
Kini 3 hari terlewati sudah, Aisyah dan bi Ratna sudah siap siap untuk pulang ke pesantren.
" Barang barangnya sudah di masukin tas semua belum?" tanya bi Ratna.
" Sudah bi" jawab Aisyah. Tiba tiba Riziq datang.
" Mobil sewaannya sudah datang" ucap Riziq memberitau.
" Le, bantu bawa tas, ke mobil" pinta Aisyah. Riziq dan mang Ilham pun membawa barang barang mereka ke dalam mobil di bantu oleh mang Dirman.
" Terima kasih mang Dirman" ucap Riziq.
" Sama sama, kenapa cepat sekali pulangnya, padahal mamang sangat senang dengan kedatangan kalian. Serasa punya teman baru" tutur mang Dirman.
Aisyah sudah mendekati mang Dirman.
" Mang terima kasih ya buat semuanya. Mang rumah ini disewakan saja, sayang kalau tidak ada yang nempatin, nanti uang sewanya buat mamang saja" ucap Aisyah pada mang Dirman.
" Ko uang sewanya buat mamang sih kan rumahnya punya kamu Aisyah" jawab mang Dirman.
" Ya tidak apa apa mang, mamangkan setiap hari membersihkan dan merawat rumah ini"
" Mamang ikhlas ko merawat rumah kamu, lagian nanti kalau di sewakan, pas kamu liburan kesini nanti mau tinggal di mana" ucap mang Dirman. Aisyah pun tersenyum.
" Ayo Aisyah" ajak bi Ratna.
" Mang kami pamit ya, sekali lagi terima kasih banyak" ucap Aisyah kembali.
" Mang terima kasih ya, nanti kapan kapan mang Dirman main ke pesantren" ucap Riziq.
" Sama sama ustad manis, ia nanti kalau ada waktu mamang main ke pesantren" ucap mang Dirman. Setelah berpamitan pada mang Dirman mereka pun langsung naik mobil.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam, hati hati Aisyah, ustad manis" ucap mang Dirman. Mobil pun melaju pergi dari kampung halamannya Aisyah. Aisyah terus menatap kebelakang menatapi rumahnya yang sudah semakin jauh semakin tidak terlihat. Riziq pun tersenyum pada Aisyah.
" Kenapa uni, rindunya sudah terobatikan?" tanya Riziq. Aisyah pun mengangguk sambil tersenyum.
" Terima kasih ya Le, sudah mau menemaniku kemari" ucap Aisyah sambil memeluk Riziq.
" Ada saatnya kau yang akan menemaniku menemui ayah" batin Riziq.
Mereka pun berhenti sebentar untuk membeli oleh oleh. Bi Ratna hanya diam di mobil sambil menunggu Adam dan Hawa yang sedang tertidur. Mereka berbelanja oleh oleh di pinggir jalan, khusus tempat oleh oleh.
" Mau beli apa Le?" tanya Aisyah.
" Terserah uni saja, belinya agak banyakan, buat Syakir sama umi Salamah" ucap Riziq sedikit mengingatkan.
" la Le"
Aisyah sudah memilih milih buah manggis. Tidak lupa juga ia membeli beberapa kilo kripik kentang dan kripik bawang yang ia janjikan untuk memberi oleh oleh pada Dewi.
" Kira kira mau beli berapa kilo manggisnya Le?" tanya Aisyah.
__ADS_1
" 7 kilo saja uni"
Aisyah pun mengangguk sambil memilih milih buah itu. Riziq pun ikut membantu.
" Uni, aku boleh tanya sesuatu?" tanya Riziq.
" Mau tanya apa?"
" Buah manggis sama aku manisan mana?" tanya Riziq sambil tersenyum.
" Hmmm, manisan yang mana ya" ucap Aisyah sambil berfikir.
"Jawab saja sama sama manis, bedanya kalau manggis itu kulitnya gelap sementara kulitku nampak begitu exsotis" jawab Riziq percaya diri hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.
" Iya iya, kau semanis buah manggis" ucap Aisyah mengalah. Mang llham pun sudah memilih beberapa oleh oleh yang akan ia bawa pulang.
" Mang nanti biar kita yang bayar" ucap Riziq.
" Tapi belanjaan mamang banyak" jawab mang llham.
" Tidak apa apa mang" ucap Aisyah.
Riziq pun membayar semua belanjaan Aisyah dan mang llham. Aisyah tersenyum melihat kebaikan suaminya.
" Suamiku baik sekali, meskipun gajihnya tak sebesar gaji presiden, alhamdulilah ia tak pernah lupa untuk berbagi. Kesederhanaan hidupnya menjadi pelajaran untuku, bahwa kemewahan tak menjamin kebahagiaan"
Setelah selesai berbelanja, mereka pun melanjutkan perjalanan kembali. Setelah menempuh waktu 5 jam lebih di perjalanan, akhirnya mereka sampai di gerbang pesantren.
"Alhamdulilah" ucap mereka bersama sama. Satu persatu mereka turun, mang llham dan Riziq pun sudah mengeluarkan barang barang mereka di bagasi. Tiba tiba bi Ratna melihat Dewi yang sedang berjalan mendekatinya.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Dewi sudah tersenyum lebar.
" Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya bi Ratna.
"Aku sudah tidak sabar menunggu oleh oleh dari kalian" ucap Dewi tak tau malu. Hingga bi Ratna menggeleng gelengkan kepalanya. Aisyah pun memberikan oleh oleh yang di janjikannya pada Dewi, yaitu kripik kentang 2 kilo, kripik bawang satu kilo dan buah manggis satu kilo. Dewi tersenyum lebar rasa bahagianya nampak di raut wajahnya, ia nampak bahagia seperti mendapatkan kado ulang tahun.
" Terima kasih ya Aisyah, kau memang sahabat yang pengertian" ucap Dewi sambil tersenyum senyum.
" Kita pulang duluan ya, Asalamualaikum" ucap Aisyah dan Riziq.
" Waalaikumsalam"
Aisyah dan Riziq pun berjalan duluan menuju rumah. Ketika melewati rumahnya ustad Rasyid.
" Uni, kau beli sesuatu untuk Syakir?" tanya Riziq.
" Hmmm"
Aisyah pun memberikan oleh oleh itu pada Riziq.
__ADS_1
" Kau saja yang kasih" ucap Aisyah. Kini Riziq sudah menjinjing beberapa kantong kresek oleh oleh, di ketuknya pintu rumah ustad Rasyid.
Tok tok tok
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab ustadzah Yasmin sambil membuka pintu. Ustadzah Yasmin terdiam saat Riziq kini berdiri di hadapannya. la pun kembali terdiam saat melihat Aisyah yang berdiri di luar pagar sambil menundukan kepalanya.
" Ustad Riziq?"
" Maaf ustadzah Yasmin, saya datang kemari ingin memberi sesuatu untuk Syakir" ucap Riziq sambil memberikan oleh oleh itu. Perlahan ustajah Yasmin pun menerimanya.
" Teima kasih"
" Sama sama, ngomong ngomong kalian tidak pegi kemana mana?" tanya Riziq. Ustadzah Yasmin pun terdiam, karna ustad Rasyid tak mengajaknya kemana mana.
" Ya sudah kami pulang dulu, Asalamualaikum" ucap Riziq sambil berlalu pergi. Ustadzah Yasmin terus menatap kepergian mereka, meskipun Riziq dan Aisyah di repotkan dengan barang bawaannya tapi mereka tetap tak lupa untuk bergandengan tangan.
Sesampainya di rumah, mereka pun menaruh barang barang ke dalam rumah.
" Le kita kerumah umi dulu ya, umi pasti sudah kangen sama anak anak" ucap Aisyah.
Kini Riziq dan Aisyah sudah mendorong kereta bayi Adam dan Hawa menuju rumahnya umi Salamah. Setelah sampai.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Umi Salamah nampak senang dengan kedatangan mereka.
" Alhamdulilah kalian sudah pulang, umi senang sekali, ayo masuk."
Aisyah dan Riziq pun masuk, terlihat ustad Usman sedang duduk santai bersama ustad Soleh.
" Wiih, kalian sudah pulang" ucap ustad Usman.
" Sudah, ka Usman sama ka Soleh tidak pergi liburan?" tanya Aisyah.
" Rencananya batal semua" ucap ustad Usman.
" Kenapa?" tanya Aisyah.
" Akh kamu kepo Aisyah, eh ngomong ngomong mana oleh olehnya?" tanya ustad Usman. Aisyah pun memberikan oleh oleh itu pada mereka.
" Alhamdulilah, oleh olehnya banyak sekali Aisyah "ucap ustad Soleh. Ustad Usman sudah memakan buah manggis.
" Waah kau tau saja Aisyah kalau kak Usman sangat menyukai buah manggis"
" Ka Usman tau kenapa aku banyak sekali membeli buah manggis?" tanya Aisyah.
" Kenapa?"
Aisyah sedikit berbisik pada ustad Usman.
__ADS_1
" Soalnya buahnya manis seperti suamiku, tapi kulitnya pahit seperti kak Usman" jawab Aisyah sambil tertawa tawa. Tentu saja ustad Usman langsung menggeram pada Aisyah.
" AISYAAAAAAAH"