
Kini Aisyah sedang berjalan sambil menjinjing bekas wadah - wadah kue yang kosong yang di bawanya dari kantin. Ia berjalan lunglai tak bersemangat sambil melamun memikirkan hukuman yang ketiga dari ustad Rasyid.
"Aku belum hafal surah Arrahman, satu minggu lagi harus sudah hafal, apa mungkin aku bisa." gumam Aisyah dalam hati.
Sesampainya di rumah bi Ratna
"Asalamualaikum " Aisyah mengucap salam. Namun tak ada yang menjawab salamnya.
"Bi, bibi " panggil Aisyah sambil masuk kedalam rumah. Di lihatnya sekeliling ruang tamu dan kamar bi Ratna tak di temukan juga. Tiba - tiba ia mendengar suara aneh di dapur. Perlahan Aisyah berjalan menuju dapur ia terkejut melihat Riziq sedang asik makan di dapurnya bi Ratna. Sementara bi Ratna kini ia sedang memasak tidak jauh darì hadapannya Riziq, mang Ilham sedang membantu bi Ratna.
"Riziq " ucap Aisyah.
Riziq hanya tersenyum ia tak menghentikan aktifitas makannya. Aisyah berdiri di depan meja makan tepatnya dihadapan Riziq
" Kau seperti tikus dapur " ucap Aisyah sambil menatap kuat pada bocah ingusan yang kini sedang makan dengan lahapnya tepat di hadapan Aisyah. Riziq hanya tertawa kecil menanggapinya.
" Aisyah sepertinya kamu harus siap - siap berbagi makanan dengan Riziq, kayanya dia punya kebiasaan baru yaitu menerobos dapur " tutur bi Ratna sambil menggoreng ikan. Aisyah hanya mengeryitkan keningnya saja.
" Bukan aku yang menerobos dapur, tapi cacing - cacing yang ada di perutku yang maksa minta sedekah makanan " ucap Riziq sambil tersenyum
" Dasar kau nya saja yang seperti tikus kelaparan, lihatlah tubuhmu kurus namun perutmu buncit " gerutu Aisyah sambil menarik kursi yang ada di hadapannya lalu duduk di hadapan Riziq.
"Jangan ribut ayo makan, mamang mu hari ini tidak makan di rumah karna ada urusan, sebaiknya kita makan duluan. Riziq nambah lagi makannya ." Pinta bi Ratna
"Jangan nanti kamu gendut seperti Dewi " Ucap Aisyah sambil menarik tempat nasi menjauhkannya dari Riziq.
" Bi keponakanmu ini pelit sekali " ucap Riziq pada bi Ratna. Bi Ratna hanya tersenyum saja melihat dua orang yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
Setelah selesai makan kini Riziq duduk di ruang tamu rumahnya bi Ratna. la mulai mengelus - ngelus perutnya yang sedikit buncit karna kekenyangan.
" Kamu tidak pulang ziq ? " tanya Aisyah hawatir. Ia takut kalau ustad Rasyid tau ia akan di beri hukuman lagi.
" Uni pikir aku kesini tidak ada tujuan "
" Memangnya apa tujuanmu datang kesini, bukannya kamu kemari hanya ingin minta makan " ucap Aisyah. Riziq malah tertawa mendengar ucapan Aisyah.
" Uni aku kesini itu mau mengajari uni untuk menghafal surah arrahman "
Aisyah yang mendengarpun langsung tersenyum lebar.
" Benarkah " tanya Aisyah. Riziq hanya mengangguk antusias.
" Ayo kita ke kebun sepertinya di sana tempatnya tenang, kau bisa cepat menghafal tanpa gangguan." ajak Riziq
"Jangan di ajak saja, kak Dewi berisik dia akan mengganggu hafalanmu " tutur Riziq.
" Tapi kita tidak boleh berduaan" Aisyah mengangguk mereka pun langsung pergi ke perkebunan sayuran itu bersama bi Ratna.
Sesampainya di sana, Riziq langsung mengajarkan Aisyah tentang hafalan surah Arrahman. Awalnya Aisyah sangat kesulitan tapi ia tak patah semangat apalagi Riziq mengajarinya dengan sabar.
" Arrahman allamal quraan kholaqol "
Aisyah berhenti ia lupa dengan bacaan selanjutnya.
" Kholaqol insaan allamahul bayaan " Riziq melanjutkan bacaan yang belum Aisyah hafal.
__ADS_1
Aisyah terus mengulang - ngulang menghafal dengan semangat. Bukan karna hukuman yang di berikan ustad Rasyid, tapi ada rasa lain ada ketenangan hati ketika ia membaca surat itu, meskipun ia baru hafal beberapa ayat.
"Semangat uni besok kita lanjutkan lagi jangan terlalu di paksakan jangan terlalu di buru - buru nanti hasilnya tidak bagus " tutur Riziq. Aisyah mengangguk.
" Makasih ya Ziq sudah membantu " ucap Aisyah sambil tersenyum.
" Apa uni terbebani dengan hukuman yang di berikan kakaku ? "
" Tentu saja tidak, entah kenapa uni senang aja saat baca al quran, rasanya hati uni tenang damai " ucap Aisyah. Riziq pun tersenyum ia merasa ada jiwa solehah dalam diri Aisyah.
" Kapan ustazah Ulfi mulai mengajar ? " tanya Riziq.
" Sore ini ,uni juga akan menginap di rumahnya umi Salamah mungkin umi juga akan mengajariku sedikit demi sedikit tentang ilmu agama " tutur Aisyah.
Tiba - tiba Dewi datang mengejutkan mereka.
"Asalamualaikum"
"Waalaikum salam." jawab Riziq dan Aisyah
"Dewi ko bisa ada di sini ? " tanya Aisyah heran.
"Tadi aku kerumah mang Ilham katanya kalian kesini ya sudah aku susulin saja, emangnya kalian gak takut disini? " ucap Dewi sambil ikut duduk dengan mereka.
" Takut apa ? ga ada hantu di sini " jawab Riziq
" Bukan hantu maksudku, tapi kakakmu, kalau ustad Rasyid tau kalian pasti nanti akan di hukum lagi " ucap Dewi menjelaskan. Riziq dan Aisyah pun terdiam dengan ucapannya Dewi dan itu memang benar .
__ADS_1