Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Pendaftaran


__ADS_3

Setelah kepergian Zahira, Riziq dan ustad Usman pun saling pandang.


"Memalukan sekali ya, kita yang sama sama lulusan dari kairo bisa bisanya di kerjain sama murid kelas nol besar" tutur ustad Usman.


" Maafkan adik saya ustad, saya akan berusaha untuk memperbaiki sifatnya" ucap Riziq sedikit malu dengan sikap adik perempuannya itu.


" Tidak apa apa ustad, mungkin Zahira masih dalam masa memperbaiki diri" ucap ustad Usman. Riziq pun mengangguk. Kini mereka berjalan berdua menuju kelas masing masing. Di tengah jalan mereka bertemu dengan ustad Azam.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Waaah kalian so sweat ya kalau sudah jalan berdua begitu" goda ustad Azam.


" Eh ustad Azam kau jangan macam macam" ucap ustad Usman hingga ustad Azam tersenyum.


" Saya hanya bercanda ustad" ucap ustad Azam. Mereka pun jalan bertiga menuju sekolah.


" Ustad bagaimana dengan rencana 17 Agustus nanti?" tanya ustad Azam.


" Untuk rencana perlombaan, saya dan ka Soleh sudah menyusun semua rencana dari lomba baca al quran dan lain lain. Dan untuk rencana perlombaan olah raga saya juga sudah menyusun semuanya. Rencananya sore ini saya akan mengumpulkan data para peserta lomba" tutur ustad Usman. Riziq dan ustad Azam pun mengangguk.


Sore pun tiba. Semua santri putra dan santri putri sudah berkumpul di lapangan. Santri putra di sebelah kanan dan santri putri di sebelah kiri. Dan ada beberapa pengajar dan peluaran juga ikut berkumpul. Ustad Usman dan ustad Soleh sudah berdiri di tengah tengah lapangan sambil memegang speker kecil.


Aisyah dan Dewi sudah sigap memperhatikan pengumuman. Zahira pun kini duduk di sebelah ustadzah Yasmin, Zahira sudah mengelus ngelus perut buncitnya ustadzah Yasmin.


" Ade bayi mau ikutan lomba ya" ucap Zahira bicara pada bayi yang ada di dalam perut kakak iparnya itu. Tiba tiba Dewi menepuk tangannya Zahira.


" Jangan terlalu agresif sama bayinya, aku takut bayinya akan mirip denganmu" ucap Dewi.


" Memangnya kenapa kalau bayinya mirip denganku, aku kan tantenya" gerutu Zahira.


" Lagi pula aku sedang belajar menjunjung tinggi kehormatanku" ucap Zahira kembali. Hingga Dewi mengeryitkan keningnya sementara ustadzah Yasmin hanya tersenyum. Dewi pun berbisik pada Aisyah.


" Aisyah apa maksud dari ucapan adik iparmu itu?" tanya Dewi penasaran.


" Aku sedang mengajarinya menjaga kehormatan, biar dia tidak genit genit pada laki laki, terutama pada Yusuf" jawab Aisyah sambil berbisik. Dewi pun mengangguk ngangguk.


" Aku tidak yakin si selebor itu bisa tidak genit genit pada Yusuf, secara Yusuf kan cinta matinya" batin Dewi.


" Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh" ucap ustad Soleh menggunakan speker.


" Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh" jawab semuanya serempak.


" Untuk merayakan dan memperingati hut republik Indonesia tanggal 17 Agustus, pesantren kita mengadakan acara perlombaan. Dan perlombaan itu terbagi dua bagian. Yang pertama perlombaan khusus di ikuti untuk para santri putra dan para santri putri. Seperti lomba tahfidz quran, lomba baca kitab kuning dan lain lain. Dan untuk perlombaan yang boleh di ikuti oleh peluaran yaitu perlombaan olah raga dan beberapa perlombaan lain seperti balap karung, tarik tambang, joged tomat, panjat pinang dan lain lain" tutur ustad Soleh.


" Ustad apa saya boleh ikutan?" tanya Dewi sedikit berteriak.


" Boleh Wi, tapi aku sarankan kau jangan ikutan lomba panjat pinang" ucap ustad Usman.


" Emangnya kenapa ustad?" tanya Dewi heran.


" Aku hanya kasihan pada tiangnya, tiangnya akan roboh sebelum dinaikin" ucap ustad Usman sedikit mengejek hingga Dewi mengerucutkan bibirnya.


" Kalau lomba joged tomat boleh?" tanya Dewi kembali.


" Jangan, kau kan hobby makan, nanti sebelum lagunya habis, tomatnya sudah habis duluan kau makan"


Dewi langsung menggeram kesal. Tiba tiba Zahira tertawa.


" Heeh slebor kenapa kau tertawa?" tanya Dewi sedikit tak suka.


" Harusnya kak Dewi ikutan lomba makan, pasti ka Dewi menang" ucap Zahira. Mata Dewi langsung berbinar.


" Emangnya ada ya lomba makan?" tanya Dewi antusias.


" Ada ka di kantinya bi Ratna, tapi setelah makannya selesai langsung bayar. Hi hi hi" Zahira tertawa tawa. Dewi langsung menggeram kesal.


" Ha ha ha aku cuma bercanda ka"


" Ku telan kau hidup hidup" acam Dewi hingga Zahira bergidik ngeri.


" Wi kau jangan mengganggunya" ucap Aisyah.


" Adik iparmu menyebalkan"

__ADS_1


" Dia memang sudah menyebalkan dari lahir, jadi nikmati saja" ucap Aisyah.


" Di sini ada yang mau ikutan balap karung?" tanya ustad Usman sambil berteriak di depan speker.


" Saya ustad" ucap Dewi sambil melambai lambaikan tangannya.


" Sayang sekali Wi sepertinya kau tidak bisa ikut lomba balap karung, karna tidak ada karung yang muat untuk badanmu" tutur ustad Usman.


" Ha ha ha, ops, maaf ka Dewi" ucap Zahira takut saat Dewi memicingkan matanya mendengar Zahira tertawa.


" Ada ka, Dewi bisa pake karung goni, tapi yang aku takutkan Dewi tidak bisa meloncat" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum.


" Kau menyebalkan Aisyah" ucap Dewi sambil mengerucutkan bibirnya.


" Om ustad kalau aku boleh ikutan balap karung?" tanya Zahira.


" Jangan, badanmu kan kecil, nanti kau kelelep di dalam karung" jawab ustad Usman. Zahira langsung cemberut.


" Tidak usah cemberut begitu, nanti kucarikan karung terigu biar kau bisa ikutan"


" Untuk peserta yang mau ikutan lomba, kalian bisa langsung mendaftar, untuk santri putra boleh mendaftar pada ustad Usman, dan untuk santri putri bisa daftar pada ustadzah Ulfi" tutur ustad Soleh memberitau.


" Dan untuk hadiah bagi para pemenang, hadiah sudah disiapkan khusus. Dan dananya sudah di sediakan langsung dari uang pribadinya kiyai Husen, jadi tidak ada pungutan biaya dari pihak lain" tutur ustad Soleh kembali.


" Ustad, hadiahnya bukan di kasih tiket menuju alam gaib kan?" tanya Zahira memastikan. Ustad Soleh hanya mengeryitkan keningnya sementara ustad Usman sudah tertawa.


" Eh Ira, hadiah itu hanya di berikan khusus untukmu, kau kan lahir di dua alam. Alam nyata dan alam gaib, jadi kalau kau mendapatkan tiket menuju alam gaib, itu artinya kau bisa pulang kampung" tutur ustad Usman. Zahira langsung mengerucutkan bibirnya. Di lihatnya Riziq juga sudah memicingkan matanya.


" Maaf ustad Riziq aku hanya bercanda" ucap ustad Usman sedikit takut karna mendapatkan tatapan menusuk dari Riziq.


" Ka aku boleh ikutan?" tanya Aisyah.


" Boleh, tapi di sini tidak ada lomba untuk menggoda suami, kau kan paling pintar dalam urusan menggoda suamimu, genitmu naudzubillah" tutur ustad Usman hingga Aisyah memicingkan matanya. Begitu pun dengan Riziq. Ustad Usman yang sadar kalau Riziq sedang memicingkan matanya ia sedikit merasa takut.


" Aku hanya bercanda ustad Riziq, sensitifmu kebangetan deh"


Semua santri putra dan santri putri yang mau mendaftar mengikuti lomba sudah berbaris termasuk para peluaran.


Ustadzah Ulfi sudah menulis beberapa peserta yang mau mengikuti lomba. Begitu pun para santri putra yang sudah ngantri untuk mendaftar pada ustad Usman.


"Aisyah, aku ikut ke rumahmu sebentar ya. Sudah lama tidak main ke rumahmu. Bolehkan ustad Riziq?" tanya Dewi.


" Boleh, tapi di sana jangan menggosip" pinta Riziq. Dewi pun mengangguk.


" Ka aku ikut pulang" ucap Zahira sambil mendekati mereka. Aisyah pun mengangguk. Mereka pun jalan berempat. Tiba tiba mereka melihat Yusuf sedang berjalan pulang bersama ustadzah Ulfi.


Zahira sudah tersenyum.


" Ingat ya Ira, jaga sikap, junjung tinggi kehormatanmu" tutur Aisyah.


" Iya aku akan jual mahal pada ka Yusuf" jawab Zahira sambil mengerucutkan bibirnya.


" So iyeee " ledek Dewi.


Sesampainya di rumah. Aisyah pun menyuruh mereka masuk.


" Kalian masuk duluan, aku mau pergi ke rumah umi Salamah dulu, mau mengambil Adam sama Hawa" ucap Aisyah sambil berlalu pergi. Dewi dan Zahira sudah merebahkan tubuhnya di karpet bludru ruang tamu Aisyah, sementara Riziq sudah bersila di dekat pintu. Tidak lama kemudian Aisyah datang sambil mendorong kereta bayi Adam dan Hawa. Riziq pun dengan sigap menggendong Hawa, dan di dudukan di pangkuannya. Aisyah pun ikut duduk bersama mereka.


" Aisyah aku haus" ucap Dewi.


" Ya Allah Wi, aku sampai lupa menawarimu minum. Sebentar ya aku ambil dulu. Aisyah pun berlalu ke dapur untuk mengambil minum dan beberapa cemilan.


" Keluarkan semua yang ada Aisyah, hi hi hi" ucap Dewi sambil tertawa kecil. Tidak lama kemudian Aisyah datang sambil membawa minum dan cemilannya.


" Nah kalau beginikan namanya pas. Pas di perut, pas di kantong pas di hati" ucap Dewi sambil memakan cemilan itu.


" Dasar rakus" gerutu Aisyah.


" Eh kalian udah dengar belum gosip selebritis yang lagi heboh sekarang?" ucap Dewi.


" Oh itu ya perempuan yang cantik cantik itu" ucap Zahira. Mereka malah asik ngerumpi hingga Riziq menggebrakan tangannya ke lantai. Mereka terdiam karna terkejut apalagi melihat kegeraman Riziq.


" Sudah kubilang kalau berkumpul itu jangan bergosip" ucap Riziq tegas.


" Iya maaf Le"

__ADS_1


Aisyah sudah ketakutan.


" Ira, sini kau duduk mendekat" pinta Riziq.


" Mau ngapain ka?" tanya Zahira.


" Belajar sedikit denganku"


Zahira pun duduk mendekat.


" Ustad apa aku boleh ikut?" tanya Dewi.


" Hmmm"


Kini mereka bertiga pun duduk di hadapannya Riziq.


" Dengar Ira, aku akan memberi sedikit pelajaran untukmu tentang orang pertama dalam islam" tutur Riziq. Mereka bertiga pun sudah fokus mendengarkan.


" Kalian tau orang pertama yang menulis bismillah?" tanya Riziq.


Mereka pun menggelengkan kepalanya.


" Orang yang pertama menulis bismillah adalah nabi Sulaiman as" jawab Riziq. Aisyah langsung tersenyum.


" Nabi Sulaiman as itu adalah salah satu laki laki idamanku" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Seketika Riziq, Zahira dan Dewi langsung menatap Aisyah dengan tatapan mengintimidasi dan mengucapkan satu kata secara bersamaan.


" MATREEEEE"


Aisyah sudah tersenyum malu.


" Dia laki laki idamanmu karna dia kaya raya kan?" tanya Dewi.


" Mulai besok ganti namamu yang tertera di KTP, jangan Aisyah khoerunissa, ganti jadi Aisyah materialistis" Ucap Riziq sedikit mengejek hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya. Namun Dewi dan Zahira sudah cekikikan.


" Lanjut. Orang pertama yang meminum air zam zam adalah nabi Ismail as. Dan orang pertama yang berkhitan adalah?, ada yang tau ?" tanya Riziq.


" Nabi Ibrahim as" jawab Aisyah.


" So tau ka Aisyah" ucap Zahira.


" Jawaban kakak iparmu benar Ira" ucap Riziq menegaskan. Zahira langsung tersenyum malu.


" Oh jadi benar ya jawabannya ka Aisyah, he he berarti aku yang sok tau" ucap Zahira malu sendiri.


" Kalau boleh tau ka Riziq waktu di sunat umur berapa taun?" tanya Zahira hingga Riziq mengeryitkan keningnya.


" Kau tanya saja pada kakak iparmu itu" ucap Riziq. Zahira pun menatap Aisyah untuk meminta jawaban. Seketika Aisyah langsung mendekati Zahira sambil berbisik.


" Kakakmu belum di sunat" jawab Aisyah bohong sambil berbisik. Seketika Zahira langsung tertawa tawa.


"Apa di sunat itu rasanya sakit?" tanya Zahira.


" Kenapa kau kepo sekali Ira" ucap Riziq sedikit kesal.


" Masih lebih sakit saat selaput dara kita di robek ops maaf" ucap Aisyah keceplosan hingga Riziq memicingkan matanya.


" Selaput dara itu apa?" tanya Zahira kurang mengerti. Seketika Dewi langsung membungkam mulut Zahira.


" Lanjutkan ustad Riziq" pinta Dewi.


Riziq pun melanjutkan kembali.


" Orang yang pertama yang di beri pakaian pada hari kiamat adalah nabi Ibrahim as. Orang pertama yang dipanggil Allah pada hari kiamat adalah nabi Adam as. Orang yang pertama melaksanakan sa'i antara safa dan marwah adalah Sayyidatina Hajar. Orang yang pertama di bangkitkan pada hari kiamat adalah nabi Muhammad saw. Orang pertama beriman dengan nabi Muhammad saw adalah Khadijah bt Khuwailid. Orang pertama yang menjadi muadzin dan menyerukan adzan adalah Bilal bin Rabah. Dan orang yang pertama menjadi raja dalam islam adalah Muawiyah bin abi Sufyan" tutur Riziq.


" Kau hafalkan ya Ira" pinta Riziq. Zahira pun mengangguk ngangguk.


" Dan orang yang pertama mengisi hatiku adalah ka Yusuf" tutur Zahira sambil tersenyum senyum.


" HUUUUUUU" sorak Aisyah, Riziq dan Dewi. Hingga Zahira mengerucutkan bibirnya.


" Jaga sikap ira jaga sikap" Aisyah mengingatkan.


" Iya iya, aku akan menjunjung tinggi kehormatanku" ucap Zahira.


" Sekali lagi bicara begitu, ku masukan geranat ke mulutmu" ancam Riziq.

__ADS_1


__ADS_2