Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Kewajiban


__ADS_3

Sore itu. Aisyah dan Riziq sudah duduk di kursi bambu perkebunan. Mereka duduk sambil berpegangan tangan memandang jauh ke arah perkebunan.


" Le, kamu masih ingat ga, pertama kali kita duduk di sini?" tanya Aisyah.


" Tentu" jawab Riziq singkat.


" Lucu ya, waktu itu kau masih abg kau jadi temanku, tapi sekarang setelah dewasa kau jadi suamiku"


Riziq pun tersenyum mendengar ucapannya Aisyah.


" Uni percaya takdir?" tanya Riziq.


" Tentu" jawab Aisyah singkat.


" Mungkin itulah takdir kita"


Aisyah tersenyum lalu melingkarkan tangannya di lengan Riziq sambil bersandar di pundak suaminya itu.


" Semoga kita selalu seperti ini ya, jangan pernah berubah meskipun banyak godaan yang menimpa rumah tangga kita. Kuharap kau akan selalu setia padaku, jangan ada orang ketiga di antara kita, karna aku sangat membenci poligami" tutur Aisyah.


Riziq pun tersenyum sambil menatap Aisyah yang masih bersandar di pundaknya.


" Berilah kepercayaan padaku, insyaallah aku akan setia padamu" jawab Riziq. Mendengar jawaban dari suaminya, Aisyah langsung mempererat gandengan tangannya. Tiba tiba terdengar suara orang berdehem di belakang mereka. Seketika itu Aisyah dan Riziq langsung menengok ke belakang.


" Jadi kalian menyuruhku kesini hanya untuk memamerkan kemesraan kalian" ucap Dewi sambil menggendong Syifa. Aisyah tersenyum ia pun mengeser sedikit posisinya dari Riziq.


" Duduklah" pinta Aisyah sambil menepuk kursi di sebelah kirinya. Kini Dewi pun duduk di sebelahnya Aisyah.


" Tidak ada maksudku untuk itu, aku hanya kangen saja, sudah beberapa hari ini kita tidak duduk di sini"ucap Aisyah.


" Kau mau bilang kalau tempat ini adalah tempat bersejarah atas hubungan kalian" ucap Dewi sambil memandang ke depan.


"Tentu saja tempat ini adalah tempat bersejarah, tangis tawa ku tumpah disini, terlalu banyak kenangan manisku di tempat ini"


" Ya, tempat ini bagiku adalah tempat di mana aku merubah statusku, yang tadinya penjaga kantin lalu datang kesini berubah menjadi babysiter" tutur Dewi sambil memberi senyum di akhir kalimatnya.


" Babysiter?, maksudnya?" tanya Aisyah.


" Bukankah aku seperti babysiter yang selalu menemani dan menjaga kalian berdua, agar tidak terjadi fitnah. dan di beri hukuman oleh ustad Rasyid." tutur Dewi.


" Terimakasih ka Dewi, selama ini telah setia mendampingi kami" ucap Riziq.

__ADS_1


" Tapi aku senang melihat kalian bahagia, setidaknya aku pernah ikut merasakan jatuh bangunnya perasaan kalian di tempat ini, terimakasih kalian telah menjadi sahabat terbaiku" ucap Dewi sambil tersenyum. Mereka pun kembali memandang kearah perkebunan itu.


* * * * *


Malam pun tiba. kini Aisyah sedang mengaji di rumahnya, seperti biasa setelah shalat isya, ia selalu menyempatkan diri untuk membaca ayat suci al quran. Tidak lama kemudian terdengar Riziq mengucap salam, ia baru pulang dari masjid. Aisyah pun membuka pintu rumah dengan masih mengenakan mukena, lalu mencium tangan suaminya itu. Setelah masuk rumah Riziq pun menyuruh duduk Aisyah di karpet beludru di ruang tamu.


"Duduklah" pinta Riziq.Mereka pun kini sudah duduk sambil berhadapan. Kalau ada kesempatan Riziq selalu memberikan ilmu yang dimilikinya pada Aisyah.


" Sekarang aku mau jelasin sama uni tentang beberapa kewajiban seorang istri terhadap suaminya, apa uni sudah tau sebelumnya? " tanya Riziq.


" Uni hanya tau sebagian saja, mungkin Ale bisa menjelaskan lebih detail lagi"


" Kewajiban seorang istri terhadap suaminya adalah. Yang pertama, menaati suami. Suami adalah imam ( pemimpin) dalam rumah tangga, dan istri adalah makmumnya. Rasulullah saw bersabda. Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga *********** (kehormatannya) dan menaati suaminya, maka akan di katakannya, masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kamu kehendaki" tutur Riziq.


" Jadi, kalau uni menaatimu, maka uni akan masuk surga?" tanya Aisyah.


" Insyaallah" ucap Riziq sambil menganggukan kepalanya. Riziq pun kembali menjelaskan.


"Yang kedua, berterima kasih dan berdo'a untuk suami"


" Terimakasih ya Le, telah menjadi suami terbaiku, dan ku do'akan kau semakin mencintaiku" ucap Aisyah sambil di bumbui tawa di akhir kalimatnya. Riziq hanya tersenyum mendengar ucapannya Aisyah.


" Yang ketiga, mengelola rumah tangga dengan baik. Seorang istri harus berusaha menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman dalam rumah tangganya, sehingga suami dapat melaksanakan kewajiban agama dan dunianya dengan baik. Dan yang ke empat, tidak membuka rahasia suami. Seorang istri tidak di benarkan membuka rahasia atau kejelekan yang ada pada diri suaminya, apalagi menyebarkannya. Istri yang solehah tidak akan membuka dan menyebarkan rahasia tentang hubungannya dengan suami kepada siapapun." tutur Riziq kembali.


Riziq pun menganggukan kepalanya.


" Kalau semua yang di jelaskan adalah kewajiban seorang istri, lalu apa kewajiban seorang suami terhadap istrinya? " tanya Aisyah penasaran.


" Kewajiban seorang suami terhadap istrinya, yang pertama, istri berhak mendapatkan mas kawin dan nafkah. Yang kedua, menggauli istri secara baik dan benar. Kewajiban suami dalam islam, salah satunya adalah menggauli ( bersenggama) dengan istrinya secara baik dan adil. Karna itu termasuk inti dari pernikahan, sehingga istri dapat memperoleh kenikmatan bersenggama dengan suaminya, begitupun juga suami dapat memperoleh kenikmatan dari istrinya."


Aisyah sudah menutupi wajahnya dengan ujung mukenanya, merasa malu dengan pertuturan Riziq. Riziq hanya tersenyum senyum saja melihat tingkahnya Aisyah.


" Apa uni memperoleh kenikmatan dariku?" tanya Riziq mencoba menggoda Aisyah.


" Jangan tanya seperti itu uni malu" jawab Aisyah dengan masih menyembunyikan wajahnya.


" Mau aku lanjutin ga?" tanya Riziq kembali. Aisyah pun membuka ujung mukena yang menutupi wajahnya.


" Yang ketiga, menjaga istri dari perbuatan dosa, dan yang ke empat memberinya rasa tenang, cinta dan kasih sayang. Kewajiban suami-istri setelah menikah adalah memberikan rasa tenang dan kasih sayang sekalipun istri sakit, suami wajib merawatnya."


" Jadi kalau uni sakit, kau mau merawatku? " tanya Aisyah.

__ADS_1


" Tentu" jawab Riziq singkat.


" Lalu kalau aku sakit hati, bagaimana cara kau merawatku?" tanya Aisyah kembali. Riziq malah tersenyum mendengar pertanyaan Aisyah.


" Gampang, aku tinggal ajak uni ke kamar"


Aisyah malah mengeryitkan keningnya mendengar jawaban suaminya itu.


" Apa hubungannya" tanya Aisyah heran. Riziq malah tertawa di buatnya.


" Lalu apa yang uni tau tentang seorang istri?"


" Ustajah Ulfi pernah bilang, istri itu adalah bagian dari tulang rusukmu. Jadi sayangi aku, maka aku akan sangat menyayangimu. Cintailah aku dengan segala kekuranganku, maka aku akan sangat mencintaimu. Cukupi kebutuhan lahir dan batinku, maka aku akan membuatmu bahagia." tutur Aisyah menjelaskan.


Riziq pun tersenyum mendengarnya.


" Lalu apa yang akan Ale lakukan jika aku marah dan merajuk? " tanya Aisyah.


" Memangnya uni ingin aku melakukan apa?, apa uni ingin aku menciummu biar kau tak marah dan merajuk lagi." jawab Riziq.


" Bukan itu, Kau boleh mencubit hidungku jika aku sedang marah, karna nabi muhamad suka mencubit hidung Aisyah kalau istrinya itu sedang marah" jawab Aisyah. Riziq malah tersenyum senyum mendengar pertuturannya Aisyah.


" uni itu, Aisyah istrinya Muhammad Riziq, bukan Aisyah istrinya nabi Muhammad" tutur Riziq.


" Loh memangnya kenapa?, emang harus jadi istri nabi dulu baru boleh di cubit hidungnya"


Riziq malah tertawa tawa mendengar ucapannya Aisyah.


" Sebegitunya Uni ingin aku cubit, ya sudah sini kalau Uni mau di cubit" ucap Riziq sambil menarik ujung mukenanya Aisyah agar istrinya itu semakin mendekat. Aisyah pun malah tertawa tawa.


" Tidak mau uni cuma bercanda" ucap Aisyah sambil menarik kembali ujung mukenanya. Saat Riziq ingin menarik tangan Aisyah, Aisyah langsung berdiri, ia yakin kalau suaminya itu tidak akan menyerah. Aisyah berlari sambil membuka pintu, suara tawanya masih terdengar di telinga Riziq. Namun tiba tiba, Aisyah menabrak seseorang saat membuka pintu depan.


Brugggg.


Aisyah menabrak ustad Rasyid yang berdiri di depan pintu.


" Allahuakbar, maaf" ucap Aisyah lirih, ia pun kembali masuk kedalam rumah mendekati Riziq. Riziq pun terdiam ketika melihat kakaknya berdiri di depan rumahnya.


" Aang" ucap Riziq.


" Maaf kalau aang mengganggu, aang cuma mau mengantarkan data pesantren yang di titipkan ustad Azam" ucap ustad Rasyid. Setelah memberikan data data tersebut, ustad Rasyid pun pamit pergi. Aisyah dan Riziq malah terdiam.

__ADS_1


" Kenapa wajah kakakmu nampak aneh seperti itu? " tanya Aisyah.


" Mungkin dia cemburu, atau juga iri karna mungkin dia tidak pernah bercanda dengan istrinya.


__ADS_2