Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Kurban


__ADS_3

Pagi pagi sekali Aisyah sudah bersiap untuk pergi melaksanakan shalat idul Adha. Aisyah sudah memakaikan suaminya kopeah dan Sorban. Riziq tersenyum melihat istrinya yang selalu sabar dan telaten mengurusnya. Aisyah nampak begitu cantik dengan setelan gamis dan kerudungnya yang berwarna putih.


" Anak anak sudah siap uni?" tanya Riziq.


" Sudah Le"


" Ayo kita berangkat" pinta Riziq.


Aisyah pun mengangguk. Mereka pun berjalan menuju masjid besar. Sebelum itu mereka mengantarkan Adam dan Hawa pergi ke rumahnya umi Fadlun. Kebetulan umi Fadlun sedang kedatangan tamu bulanan, jadi dia tidak melaksanakan shalat idul Adha. Dan dengan senang hati ia mau menjaga Adam dan Hawa ketika Aisyah pergi untuk melaksanakan shalat idul Adha.


" Maaf ya umi kami merepotkan" ucap Aisyah pada umi Fadlun. Umi Fadlun malah tersenyum.


" Tidak apa Aisyah. Pergilah biar Adam dan Hawa umi yang jaga"


" Terima kasih umi, asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Aisyah dan Riziq pun berjalan kembali menuju tempat ibadah. Di sana sudah banyak para santri dan para pengajar yang tidak pulang kampung, mereka sudah berkumpul di masjid besar itu. Para santri putri sudah berjejer di pelataran masjid yang luas itu, sementara para santri putra sudah berjejer di dalam masjid. Shalat idul Adha pun di laksanakan. Mereka nampak husu dalam menjalankannya. lalu diakhiri dengan do'a yang dipimpin oleh ustad Soleh. Setelah selesai, satu persatu mereka meninggalkan masjid besar itu. Perlahan Dewi pun mendekati Aisyah.


" Aisyah, kau mau lihat hewan kurban di sembelih ga?" tanya Dewi. Aisyah pun terdiam.


" Menakutkan tidak ya Wi, aku belum pernah melihat sebelumnya, tapi mau tidak mau aku harus menyaksikannya, akukan ikut berkurban juga, tapi bikin trauma ga ya" ucap Aisyah.


" Kau lebay Aisyah, kita hanya melihat hewan kurban di sembelih dan di potong, bukan melihat manusia di bunuh dan di mutilasi" tutur Dewi sedikit menggerutu. Tidak lama kemudian Riziq dan ustad Rasyid serta ustadzah Yasmin mendekati mereka. Aisyah dengan sigap mencium tangan suaminya. Aisyah pun tersenyum pada ustadzah Yasmin. Ustadzah Yasmin pun mengangguk pelan dan membalas senyuman Aisyah.


" Ustadzah mau ikut melihat penyembelihan hewan kurban?" tanya Dewi.


" Jangan, itu kurang baik bagi ibu hamil" jawab Aisyah.


" Saya di rumah saja" jawab ustadzah Yasmin.


" Kita duluan, asalamualaikum" ucap ustad Rasyid.


" Waalaikum salam"


Ustadzah Yasmun pun langsung menggandeng lengan suaminya meninggalkan masjid itu. Aisyah pun menatap kepergian mereka.


" Kalau kau terus menatap mereka, kusembelih kau seperti hewan kurban" goda Riziq pada Aisyah. Seketika Aisyah langsung cemberut.


" Ayo kita pulang" ajak Riziq.


" Wi kita duluan ya, asalamualaikum" ucap Aisyah sambil berlalu.


" Waalaikum salam"


Dewi pun berlalu pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Setelah sampai di rumahnya umi Fadlun, Aisyah pun mengetuk pintu.


Tok tok tok


" Asalamualaikum umi"


" Waalaikum salam, kalian sudah pulang?"


Aisyah dan Riziq pun mencium tangannya umi Fadlun.


" Abi kemana Mi?" tanya Riziq.


" Abimu sama kiyai Husen sudah pergi ke lapangan, mau melihat penyembelihan hewan kurban" jawab umi Fadlun.


" Kalian tidak mau kesana?" tanya umi Fadlun.


" Kau mau lihat kesana kan uni?" tanya Riziq sambil menatap istrinya. Aisyah pun mengangguk.


" Kau yakin tidak akan mual dan muntah muntah di sana setelah mencium bau kambing?" tanya Riziq memastikan. Aisyah pun terdiam.


" Aku akan melihatnya dari jauh"


" Kalau kalian mau lihat, pergilah biar anak anak sama umi di sini. Tapi sebelum pergi, beri asi dulu Adam sama Hawa" pinta umi Fadlun. Dengan senang hati Aisyah memberi asi putra dan putrinya. Setelah selesai, Aisyah pun menciumi Adam dan Hawa.


" Anak anak umi, jangan rewel ya, umi mau lihat hewan kurban di sembelih" ucap Aisyah pada putra putrinya. Setelah mengucap salam dan berpamitan, Aisyah dan Riziq pun pergi ke lapangan dimana hewan hewan kurban akan di sembelih.


Zahira sedari tadi curi curi pandang terus pada Yusuf. Saat Riziq sadar dengan hal itu, ia langsung berbisik pada adik perempuannya itu.


" Kalau kau curi curi pandang terus pada Yusuf, kupastikan akan ku daftarkan namamu di daftar nama hewan kurban, kau akan di sembelih seperti kambing kambing itu" ucap Riziq sedikit mengancam. Zahira langsung bergidik ngeri.


Para tukang yang biasa menyembelih hewan kurban sudah siap untuk menyembelih.


Ustad Soleh sudah memegang tali yang di lilitkan di kambing itu.


" Man kau pegang tali ikatan di kambingnya" pinta ustad Soleh.


" Ka, aku takut kambingnya berontak dan aku tidak bisa menahannya, tidak bisa di bayangkan saat kambingnya ngamuk ngamuk si tukang sembelih kambing itu salah menyembelih. Bisa bisa leherku yang di potong" tutur ustad Usman sedikit takut.


" Astaghfirullah Man kau penakut sekali" gerutu ustad Soleh.


" Ustad Riziq, kau saja yang pegang tali kambingnya, badanmu kan besar, nanti meskipun kambingnya ngamuk, kau pasti bisa menahannya" ucap ustad Usman.


" Tidak boleh" ucap Aisyah tegas.


" Kenapa?" tanya ustad Usman heran.


" Aku tidak mau suamiku jadi pembunuh" jawab Aisyah. Ustad Usman sudah mengeryitkan keningnya. Sementara Riziq sudah menundukan kepalanya karna malu dengan ucapannya Aisyah.

__ADS_1


" Hei Aisyah, aku menyuruh suamimu untuk memegang tali di kambingnya biar gak meronta ronta, bukan menyuruh suamimu untuk menyembelih" gerutu ustad Usman.


" Uni, sebaiknya kau berdirinya sedikit menjauh, biar kau tidak merasa takut" pinta Riziq.


" Tidak mau, aku takut kau kenapa napa" ucap Aisyah cemas.


" Aisyah, kalau suamimu kenapa napa, kau do'akan saja biar suamimu itu masuk surga" ucap ustad Usman. Riziq sudah memicingkan matanya, sementara Aisyah sudah mengerucutkan bibirnya.


" Lagi pula saat kakimu meronta ronta di atas tempat tidur, suamimu pasti sigap memegang kakimu kan biar kau tidak bisa meronta dan akhirnya tujuan utama kalian tercapai tanpa adanya hambatan kan?, begitu pun jika suamimu memegang kambingnya biar tidak memberontak, maka si bapa tukang menyembelihnya bisa gampang dan mudah melaksanakan tugasnya" ucap ustad Usman pada Aisyah.


" Usman, kalau kau tidak bisa diam, ku gorok lehermu" ancam ustad Soleh. Seketika itu pula ustad Usman langsung terdiam. Saat acara pemotongan di mulai, si tukang menyembelih hewan kurban pun langsung memotong hewan kurban dengan tata cara agama yang benar. Darah pun mengalir di leher hewan kurban yang sudah di sembelih itu. Seketika itu pula Aisyah menjerit histeris dan akhirnya jatuh pingsan.


" Unii" teriak Riziq setelah melihat Aisyah sudah tak sadarkan diri. Riziq langsung berlari mendekati istrinya, dan menaruh kepala Aisyah ke pangkuannya.


" Uni, kau kenapa?" tanya Riziq cemas. Zahira dan Dewi pun langsung menghampiri Aisyah.


" Ka Aisyah kenapa kak?" ucap Zahira yang juga sudah nampak khawatir.


" Si Aisyah pasti berfikir dan berhalusinasi kalau yang disembelih itu adalah si ustad berondong" ucap ustad Usman.


" Kau jangan banyak bicara Usman, sekarang kau gantikan ustad Riziq. Pegang tali kambingnya biar tidak meronta" pinta ustad Soleh. Ustad Usman langsung mengeryitkan keningnya. Ustad Soleh pun langsung memicingkan matanya pada adik lelakinya itu.


" Kalau kau bilang takut dan tidak kuat memegang tali kambing dan sapi, akan kusuruh Nisa untuk melepas sarungmu, dan menggantinya dengan mukena" ucap ustad Soleh.


" Iya iya aku mau" ucap ustad Usman pasrah. Riziq pun membawa Aisyah ke klinik. Kini Dewi dan Zahira pun kembali melihat penyembelihan hewan itu.


" Hati hati om ustad, kau harus waspada, takutnya saat kambingnya di sembelih, tiba tiba kambingnya mengeluarkan sesuatu dari bagian belakang" ucap Zahira menakut nakuti. Seketika itu pula ustad Usman bergidik jijik.


" Eh slebor, kau jangan menakutiku, kau tau aku sudah mengeluarkan seluruh keberanianku untuk memegang kambing yang mau disembelih ini" ucap ustad Usman.


" Lulusan terbaik kairo tapi nyalinya ciut" ejek Zahira.


" Berisik"


Saat penyembelihan selesai, ustad Usman pun mulai bernafas lega.


" Alhamdulilah selesai" ucap ustad Soleh.


" Belum satu lagi" jawab ustad Usman.


" Kambing kambing sama sapinya sudah di sembelih semua" ucap ustad Soleh.


" Belum ka, Dewi masih hidup. Wi sini Wi, kuikat kakimu biar kau tidak meronta dan si bapak gampang untuk menyembelihmu" tutur ustad Usman. Dewi langsung menggeram sementara Zahira langsung cekikikan.


" Kau jangan cekikikan seperti itu selebor, ada saatnya kau mendapatkan giliran" ucap ustad Usman kembali.


" Maaf om ustad, aku belum memenuhi syarat" jawab Zahira.

__ADS_1


Setelah daging kambingnya di potong potong dengan tata cara yang benar menurut agama. dengan berat yang sama, daging kurban itu pun di bagi bagikan pada orang orang yang berhak mendapatkannya.


__ADS_2