
Dikantin seperti biasa, Aisyah mengerjakan rutinitas seperti biasanya. Namun kali ini ia nampak tak bersemangat.
" Kenapa Aisyah, sepertinya hari ini kau nampak begitu pucat, apa kau sakit?" tanya bi Ratna.
" Ntah lah bi, akhir akhir ini aku mudah sekali lelah" jawab Aisyah sambil duduk di depan etalase.
" Sudah periksa ke dokter?" tanya bi Ratna. Aisyah hanya menggelengkan kepalanya. Tiba tiba Dewi datang.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Dewi datang sambil membawa beberapa cemilan di tangannya.
" Wi, kau bawa apa?" tanya Aisyah.
" Seperti biasa, cemilan"
" Boleh aku minta?" ucap Aisyah. Dewi pun terdiam sambil mengeryitkan keningnya, merasa heran tiba tiba Aisyah yang anti ngemil, meminta cemilan padanya.
Dewi pun memberikan beberapa cemilan pada Aisyah. Satu persatu Aisyah mencobanya.
" Enak" ucap Aisyah sambil terus memakan cemilan punya Dewi. Bi Ratna dan Dewi terdiam sambil memandang Aisyah.
" Tumben Aisyah, kau ngemil jam segini, apa tadi pagi kau belum sarapan?" tanya bi Ratna.
" Sudah bi, entah kenapa akhir akhir ini aku merasa laper terus" jawab Aisyah. hingga Dewi pun berbisik pada bi Ratna.
" Sepertinya jiwaku merasuk pada diri Aisyah" bisik Dewi.
Tiba tiba Aisyah merasa pusing, ia terus memegangi kepalanya.
" Kamu kenapa Aisyah?" tanya bi Ratna.
" Kepalaku pusing bi"
Dewi dan bi Ratna pun sedikit panik.
" Aku antar ke dokter ya Aisyah" pinta Dewi. Aisyah malah menggelengkan kepalanya.
" Tapi mukamu pucat Aisyah, kalau kau pingsan bagaimana, siapa yang mau membawamu ke dokter. Aku tidak sanggup kalau harus membawamu ke dokter. Membawa badanku saja sudah berat apalagi harus di tambah membawamu" tutur Dewi.
Dan akhirnya Dewi membawa Aisyah ke clinik. Tidak jauh dari pesantren. Dokter Husna pun mulai memeriksa keadaan Aisyah.
" Bagaimana dok, keadaannya Aisyah?, apa dia keracunan makanan, karna barusan dia memakan cemilan yang kubawa." ucap Dewi cemas. Dokter Husna malah tersenyum.
" Ibu Aisyah tidak keracunan" jawab dokter Husna.
" Apa saya anemia dok?, sudah beberapa hari ini saya mudah lelah " ucap Aisyah.
" Ibu Aisyah tidak anemia, tapi ibu Aisyah sedang mengandung" jawab dokter Husna. Seketika Aisyah dan Dewi terkejut.
" Saya hamil dok?" tanya Aisyah antusias.
" Ia ibu Aisyah, selamat ya usia kandungan ibu sudah 3 minggu" ucap dokter Husna. Aisyah dan nampak begitu bahagia, matanya mulai berkaca kaca.
__ADS_1
" Alhamdulilah ya Allah. Terima kasih atas karuniamu"
" Selamat ya Aisyah, akhirnya kau hamil juga" ucap Dewi ikut bahagia.
" Saya harap ibu Aisyah jangan terlalu cape ya, kandungan ibu masih terlalu muda, harus banyak banyak istirahat." ucap dokter Husna kembali.
" Terima kasih dok"
Dokter Husna pun memberikan surat keterangan hamilnya Aisyah. Setelah selesai di periksa mereka pun kembali ke pesantren.
" Aisyah sebaiknya kau jangan ke kantin dulu ya, kau istirahat dulu saja, nanti aku bilang sama bi Ratna."
" Makasih ya Wi, aku bahagia banget" ucap Aisyah.
* * * * * * * *
Aisyah sudah menunggu Riziq di rumah. Ia sudah tak sabar ingin memberitaukan kehamilannya pada suaminya itu. Tidak lama kemudian Riziq pun datang.
" Asalamualaikum" Riziq mengucap salam.
Seketika Aisyah langsung membuka pintu.
" Waalaikumsalam"
Setelah mencium tangan, Aisyah pun langsung memeluk Riziq. Riziq hanya tersenyum saja ia sedikit heran dengan sikap istrinya itu.
" Tumben penyambutannya berbeda dari biasanya" ucap Riziq sambil tersenyum. Aisyah masih enggan untuk melepaskan pelukannya.
" Sebegitu rindunya kah uni padaku, sampai tak mau melepaskan pelukanmu"
" Wah, siang siang begini kau sudah menggodaku ya" goda Riziq. Perlahan Aisyah melepaskan pelukannya.
"Ini untukmu" Aisyah memberikan amplop dari dokter Husna pada Riziq.
" Apa ini?" tanya Riziq sambil mengambil amplop itu.
" Puisi " jawab Aisyah.
" Wah, Uni seperti seorang pujangga saja. Suami pulang, bukannya di kasih kopi malah di kasih puisi" ucap Riziq sambil membuka amplop itu. Tiba tiba Riziq terdiam. Seketika ia langsung tersenyum setelah membaca keterangan dari dokter Husna itu. Riziq langsung menatap Aisyah yang kala itu pun sedang ikut tersenyum.
" Aku akan jadi ayah?" tanya Riziq.
" Hmm" jawab Aisyah sambil mengangguk. Seketika Riziq langsung memeluk Aisyah dan berkali kali mencium pipi istrinya itu. Ia nampak bahagia mendengar Aisyah sedang mengandung.
" Terima kasih telah memberiku hadiah terindah" ucap Riziq sambil mengecup keningnya Aisyah.
" Kau bahagia?" tanya Aisyah.
" Tentu"
Saat Riziq akan mencium istrinya itu, tiba tiba terdengar suara ribut ribut di depan rumah.
" Asalamualaikum"
Aisyah dan Riziq pun terdiam saling pandang.
__ADS_1
" Siapa yang ribut ribut di depan?"
" Waalaikumsalam " jawab Riziq dan Aisyah. perlahan Aisyah membuka pintu.
" AISYAAAAH" panggil umi Salamah, umi Fadlun dan bi Ratna. Mereka nampak heboh mendengar kehamilannya Aisyah.
" Umi Salamah, umi Fadlun, bi Ratna" ucap Aisyah sedikit heran melihat mereka datang bersamaan.
Mereka pun langsung memeluk Aisyah.
" Selamat ya sayang, Sekarang kau akan jadi seorang ibu" ucap bi Ratna.
"Umi seneng banget, akhirnya umi akan dapet cucu baru" ucap umi Salamah antusias.
" Selamat ya sayang" ucap umi Fadlun sambil membelai lembut pipinya Aisyah.
Aisyah nampak bahagia. Ternyata bukan hanya dia dan Riziq yang merasa bahagia, karna banyak orang yang merasa bahagia atas kehamilannya.
" Terima kasih ya semuanya" ucap Aisyah sambil berkaca kaca.
Umi Fadlun pun mendekati Riziq lalu menepuk pundak putranya itu.
" Selamat ya kau akan jadi seorang ayah" ucap umi Fadlun.
" Terima kasih umi"
Umi Salamah dan bi Ratna pun menduduan Aisyah di kursi. Mereka menjadi heboh sendiri.
" Dengar ya Aisyah, kau jangan capek capek" ucap umi Salamah.
" Ia, kau harus banyak istirahat. Soal mencuci, masak dan berberes rumah biar bibi yang bantu, kau jangan capek capek" tegas bi Ratna.
" Kalau Riziq pergi mengajar, kau tidak perlu khawatir umi akan menemanimu di sini, kau harus banyak banyak istirahat" ucap umi Fadlun.
" Sekarang kau bilang sama bibi, kau mau makan apa?, mau mangga muda, apa mau makan sesuatu kau tinggal bilang sama bibi" ucap Heboh bi Ratna.
" Sekarang kau mau makan?, nanti umi siapkan, mau makan apa?, sayur apa daging?" tanya umi Salamah tak kalah hebohnya.
" Sini umi pijitin ya biar kamu tidak cape" ucap umi Fadlun yang juga tidak mau kalah hebohnya.
Lama lama Aisyah merasa pusing sendiri mendapat perlakuan dari 3 perempuan yang ada di hadapannya itu, yang begitu heboh ingin memberikan perhatiannya pada Aisyah.
Aisyah pun menatap Riziq. Riziq pun tersenyum senyum melihat perlakuan 3 orang perempuan yang begitu sangat menyayangi istrinya itu.
" Le" panggil Aisyah lirih.
" Nikmatilah" ucap Riziq sambil tersenyum.
Umi Salamah sudah menyuapi Aisyah dengan buah buahan, sedang kan umu Fadlun memberikan minuman buah pada Aisyah, lalu bi Ratna mengelus ngelus pundak keponakannya itu.
" Le, tolong aku"
Riziq pun tak kuat menahan tawa melihat istrinya di perlakukan bak seorang putri oleh 3 orang perempuan yang sangat menyayangi istrinya itu.
" Terimakasih ya Allah, kau telah memberikan kebahagiaan dalam keluarga kami"
__ADS_1