
Pagi pagi sekali Riziq sudah bersiap untuk mengajar. Ia bercermin menatap wajahnya sendiri. Tiba tiba Aisyah mendekatinya, lalu mengancingkan satu persatu kancing baju kokonya. seketika Riziq langsung memeluk pinggang Aisyah.
" Kau tidak memakai lipstik uni" goda Riziq.
" Jangan menggodaku"
" Ia aku tau satu minggu lagikan, he he"
" Le, kau hati hati ya" ucap Aisyah mengingatkan.
" Aku selalu berhati hati"
" Pada Zahra" ucap Aisyah.
" Zahra?, kenapa dengan Zahra?" tanya Riziq tak mengerti.
" Uni merasa Zahra mulai mengusik rumah tangga kita. Sepertinya Zahra menyukaimu, aku melihat cinta di matanya"
" Biarkan saja, itu haknya. Yang penting cintaku hanya untukmu dan anak anak" ucap Riziq sambil menempelkan hidungnya ke hidung Aisyah.
" Kau jangan hancurkan kepercayaanku ya Le" ucap Aisyah mengingatkan. Riziq pun tersenyum.
" Aku berangkat ya ni, Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Sebelum pergi, Riziq pun selalu mencium kening Aisyah terlebih dulu. baru saja berjalan beberapa langkah, Aisyah sudah memanggilnya.
" Le"
Seketika Riziq berhenti dan langsung menengokan wajahnya pada Aisyah.
" Aku mencintaimu Le" ucap Aisyah. Seketika Riziq langsung tersenyum. Tidak lama kemudian ia melanjutkan kembali langkahnya.
__ADS_1
Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Zahra.Zahra memang sengaja menunggu Riziq.
" Asalamualaikum ka"
" Waalaikumsalam, sedang apa disini Zahra?" tanya Riziq.
" Aku sengaja menunggu ka Riziq, boleh kita bicara berdua" pinta Zahra.
" Tidak boleh berdua duaan nanti jadi fitnah"
" Aku mohon ka ini penting"
"Maaf Zahra, aku takut Aisyah nanti salah faham. Aku juga harus mengajar. Sebaiknya kau pulang, nanti kau tersesat."
Baru saja beberapa langkah Riziq berjalan, namun Zahra langsung menarik tangannya Riziq.
" Aku ingin bicara denganmu ka" Riziq menatap tajam pada tangan Zahra yang memegang tangannya. Seketika Zahra langsung melepaskan tangannya. Zahra memanggil salah satu santri putra yang lewat. Zahra memintanya untuk menemaninya bicara dengan Riziq.
" Memangnya kau mau bicara apa?"
" Aku kecewa padamu ka, kau taukan kalau dari dulu aku menaruh hati padamu. Kenapa kau menikahi ka Aisyah. Ku pikir selama ini kau hanya menganggapnya kakak. Aku selalu menunggumu pulang lagi ke kairo, namun entah kenapa berita menyedihkan yang kudapat. Aku malah mendapat kabar kalau kau menikah dengan ka Aisyah disini. Hatiku sakit ka." tutur Zahra.
" Maaf, kalau aku menyakiti perasaanmu, aku tidak pernah berniat untuk itu. Aku mencintai Aisyah lebih dari apapun dialah jodohku"
" Ka, aku mencintaimu, kumohon beri aku kesempatan, pulanglah bersamaku ke kairo. Kita mulai hidup baru disana" pinta Zahra. Riziq pun tersenyum.
" Dengar Zahra, aku sudah menganggapmu sebagai adikku tidak lebih. perasaanku hanya untuk Aisyah dan anak anak, tidak untuk yang lain. Kau cantik, berpendidikan, aku yakin kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku."
" Aku cuma mau dirimu bukan yang lain"
" Maaf Zahra, hatiku tidak bisa berpaling dari yang lain. disini sudah ada Aisyah" ucap Riziq sambil menunjuk pada dadanya.
" Kalau kau tidak bisa membuang Aisyah, maka jadikan aku yang kedua" pinta Zahra tegas. Riziq terdiam dan hampir tidak percaya dengan ucapannya Zahra.
__ADS_1
" Kau mau membuat Aisyah membenciku"
" Aku mohon ka, beri aku kesempatan untuk bersamamu, jauh jauh dari kairo semua hanya untukmu, aku sudah berusaha untuk melupakanmu, tapi tidak bisa. Maka jadikanlah aku istri keduamu" pinta Zahra sedikit memohon.
" Kau salah jika berpikiran seperti itu Zahra. Kau tau aku sangat membenci perempuan perusak rumah tangga. karna dialah yang telah merusak keluargaku, membuat noda hitam di masa kecilku. Saking bencinya bahkan aku sampai melarang Aisyah untuk menikah dengan abi Mansyur dulu. Jangan sampai aku juga membencimu"
" Kalau kau tidak mau aku menjadi istri yang kedua, maka jadikanlah aku istri pertamamu" ucap Zahra dengan tidak tau malu.
" Maksudmu?"
" Ceraikan Aisyah dan nikahi aku" pinta Zahra tegas.
" Sepertinya kau tidak punya akal sehat"
" Sepertinya kau benar, akal sehatku sudah tertutup oleh rasa cintaku padamu"
" Ku tegaskan padamu, hatiku hanya untuk Aisyah, cuma Aisyah "
" Kau tidak pantas dengannya, bahkan umurnya lebih tua darimu" ucap Zahra.
" Aisyah memang lebih tua dariku, tapi kau lihatkan kemarin, Aisyah nampak terlihat cantik dan muda, bahkan dia lebih cantik darimu" ucap Riziq menegaskan.
Membuat Zahra kesal dan marah.
" Apa kurangnya aku dan apa lebihnya Aisyah"
" Kau tidak punya kekurangan apapun, tapi kalau kau tanya kelebihan Aisyah, jawabannya Aisyah lebih baik darimu"
Zahra sudah menitikan air matanya, ia merasa tidak terima dengan ucapannya Riziq.
" Sebaiknya kau lupakan perasaanmu, mulailah terbuka dengan laki laki lain, aku yakin kau akan mendapatkan jodohmu, Asalamualaikum" ucap Riziq sambil berlalu pergi.
" Akan kupastikan aku akan merebutmu dari tangan Aisyah." gumam Zahra dalam hati.
__ADS_1