Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Uji coba


__ADS_3

Pagi pagi sekali Aisyah sudah membangunkan Zahira. Di lihatnya Zahira tidurnya mendengkur. Seisi tempat tidur pun berantakan, hingga Aisyah menggeleng gelengkan kepalanya.


" Ya Allah Le, kelakuan warisanmu" ucap Aisyah.


" Ira Ira bangun" Aisyah mencoba membangunkan. Zahira hanya mengerjap ngerjapkan matanya saja, lalu ia tidur kembali.


" Ira ayo bangun" panggil Aisyah kembali.


" Duuh ka Aisyah, ini masih gelap, bangunkan aku setelah jam 8 saja" pinta Zahira sambil memejamkan matanya kembali.


" Kita shalat subuh dulu" pinta Aisyah.


" Aku masih ngantuk ka"


" Ayo bangun, nanti kakakmu marah"


Mau tidak mau Zahira pun bangun dan mandi. Riziq dan Aisyah sudah menunggu Zahira untuk shalat berjamaah. Setelah selesai mandi Zahira pun mendekati mereka. Aisyah sudah memberikan mukena pada Zahira.


"Kau sudah mengambil wudhu?" tanya Riziq. Zahira pun menggelengkan kepalanya.


" Kau ambil wudhu dulu" pinta Riziq.


Zahira pun pergi ke kamar mandi dan menyalakan keran.


" Uni kau temani Zahira, aku curiga dia tidak bisa berwudhu"


Aisyah pun menghampiri Zahira yang kini sedang berdiri menatap keran air yang menyala. Dilihatnya Zahira malah membuka retsleting gamisnya.


" Ira, kau mau ngapain buka retsleting?" tanya Aisyah.


" Tentu saja untuk berwudhu"


Aisyah hanya mengeryitkan keningnya.


" Kalau kau ingin berwudhu, lalu kenapa kau membuka retsleting?"


" Berwudhu itu bukannya bersuci, suci kan artinya bersih. Dan jika kita mau bersih kitakan harus mandi, jadi aku mau buka baju untuk mandi" jawab Zahira hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.


" Le, benar kecurigaanmu, dia tidak bisa berwudhu" gumam Aisyah.


" Apa orang tuamu tidak pernah mengajarimu tentang ini?" tanya Aisyah. Zahira hanya menggelengkan kepalanya.


" Lalu apa yang diajarkannya padamu?"


" Berdandan dan shoping"


Mulut Aisyah menganga mendengar jawabannya Zahira. Perlahan dan sabar Aisyah mengajarkan Zahira cara berwudhu. Setelah selesai, Mereka pun mengerjakan shalat subuh berjamaah, meskipun Zahira kurang hafal gerakan dan bacaannya.


Siang pun tiba, Riziq dan Aisyah sudah membawa Zahira bertemu dengan ustad Soleh untuk menguji kecerdasannya Zahira.


" Ustad ini Zahira adik saya" ucap Riziq. Ustad Soleh pun mengangguk, dia sudah tau tentang Zahira karna kemarin Riziq sedikit bercerita pada ustad Soleh. Mereka sudah duduk di teras depan rumahnya umi Salamah. Ustad Soleh pun memberikan beberapa pertanyaan pada Zahira.


" Saya mau tanya agamamu apa ira?" tanya ustad Soleh.


" Tentu saja islam" jawab Zahira seketika.


" Kau selalu shalat tepat waktu?" tanya ustad Soleh kembali. Zahira pun terdiam lalu menggelengkan kepalanya.


" Itu artinya kau islam KTP" ucap ustad Soleh.


" Saya belum punya KTP ustad" jawab Zahira. Aisyah sudah tersenyum senyum gemas pada adik iparnya itu.


" Le, adikmu menggemaskan" ucap Aisyah sambil mencubit pipinya Riziq.

__ADS_1


" Uni kau gemas pada Zahira kenapa kau malah mencubit pipiku" protes Riziq. Aisyah malah tersenyum senyum.


" Maaf, repleks"


Ustad soleh sudah memberikan belasan pertanyaan pada Zahira mengenai tentang agama, namun Zahira tidak satu pun bisa menjawabnya. Ustad soleh sudah menggeleng gelengkan kepalanya.


" Tidak apa apa kalau kau tidak bisa menjawabnya, sekarang saya ingin dengar kemampuan kamu mengaji" ucap ustad Soleh.


" Apa kau sudah mengambil wudhu?"


" Sudah, tadi ka Aisyah yang ajarkan" jawab Zahira. Ustad Soleh sudah menaruh al quran pada tempatnya di hadapan Zahira.


" Silahkan di buka Zahira"


Zahira pun membukanya.


" Silahkan di baca" pinta ustad Soleh.


" Aku tidak bisa membaca al quran" jawab Zahira. Ustad Soleh, Riziq dan Aisyah pun terdiam saling lirik.


" Kau belum bisa baca al quran?"


Zahira hanya menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah tidak apa apa, Aisyah tolong kau ambil iqro di dalam" pinta ustad Soleh.


" Ia kak" ucap Aisyah sambil mengambil iqro. Setelah itu di taruhnya iqro kehadapan Zahira.


" Sekarang kau sudah iqro berapa belajarnya?" tanya ustad Soleh. Zahira pun terdiam kebingungan.


" Tu tujuh ustad" jawab Zahira. Seketika ustad Soleh Aisyah dan Riziq saling lirik kebingungan.


" Ira iqro itu semuanya ada 6, kenapa kau menjawab 7" ucap Riziq. Tiba tiba Aisyah berbisik pada Riziq.


" Aku tidak mengerti" ucap Zahira bingung.


" Kalau huruf hija'iah tau?" tanya ustad Soleh. Zahira pun menggelengkan kepalanya.


" Astaghfirullah" ucap mereka bersama sama. Riziq sudah menutupi wajahnya dengan sorban karna malu. Aisyah sudah menahan tawanya di balik punggungnya Riziq.


" Yasudah, sekarang kau buka iqro pertama"


Zahira pun menurut dan langsung membuka iqro halaman pertama, di lihatnya huruf hija'iah itu. Tetap saja dia tidak mengerti, karna orang tuanya tidak pernah mengajarinya mengaji.


" Saya ajarkan ya. Alif, ba, ta, sa " belum juga ustad Soleh selesai mengajarinya, Zahira malah tersenyum senyum.


" Kenapa bacaannya seperti lirik lagunya wali" ucap Zahira.


" Astaghfirullah"


Setelah selesai uji coba dengan beberapa pertanyaan, ustad Usman pun menguji kesabarannya Zahira. ia memberikan sebuah kertas pada Zahira beserta bolpoinnya.


" Pergilah kekebun, carilah 4 pohon tomat. Kau tuliskan buah tomat yang merah dan yang hijau dalam 4 pohon itu, lalu kau hitung ada berapa ranting dalam setiap pohon itu, termasuk hitung juga daunnya" tutur ustad Soleh. Zahira hanya mengeryitkan keningnya seolah tak percaya dengan permintaan ustad Soleh. Aisyah sudah tertawa tawa sedari tadi.


Kini Aisyah sudah pergi ke kebun mengantar Zahira. Disana sudah ada ustad Usman dan 2 orang petani yang sedang mengurus kebun.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam" jawab ustad Usman yang kala itu melihat Zahira dengan balutan gamis kebesarannya.


" Siapa dia Aisyah?" tanya ustad Usman.


" Dia Zahira ka, adik iparku" jawab Aisyah.

__ADS_1


" Sejak kapan si ustad berondong itu punya adik perempuan"


" Sejak kemarin"


Ustad Usman hanya diam kebingungan.


" Zahira kenalkan ini ustad Usman, dia pengajar di pesantren ini dia juga adalah kakakku" ucap Aisyah memperkenalkan.


" Hai om usman" sapa Zahira.


" OM ????" ustad Usman sedikit menggeram karna Zahira memanggilnya om.


" Kenapa kau memanggilku om?"


" Ya karna kau seorang laki laki dewasa jadi aku memanggilmu om, masa aku harus memanggilmu tante" jawab Zahira. Ustad Usman semakin menggeram. Aisyah sudah tertawa tawa.


" Ternyata ada juga orang yang lebih menyebalkan darimu Aisyah. Dengar ya Zahira panggil aku ustad Usman"


" Ustad?"


" Kau tau aku jauh jauh pergi ke kairo selama 9 tahun aku belajar disana, kau hanya memanggilku om saja" ucap ustad Usman tak suka.


" Zahira panggil dia ustad" pinta Aisyah.


" Baik om ustad" jawab Zahira. Ustad Usman sudah memicingkan matanya.


" Maafkan Zahira ka, diakan masih anak anak" ucap Aisyah.


" Lalu kedatangan kalian kesini mau apa?"


Aisyah pun menceritakan tentang uji coba Zahira pada kakaknya itu. Ustad Usman pun mengangguk ngangguk.


" Ayo Zahira kak Aisyah tunjukan dimana pohon tomatnya.


Setelah sampai di perkebunan tomat.


" Ini pohon tomatnya, kau boleh pilih 4 pohon yang kau mau, ka Aisyah tinggal ya"


" Hmm"


Aisyah pun pergi ke rumahnya umi Salamah.


" Aku ini katanya mau dijadikan seorang santriwati, kenapa aku seperti seorang mahasiswa yang sedang beresperimen seperti ini, aku kan bukan mentri pertanian" gerutu Zahira. Setelah hampir berkutat 30 menit mengerjakan tugas yang menurutnya sangat konyol. Zahira pun mulai bosan. ia memilih duduk dan mengambil buah tomat lalu memakannya. Tiba tiba ustad Usman mendekatinya.


" Astaghfirullah, sedang apa kau, bukannya kau di beri tugas" ucap ustad Usman. Zahira malah tersenyum getir.


" Kakakmu tikus dapur, dan sekarang adiknya tikus kebun" gerutu ustad Usman.


" Kenapa om ustad menggerutu padaku" protes Zahira.


" Hadeuuh aku tidak yakin kalau kau adiknya ustad Rasyid dan si ustad berondong, aku akan bicara pada mereka untuk membawamu ke rumah sakit" ucap ustad Usman.


" Kenapa aku harus dibawa kerumah sakit?" tanya Zahira heran.


" Tentu saja untuk tes DNA"


Zahira sudah memicingkan matanya.


" Dasar om ustad jelek" gerutu Zahira.


" Heeei bocah ingusan, aku segini tampannya kau bilang jelek. Ketampananku disini memang kalah oleh kakakmu ustad Rasyid. Tapi asal kau tau saja ya di kairo dulu aku adalah COVER BOY disana" tutur ustad Usman.


" Ha ha ha ha" Zahira tertawa dengan riangnya.

__ADS_1


__ADS_2