
Pagi pagi sekali Riziq membangunkan Aisyah untuk shalat subuh. Ia sudah rapih dengan setelan sarung dan baju kokonya. Riziq pun tersenyum melihat Aisyah yang masih terlelap di atas tempat tidur.
" Uni, bangun, Shalat subuh dulu"
Aisyah pun mengerjap ngerjapkan matanya.
" Bangunlah. Bersihkan diri, setelah itu shalat subuh" pinta Riziq. Aisyah sepertinya enggan untuk bangun, pasalnya badannya berasa remuk semua setelah kejadian semalam. Hasrat yang terpendam selama 40 hari kini telah ditumpahkan semua pada Aisyah semalam.
" Bangun uni" pinta Riziq kembali.
" Badanku sakit semua Le" ucap Aisyah sedikit meringis. Riziq malah tersenyum.
" Uni mandi dulu, aku udah siapkan air hangat, insyaallah badanmu akan sedikit membaik"
Aisyah bukannya bangun ia malah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
" Kalau uni tidak mau bangun, aku buka sarung lagi" ucap Riziq menakuti. Seketika Aisyah langsung bangun dari tidurnya, dan hendak pergi ke kamar mandi.
" Mau ku bantu?"
" Jangan genit"
Setelah selesai mandi dan membersihkan diri, Aisyah pun menggandeng Riziq ke depan rumah karna suaminya itu mau pergi kemasjid. Aisyah pun mencium tangannya Riziq sambil tersenyum.
" Aku berangkat ya uni"
"Le, kau mau di buatkan sarapan apa?" tanya Aisyah.
" Tidak usah uni, kau cukup mengajakku kekamar dan mengulang kejadian semalam, tenagaku pasti pul lagi" ucap Riziq sambil tersenyum senyum, hingga Aisyah menundukan wajahnya karna malu. Sejak menikah hingga sekarang, Riziq sangat senang menggoda istrinya itu.
" Jangan menggodaku di pagi pagi buta begini, sana berangkat nanti terlambat" pinta Aisyah. Sebelum pergi Riziq pun mencium keningnya Aisyah.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Setelah selesai menjalankan shalat subuh, Aisyah pun menyiapkan sarapan untuk Riziq, kebetulan Adam dan Hawa belum bangun.
Aisyah sudah menunggu Riziq di depan rumah. Saat melihat suaminya datang, Aisyah pun tersenyum sambil menghampirinya dan mencium tangannya Riziq.
" Masuk Le, aku sudah siapkan sarapan" ucap Aisyah sambil menggandeng Riziq masuk rumah.
" Anak anak sudah bangun?"
" Belum, dari semalem mereka tidurnya sangat nyenyak "
" Anak anak yang pengertian" ucap Riziq sambil tersenyum. Merekapun sarapan bersama.
" Le, hari inikan masih hari libur, mau tidak menemaniku kepasar?" tanya Aisyah.
" Uni mau belanja?"
" Hmm, uni mau beli kebutuhan anak anak, kau ikut ya Le, sama Dewi dan Syifa juga"
" Lalu anak anak?" tanya Riziq.
__ADS_1
" Kita ajak, pasarkan tidak terlalu jauh dari sini, kita pesan mobil online. Gimana?"
" Apa tidak merepotkan membawa anak anak kepasar?" tanya Riziq kembali.
" Kita bawa kereta bayi, gampangkan" ucap Aisyah sambil tersenyum.
"Si uni pasti menyuruhku yang mendorong kereta bayinya, sementara dia asik berbelanja bersama Dewi, huuuh" gerutu Riziq dalam hati.
" Gimana Le?"
Riziq pun mengangguk.
" Tapi ingat ya, di pasar tidak boleh membeli lipstik, uni harus ingat dengan hukumanmu" ucap Riziq sedikit mengancam.
" Ia ia" jawab Aisyah sambil cemberut.
Siang pun tiba. Riziq dan Aisyah pun sudah membawa Adam dan Hawa dengan kereta bayinya menuju gerbang pesantren. Di tengah jalan mereka bertemu dengan ustad Usman.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Mau pada kemana rame rame begini?" tanya ustad Usman.
"Mau shoping ka"
" Laah, palingan shopingnya juga, Daging, ikan, cumi, kangkung sama sayur bayam" ucap ustad Usman sambil meledek.
" Ko ka Usman bisa tau dengan semua rencana yang ada dalam otakku" batin Aisyah.
Aisyah pun tersenyum malu.
" Kita shopingnya kepasar bukan ke mall" jawab Aisyah.
" Kali kali dong ustad Riziq bawa anak istri jalan jalan ke mall, jangan kepasar gelap mulu"
Riziq hanya tersenyum saja.
" Pasar gelap itu apa ka?" tanya Aisyah.
" Pasar malem" jawab ustad Usman hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya.
" Ya sudah kalian hati hati yah, asalamualaikum" ucap ustad Usman sambil berlalu pergi.
" Waalaikumsalam"
Aisyah dan Riziq pun melanjutkan kembali. Setelah sampai di depan gerbang pesantren, Dewi dan Syifa sudah menunggu mereka di mobil yang telah disewanya. Mereka pun berangkat bersama.
Sesampainya di pasar, Riziq sudah mendorong kereta bayi Adam dan Hawa. Sementara Aisyah dengan santainya menggandeng lengan suaminya itu. Dewi dan Syifa berjalan di belakang mereka.
" Le, kau tundukan wajahmu, disini banyak perempuan" pinta Aisyah. Semenjak kedatangan Zahra dulu, Aisyah mulai di hantui rasa cemburu.
" Kalau aku nunduk terus, nanti aku nabrak"
" Tapi uni tidak iklas jika mereka memandang wajahmu yang manis itu" Riziq malah tersenyum senyum.
__ADS_1
" Kau terlalu berlebihan Aisyah" gerutu Dewi.
Mereka pun berbelanja di sebuah toko baju anak anak. Aisyah dan Dewi nampak asik memilih milih kebutuhan anak anak mereka. Sementara Riziq duduk sambil menemani Adam dan Hawa. Sebenarnya ia sudah jenuh menunggu sedari tadi.
" Apa setiap perempuan itu kebanyakan hobbinya shoping, sejak kapan Aisyah hobi belanja seperti ini, lebih baik aku mengajar anak anak, daripada menunggu seperti ini"
gerutu Riziq.
Setelah membayar belanjaannya. Tiba tiba pelayan toko itu berkata pada Aisyah.
" Suami mba mba itu manis sekali ya, bukan hanya wajahnya yang manis tapi kelakuannya juga manis, jarang jarang loh ada suami yang mau menunggu istri istrinya belanja" ucap penjaga toko. Seketika Aisyah dan Dewi menatap Riziq yang sedang asik menggoda Adam dan Hawa. Mereka langsung tersenyum getir. Penjaga toko itu mengira Aisyah dan Dewi adalah istri istrinya Riziq.
Setelah selesai, Aisyah pun menghampiri Riziq.
" Le kau mau beli sesuatu?"
Riziq hanya menggelengkan kepalanya.
" Uni mau belanja apalagi?" tanya Riziq.
" Kita keliling keliling aja dulu"
" Aisyah aku dan Syifa menunggu di tukang baso ya, aku laper" ucap Dewi. Aisyah menganggukan kepalanya, ia pun berkeliling kembali.
" Pak ustad yang manis, silahkan mampir, siapa tau ada barang yang suka" ucap salah satu penjaga toko disana.
" Uni kau mau memilih baju di toko ini?" tanya Riziq.
" Tidak, pelayannya genit padamu, kita cari toko yang lain saja" ucap Aisyah sambil mengeratkan gandengan tangannya. Riziq yang melihat Reaksi istrinya itu hanya bisa tersenyum. Aisyah pun membeli bahan makanan dari daging, ikan dan sayur sayuran. Riziq senantiasa ikut membantu, untung saja Adam dan Hawa tertidur di kereta bayi yang selalu diawasi oleh Riziq.
" Sudah semua uni?" tanya Riziq.
" Sudah, kita temui Dewi ya Le, aku laper"
Baru saja beberapa langkah, mereka bertemu dengan ustajah Yasmin yang juga sedang berbelanja di pasar.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Ustajah Yasmin, belanja juga?" tanya Riziq. ustajah Yasmin hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya. begitupun dengan Aisyah.
" Ia" jawab ustajah Yasmin singkat.
" Kami permisi ustajah Yasmin asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Setelah kepergian Aisyah dan Riziq. Ustajah Yasmin pun terdiam sambil menatap mereka dari kejauhan, ada rasa iri tersirat diwajahnya.
" Terkadang aku merasa iri melihat mereka, kapan suamiku akan bersikap romantis dan perhatian seperti Riziq pada Aisyah, berjalan saja tangan mereka tak pernah lepas bergandengan"
Sesampainya di tempat Dewi membeli baso. Aisyah dan Riziq pun terdiam saat Dewi sudah menghabiskan 3 mangkok baso.
" Astaghfirullah, Wi, Kau menghabiskan 3 mangkok baso?" tanya Aisyah sedikit tak percaya. Dewi malah tersenyum malu.
__ADS_1
" Berkeliling keliling sambil belanja, membuat perutku laper tingkat dewa" jawab Dewi.
Riziq dan Aisyah hanya menggeleng gelengkan kepalanya.