
Setelah pulang dari rumahnya ustajah Yasmin, Riziq pun bertemu dengan ustad Rasyid di jalan.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Riziq kau dari mana?" tanya ustad Rasyid.
" Aku dari rumahmu ang, aku baru saja bertemu dengan istrimu" jawab Riziq. Ustad Rasyid pun terdiam.
" Sepertinya kau ada perlu penting dengan istriku hingga kau datang menemuinya"
" Hmmm, kau benar, kau tau apa yang di lakukan istrimu padaku ?"
" Soal?"
" Soal tawaran kiyai Samsul" jawab Riziq. ustad Rasyid terdiam, sebenarnya ia tau saat ia tak sengaja mendengar pembicaraan istrinya dan mertuanya itu.
" Aang tau soal itu. Maafkan Yasmin Ziq, aku tidak tau sampai dia senekat itu padamu"
" Apa aang tau kenapa dia bisa senekat itu?" tanya Riziq sambil menatap kakaknya. ustad Rasyid hanya diam sambil menundukan wajahnya.
" Dia cemburu pada Aisyah dan selalu merasa cemburu. Apa kau tidak pernah merasa kalau semua ini adalah salahmu"
Ustad Rasyid semakin menundukan kepalanya.
" Semuanya adalah salahmu ang, mulai saat ini belajarlah mencintai istrimu, menyayanginya, sesekali berilah dia perhatian, kalau perlu kau bersikaplah romantis padanya, yakinkan dia kalau kau sudah tidak mempunyai rasa pada Aisyah, biar dia tidak selalu merasa iri dan cemburu pada istriku. Baik buruknya ustajah Yasmin dia adalah istrimu, kaulah yang wajib membimbing dan menasehatinya. Aku hanya sekedar mengingatkan ang, aku tidak mau kalau sampai istrimu itu mengganggu Aisyah apalagi membuatnya menangis, dan kalau itu terjadi artinya kau berurusan denganku ang" tutur Riziq.
" Maafkan aang Ziq, sikap aang telah membuat ustajah Yasmin sampai iri pada istrimu, tapi aang tidak mengerti kecemburuannya seakan tidak pernah hilang dalam diri istriku, padahal selama ini aku tidak pernah mendekati Aisyah"
"ltu artinya dia sangat mencintaimu ang, berilah kesempatan istrimu, rubahlah sikapmu, mulai sekarang berilah dia perhatian lebih dari biasanya, mungkin itu yang di inginkan istrimu. Kalau dia sudah merasa nyaman dengan mu, insyaallah dia tidak akan merasakan takut untuk kehilanganmu hingga ia berbuat nekat dan melakukan hal yang merugikan orang lain" ucap Riziq.
" Terimakasih Ziq, akanku ingat kata katamu. Aku akan berusaha untuk lebih perhatian lagi pada istriku, maaf kalau sikapnya mengusik ketenanganmu dan Aisyah"
Riziq pun tersenyum.
" Kutunggu perubahan sikapmu, asalamualaikum" ucap Riziq sambil berlalu pergi.
* * * * * ** *
Setelah mendapatkan izin dari Riziq, Aisyah pun berkunjung kerumahnya umi Salamah.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Umi Salamah tersenyum melihat Adam dan Hawa.
" Eh cucu cucu umi udah dateng, ayo masuk"
Aisyah pun masuk sambil menggendong Adam, dan umi Salamah menggendong Hawa. Di dalam sudah ada ustad Usman dan ustad Soleh yang sedang asik nonton tv.
__ADS_1
" Jangan dekatkan bayi bayimu padaku, mereka suka rese kalau dekat dekat denganku" ucap ustad Usman. Hingga Aisyah memicingkan matanya.
" Lulusan terbaik kairo takut sama bayi" ledek Aisyah.
" Heei jaga bicaramu Aisyah, ucapanmu itu menginjak nginjak harga diriku"
" Jangan berisik" ucap ustad Soleh yang sedang fokus menonton tv.
" Harga diri apa harga mati?" tanya Aisyah.
" Heei Aisyah, harga diriku setinggi langit, tergores sedikit saja rasa manisnya akan berkurang" ucap ustad Usman. Aisyah hanya mengeryitkan keningnya.
" Jangan di dengar Aisyah, biarkan saja dia mengoceh sendiri" ucap ustad Soleh.
" Kak Usman, keningnya anget ya?" tanya Aisyah meledek.
" Heei Aisyah kau mencurigaiku kalau aku terkena penyakit covid 19, suhu badan ku normal tidak anget" gerutu ustad Usman yang ucapannya tidak nyambung. Hingga Aisyah dan ustad Soleh tertawa tawa.
" Kita mencurigai ka Usman bukan terkena penyakit covid 19, tapi kita mencurigai ka Usman terkena penyakit stres" ucap Aisyah sambil tertawa tawa. Hingga ustad Usman melempar bantal pada Aisyah. Aisyah pun tidak mau kalah ia pun membalas melemparkan bantal pada kakaknya itu. Hingga mereka perang adu lempar bantal. Ustad Soleh yang melihat pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
Tiba tiba Aisyah mengeluarkan seluruh tenaganya melempar pada ustad Usman. Seketika ustad Usman langsung menghindar, dan tak disangka sangka bantal itu mendarat tepat di wajahnya kiyai Husen yang baru saja masuk rumah. Aisyah dan ustad Usman pun terdiam ketakutan saat kiyai Husen menggeram kesal. Alhasil mereka bertiga di hukum berdiri di halaman rumah. Yang di rugikan disini adalah ustad Soleh yang ikut terbawa bawa padahal ia hanya diam sambil nonton tv. Mereka sudah berdiri di halaman rumah.
" Abi, aku kan tidak ikut ikutan, kenapa aku di hukum juga" protes ustad Soleh.
" Jangan banyak bicara, angkat satu kaki kalian dan silangkan tangan kalian sambil pegang telinga kalian" ucap kiyai Husen. Aisyah dan kedua kakaknya itu mengeryitkan keningnya, mereka mencoba mencerna ucapannya kiyai Husen.
" Dikira kita anak sd dihukum seperti itu" batin ustad Usman.
" Apa tidak salah bi" ucap ustad Soleh.
" Terus lakukan seperti itu sampai abi bilang cukup" ucap kiyai Husen sambil berlalu masuk rumah.
" Semua gara gara kak Usman" ucap Aisyah.
" kenapa kau menyalahkanku, kau yang melempar bantal pada wajahnya abi"
" Ka Usman yang duluan"
" Heeei kalian berisik ya" ucap ustad Soleh.
Tubuh mereka sudah pada oleng karna hanya berdiri satu kaki. Ustad Usman menatap kakaknya yang tubuhnya sudah oleng kanan oleng kiri, begitupun dengannya tubuhnya bergoyang ke kanan dan ke kiri karna tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Ia melirik Aisyah yang berdiri tegak dan santai tanpa oleng sedikit pun. Ustad Usman menaruh curiga pada Aisyah, perlahan ia mendekati Aisyah lalu mengangkat sedikit gamis adiknya itu, ustad Usman menggeram saat melihat Aisyah menapakan kedua kakinya ketanah.
" AISYAAAAAAH" geram ustad Usman. Aisyah malah senyam senyum.
" Kau curang Aisyah. kenapa kau tidak mengangkat kakimu, angkat satu kakimu, kalau tidak ka Usman aduin sama abi"
"Jangan dong ka"
Mau tidak mau Aisyah pun mengangkat satu kakinya.
Sudah hampir 30 menit mereka berdiri satu kaki sambil menjewer kuping masing masing.
__ADS_1
" Hadeeuh, ini kalau ada yang lihat harga diriku bisa jatuh ambruk, massa lulusan terbaik kairo harus di hukum seperti ini, berdiri oleng seperti anak sd yang sedang dihukum karna tidak mengerjakan pr, hadeuuh mau di taruh dimana mukaku yang tampan ini, sungguh memalukan, ini kali keduanya aku merasa harga diriku jatuh, pertama ketika Aisyah menyuruhku mencuri tomat. itu sudah seperti mencoreng wajahku dengan noda merah di tambah lagi sekarang hadeeeeeuuuuh" gerutu ustad Usman.
" Bukan noda merah ka tapi noda hitam" ucap Aisyah.
" Kalau noda merah itu artinya kau sedang menstruasi" ledek ustad Soleh.
Mereka masih setia berdiri satu kaki, tiba tiba Riziq datang.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Kalian sedang apa?" tanya Riziq heran.
" Kita lagi olah raga" jawab ustad Usman.
" Uni, mana anak anak, kenapa kau malah berdiri disini?"
" Aku sedang di hukum abi Le" jawab Aisyah. Riziq tiba tiba langsung tertawa. Hingga Aisyah menggeram kesal.
" Le, kalau kau berani menertawakanku kupastikan kau tidak akan bisa masuk rumah, akan ku gembok semua pintu rumah kita" ancam Aisyah.
" Heeei Aisyah, apa kau tidak tau kalau suamimu ini suka masuk rumah lewat jendela seperti maling, kalau kau hanya mengunci pintu itu percuma, kau pun harus mengunci jendela dan atap rumah, karna aku pernah memberi ide pada suamimu untuk masuk lewat genteng" ucap ustad Usman.
" Ustad Riziq, kau harus banyak banyak istighfar menghadapi dua orang yang ada di hadapanmu itu" ucap Ustad Soleh. Riziq hanya tersenyum senyum saja. Tiba tiba Riziq mengambil hp dari saku bajunya, lalu mengarahkan pada 3 orang yang ada di hadapannya itu.
" Heei ustad Riziq kau jangan macam macam ya" ucap ustad Usman saat tau Riziq mau memoto mereka. ustad Soleh menutup wajahnya dengan kopeah, dan ustad Usman menunjuk nunjuk Riziq supaya tida memotonya, sementara Aisyah malah bergaya selfi.
" Kau genit sekali Aisyah" gerutu ustad Usman. Setelah memoto Riziq pun berbisik pada Aisyah.
" Uni, nanti malam aku akan menagih hadiahku padamu" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Sebenarnya Aisyah senang karna itu artinya Riziq menang dari ustajah Yasmin, namun entah kenapa ia merasa takut dengan hadiah yang akan diminta suaminya. Setelah berbisik, Riziq pun pergi untuk menemui Adam dan Hawa.
" Aisyah Suamimu ulang tahun?" tanya ustad Usman.
" Nggak"
" Kenapa dia minta hadiah padamu?"
" Ka Usman kepo"
Sudah hampir 1 jam mereka berdiri, kaki mereka sudah merasa pegal dan kesemutan.
" Sampai kapan kita akan berdiri seperti ini"
Tiba tiba umi Salamah datang menghampiri mereka.
" Umi, abi mana, kita udah pegel nih"
" Abi kamu dari tadi tidur"
" APA? ? ?"
__ADS_1
Aisyah, ustad Usman dan ustad Soleh pun mendengus kesal.
" ABIIIIIIII" teriak mereka.