Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Membujuk


__ADS_3

Kini Aisyah dan Dewi berjalan berdua menuju kantin sambil menenteng 2 plastik belanjaan yang akan di bawa ke kantin.


Dewi berjalan sambil memasukan cemilan ke mulutnya.


"Cemilannya enak Aisyah, kau mau ? " tanya Dewi. Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.


Sesampainya di kantin, mereka terdiam mematung melihat sosok ustad Rasyid sedang berdiri di depan kantinnya bi Ratna. Banyak pertanyaan yang ingin mereka lontarkan salah satunya adalah kenapa pagi pagi ustad Rasyid sudah berdiri di kantin bi Ratna. Perlahan mereka menghampirinya.


"Asalamualaikum " Aisyah dan Dewi mengucap salam.


"Waalaikumsalam " jawab ustad Rasyid.


Aisyah memberikan kantong pelastik belanjaannya pada Dewi untuk di bawa kedalam kantin, kebetulan bi Ratna belum datang.


"Ustad Rasyid, pagi pagi sudah ada di sini, ada perlu sama bibi ? " tanya Aisyah.


"Saya ada perlu sama kamu Aisyah " jawab ustad Rasyid. Seketika Aisyah langsung terdiam, entah apa yang ada di pikirannya, perlahan Aisyah duduk di kursi kantin yang ada di depan begitupun dengan ustad Rasyid, mereka malah diam tak bicara apa apa membuat Dewi tak enak hati berada di sana.


"Aisyah, aku pergi ke kantinnya mang llham ya" ucap Dewi sambil melangkah keluar kantin.


" Jangan " ucap ustad Rasyid. Seketika Dewi langsung berhenti dari langkahnya.


"Kamu jangan pergi, temani Aisyah di sini, saya mau bicara sama Aisyah, saya takut kalau kami cuma berdua nanti akan jadi fitnah " tutur ustad Rasyid.


Dewi pun masuk lagi ke dalam kantin, ia berdiri di depan etalase, tepatnya di belakang Aisyah dan ustad Rasyid.


"Maaf sebelumnya Aisyah, saya mengganggu pekerjaanmu, saya datang kesini ingin membicarakan tentang Riziq " ucap ustad Rasid. Aisyah terdiam ketika mendengar nama Riziq.


"Kenapa sama Riziq ? " tanya Aisyah penasaran.


"Sejak saya memutuskan untuk menerima perjodohan itu, Riziq marah besar, bahkan dia mengancam saya akan pergi dari kehidupan saya, setelah menikah, dia benar benar merajuk, sudah beberapa hari ini dia tidak pulang, dia selalu tinggal di asrama putra, dia juga tidak mau menerima uang jajan dari saya, saya bingung Aisyah, saya tau dia sangat menyayangimu bahkan dia lebih menyayangimu dari pada saya, saya datang kesini lebih tepatnya ingin minta tolong sama kamu, tolong bujuk Riziq untuk pulang, saya tidak mau kehilangannya dia satu satunya keluarga yang saya punya " tutur ustad Rasyid menjelaskan.


Aisyah pun tekejut bukan main pasalnya ia tidak tau kalau Riziq tidak pernah pulang kerumahnya.

__ADS_1


"Kamu maukan membujuk Riziq untuk pulang " tanya ustad Rasyid.


"Nanti saya akan coba " jawab Aisyah meyakinkan. Setelah itu ustad Rasyid pergi untuk mengajar, kini Aisyah tediam kebingungan.


* * * * *


Sore pun tiba, Aisyah sudah menyuruh Riziq untuk menemuinya di perkebunan. la dan Dewi sudah menunggu Riziq di tempat biasa, tidak lama kemudian Riziq datang.


"Asalamuakaikum " ucap Riziq sambil menghampiri mereka dan berdiri tidak jauh dari Aisyah.


"Ada apa uni menyuruhku kesini ? " tanya Riziq, Aisyah pun tesenyum.


"Duduklah " ucap Aisyah sambil menepuk kursi panjang yang terbuat dari bambu itu, perlahan Riziq duduk di sebelah Aisyah, sementara Dewi, ia lebih memilih berdiri sambil selfi selfi ke arah perkebunan.


"Uni mau bicara apa ? " tanya Riziq.


"Kenapa kau pergi dari rumah ? " tanya Aisyah penasaran.


"Uni tau dari mana kalau aku tidak tinggal di rumah aang Rasyid ? "


"Aku tidak mau uni, dia telah menyakitimu, itu hukuman untuknya" tutur Riziq menjelaskan .


"Untuk apa menghukumnya, bukan kah kamu sendiri yang bilang, uni orang yang baik dan akan mendapatkan jodoh yang baik pula, uni akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari kakakmu, kamu percayakan itu ? "


"Aku percaya uni, tapi aku tetap tidak mau pulang, aku tidak srek dengan ustajah Yasmin" ucap Riziq sambil menatap ke arah perkebunan yang nampak luas itu.


"Kamu bilang seperti itu karna kamu belum mengenalnya lebih dekat, cobalah bicara dengannya, mungkin saja ustajah Yasmin lebih menyenangkan dariku" ucap Aisyah.


"Tidak ada orang yang lebih menyenangkan darimu " ucap Riziq sambil menatap Aisyah, Aisyah pun tersenyum.


"Jangan marah lagi pada kakakmu, kamu maukan pulang " pinta Aisyah kembali.


"Nanti aku pikirin tapi bukan sekarang "

__ADS_1


" Kapan ? " tanya Aisyah penasaran.


Riziq pun menggelengkan kepalanya.


"Kalau kamu melakukan semua ini hanya untuk menghukumnya, itu artinya kamu salah Ziq, sekarang uni tanya kamu pilih yang baik atau yang lebih baik ? " tanya Aisyah.


" Aku pilih yang lebih baik " jawab Riziq singkat. Membuat Aisyah tersenyum mendengarnya.


"Kau pintar, kau tau itu artinya apa ?, baiklah uni jelaskan, uni sama kakakmu tidak berjodoh, kakakmu baik, tapi jodoh uni akan lebih baik lagi darinya, kau pilih yang lebih baik kan?, artinya kau lebih mendukung jodohku di bandingkan kakakmu, jadi jangan marah padanya, siapapun jodoh ku dia akan lebih baik dari ustad Rasyid, kau percaya itu ? " tutur Aisyah menjelaskan. Riziq pun ahirnya mengangguk.


" Kau tidak marah lagi pada kakakmu ? " tanya Aisyah sambil memandang Riziq.


"Aku tidak marah uni " jawab Riziq berbohong. Aisyah pun tersenyum senang.


"Jadi kau mau pulang ? " tanya Aisyah penasaran. Riziq malah menggelengkan kepalanya, membuat Aisyah mendengus kesal, sangat sulit menjinakan seorang Riziq si bocah ingusan yang keras kepala.Tiba tiba Dewi menertawakan Aisyah.


"Ha ha ha, percuma kau panjang lebar membujuknya, dia keras kepala Aisyah " ucap Dewi. Aisyah malah mendengus kesal, sementara Riziq malah tersenyum.


"Uni tak perlu mencemaskanku aku baik baik saja, kalau aku mau pulang, aku pasti pulang " ucap Riziq menegaskan.


"Janji " ucap Aisyah sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji " jawab Riziq sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Aisyah mereka pun tertawa bersama, Tiba tiba Dewi langsung memotret mereka.


"Eh ngomong ngomong kamu kenal tidak dengan kiyai Mansyur ? " tanya Aisyah pada Riziq.


"Tau, dulu dia ikut membantu kiyai Husen memimpin pesantren, tapi dia sekarang mengajar di kairo, uni kenal dari mana sama kiyai Mansyur ? " tanya Riziq.


"Uni bertemu dengannya di rumah umi, tapi uni tidak suka dengannya, dia menatapku aneh seperti ada rasa yang lain "


"Maksud uni ? " tanya Riziq.


"Dia menatapku begitu intens, uni jadi takut lihatnya "

__ADS_1


"Tapi dia sudah punya istri uni, bahkan istrinya lebih cantik dari uni " tutur Riziq.


__ADS_2