Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Genit


__ADS_3

Kini Aisyah sudah duduk di hadapan Riziq dengan menggunakan mukena. Setelah mengerjakan shalat isya, Aisyah mengaji seperti biasanya di hadapan suaminya itu. Riziq sudah bersila dan siap mendengarkan Aisyah mengaji.


Aisyah melantunkan surah Arrahman dengan begitu merdunya. Aisyah fokus menundukan wajahnya sambil membaca Al quran. Riziq terus tersenyum sambil memandang Aisyah.


" Inilah keistimewaanmu uni, kau begitu merdu saat melantunkan bacaan al quran. Tak bisa kupungkiri aku jatuh hati padamu saat pertama kali kau melantunkan surah Arrahman di hadapan Aang Rasyid. sesuatu terjadi padaku waktu itu, mungkin terjadi juga dengan kakakku, dia sampai tergila gila padamu saat mendengar kau melantunkan surah Arrahman. Aisyah sang bidadari cantik pelantun surrah Arrahman." ucap Riziq dalam hati. Setelah Aisyah selesai mengaji, ia pun menatap Riziq. Seketika Riziq langsung tersenyum.


" Pertahankan keistimewaanmu itu uni. Dengarlah, meskipun kau sekarang sedang hamil, dan perutmu sudah mulai membesar, dan kau merasakan sedikit engap di perutmu, ku harap kau tidak akan meninggalkan shalatmu. Berusahalah menjadi muslimah yang baik, bagaimanapun keadaanmu sekarang. Tetap pertahankan wanita soleha yang ada dalam dirimu" ucap Riziq menjelaskan. Aisyah pun tersenyum.


" Bimbing aku ya Le, aku takut menjadi lupa dan sombong, ingatkan aku jika aku salah. bimbing aku menuju surganya Allah"


Riziq pun tersenyum, lalu membelai lembut kepalanya Aisyah yang masih terbalut dengan mukena.


Setelah selesai mengaji. Riziq dan Aisyah pun masuk kamar. Riziq sudah bersandar pada bantal lalu membaringkan tubuhnya sambil membaca buku. Perlahan Aisyah pun ikut berbaring di sebelah suaminya itu. Aisyah menatap Riziq yang fokus dengan bukunya.


" Le" panggil Aisyah sambil mendongakan wajahnya menatap Riziq.


"Hmm" jawab Riziq singkat, sambil membaca buku yang di pegangnya tanpa menatap ke arahnya Aisyah. Hingga Aisyah sedikit kesal pada suaminya itu.


"Le" panggil Aisyah kembali, sambil menarik ujung kaos putih yang di kenakan Riziq. Seketika Riziq langsung menatap ke arahnya Aisyah.


" Apa Uni?" tanya Riziq.

__ADS_1


" Goda aku" jawab Aisyah. Seketika Riziq langsung tersenyum, ia sedikit tak percaya kalau Aisyah minta untuk di goda, karna selama ini biasanya Riziq yang selalu minta Aisyah untuk menggodanya.


" Waah setan apa yang merasukimu, hingga kau memintaku untuk menggodamu" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah mendengus jesal.


" Memangnya kenapa kalau uni memintamu untuk menggodaku, apa ada yang salah.?" tanya Aisyah. Riziq hanya tersenyum saja.


" Semenjak kau hamil, Uni sedikit lebih genit padaku"


" Genit?"


" Agresif" jawab Riziq singkat.


" Tidak, bahkan itu sangat benar. Istri yang meminta berhubungan duluan pada suaminya, maka dosanya akan di ampuni, jadi setiap harilah uni meminta berhubungan fisik lebih dulu" goda Riziq.


" Uni tidak genit, bukan uni yang genit padamu tapi bayi yang ada di perutku yang memintaku untuk genit genit padamu"


Riziq malah tertawa. Lalu mengelus perut istrinya itu. Sesekali ia mencium perut yang sudah buncit itu.


" Hei ade bayi, kau genit sekali ya, apa kau menyuruh ibumu untuk genit genit padaku, atau ibumu memang genit dari sananya" ucap Riziq dengan nada menyindir dan menggoda Aisyah. Hingga Aisyah mendengus kesal, lalu memukul dada Riziq pelan. Bukannya merasa sakit tapi Riziq malah tertawa tawa.


" Baiklah jika ini kemauan calon bayiku, maka aku akan menggodamu"

__ADS_1


Seketika Riziq langsung menempelkan tubuhnya pada Aisyah, lalu secara perlahan ia membuka kancing baju tidurnya Aisyah. Namun tiba tiba Aisyah menepis tangannya Riziq yang sedang membuka kancing bajunya.


" Jangan di lepas, kau bisa melakukannya tanpa harus melepasnya" ucap Aisyah.


" Apa itu kemauan ade bayi juga, apa kau memang ingin menyusahkanku?" tanya Riziq heran. Aisyah hanya tersenyum senyum.


" Otakmu kan pintar, kau pasti tau bagai mana cara melakukannya tanpa melepas pakaianku" Aisyah sudah tertawa tawa dalam hatinya.


" Sepertinya kau memang mau mengerjaiku uni, baiklah jika itu kemauanmu, kau pikir aku sebodoh itu, terkadang kalau seseorang sedang di kuasai oleh nafsu, pikiran licik mulai menari nari di dalam otak dan pikiran, maka bersiap siaplah, sebentar lagi aku akan menanam saham kemali dalam rahimmu" gumam Riziq dalam hati.


Perlahan Riziq mengancingkan kembali baju tidur Aisyah yang sempat ia lepas. Setelah itu ia menyibakan baju tidur Aisyah sampai ke pahanya. Seketika itu pula Aisyah menutupi wajah dengan kedua tangannya karna malu.


" Kau yang memintaku untuk menggodamu, tapi kau malah menutupi wajahmu karna malu. Sungguh aku tak mengerti dengan keinginan seorang perempuan yang sedang hamil"


Riziq pun menyentuh tubuh Aisyah sesuai dengan tata cara yang baik dan benar sesuai agama.


" Aku memilihmu bukan karna ingin merenggut kesucianmu, tapi aku memilihmu, karna kau memang suci untuk di sentuh"


Setelah Aisyah terlelap, Riziq pun menyelimutinya sampai menutupi lehernya. Lalu ia mengecup kening Aisyah. Setelah itu ia mengelus perut Aisyah yang masih terbalut selimut.


"Kelak akan ada seorang anak kecil yang akan berlarian memanggilku abi. Kebahagiaan itu tidak akan pernah terjadi jika tidak ada kita. Hanya bersamamu Aisyah aku bisa mewujudkannya. Terimakasih istriku, aku akan menjagamu dan calon bayi kita dengan sepenuh hati, karna kalian berdua lah alasanku tetap bersemangat menjalani hidup. Tak masalah seberapa lelahnya hari hariku, asal bisa melihat senyumannya suatu hari nanti. Selamat mengandung istriku. Aisyah khoerunissa istri cantikku"

__ADS_1


__ADS_2