
Malam pun tiba. Setelah salat isya ustad Rasyid sudah bersiap siap untuk pergi ke rumahnya kiyai Husen. Perlahan Riziq menghampiri kakaknya itu.
"Aku ikut ya " pinta Riziq penuh harap.
"Jangan, kau akan merusak suasana " jawab ustad Rasyid, membuat Riziq mengerucutkan bibirnya.
Setelah siap, ustad Rasyid bergegas keluar rumah.
"Do'ain aang ya Ziq " pinta ustad Rasyid.
"Tentu saja, semangat " ucap Riziq sambil mengepalkan tangannya ke udara, ustad Rasyid yang melihatpun tersenyum meskipun hatinya cemas dan was was.
"Asalamualaikum " ucap ustad Rasyid sambil berlalu.
"Waalaikumsalam, do'aku untuk mu ang " ucap Riziq sambil berteriak.
Sebelum ke rumahnya kiyai Husen, ustad Rasyid pun menjemput ustad azam di rumahnya. Merekapun pergi ke rumahnya kiyai Husen bersama sama. Sesampainya di rumah kiyai Husen.
"Asalamualaikum "ucap ustad Rasyid dan ustad azam ,tidak lama kemudian Aisyah membuka pintu.
"Waalaikumsalam " jawab Aisyah.Seketika ustad Rasyid tersenyum pada Aisyah, saat itu juga Aisyah langsung membalasnya.
"Kiyai ada ? " tanya ustad Azam.
__ADS_1
"Abi ada, masuk dulu nanti saya panggilkan " ucap Aisyah mempersilahkan masuk.
"Terima kasih Aisyah " ucap ustad Azam. Mereka pun masuk dan duduk di atas tikar beludru yang sering di duduki para tamu. Aisyah pun pergi untuk memanggil kiyai Husen, tidak lama kemudian kiyai Husen datang bersama umi Salamah. Sementara Aisyah pergi ke dapur untuk membuatkan minum. Kiyai Husen duduk bersila di hadapan ustad Rasyid, sementara umi Salamah duduk di sebelah kiyai Husen.
"Terima kasih sudah datang kemari " ucap kiyai Husen.
"Maaf sebelumnya kiyai, ada apa menyuruh kami kemari " tanya ustad Azam, membuat kiyai Husen tersenyum. Tiba tiba Aisyah datang dari dapur membawa 4 gelas teh manis di atas nampan dan di taruhnya tepat di tengah tengah mereka.
"Terima kasih Aisyah " ucap ustad Rasyid dan ustad Azam. Aisyah pun mengangguk tersenyum lalu kembali ke dapur.
"Senenarnya saya menyuruh kalian datang ke sini karna ada hal penting yang mau saya bicarakan " ucap kiyai Husen.
"Wah saya jadi penasaran " ucap ustad Azam membuat kiyai Husen tersenyum.
"Sebenarnya saya ingin bicara penting dengan ustad Rasyid " ucap kiyai Husen, membuat ustad Rasyid terdiam bingung ia mulai berpikir tentang apa yang akan di bicarakan kiyai Husen padanya, entah kenapa perasaannya mulai gelisah.
Ustad azam tersenyum sambil menepuk pelan pundaknya ustad Rasyid, ustad Rasyid di buat bimbang, ia sangat mencintai Aisyah sejak pertama kali Aisyah melantunkan surah Arrahman, namun ia juga tak mungkin menolak keinginan kiyai Husen yang sudah di hormatinya sejak dulu.
Ketika mendengar pecahan gelas yang jatuh, umi Salamah langsung pergi ke dapur, ia melihat Aisyah yang sedang berjongkok sambil memunguti pecahan gelas yang pecah itu.
"Kenapa Aisyah ? " tanya umi Salamah cemas sambil ikut membereskan pecahan itu.
"Maaf umi tadi aku tidak sengaja menyenggol gelas hingga jatuh " jawab Aisyah sambil menundukan kepalanya, matanya sudah berkaca kaca setelah mendengar kalau kiyai Husen akan menjodohkan ustad Rasyid dengan ustajah Yasmin. Perlahan Aisyah menyeka air matanya tanpa sepengetahuan umi Salamah.
__ADS_1
"Umi aku lupa kalau malam ini mau membantu bibi membuat kue "ucap Aisyah berbohong.
" Ya sudah tidak apa apa kalau kamu tidak menginap di rumah umi " ucap umi Salamah sambil membelai lembut kepala Aisyah.
"Aku berangkat sekarang ya umi " ucap Aisyah, umi Salamah pun mengangguk. Saat akan keluar rumah, ia sempat menatap ustad Rasyid, begitupun dengan ustad Rasyid yang ikut menatap Aisyah, namun seketika itu pula ustad Rasyid langsung menundukan kepalanya, ada rasa kecewa yang nampak di raut wajahnya Aisyah.
Ketika di perjalanan menuju rumahnya bi Ratna, Aisyah bertemu dengan Riziq.
"Asalamualaikum uni " ucap Riziq heran melihat Aisyah malam malam berada i luar rumah.
"Waalaikum salam Ziq " ucap Aisyah sambil menyeka air matanya .
" Uni kenapa menangis ? " tanya Riziq penasaran.
* * * * *
Sementara dengan ustad Rasyid, ia pun bingung harus memberi keputusan apa, ia ingin menolak namun tidak merasa enak dengan kiyai Husen.
"Bagaimana ustad Rasyid ? " tanya kiyai Husen, namun ustad Rasyid hanya diam saja.
"Saya tau ini sangat mendadak, orang tua ustajah Yasmin sangat menyukaimu begitupun dengan ustajah Yasmin, tapi asal ustad Rasyid tau, Ustajah Yasmin adalah perempuan baik, perempuan soleha dia cocok untuk mu " tutur kiyai Husen.
"Maaf kiyai Husen, bukannya saya menolak, apa boleh saya berpikir dulu, karna ini sangat mendadak jadi saya masih bingung untuk memberi keputusan." tutur ustad Rasyid. Kiyai Husen tersenyum ia mengerti dengan keputusan yang di ambil oleh ustad Rasyid.
__ADS_1
"Tidak apa apa ustad Rasyid, saya beri waktu 3 hari, berilah keputusan yang bijak, umurmu sudah cukup untuk menikah, dan saya yakin ustajah Yasmin bisa menjadi istri yang baik untukmu, saya sangat berharap akan hal itu " ucap kiyai Husen. Namun terasa berat di pikiran ustad Rasyid yang seolah olah kiyai Husen tak ingin mendengar penolakan darinya.
"Ya Allah, apa yang harus hamba putuskan, hamba tidak mau menyakiti Aisyah, Riziq pasti juga kecewa, beri hamba petunjukmu ya Allah " gumam ustad Rasyid dalam hati.