Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Ngantuk.


__ADS_3

Masih dengan mereka yang baru selesai merayakan tahun baru Islam. waktu menunjukan pukul 22:30. Zahira sudah mengantuk berat.


" Ka ayo kita pulang" ajak Zahira.


" Ayo"


Zahira sudah sempoyongan tidak kuat menahan kantuk.


" Le, kau gendong warisanmu itu, sepertinya matanya sudah 5 wath. Ira sudah ngantuk berat" ucap Aisyah.


" Kau jangan macam macam uni, aku cape habis berkeliling keliling, energiku sudah mulai lowbet" jawab Riziq.


"Alasan" batin Aisyah.


Sambil celingak celinguk, Aisyah langsung mencium kilat pipi suaminya itu. Riziq langsung tersenyum.


" Kau tau saja cara bagaimana memulihkan energiku menjadi ful kembali" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Modus"


" Genit"


" Biarin"


" Weew"


" Kalian berisik ya, ayo pulang aku sudah ngantuk" gerutu Zahira. Zahira sudah menempel ke punggung Aisyah.


" Ira, kau jangan minta gendong padaku, gendong pada kakakmu sana" ucap Aisyah.


" Ka"


" Hmmm"


" Gendong"


" Mau ku banting kau biar ngantukmu hilang" ucap Riziq hingga Zahira mengerucutkan bibirnya.


" Leee"


Riziq pun berjongkok, dan tanpa aba aba Zahira langsung menempel di punggung kakaknya itu.


" Uni sini kau ku gendong di depan" pinta Riziq. Aisyah langsung memicingkan matanya.


" Kau jangan macam macam ya Le" ancam Aisyah.


" Modus dikit sama istri bolehlah uni"


" Jangan banyak bicara ayo pulang"


Zahira sudah terlelap di punggungnya Riziq.


" Le kita ke rumahnya umi dulu" ucap Aisyah.


" Iya Ni"


Di tengah jalan Riziq sudah merasa pegal di bagian kakinya.


" Ni bocah semprul nyenyak banget tidurnya"


Riziq pun mencoba untuk menggoda adik perempuannya itu.


" Asalamualaikum Yusuf, mau pulang ya" ucap Riziq bicara sendiri sambil menaikan level suaranya. Seketika itu pula Zahira langsung loncat dari punggungnya Riziq setelah kakaknya itu pura pura menegur Yusuf. Zahira meloncat karna malu kalau ketahuan di gendong. Riziq dan Aisyah sudah tertawa tawa melihat reaksi Zahira.


" Ha ha ha"


Zahira langsung menggeram kesal saat tau kalau Riziq hanya menggodanya saja.


" Ka Riziq rese deh" gerutu Zahira sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ayo kita ke rumahnya umi" pinta Aisyah.


" Gendong lagi" ucap Zahira sambil merentangkan kedua tangannya.


" Nanti ketemu Yusuf beneran gimana?" tanya Riziq.


" Tidak mungkin, ini bukan jalan menuju rumahnya ka Yusuf"


" Kau menyusahkanku saja" gerutu Riziq sambil menggendong Zahira kembali. Mereka pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju rumahnya umi Salamah.


Tok tok tok.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam" jawab umi Salamah sambil membuka pintu.


" Anak anak sudah tidur Mi?"


" Tadi sih sudah, tapi saat kakakmu Usman datang mereka langsung bangun dan minta di gendong" jawab umi Salamah.


" Aisyaaaah, cepat kau bawa pulang anak anakmu, dari tadi mereka mengganggu waktu istirahatku" gerutu ustad Usman. Ustad Usman pun menghampiri Aisyah sambil menggendong Adam dan Hawa. dan memberikannya pada Aisyah. Tiba tiba ustad Usman mengeryitkan keningnya melihat Zahira yang kini sedang di gendong Riziq.


" Ustad Riziq, ingin sekali aku membanting sesuatu yang kini sedang menempel di punggungmu itu" ucap ustad Usman.


" Aku dengar" ucap Zahira masih dengan mata terpejam.


" Ikh dia tidur ayam, ustad Riziq, kalau aku jadi kau sudah kubanting adikmu itu" ucap ustad Usman kembali. Hingga kini umi Salamah menepuk pundak putranya itu.


" Jaga bicaramu Man"

__ADS_1


" Gemas aku umi"


" Aku kan memang menggemaskan"ucap Zahira tanpa membuka matanya.


" Tuh dengarkan umi, Zahira itu menyebalkannya kebangetan"


" Ka, Ira itukan muridmu, kalau muridnya saja sudah menyebalkannya kebangetan, bagaimana gurunya. Sudah pasti gurunya menyebalkannya naudzubilah" ucap Aisyah sedikit mengejek hingga ustad Usman memicingkan matanya.


" Eh, kalian malah berdebat malem malem" gerutu umi Salamah.


" Maaf umi" ucap Aisyah dan ustad Usman bebarengan. Riziq sudah cekikikan tanpa suara.


" Eh ustad berondong kenapa kau tertawa begitu?" tanya ustad Usman.


" Tidak apa apa ustad"


" Maaf ustad Riziq, anak anak umi kalau lagi pada kumat memang seperti itu" ucap umi Salamah. Riziq malah tersenyum.


" Tidak apa apa umi, mungkin mereka lelah" jawab Riziq hingga Aisyah mencubit kecil lengannya Riziq yang sebelah kiri. Seketika Riziq langsung mengaduh dan mengusap bekas cubitan itu dengan tangan kanannya. Alhasil tanpa di sengaja ia melepaskan gendongan Zahira.


BRUUUGH.


Zahira terjatuh dari gendongannya Riziq. Seketika mereka mengucapkan satu kata secara bebarengan.


" ADUUH" . . . ( Zahira).


" Inalilahi" . . . ( Aisyah)


" Astaghfirullah" . . . ( Riziq)


" Ya Allah" . . . ( Umi Salamah)


" Nikmatnya" . . .( Ustad Usman)


Umi Salamah langsung menepuk pundak putranya itu.


" Maaf umi, mulutnya repleks"


Riziq langsung membangunkan Zahira. Zahira sudah cemberut kesal.


" Kenapa kau melepas gendonganku" gerutu Zahira.


" Maaf Ira"


" Ayo Le kita pulang. Maaf ya Ira, kau tidak bisa di gendong lagi karna kakakmu harus menggendong Adam" ucap Aisyah. Zahira pun mengangguk.


" Umi, kita pulang dulu ya, asalamualaikum"


" Waalaikum salam hati hati"


Sebelem mereka pergi umi Salamah pun menciumi Adam dan Hawa.


" Hmmm"


" Gendong"


Ustad Usman langsung memicingkan matanya.


" Jangan sampai kau kumasukan dalam botol. Matamu sudah bulat sempurna, itu artinya ngantukmu sudah hilang" tutur ustad Usman.


"Memangnya aku tuyul mau di masukan ke botol" batin Zahira.


" Ira ayo"


Zahira langsung pergi dari rumahnya umi Salamah bersama Riziq dan Aisyah.


" Daaah om ustad"


Sesampainya di rumah.


" Alhamdulilah sampai"


Setelah Aisyah membuka pintu, mereka pun masuk.


"Aku lelah, mau langsung tidur"


ucap Zahira sambil berjalan menuju kamarnya Aisyah. Dengan sigap Riziq menarik tangan adiknya itu.


" Tidur di kamarmu sendiri. Jangan menggangguku" ucap Riziq. Sambil mengerucutkan bibirnya Zahira pun berbalik dan masuk ke kamarnya.


" Good night" ucap Zahira sambil menutup pintu kamar.


" Bocah semprul"


Aisyah pun menidurkan Adam dan Hawa di atas tempat tidur bayi. Riziq dan Aisyah pun tertidur setelah membersihkan diri terlebih dulu.


* * * *


Keesokan harinya. Hari libur kali ini Riziq mengajak Istri dan anak anaknya untuk berolah raga di lapangan besar pesantren. Aisyah sudah mendorong kereta bayi mengelilingi lapangan bersama Zahira.


" Kakiku sudah pegal ka" ucap Zahira.


" Kau istirahatlah dulu, ka Aisyah mau keliling satu putaran lagi"


Zahira memilih duduk di kursi panjang yang tersedia di pinggir lapangan. Saat Aisyah sedang berjalan, tiba tiba ustadzah Ulfi mendekatinya.


" Asalamualaikum"


"Waalaikum salam"

__ADS_1


Ustadzah Ulfi langsung mencubit gemas pipinya Adam dan Hawa.


" Waah, anak anak manis mau jalan jalan ya. Kau sendirian saja Aisyah?" tanya ustadzah Ulfi.


" Saya sama Zahira dan abinya anak anak" jawab Aisyah sambil menunjuk Riziq yang sedang berlari mengelilingi lapangan. Aisyah pun menunjuk Zahira yang sedang duduk di kursi pinggir lapangan. Ustadzah Ulfi pun mengangguk.


" Ustadzah boleh saya tanya sesuatu?"


" Kenapa Aisyah?"


" Bagaimana dengan kecerdasan Zahira sekarang, apa dia sudah bisa mengikuti pelajaran?" tanya Aisyah. Ustadzah Ulfi pun tersenyum.


" Alhamdulilah, kecerdasannya sedikit membaik, Ira sudah mulai bisa mengimbangi pelajaran. Cuma memang di usianya yang sudah menginjak 15 tahun, seharusnya dia sudah bisa mempelajari banyak mata pelajaran. Tapi saya mengerti, Ira masih dalam proses, mudah mudahan kelak kecerdasannya bisa mengimbangi usianya" tutur ustadzah Ulfi.


" Mudah mudahan" ucap Aisyah.


" Tapi Ira masih di berikan les oleh ustad Usman kan?" tanya ustadzah Ulfi.


" Masih ustadzah, cuma sudah beberapa hari libur ini ka Usman sedikit sibuk, jadi kakaknya lah yang membantu memberi sesikit pelajaran untuknya"


" Tidak apa apa, siapapun yang mau mengajarinya, yang penting Ira mau dan semangat untuk belajar"


Dari kejauhan Zahira melihat Aisyah sedang mengobrol dengan ustadzah Ulfi.


" Ka Aisyah sedang mengobrol apa ya dengan calon ibu mertuaku, apa jangan jangan sedang membicarakan tentang lamarannya padaku" gumam Zahira sambil tersenyum senyum. Tiba tiba ia teringat dengan ucapannya Aisyah.


" Astaghfirullah alazim, akukan sedang berusaha untuk menjunjung tinggi kehormatanku. Tapi sayangnya saat ketemu ka Yusuf, pikiran dan hatiku tidak bisa di kompromi" gumam Zahira kembali.


" Asalamualaikum"


Dewi datang bersama Syifa dan ikut duduk bersama Zahira.


" Waalaikum salam"


" Kau sendirian Ira?, kemana Aisyah?" tanya Dewi.


" Ka Aisyah sedang berkeliling"


Dewi pun memberikan minum pada Syifa.


" Syifa, kau sudah mengerjakan pr belum?" tanya Zahira.


" Sudah ka"


" Boleh aku nyontek"


" Kau jangan macam macam selebor, kerjakan pr mu sendiri, kalau ustadzah Ulfi tau kau nyontek, kau akan di pindahkan ke kelas nol kecil, kau mau?" tutur Dewi.


" Aku hanya beecanda ka"


Tiba tiba ustad Usman datang menghampiri mereka.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Nisa pun ikut duduk bersama mereka. ustad Usman sudah mengambil uang di saku bajunya dan memberikannya pada Dewi. Dewi hanya terdiam heran saat ustad Usman memberikan uang 50.000 padanya.


" Apa ini ustad?" tanya Dewi.


" Ini uang Wi, masa kau tidak tau uang, uang adalah kembarannya duit"


" Bayi yang baru berojol aja tau kalau ini adalah uang. Maksudnya kenapa kau memberiku uang?" tanya Dewi kembali.


" Uang ini sebagai ganti bakakak ayam yang kumakan" ucap ustad Usman.


" Oh jadi kau yang memakan bakakak ayamku" ucap Dewi sedikit tak suka.


" Hmmm"


" Asal kau tau ya ustad, harga bakakak ayam itu 80.000, kenapa kau menggantinya 50.000, aku rugi 30.000 dong" protes Dewi.


" Heei Wi, bakakak ayamnya saja sudah tidak utuh, paha ayamnya sudah ada yang mutilasi duluan, lagian masih untung aku ganti, kalau bakakak ayamnya di cemol kucing bagaimana?, dia tidak mungkin mengganti rugi padamu, palingan dia kasih kamu yang asem asem" tutur ustad Usman sedikit menggerutu.


" Apa yang asem asem?"


" #*^€₩£@+"


" Menjijikan sekali"


Seketika Dewi langsung mengambil uang itu dari tangannya ustad Usman.


" Terima kasih"


" Di embat juga" ledek ustad Usman.


" Om ustad, aku tidak dikasih?" tanya Zahira.


" Kau mau kumakan?"


Zahira langsung menggelengkan kepalanya. Riziq dan Aisyah pun menghampiri mereka.


" Waah pada kumpul nih?"


Nisa langsung berdiri dari duduknya dan mengambil Hawa dari kereta bayi.


" Hawa cantik, main ya sama bu de Nisa" ucap Nisa sambil menciumi Hawa. Perlahan Aisyah mendekati ustad Usman lalu berbisik.


" Sepertinya ka Nisa menginginkan seorang bayi lagi"

__ADS_1


" Nanti malam aku akan membuatnya" jawab ustad Usman sambil berbisik pada Aisyah.


__ADS_2