Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Menanam bibit


__ADS_3

Kini Aisyah semakin giat dalam menghafal surah Arrahman, hanya tinggal beberapa ayat lagi yang belum ia hafal. Di manapun ia berada ia tak pernah lupa akan hafalannya.


Ketika Aisyah menyirami bunga di depan rumahnya umi Salamah sambil menghafal.


" Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan " Aisyah menghafal sambil menyirami bunga dengan santainya. Tiba - tiba kiyai Husen keluar dari rumahnya.


"Aisyah sedang apa ? " tanya kiyai Husen.


"Menyiram bunga Abi " jawab Aisyah. Kiyai Husen pun tersenyum


"Mau ikut abi gak ? " tanya kiyai Husen kembali. Ia ingin putrinya itu tau kebiasaannya sehari - hari selain mengurus dan mengajar di pesantren.


" Kemana bi ? " tanya Aisyah penasaran.


"Kita ke perkebunan mau menanam bibit sayuran " tutur kiyai Husen. Seketika Aisyah langsung melebarkan senyumnya.


"Ikut " jawab Aisyah antusias. Sudah sejak lama Aisyah mengagumi perkebunan yang ada di pesantren itu. Selama ini ia hanya bisa memandanginya saja, jadi saat kiyai Husen mengajaknya menanam bibit sayuran tentu saja ia sangat senang. Kiyai Husen pun berjalan pelan dan hati hati maklum saja usianya sudah tidak muda lagi.


"Umi aku ikut abi keperkebunan " teriak Aisyah karna umi Salamah berada di dalam rumah. Setelah mengucap salam mereka pun pergi ke perkebunan, baru saja beberapa langkah Riziq sudah memanggilnya dari kejauhan.


" Uni " teriak Riziq sambil berlari menghampiri Aisyah dan kiyai Husen.


"Asalamualaikum " ucap Riziq dengan nafas yang ngos ngosan.


" Waalaikumsalam " jawab Aisyah dan kiyai Husen.


"Uni sama kiyai Husen mau kemana ? " tanya Riziq sambil mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Uni sama abi mau menanam bibit sayuran di kebun " jawab Aisyah. Riziq pun mulai terdiam ia juga ingin ikut dengan Aisyah.


"Apa aku boleh ikut ? kiyai saya boleh ikut kan ? " tanya Riziq penuh harap dengan wajah memelas.


"Boleh " jawab kiyai Husen sambil tersenyum.


Ahirnya mereka bertiga pun berjalan menuju perkebunan milik kiyai Husen, ya kiyai Husen sangat senang bercocok tanam jadi kalau ia berada di rumah ia selalu menyempatkan diri untuk pergi ke kebun mengurusi dan merawat sayuran yang ia tanam sendiri.


Sesampainya disana, Aisyah tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya, yang nampak begitu indah dengan udaranya yang begitu sejuk.


"Perkebunan ini semuanya milik abi ? " tanya Aisyah pada kiyai Husen sambil menyapu pemandangan di sana.


" Ia ini semua milik abi, abi sendiri yang menanam sayurannya dengan di bantu beberapa petani yang sudah ahlinya " tutur kiyai Husen. Aisyah pun mengangguk namun Riziq hanya diam pasalnya ia sudah tau tentang kiyai Husen dan perkebunannya.


" Terus kita mau menanam bibit apa sekarang ? " tanya Aisyah.


Aisyah pun kini asik menyirami bibit - bibit tomat yang baru tumbuh itu, sementara Riziq dan kiyai Husen menggali tanah lalu menanamkan bibit cabai yang baru mereka pilih. Mereka berada sedikit jauh dari posisi Aisyah. Dari kejauhan terlihat ustad Rasyid dan ustad soleh berjalan menuju perkebunan.


"Asalamualaikum " ustad Rasyid dan ustad Soleh mengucap salam. Kiyai Husen dan Riziq pun tersenyum pada mereka namun tidak dengan Aisyah, ia tak mengetahui dengan kedatangannya ustad Rasyid dan ustad soleh, ia sedang asik menyiram bibit sayuran sambil menghafal surah Arrahman.


"Waalaikum salam " jawab Riziq dan kiyai Husen.


"Wah sepertinya sedang sibuk ya kiyai Husen ? " tanya ustad Rasyid yang kini ikut membantu begitu juga dengan ustad Soleh ia mulai mencangkul, ia sudah terbiasa membantu abi nya itu. Ustad Rasyid melirik pada Rizik yang kini sedang fokus menanam. Perlahan ustad Rasyid menarik telinganya Riziq, terdengar ringisan pelan dari mulut adiknya itu .


"Sedang apa disini memangnya tidak ada kelas ? "tanya ustad Rasyid.


"Sudah selesai ang " jawab Riziq sambil mengusap - ngusap telinganya yang sedikit memerah. Kiyai Husen hanya tersenyum melihat mereka.

__ADS_1


" Apa itu Aisyah ? "tanya ustad Soleh yang baru sadar dengan keberadaan Aisyah di kebun itu,begitu pun dengan ustad Rasyid, kini ia paham kenapa adiknya itu berada di perkebunan ternyata Aisyah juga ada di sana. perlahan ustad Rasyid menghampiri Aisyah berniat meminta sedikit air yang ada di tempat penyiraman. Ia mendengar Aisyah sedang menghafal, seketika itu ustad rasyid langsung tersenyum, namun Aisyah tak menyadari keberadaannya ustad Rasyid. Aisyah berjongkok sambil menyiram bibit.


" Ternyata Aisyah sangat gigih dan pantang menyerah dalam menghafal surah Arrahman , apa dia begitu takut dengan hukuman yang ku berikan " gumam ustad Rasyid dalam hati,Ia begitu bangga terhadap Aisyah sampai - sampai ia tak sadar dengan senyuman yang nampak di wajah tampannya.


" Di dalam surga itu ada bidadari - bidadari yang membataasi pandangan, yang tidak pernah di sentuh oleh manusia maupun jin sebelum nya "( 56 )


Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? "( 57 )


Seakan akan mereka itu permata yakut dan marjan "( 58 )


Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? " ( 59 )" .


Aisyah pun terdiam ia mulai mengingat ngingat arti dari ayat selanjutnya. Sebab ia lupa dengan ayat selanjutnya.


" Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan ( pula )" tutur ustad Rasyid melanjutkan arti dari ayat ke 60 yang Aisyah lupa.Sontak Aisyah langsung mendongakan kepalanya, matanya membelalak melihat sosok ustad Rasyid yang kini berada tepat di belakangnya.


" Ustad Rasyid " ucap Aisyah lirih, ia hampir tak percaya dengan keberadaan ustad Rasyid. Ustad Rasyid pun tersenyum pada Aisyah.


"Kamu sudah hafal semua Aisyah ? "


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.


"Belum semua ustad " jawab Aisyah yang kini sudah berdiri di hadapannya ustad Rasyid.


Ustad Rasyid pun kembali menampakan senyumnya.


"Waktunya masih ada tiga hari lagi, berusahalah "ucap ustad Rasyid. Aisyah pun mengangguk tersenyum. Tiba - tiba Riziq datang menghampiri lalu mengambil air yang ada di sebelah Aisyah.

__ADS_1


"Ngambil air aja lama banget " gerutu Riziq pada kakaknya itu. Ustad Rasyid pun tersenyum malu di buatnya, lalu ia meninggalkan Aisyah dan mengikuti Riziq menemui yang lain.


__ADS_2