Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Kebersamaan.


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit mereka semua pulang ke rumahnya Aisyah. Waktu menunjukan pukul 19:15, rasa bahagia dan haru nampak di wajah mereka. Kebahagiaan yang tak terkira menyelimuti pasangan Riziq dan Aisyah. Mereka tak pernah menyangka sebelumnya akan mendapatkan bayi kembar.


Adam dan Hawa sekarang menjadi malaikat kecil pelengkap keluarga mereka. Tangisan bayi bayi yang baru lahir itu di saksikan langsung oleh Riziq sang ayah.


" Terima kasih ya Allah kau telah memberikan kami buah hati yang tak ternilai harganya. kan kujaga mereka dengan segenap jiwa dan ragaku, terimakasih juga untuk istriku, terima kasih telah berjuang melahirkan keturunanku, kan ku ingat selalu bagaimana perjuanganmu saat kau hamil dan sampai kau melahirkan. Peluk cium untukmu uni, berjuanglah bersamaku untuk membimbing dan membesarkan Adam dan Hawa."


Sesampainya dirumah. Disana sudah ada kiyai Husen dan mang llham yang sudah menunggu kedatangan mereka.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Mang llham sudah tersenyum saat Aisyah dan umi Salamah menggendong si bayi.


" Alhamdulillah, mamang bahagia akhirnya kau jadi seorang ibu juga dan mamang sekarang jadi seorang kakek" ucap mang llham sambil mengelus kepalanya Aisyah, ia nampak senang melihat Adam dan Hawa.


" Lihat mang aku punya dua bayi, mereka lucu lucu ya mang" ucap Aisyah sambil tersenyum. Mang llham pun ikut tersenyum.


" Ayo masuk dulu kerumah" pinta kiyai Husen. Di dalam kiyai Husen pun memberikan do'a untuk putra putrinya Aisyah. Mengelus lembut kepala Adam dan Hawa.


"Semoga Allah menjadikan kalian anak anak yang soleh dan soleha, berbakti pada orang tua dan agama" ucap Kiyai Husen.


" Terima kasih bi atas do'anya" ucap Aisyah.


" Ustad Riziq, kau menemani Aisyah saat istrimu melahirkan?" tanya kiyai Husen.


" Tentu kiyai" jawab Riziq.


" Berarti tau bagaimana rasa sakitnya Aisyah saat melahirkan?" tanya kiyai Husen kembali. Riziq pun menganggukan kepalanya.


" Kalau tau, janganlah sekali kali kau menyakiti istrimu" pinta kiyai Husen. Riziq pun mengangguk sambil tersenyum.


" Tuh denger apa yang di katakan kiyai Husen" ucap umi Fadlun.


" Ia kebanyakan laki laki sering menyakiti istrinya, mereka lupa bagaimana istrinya menaruhkan nyawanya untuk melahirkan keturunannya" gerutu Dewi sambil menyiapkan minum untuk para tamu.


" Sudah di beri nama bayinya Aisyah?" tanya kiyai Husen.


" Sudah bi, namanya Adam dan Hawa"


Tiba tiba Nisa istrinya ustad Usman datang membawa peralatan bayi, seperti popok, baju bayi dan lain lain.


" Waah makasih ya kak Nisa" ucap Aisyah sambil tersenyum. Nisa pun sempat menggendong bayi Adam dan Hawa.

__ADS_1


" Waah, bayinya tampan dan cantik, mirip seperti ayah dan ibunya" ucap Nisa.


" Kak Nisa salah, ayahnya tidak tampan tapi manis" ucap Aisyah. Hingga Riziq memicingkan matanya.


" Uni sepertinya kau sangat rugi kalau bilang aku tampan" gerutu Riziq.


" Jangan jadi istri durhaka, sekali kali pujilah suamimu" ucap Umi Salamah.


" Kalau lihat yang tampan setiap hari pasti ada bosannya umi, tapi kalau lihat yang manis pasti tidak akan bosan meskipun di pandang setiap hari" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Hingga membuat yang lain tersenyum mendengar jawabannya termasuk dengan Riziq.


" Kalau kak Usman, tampan apa manis?" tanya ustad Usman.


" Jelek, pait" jawab Aisyah seketika. Hingga membuat yang lain tertawa. Tiba tiba ustad Azam dan ustajah Ulfi datang bertamu untuk melihat bayi Aisyah.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Ustad Azam pun ikut mengobrol dengan yang lain. Sementara ustajah Ulfi ikut menggendong Hawa.


" Duh Hawa cantik ya seperti bidadari, Adam juga tampan" ucap ustajah Ulfi.


" Jangan bilang Adam tampan seperti ayahnya, karna itu bohong" ucap Aisyah sambil berbisik pada ustajah Ulfi. hingga membuat ustajah Ulfi tertawa tawa.


" Ziq, umi pamit ya, besok umi kemari lagi, oh iya, kau harus ingat ya, sebelum masa nifasnya Aisyah selesai, kau tidak boleh genit genit pada istrimu" ancam umi Fadlun.


" Ia umi"


Riziq pun berbisik pada Aisyah.


" Bukankah kau yang selalu genit padaku ya uni"


Hingga Aisyah mencubit pinggang suaminya itu. " Aku genit padamu karna itu bawaan saat aku hamil" jawab Aisyah sambil berbisik.


" Alasan" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


Semuanyapun pamit pulang, menyisakan mang llham, ustad Rasyid, bi Ratna dan umi Salamah mereka berniat untuk menginap di rumahnya Aisyah dan Riziq. Riziq dan ustad Rasyid serta mang llham mengobrol di depan rumah.


" Ang, apa ustajah Yamin tau tentang Aisyah yang melahirkan?" tanya Riziq pada kakaknya.


" Sudah, tapi maaf, istriku belum sempat menengok bayi bayimu" jawab ustad Rasyid.


" Apa ustajah Yasmin masih cemburu pada Aisyah?" tanya Riziq.

__ADS_1


" Insya Allah tidak, kami sudah bicarakan masalah ini, dia bilang mau mempercayaiku sepenuhnya"


Riziq pun tersenyum mendengar jawaban kakaknya itu.


" Alhamdulilah kalau begitu, aku lega dengernya"


Saat Riziq mau mengambil kopi ke dapur, ia bertemu dengan Aisyah yang sedang menaruh cucian kotor.


" Mau mengambil apa Le?" tanya Aisyah.


" Kopi"


Aisyah pun memberikan kopi itu pada Riziq sambil berkata :" Ini kopinya, mau sekalian di kasih lipstik ga gelasnya" goda Aisyah. Bukannya mengambil kopi di tangan Aisyah, Riziq malah menarik tangan istrinya. Hingga tubuh Aisyah mendekap padanya.


" Le kau lupa dengan ancamannya umi Fadlun, kau tidak boleh genit genit dulu padaku" ucap Aisyah.


" Aku tidak genit genit, uni sendiri yang memeluku" jawab Riziq sambil tersenyum senyum.


" Jangan menggodaku" ucap Aisyah.


" Kupastikan aku akan menggodamu saat masa nifasmu telah berakhir, jadi kau bersiap siaplah uni. Aku ingin tau bagaimana rasanya apa masih seperti dulu setelah dokter Ayu menjahit daerah sensitifmu" ucap Riziq. Aisyah yang mendengarpun langsung membulatkan matanya.


" Kau melihatnya?" tanya Aisyah memastikan.


" Tentu, aku kan berada di sampingmu terus saat kau di ruang persalinan" Aisyah pun merasa sedikit malu.


" Apa itu terasa sakit?" tanya Riziq.


" Tentu saja"


" Lebih sakit mana, saat dokter Ayu menjahit daerah sensitifmu atau saat aku merobek selaput daramu?" tanya Riziq sambil menggoda Aisyah. Wajah Aisyah sudah nampak memerah hingga ia menepuk lengan suaminya itu. Riziq malah tertawa tawa melihat ekspresinya Aisyah. Tiba tiba terdengar suara umi Salamah memanggil Aisyah.


" Aisyah"


Seketika Aisyah dan Riziq saling menjauhkan diri. Takut umi Salamah mengira kalau mereka sedang bermesraan berdua.


" Riziq, sedang apa kau di dapur?" tanya umi Salamah.


" Ngambil kopi umi, anak anak sudah tidur mi? "


" Sudah, sebaiknya kau temui dulu putra putrimu, berikanlah mereka do'a terlebih dulu" pinta umi Salamah.


" Ia mi"

__ADS_1


Riziq pun pergi ke kamar memberi do'a tidur untuk putra putrinya.


__ADS_2