
LIMA TAHUN KEMUDIAN
Kini suasana nampak berubah, banyak sekali perubahan setelah 5 tahun belakangan ini.
Di mulai dari Dewi yang sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan bernama Syifa ( 3 tahun ), ia menikah dengan seorang lelaki pilihan orang tuanya, pekerjaannya juga masih di lingkungan pesantren.
Sementara ustad Rasyid kini ia dan ustajah Yasmin sudah dikaruniai seorang putra bernama syakir ( 3 tahun ) tapi rasa cemburunya ustajah Yasmin terhadap Aisyah tidak pernah berkurang.
Kini umi Salamah dan kiyai Husen sudah mempunyai 3 orang cucu, 2 putranya ustad Soleh dan satu putranya ustad Usman. Namun masih ada yang kurang karna Aisyah belum mendapatkan jodoh.
Kiyai Husen selalu memperkenalkan laki laki yang baik pada Aisyah, tapi Aisyah selalu menolak, semenjak kepergiannya Fahmi ia tak mau lagi di jodoh jodohkan, karna sudah 2 kali Aisyah di jodohkan namun akhirnya selalu gagal, ia hanya ingin menunggu jodoh yang di kirimkan Allah untuknya tanpa harus di jodoh jodohkan oleh orang lain, ia percaya jodoh akan datang dengan sendirinya.
Kini Aisyah sedang berkumpul dengan keluarganya kiyai Husen.
" Wah kalau lagi kumpul begini rasanya komplit sekali ya keluarganya abi " ucap kiyai Husen.
" Belum bi, Aisyah belum mendapatkan jodohnya, jadi kurang lengkap " ucap umi Salamah, seketika Aisyah langsung menundukan kepalanya.
" Aisyah mau ka Usman kenalin ga sama teman temannya kaka, siapa tau kamu tertarik, insya allah teman temannya ka Usman orang orang baik "
" Aku tidak mau di jodoh jodohkan lagi, pokonya tidak mau " ucap Aisyah.
" Kak Usman tanya sekarang berapa umurmu ? "
" 22 tahun ka, masih muda kan jadi gak usah di buru buru untuk menikah " ucap Aisyah. Tiba tiba umi Salamah memotong ucapan Aisyah.
" 26 tahun Aisyah, sekarang umurmu 26 tahun " ucap umi mengingatkan.
Aisyah malah tersenyum sambil menundukan kepalanya, ia kira uminya akan lupa dengan umurnya sekarang. Aisyah sengaja menjawab 22 tahun supaya ia tidak dipaksa untuk segera menikah.
" Hei Aisyah itu sudah lebih, umurmu sudah cukup untuk menikah " jawab Ustad Usman.
__ADS_1
" Dewi saja sudah punya seorang putri, kamu masih sendiri saja dari dulu " ucap umi Salamah.
" Aku percaya Allah akan memberiku jodoh yang terbaik, mungkin belum sekarang waktunya, jodoh akan datang dengan sendirinya, aku percaya itu " tutur Aisyah.
" Mau kak Soleh bantu gak buat nyari jodoh kamu " ucap Ustad Soleh menawarkan diri.
" Tidak usah ka, aku tetap tidak mau di jodohkan lagi, sudah 2 kali aku di jodohkan dan akhirnya selalu gagal." tutur Aisyah.
Sebenarnya banyak laki laki yang menaruh hati pada Aisyah, namun mereka tak berani mendekatinya karna Aisyah adalah putrinya kiyai Husen, meskipun hanya putri angkat tapi kiyai Husen sangat menyayangi Aisyah itulah alasan mereka tak berani mendekati Aisyah.
* * * * * *
Sore itu Aisyah dan umi Salamah sedang asik memasak di dapur. Aisyah selalu bersalawat merdu jika ia sedang memasak membuat uminya merasa senang. Tiba tiba ada yang mengucap salam di depan rumah.
" Aisyah tolong bukakan pintu dulu, sepertinya ada tamu. " pinta umi Salamah.
Perlahan Aisyah berjalan ke ruang tamu untuk membukakan pintu, namun ia tak mau membuka pintu, ia malah membuka gorden jendela mengintip siapa yang datang bertamu. Aisyah malah mengerucutkan bibirnya kesal karna melihat seorang laki laki berdiri membelakanginya di halaman rumah.
" Hei kenapa putri umi yang cantik ini cemberut begitu " ucap Umi Salamah.
" Umi, pasti deh kak Usman sama kak Soleh mau jodoh jodohin aku sama laki laki temannya" gerutu Aisyah kesal.
" Dari mana kamu tau ? "
" Itu buktinya ada laki laki yang berdiri di depan rumah, aku yakin itu adalah salah satu temannya kak Usman sama kak Soleh yang mau di kenalin sama aku "
" Masa sih, biasanya mereka kalau mau apa apa selalu bilang dulu sama umi "
perlahan umi Salamah pun membuka sedikit gorden jendela ia melihat seorang laki laki berdiri di halaman rumahnya, ia tak mengenalinya karna laki laki itu berdiri membelakanginya.
" Umi tidak kenal, lagian Soleh sama Usman kalau mau jodoh jodohin kamu pasti bilang dulu sama umi, sekarang kamu buka pintu terus samperin dia, sepertinya dia ada perlu sama abi, umi mau lanjut masak dulu. "
__ADS_1
Perlahan Aisyah membuka handle pintu. la keluar rumah dan berdiri di depan pintu, jarak Aisyah dengan lelaki itu sekitar 4 meter. Aisyah terus memandang laki laki yang kini berdiri gagah di hadapannya, mengenakan sarung berwarna coklat, baju koko berwarna merah maroon dan sorban berwarna putih tulang bergaris batik berwarna coklat yang di pakainya menutupi kepala hingga pundaknya. Entah apa yang terjadi, ia merasakan ada getaran aneh di dadanya saat ia menatap punggung laki laki itu terutama ketika ia menatap sorban yang di kenakannya.
Aisyah malah mematung di tempat, dengan masih menatap lekat laki laki yang berdiri gagah di hadapannya, ia tak menyapa atau menegurnya, ia masih merasakan getaran getaran aneh di dadanya.
Perlahan laki laki itu berbalik menghadapnya.
" Asalamualaikum uni "
Seketika Aisyah terkejut. sontak ia terdiam mematung di tempat melihat laki laki yang sedari tadi di pandangnya itu.
"Riziq " gumam aisyah lirih.
Ya benar, ternyata laki laki yang berdiri gagah di hadapannya adalah Riziq sahabat kecilnya yang kini sudah beranjak dewasa. Perlahan Riziq menghampiri Aisyah.
" Apa kabar uni ? " tanya Riziq sambil tersenyum. Aisyah tak menjawab pertanyaannya Riziq, ia masih tak percaya kalau yang berdiri di hadapannya itu adalah Riziq bocah ingusan yang sering mengekornya kemanapun ia pergi. Kini Riziq sudah dewasa, badannya lebih tinggi dan lebih besar dari ustad Rasyid, wajahnya memang tak setampan Ustad Rasyid, namun Riziq sangat manis jika di pandang.
" Kenapa uni melihatku seperti itu, apa uni lupa padaku ? " tanya Riziq sambil menatap Aisyah. Tiba tiba umi Salamah datang menghampiri.
" Siapa tamunya Aisyah ? " tanya umi Salamah. Seketika umi Salamah terkejut melihat Riziq.
" Ya Allah Riziq, benarkah ini dirimu " ucap umi Salamah tak percaya, matanya mulai berkaca kaca. Ia membelai lembut wajahnya Riziq.
" Kau di beri makan apa sama kiyai Mansyur sampai tubuh mu setinggi ini " ucap umi Salamah. Riziq malah tersenyum.
" Apa kabar umi ? " tanya Riziq sambil mencium tangan umi Salamah.
" Umi baik, ayo masuk kita makan sama sama, kebetulan umi sudah masak " pinta umi.
" Kenapa kau diam saja Aisyah, lihatlah orang yang selama ini kau rindukan telah kembali " ucap umi Salamah.
Aisyah hanya diam saja, pasalnya ia masih tak percaya kalau yang berdiri di hadapannya adalah Riziq.
__ADS_1
" Uni tidak mengenalku ?, apa perlu kita berkenalan lagi ? " tanya Riziq sambil tersenyum. Aisyah menjadi salah tingkah sendiri, ia masih mencerna apa yang ada di hadapannya itu.