Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Jangan genit


__ADS_3

Setelah berberes beres, Zahira pun hanya membawa tas kecil, ia tak membawa baju bajunya untuk tinggal di pesantren.


Sesampainya di pesantren. untung saja liburan tinggal 2 hari lagi, jadi tidak ada yang tau kedatangan Zahira dengan penampilannya yang seperti itu.


" Kita ke rumahnya aang Rasyid dulu, dia harus tau tentang dirimu" ucap Riziq pada Zahira. Zahira hanya mengangguk saja.


Sesampainya di rumah ustad Rasyid, Riziq pun mengetuk pintu. Sementara Aisyah dan Zahira berdiri di halaman rumah.


Tok tok tok.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Ustad Rasyid pun membuka pintu. Ia terdiam menatap Riziq yang kini ada di hadapannya.


" Kau sudah pulang ziq?" tanya ustad Rasyid.


" Sudah ang. Aku kesini membawa warisan yang ayah tinggalkan untuk kita"


" Bukankah aku sudah bilang, aku tidak tertarik dengan," belum saja ustad Rasyid melanjutkan ucapannya, tiba tiba ia terdiam melihat Zahira yang sedang berdiri bersama Aisyah.


" Dia Zahira, dialah warisan yang ayah tinggalkan untuk kita" ucap Riziq. Seketika ustad Rasyid langsung menatap Riziq.


" Apa maksudmu?"


" Dia adalah adik perempuan kita, dia adalah putrinya ayah dengan perempuan itu" tutur Riziq. Ustad Rasyid kembali menatap Zahira, ada rasa tak suka di wajahnya, karna semakin memandang Zahira, maka semakin jelas kemiripan wajah Zahira dengan ibunya (ibu tiri). Tiba tiba Zahira berbisik pada Aisyah.


" Ka, kalau ka Rasyid aku percaya kalau dia adalah kakakku, kak Rasyid tampan dan aku cantik, sepertinya kami cocok"


" Ssttt, jangan bicara seperti itu, sekarang kau temuilah kakamu" pinta Aisyah.


Zahira pun perlahan mendekati Riziq dan ustad Rasyid.


" Ira, ini aang Rasyid, dia adalah kakak kita" ucap Riziq. Zahira pun tersenyum.


" Haai " sapa Zahira.


" Asalamualaikum ira" ucap Riziq mengingatkan sambil berbisik.


" As asalamualaikum ka Rasyid" sapa Zahira sedikit terbata.


" Waalaikumsalam" jawab ustad Rasyid sambil menatap penampilan Zahira yang urakan.


" Zahira salam dulu sama aang" pinta Riziq. Perlahan Zahira merentangkan tangannya pada ustad Rasyid. Ustad Rasyid hanya diam saja sambil menatap Zahira, seakan ia tak percaya tiba tiba ia mempunyai adik perempuan.


" Aang" panggil Riziq. Seketika ustad Rasyid langsung menjabat tangannya Zahira.


Setelah berkenalan, Riziq pun pamit. Zahira sudah berjalan duluan bersama Aisyah. Tiba tiba ustad Rasyid memanggil Riziq.


" Ziq" panggil ustad Rasyid.


" Hmm"


" Kenapa kau membawanya kemari?" tanya ustad Rasyid.


" Dia tidak punya siapa siapa, jadi aku membawanya kemari, mulai lusa dia akan ku daftarkan menjadi santriwati disini, jika kau tidak suka padanya, biar aku yang bertanggung jawab, asalamualaikum" ucap Riziq sambil berlalu pergi.


" Waakaikumsalam"


ustad Rasyid pun menatap kepergian mereka. Ustad Rasyid bukannya tidak suka pada Zahira, namun ia hanya tidak suka pada ibunya.


Di tengah jalan mereka bertemu dengan ustad Azam yang berjalan bersama dengan Yusuf.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Ustad Azam pun menatap Zahra karna ia baru bertemu dengannya. Zahira nampak terpesona dengan Yusuf.


" Ustad Riziq, ini siapa?" tanya ustad Azam.

__ADS_1


" Ini Zahira adiku"


Ustad Azam pun terdiam.


" Adikmu?"


" Hmmm, nanti saya jelaskan" ucap Riziq. Zahira sudah merentangkan tangannya untuk berjabat dengan Yusuf, Yusuf berumur 16 tahun itu artinya masih seumuran Zahira hanya berbeda satu tahun. Zahira sudah tersenyum senyum genit.


" Hai aku Zahira" Seketika Riziq langsung menarik tangannya Zahira.


" Maaf ustad Azam, Yusuf. Asalamualaikum"


" Jangan di tarik tarik" protes Zahira.


Sesampainya di rumah, Zahira pun menatap rumahnya Riziq yang nampak sederhana namun enak di pandang.


" Ini rumah kita" ucap Aisyah.


" Uni, kau ajak masuk Zahira, aku mau mengambil Adam dan Hawa dulu" pinta Riziq.


" Adam dan Hawa itu siapa?"


" Dia putra putri ku, artinya dia adalah keponakanmu" ucap Aisyah. Aisyah sudah mengajak Zahira masuk ke rumah.


" Kau mandilah dulu biar badanmu enakan" pinta Aisyah, Zahira pun menurut. Setelah mandi Zahira masih mengenakan pakaian yang sama.


" Kau jangan memakai pakaian seperti itu, kita tinggal di lingkungan pesantren, pakailah pakaian sepertiku" pinta Aisyah. Zahira pun mengeryitkan keningnya.


" Tapi aku tidak suka memakai pakaian seperti itu, dan aku juga tidak punya pakaian sepertimu" jawab Zahira.


" Kalau kau mau tinggal disini, biasakanlah berpenampilan sepertiku, pakailah punyaku dulu, nanti kalau kakakmu ada uang nanti dia akan membelikanmu baju baru" tutur Aisyah.


Mau tidak mau Zahira pun mengangguk. la pun memakai baju gamisnya Aisyah. Zahra menatap dirinya di cermin.


" Ka bajunya kebesaran, kau lihatlah kakiku sampai menghilang" ucap Zahira. Sebenarnya Aisyah ingin tertawa, namun ia coba menahannya, takut Zahira marah.


" Ini hanya untuk sementara, nanti beli baju yang pas ukuranmu, kalau mau berjalan kau angkat sedikit rok gamisnya biar gampang jalannya"


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam" Aisyah pun tersenyum dan langsung menggendong Adam, dan Riziq sudah menggendong Hawa. Riziq pun terdiam saat melihat Zahira dengan balutan Syar'i yang kebesaran.


" Aku tau kau mau menertawakanku, memakai baju ka Aisyah yang kelonggaran" jawab Zahira sambil cemberut.


" Tidak apa apa meskipun kelonggaran, setidaknya kau sudah menutup auratmu, duduklah aku mau bicara padamu" pinta Riziq pada Zahira.


Akhirnya setelah menidurkan Adam dan Hawa, Aisyah dan Riziq pun duduk bersama Zahira.


" Aku sudah mendaftarkanmu di pesantren ini, nanti kau akan jadi santriwati sama seperti yang lain" ucap Riziq.


" Santriwati?"


" Hmmm, lusa para santri akan melakukan aktifitas seperti biasa, kau akan jadi bagian dari pesantren, kau nanti akan punya teman yang seusiamu"


" Termasuk Yusuf?" tanya Zahra antusias.


" Tidak termasuk Yusuf, Yusuf adalah seorang santri, kau tidak boleh berteman dengannya, kau tidak boleh genit. Dengar Zahira mulai lusa kau akan tinggal di asrama putri, disana kau akan punya banyak teman. Nanti kalau libur, kau boleh berkunjung kemari. Satu lagi, kau tidak boleh pegang hp" tutur Riziq.


" Ribet banget jadi santriwati" sewot Zahira.


" Kau mengerti?"


" Hmmm"


" Sini mana hp mu" pinta Riziq. Zahira sudah cemberut saja.


" Kemarikan" pinta Riziq kembali. Mau tidak mau Zahira pun memberikan hp nya.


" Ka, aku boleh bertanya sesuatu?"


" Hmmm"

__ADS_1


" Entah kenapa aku melihat kak Rasyid seperti tidak menyukaiku" ucap Zahira. Riziq dan Aisyah pun terdiam.


" Kau tidak perlu memaksa ingin mendapatkan pengakuan darinya, cukup jadi perempuan yang baik saja, lama lama dia akan menerimamu. Dan besok, kau temui ustad Soleh, dia nanti akan menguji kecerdasan otakmu, nati dia akan menempatkan dimana kelas yang pantas untukmu" tutur Riziq.


" Sudah sebaiknya kau istirahat dulu" pinta Aisyah pada Zahira. Zahira pun mengangguk. Sebelum masuk kamarnya , Zahira pun melepaskan kerudungnya. Riziq yang melihatpun sedikit cemberut.


" Heei Zahira, kenapa kau membuka kerudungmu, biasakanlah di depan laki laki jangan kau lepas kerudungmu itu, meskipun aku ini kakakmu, setidaknya biar kau terbiasa untuk menutup aurat di depan laki laki" tutur Riziq.


" Termasuk Yusuf?"


" Heei, kau jangan genit genit pada Yusuf, pake lagi kerudungmu" pinta Riziq.


" Tidak mau, kak Riziq tidak lihat gamis yang kukenakan saja sudah menutupi seluruh tubuhku, kau tidak lihat, tanganku menghilang, kakiku pun ikut menghilang, karna baju ka Aisyah kedodoran." protes Zahira sambil masuk kamar. Riziq hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Sementara Aisyah sudah tertawa tawa.


" Keras kepalanya, genitnya sama percis denganmu" ucap Aisyah.


" Kau membandingkannya denganku?" ucap Riziq sambil mendorong Aisyah ketembok, memojokannya kesana.


" Kenapa kalau aku membandingkannya denganmu?"


" Kau tau malam ini malam apa uni?" tanya Riziq sambil merangkul pinggangnya Aisyah. Aisyah sudah memicingkan matanya, seolah tau apa yang ada di otak suaminya itu.


" Malam apa uni?" tanya Riziq kembali.


" Malam Jum'at Le" ketus Aisyah. Riziq malah tersenyum.


" Kau tau apa maksudku?"


" Hmmm"


" Apa?"


" Kau mau bakar kemenyan untuk memanggil setan setan genitmu itu untuk menggodaku?" tanya Aisyah sambil mengalungkan tangannya keleher suaminya itu. Riziq sudah tersenyum senyum.


" Aku tidak perlu membakar kemenyan untuk memanggil setan genit, karna istriku yang ganjen ini sudah siap untuk menggodaku malam ini" Riziq sudah mengeratkan pelukannya. Saat wajahnya sudah mendekat pada wajah Aisyah. Aisyah malah mendorong tubuh suaminya itu.


" Kau mau masuk neraka?" ucap Riziq yang merasakan penolakan dari istrinya.


" Aku cuma ingin tau bagaimana caranya kau membujuku, saat kau sedang dikuasai nafsu sementara aku sedang tidak berselera untuk melayanimu?" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Seketika Riziq langsung mendekap kembali tubuh Aisyah.


" Kau menantang nafsuku uni?"


" Hmmm"


" Bukankah kau tau uni, kalau kecerdasanku di atas rata rata, kalau cuma berurusan dengan nafsu birahi, orang bodoh juga bisa mendadak jadi pintar"


" Massa!"


Seketika Riziq langsung menggenggam tangan kiri Aisyah dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggenggam tangan kanan Aisyah, lalu menguncinya di atas kepala Aisyah.


" Kau mau apa Le?"


" Mau memaksamu" bisik Riziq pada telinganya Aisyah. Tiba tiba.


" HEEEEEEEIIII...." teriak Zahira yang tiba tiba keluar kamar melihat mereka. Aisyah dan Riziq lupa kalau mereka sedang kedatangan tamu.


" Astaghfirullah Le"


Riziq pun melepaskan tangannya dan sedikit menjauh dari Aisyah.


" Ka Riziq mau ngapain?, mau melakukan pelecehan seksual ya pada ka Aisyah. Meskipun kau adalah kakakku, tapi aku tidak suka ada laki laki yang berani melecehkan seorang perempuan, akan ku laporkan kau pada l GUSTI AYU BINTANG DARMAWATI mentri pemberdayaan perempuan" tegas Zahira. Riziq hanya mengeryitkan keningnya, mendengar ucapan bocah ingusan itu, sementara Aisyah sudah tertawa tawa.


" Aisyah ini istriku, apa kau lupa itu?"ucap Riziq.


Deg.


Zahira baru sadar, ia lupa kalau mereka adalah pasangan suami istri. Zahira sudah tersenyum getir, sementara Riziq sudah menggeram kesal.


" Maaf aku lupa" ucap Zahira lirih.


" Bersiap siaplah lusa akan ku jebloskan kau kedalam asrama putri" tegas Riziq sambil berlalu masuk kamar. Aisyah tak henti hentinya tertawa. Perlahan Aisyah mendekati Zahira.

__ADS_1


" Kau sangat menggemaskan, sama seperti kakakmu" ucap Aisyah sambil mencubit kedua pipinya Zahira.


__ADS_2