Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
sekotak kue


__ADS_3

Keesokan harinya Aisyah sudah berdiri mematung, menunggu Riziq di perbatasan santri putra dan santri putri untuk menitipkan kue buatannya pada ustad Rasyid. Lagi lagi Aisyah membuat kesalahan menemui Riziq di perbatasan. Dari kejauhan nampak Riziq berdiri di lapangan, saat Riziq melihat keberadaan Aisyah ia pun tersenyum, Aisyah yang sadar akan hal itu langsung melambaikan tangannya, perlahan Riziq berjalan menghampirinya.


"Asalamualaikum uni"


" Waalaikum salam " jawab Aisyah sambil tersenyum.


" Uni lagi ngapain berdiri di sini ?" tanya Riziq heran, Aisyah memberikan sekotak kue buatannya pada Riziq .


" Berikan kue ini pada kakakmu" pinta Aisyah, Riziq pun menerimanya.


"Untukku mana ?, uni sejak kau menyukai kakakku kau mulai melupakanku " ucap Riziq dengan sedikit kecewa, namun Aisyah malah tersenyum, ia pun memberikan sekotak kue lagi pada Riziq.


"Kata siapa uni melupakanmu, ini uni bawa sekotak kue lagi husus untuk mu " ucap Aisyah. Rizik menerima sekotak kue lagi dari Aisyah dengan antusias sambil tersenyum.


"Wah kupikir uni tidak menyayangiku, makasih ya uni" ucap Riziq sambil tersenyum.


"Kata siapa uni tidak menyayangimu, bahkan uni lebih menyayangimu dari pada kakakmu " ucap Aisyah sambil tersenyum. Mendengar pertuturan Aisyah, Riziq tersenyum bahagia.


"Ya sudah masuk kelas sana, uni juga masih ada pekerjaan di kantin, jangan lupa berikan kuenya pada kakakmu " ucap Aisyah mengingatkan.


"Tentu saja "


Setelah mengucap salam Riziq pun pergi untuk memberikan sekotak kue itu pada kakaknya, setelah itu ia kembali kekelas dan Aisyah pun pergi ke kantin bi Ratna mengerjakan rutinitas seperti biasa. Ustad Rasyid tersenyum ketika mendapatkan kue dari Aisyah.


* * * * * *


Ketika Aisyah di kantin ia mendengar ceramah pengajian yang terdengar di speker mesjid besar pesantren, ia mencoba mencerna setiap kata yang terucap sang penceramah sambil berdiri di depan etalase, perlahan bi Ratna membawa beberapa botol minuman ke meja kantin.


"Bi, ini siapa yang ceramah ? " tanya Aisyah penasaran.


"Memangnya kenapa? " tanya bi Ratna kembali.


"Ceramahnya bagus, adem di dengarnya " tutur Aisyah.


"Ustad Rasyid, dia yang ceramah di masjid " jawab bi Ratna sambil membawa beberapa gelas kotor ke belakang. Seketika Aisyah langsung terdiam, senyumnya nampak begitu saja setelah tau kalau ustad Rasyid lah yang kini sedang berceramah.


"Subhanallah, beruntung sekali jika aku benar benar berjodoh dengannya " gumam Aisyah dalam hati. Senyumnya kini semakin melebar, bi Ratna keheranan melihat Aisyah tersenyum.

__ADS_1


"Kamu kenapa senyum senyum sendiri" tanya bi Ratna.


"Tidak apa apa bi" jawab Aisyah sedikit malu.


"Mau pulang jam berapa? katanya ustajah ulfi mau mengajarmu lebih awal " tanya bi Ratna.


"Sebentar lagi bi, aku mau beres beres dulu biar bibi gak kerepotan" ucap Aisyah sambil berberes. Bi Ratna tersenyum, ia sangat beruntung nempunyai keponakan seperti Aisyah. Setelah selesai Aisyah pun berpamitan.


"Aku pulang duluan ya bi asalamualaikum "


"Waalaikumsalam" jawab bi Ratna.


baru saja beberapa langkah, Riziq sudah memanggilnya .


"Uni " teriak Riziq sambil berlari mendekati Aisyah.


"Asalamualaikum uni "


"Waalaikumsalam, pelajaran kamu sudah selesai ziq? " tanya Aisyah, Riziq hanya mengangguk.


"Sudah, sudah di makan sama aang Rasyid, punya ku bahkan sudah habis " tutur Riziq. Aisyah pun mengeryitkan keningnya.


"Sebanyak itu sudah habis? dasar kau tikus dapur " ucap Aisyah sambil menggelengkan kepalanya. Riziq hanya tertawa tawa , ia tak pernah marah meski di panggil tikus dapur oleh Aisyah.


"Uni tumben pulang jam segini, memangnya uni mau kemana? mau kepasar ya?, aku ikut" ucap Riziq penuh harap.


"Ustadzah Ulfi mengajar lebih awal, katanya nanti sore dia ada urusan"


Riziq pun mengangguk ia paham kenapa Aisyah pulang lebih awal dari biasanya.


"Aku ikut ya uni " pinta Riziq, Aisyah pun mengangguk tersenyum.


sesampainya di rumah umi Salamah, nampak ustajah ulfi dan umi Salamah sedang mengobrol di depan rumah.


"Asalamualaikum " ucap Aisyah dan Riziq mengucap salam.


"Waalaikumsalam " jawab umi salamah dan ustajah Ulfi sambil tersenyum. Aisyah dan Riziq langsung mencium tangan mereka.

__ADS_1


"Kalian seperti permen karet ya nempel, ingat ya bukan mahrom" ucap ustajah Ulfi, Aisyah langsung menundukan kepalanya.


"Ya Allah aku lupa mengajak Dewi, tapi diakan masih sibuk di kantinnya mang ilham, Maafkan aku ya Allah, aku masih belum faham" gumam Aisyah dalam hati.


"Duduk lah kalian " pinta umi salamah, Riziq dan Aisyah duduk di hadapan umi Salamah dan ustajah Ulfi.


" Kalian sudah pada makan? " tanya umi kembali, mereka pun mengangguk.


"Saya boleh ikut belajar kan ustajah? " tanya Riziq .


"Tentu saja" jawab ustajah ulfi sambil tersenyum. Ustajah Ulfi pun memulai pelajaran, ia begitu sabar mengajari Aisyah dan Riziq, saat Aisyah tak mengerti dengan penjelasan ustajah Ulfi, dengan lembut ustajah ulfi mengulang kembali dan menjelaskan semuanya pada Aisyah. Ustajah Ulfi seorang yang lembut, sabar, penyayang dan murah senyum, jadi Aisyah sangat senang mendapatkan guru privat sepertinya.


"Kalian pernah dengar tidak, ada seorang nasrani bertanya pada seorang muslim,


pohon apa yang mempunyai 12 ranting, di setiap rantingnya mempunyai 30 daun dan di setiap daunnya mempunyai 5 buah, 3 di kegelapan dan 2 di bawah terik sinar matahari, kalian tau jawaban apa yang di berikan seorang muslim itu, dia menjawab


pohon itu adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buah adalah waktu salat, jadi setiap tahun mempunyai 12 bulan, di setiap bulannya mempunyai 30 hari dan di setiap harinya mempunyai 5 waktu salat, 3 di kegelapan dan 2 di bawah terik sinar matahari artinya 3 di malam hari (subuh, magrib, isya ) dan 2 di siang hari ( zuhur, ashar )


" tutur ustajah ulfi.


" Kalau di malam hari gelap dan di siang hari juga gelap itu artinya apa ?" tanya Riziq, ustajah Ulfi malah mengeryit heran dan tak mengerti dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Riziq.


"Itu artinya terjadi penomena alam yaitu terjadi gerhana matahari total " jawab Aisyah.


"Tapi kalau di malam hari gelap dan di siang hari juga gelap tapi tidak terjadi gerhana matahari total itu apa ? " tanya Riziq kembali.


"Kaca " jawab Aisyah singkat. Membuat Riziq dan ustajah Ulfi mengeryit heran.


" Kaca ? ko kaca apa hubungannya " tanya Riziq kembali.


"Ia kamu ambil kaca terus kamu ngaca, nah di situ akan terlihat mau di malam hari mau di siang hari muka kamu kelihatan gelap " jawab Aisyah membuat ustajah Ulfi dan umi Salamah tertawa di buatnya, sementara Riziq malah mengerucutkan bibirnya.


"Enak aja bilang muka ku gelap, segini manisnya " ucap Riziq menegaskan. Sementara Aisyah malah tertawa.


"Di taro di mana manisnya? " tanya Aisyah,


"Di toples gula " jawab Riziq singkat membuat yang lain tertawa.

__ADS_1


__ADS_2