Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Ada rasa


__ADS_3

Kini Riziq melangkahkan kaki sehabis dari kelas, ia berjalan menuju rumahnya ustad Rasyid yang berada di lingkungan pesantren. Terkadang Riziq pun slalu tidur di pondok bersama santri santri yang lain, namun kebanyakan ia sering tidur di rumah kakanya karna di sana ia punya kamar sendiri.


Sesampainya di rumah ustad Rasyid, Riziq pun masuk sambil mengucap salam. namun tak ada yang menjawab salamnya, ia yakin kakaknya ada di rumah buktinya pintu rumah tak di kunci.


Saat akan membuka pintu kamar, ia terdiam melihat ustad Rasyid yang sedang melamun di dalam kamarnya sambil menatap langit langit kamar, kebetulan pintu kamar ustad Rasyid tidak di tutup ia membiarkannya terbuka hingga Riziq bisa melihatnya dari luar. Riziq mengurungkan niatnya untuk istirahat di kamarnya, ia malah masuk kedalam kamar kakaknya itu. Riziq hanya tersenyum melihat kakanya yang sedang melamun tanpa menyadari dengan kedatangannya itu.


"Ehem ehem " Riziq berdehem sontak membuat ustad Rasyid terbangun dari lamunannya.


"Riziq mengagetkan saja sejak kapan kau berdiri di situ ? " ucap ustad Rasyid sambil mengubah posisinya yang tadinya berbaring menatap langit langit kamar kini sudah duduk di tepi Ranjang. Riziq pun tersenyum senyum sendiri ia senang sekali kalau urusan menggoda kakanya itu.


"Kenapa wajah uni Aisyah nampak di langit langit kamarmu ang " ucap Riziq menggoda ustad Rasyid. Ustad Rasyid seketika langsung tersipu malu mendengar ucapan adiknya itu. Ya memang benar tadi ia sedang memikirkan Aisyah, entah kenapa sejak Aisyah melantunkan surah Arrahman dengan begitu merdunya ustad Rasyid selalu terbayang dengan wajah dan suara Aisyah. Tak ia pungkiri ia kini mulai menaruh hati pada Aisyah, begitu pun dengan Aisyah sudah sejak lama Aisyah menaruh hati pada ustad Rasyid.


"Cie cieee kenapa di kamar aang banyak bunga bunga berterbangan ya " ucap Riziq dengan masih menggoda kakaknya itu.

__ADS_1


"Jangan menggodaku seperti itu, umurmu masih belum pantas bicara hal begituan " tutur ustad Rasyid. Namun Riziq malah tertawa tawa seakan akan ia tau isi dari pikiran ustad Rasyid yang tidak lain ialah Aisyah.


"Aang jangan munafik, aku melihat ada cinta di matamu ketika aang menatap uni Aisyah. Aisyah cantik, baik, penyayang, soleha dan yang terpenting dia pandai memasak aku merestui kalian " ucap Riziq meyakinkan. Namun ustad Rasyid malah tersenyum senyum mendengar celotehan adiknya itu.


"Sudah sana istirahat jangan bicara yang aneh aneh jangan bersikap Dewasa sebelum waktunya, karna itu tidak baik " ucap ustad Rasyid dengan sedikit memerintah.


"Aku serius ang, demi Allah aku merestui kalian, uni sangat baik dia pantas untuk mu " ucap Riziq meyakinkan. Ustad Rasyid pun tersenyum pasalnya ia benar benar senang mendapat restu dari adik kandungnya itu.


" Kau yakin dengan ucapanmu ? "


"Tapi aang ragu, setauku kau begitu sangat menyayangi Aisyah melebihi diriku " tutur ustad Rasyid.


"Ya aang benar aku sangat sangat menyayangi Aisyah, aku percaya aang bisa membahagiakan uni ku, sepertinya dia juga memiliki rasa sepertimu" ucap Riziq menjelaskan.

__ADS_1


"Apa kau yakin dia ada rasa padaku ? " tanya ustad Rasyid penasaran.


"Aku yakin 100 %, perempuan mana yang tidak suka dengan ustad Muhammad Rasyid Alfiqri, lelaki yang punya kecerdasan dan ketampanan di atas rata rata, tapi aang harus janji pada ku kalau aang ada jodoh dengan uni Aisyah tolong bahagiakan dia, seperti kau membahagiakanku, sayangi dia seperti kau menyayangi ibu. Tangisnya uni Aisyah itu akan menjadi luka di tubuhku, kalau aang berani menyakiti uni ku saat itulah kau akan kehilanganku, bagiku kebahagiaan uni Aisyah adalah kebahagiaanku. Kalau kau benar benar menyakiti perasaannya maka aku akan membencimu dan bersiaplah untuk kehilanganku " tutur Riziq menjelaskan perasaannya. ustad Rasyid terdiam mendengar pertuturan adiknya itu. Ia mulai berfikir kalau rasa sayang nya terhadap Aisyah itu perasaan sayang dari seorang adik terhadap kakaknya atau perasaan laki laki terhadap perempuan.


" Sepertinya kau begitu sangat menyayangi Aisyah, kenapa tidak kau saja yang menikahinya "ucap ustad Radyid. Sontak Riziq langsung tersenyum dengan pertanyaan yang menurutnya tak masuk akal.


"Kalau umurku sama sepertimu sekarang aku pasti sudah menikahi uni Aisyah meskipun tanpa restu darimu " jawab Riziq.


"Kenapa harus menunggu seumuranku untuk menikahinya ? " tanya ustad Rasyid.


" Logikanya saja ang sekarang aku belum bisa melindungi uni Aisyah, aku hanyalah bocah ingusan yang belum paham arti dari suatu ikatan, aku mempercayaimu kau akan bisa jadi imam untuknya melindunginya dari bahaya apapun, kau bisa membimbingnya di jalan Allah. Restuku menyertaimu "


Ustad Rasyid tersenyum.

__ADS_1


" Kalau aku memberimu pilihan kau akan memilih siapa Aisyah atau kakakmu ini ? " tanya ustad Rasyid penasaran. membuat Riziq mengeryitkan keningnya, menurutnya itu adalah pilihan yang sangat sulit, yang tidak akan mungkin untuk memilih salah satunya.


"Jangan memberiku pilihan yang sulit. Aang pasti tau aku tidak akan bisa untuk memilih salah satunya, kalian adalah nyawaku jadi biarkan aku bernafas dalam jiwa kalian " tutur Riziq meyakinkan.


__ADS_2