebelumnya kalau kau mau di nikahi kiyai Mansyur, tapi untung saja dia sudah membatalkannya, sungguh aku tidak ikhlas kalau kau jadi istri kedua" ucap Dewi. Tiba tiba Aisyah tersenyum melihat Riziq berjalan mendekatinya.
__ADS_1
" Riziq " panggil Aisyah dengan antusiasnya.
" Sepertinya uni sedang bahagia ya " ucap Riziq sambil berdiri di hadapan Aisyah dan Dewi.
" Uni bahagia banget Ziq, kamu tau, kiyai Mansyur tiba tiba membatalkan pernikahannya sama uni, itu pun secara sepihak, uni senang sekali Ziq ahirnya uni terlepas juga dari kiyai Mansyur." ucap Aisyah dengan antusiasnya.
" Benarkah ? " tanya Riziq pura pura tidak tau. Aisyah menjawabnya dengan menganggukan kepalanya.
" Apa ini ada hubungannya denganmu Ziq ? kemarin kau tidak mengancamnya kan ? " tanya Aisyah. Riziq pun tersenyum.
" Uni fikir aku seberani itu "
" Tidak penting alasannya apa yang penting uni tidak jadi menikah dengannya yeeee " ucap Aisyah dengan begitu girangnya.
" Ziq, aku lihat kemarin kau terserempet motor, apa kau baik baik saja " tanya Dewi.
sontak Aisyah langsung terkejut mendengarnya.
" Aku baik baik saja " jawab Riziq singkat. Entah kenapa Aisyah menangkap wajah sendu pada Riziq.
" Kenapa wajah mu muram seperti itu, apa kau punya masalah ? " tanya Aisyah heran.
" Aku mau pamit sama uni, sama kak Dewi juga " ucap Riziq, membuat Aisyah dan Dewi saling melirikan matanya.
" Pamit, memangnya kau mau kemana ? " tanya Aisyah penasaran.
" Aku mendapatkan beasiswa ke kairo, besok pagi aku berangkat." jawab Riziq membuat Aisyah dan Dewi terkejut dan hampir tak percaya dengan omongannya Riziq.
" Kau bohong ya ? " tanya Aisyah.
__ADS_1
" Aku tidak bohong uni, besok aku akan pergi " jawab Riziq dengan penuh keyakinan. Seketika mata Aisyah langsung berkaca kaca.
" Kau mau meninggalkanku di sini? katakan kalau kau bohong " ucap Aisyah. Kini air mata sudah mengalir di pipinya.
" Apa kau yakin kau mendapatkan beasiswa, setauku kau tidak pintar pintar amat Ziq " ucap Dewi.
" Aku besok pergi ke kairo, uni jaga diri baik baik ya, dan ingat satu hal jangan menikah dengan laki laki yang sudah mempunyai seorang istri" ucap Riziq sambil menatap Aisyah yang kini sedang menangis.
" Jangan tinggalin uni, nanti uni di sini sama siapa ? " ucap Aisyah sambil menyeka air matanya.
" Allah akan mengirimkan jodoh untukmu di sini, dia lah yang akan menemanimu "
Aisyah malah menangis sesegukan.
" Dengarkan aku uni, carilah laki laki yang baik yang soleh yang bertanggung jawab akan dirimu, tentu dia juga harus laki laki yang belum mempunyai istr. Berjanjilah padaku uni, kau akan menikah dengan laki laki yang belum beristri, karna di luar sana masih banyak laki laki baik yang masih singgle. Kalau ada laki laki yang beristri ingin menikahimu, kau harus menolaknya. Siapapun dia, mau dia sebaik nabi Muhamad saw, setampan nabi Yusuf as dan sekaya nabi Sulaiman as pun kau harus menolaknya jika ia sudah mempunyai seorang istri, menikahlah dengan laki laki soleh yang masih singgel. Aku yakin di luar sana masih banyak laki laki seperti itu, dan jika sampai aku kembali kesini dan kau belum mempunyai jodoh, maka aku sendirilah yang akan menikahimu " ucap Riziq tegas.
Seketika itu pula Aisyah dan Dewi terkejut mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Riziq. Dewi membulatkan matanya dan mulutnya pun menganga mendengar ucapan bocah ingusan yang ada di hadapannya itu, sementara Aisyah ia mencoba mencerna kalimat terakhir yang di ucapkan Riziq.
" Kau dengarkan uni ?, kalau aku sudah kembali dan kau belum mendapatkan jodoh dengan kriteria yang ku maksud, maka akulah yang akan menikahimu" ucap Riziq kembali.
Dewi sudah ingin tertawa namun ia mencoba menutupi mulutnya.
" Kalau kau menikah dengan laki laki yang sudah beristri, sudah pasti aku akan membencimu. Berjanjilah padaku uni, kau hanya akan menikah dengan lelaki yang belum beristri " ucap Riziq kembali.
Seketika itu Aisyah langsung menganggukan kepalanya.
" Jangan membenciku " ucap Aisyah memohon.
" Berjanjilah " ucap Riziq sambil mengangkat jari kelingkingnya ke hadapan Aisyah, seketika Aisyah langsung berdiri dan mengaitkan jarinya ke jari Riziq.
__ADS_1
" Uni janji "