
Pagi pagi sekali Riziq sudah bersiap untuk mengajar. Aisyah pun sudah memakaikan kopeah dan sorban pada suaminya itu.
" Kalau sudah selesai, kau langsung pulang ya Le" pinta Aisyah.
" Hmm"
Tiba tiba terdengar bi Ratna memanggil. Sementara umi Salamah sudah pamit pulang pagi pagi sekali karna kiyai Husen akan pergi keluar kota.
" Aisyah, Adam dan Hawa nangis, kau beri mereka asi dulu" ucap bi Ratna.
" Ia bi" jawab Aisyah.
Aisyah pun memberi asi pada Adam terlebih dulu. Sementara Riziq kini telah menggendong Hawa.
" Hawa cantik sepertikukan Le?" tanya Aisyah.
" Cantik seperti bidadari"
Aisyah pun tersenyum.
" Kau tau uni, sebelum menatap wajah mereka, aku sempat khawatir sekali kalau bayi kita akan mirip dengan ustad Usman, dan Alhamdulilahnya mereka tidak mirip dengan ustad Usman."
" Apa Adam mirip denganku?" tanya Riziq.
" Dia sangat mirip denganmu"
Riziq pun tersenyum. Setelah selesai memberi Asi pada Adam, Aisyah pun kini memberi Asi pada Hawa.
" Uni pasti lelah ya, harus merawat dua bayi sekaligus?" tanya Riziq.
" Tentu saja, lelah, cape, letih akan uni rasakan setiap hari. Tapi uni akan menikmatinya, menikmati masa masa seperti itu dengan hati yang bahagia. Tidak semua perempuan bisa merasakan yang sekarang uni rasakan. Ada sebagian dari mereka yang belum di karuniai keturunan, dan Uni bersyukur Allah masih memberi kita kepercayaan untuk merawat buah hati kita." tutur Aisyah.
" Kau yang semangat ya ni, terima kasih sudah mau merawat keturunanku. Ku yakin kau adalah istri dan ibu yang baik yang sengaja Allah berikan khusus untukku"
Aisyah pun tersenyum.
" Aku berangkat ya uni, takut terlambat" ucap Riziq. Riziq pun memberikan Adam pada gendongan bi Ratna. Sebelum pergi Riziq pun mencium keningnya Aisyah, tidak lupa ia juga mencium Adam dan Hawa.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Riziq pun pergi untuk mengajar. Tidak lama kemudian umi Fadlun datang sambil membawa kereta bayi khusus untuk bayi kembar yang ia pesan khusus untuk Adam dan Hawa. Umi Fadlun sudah menganggap Adam dan Hawa adalah cucunya. Aisyah nampak senang dengan hadiah yang di berikan umi Fadlun.
" Terima kasih umi"
__ADS_1
Umi Fadlun pun menggendong Hawa. Mereka pun mengobrol ngobrol.
" Dengar Aisyah, sekarang kau sudah punya dua orang anak, dan umurmu sudah bukan belasan lagi, selelah apapun kau merawat suami dan anak anakmu, umi sarankan kau harus bisa merawat diri. Riziq masih muda, jangan biarkan di berpaling darimu. Jadi kau harus pandai pandai merawat diri. Kebaikan, kasih sayang, dan cinta memang penting, namun kecantikan juga terkadang ikut andil. Kau harus bisa merawat diri biar suamimu betah di rumah" tutur Umi Fadlun. Aisyah pun tersenyum.
Umi Fadlun memberikan tips pada Aisyah agar Aisyah bisa merawat diri menjadi terlihat cantik dan bisa membuat suami betah di rumah. Terbukti di usia umi Fadlun yang sudah berkepala4 lebih, Ia masih terlihat cantik dan muda.
" Terima kasih umi untuk tips tipsnya, aku pasti akan menjalankan semua yang umi katakan, tak akan ku biarkan seorang pelakor mendekati suamiku" ucap Aisyah menegaskan.
"Aisyah, bibi pergi dulu ke kantin ya, makanan sudah bibi siapkan, kau harus banyak makan sayur ya, biar asi mu lancar" ucap bi Ratna.
" Makasih ya bi"
" Bibi permisi pergi dulu, nanti sore bibi kesini lagi, saya pamit umi Fadlun asalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab Aisyah dan umi Fadlun.
" Alhamdulilah ya Allah, banyak sekali orang orang yang menyayangiku, sujud syukurku padamu atas semua nikmat dan rahmat yang telah kau berikan pada keluargaku"
Beberapa jam kemudian. Terdengar suara orang yang mengucap salam.
" Sebentar ya umi, sepertinya ada tamu"
Aisyah pun membuka pintu. Ia sangat terkejut dan hampir tak percaya kalau tamu yang datang adalah ustajah Yasmin bersama Syakir.
" Asalamualaikum"
"Boleh saya melihat bayi bayimu Aisyah?" Tanya ustajah Yasmin. Aisyah pun tersenyum.
" Tentu, mari masuk, ayo Syakir ikut bibi" ajak Aisyah pada ustajah Yasmin dan Syakir. Ustajah Yamin sudah membawa beberapa perlengkapan bayi. Mereka pun duduk di ruang tamu bersama umi Fadlun.
" Umi" sapa ustajah Yasmin. Umi Fadlun pun tersenyum. Ustajah Yasmin memberikan bawaannya pada Aisyah.
" Terima kasih ustajah" ucap Aisyah sambil tersenyum.
" Syakir, kau lihat sepupumu, mereka lucu lucu ya, apa kau ingin punya ade? " tanya umi Fadlun pada Syakir. Syakir malah tersenyum lalu memeluk ibunya. Aisyah merasa canggung sendiri saat duduk bersama ustajah Yasmin. ustajah Yasmin menatap Aisyah yang sedang menggoda Syakir.
" Aku berusaha mengalah dengan ego ku. kuharap janji suamiku dapat di pertanggung jawabkannya, dia bilang akan melupakanmu Aisyah, dia akan berusaha untuk mencintaiku dan memulai kehidupan kita dari awal. dia juga menginginkan hubunganku denganmu bisa baik baik saja. hubungan saudara ipar dan saudara seiman" ucap ustajah Yasmin dalam hati.
" Ustajah mau minum apa?" tanya Aisyah.
" Tidak usah repot repot Aisyah." jawab ustajah Yasmin. Aisyah pun masuk dapur untuk mengambil minum. Tidak lama kemudian Aisyah membawa 2 gelas teh manis dan di taruhnya di hadapan ustajah Yadmin dan Syakir.
" Terima kasih Aisyah"
* * * * * *
__ADS_1
Sore pun tiba. Riziq pun pulang mengajar.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Aisyah menyambut Riziq dengan mencium tangan suaminya itu. Tidak lupa juga Riziq mencium kening Aisyah lalu mencium Adam yang kini telah di gendong Aisyah.
" Hai Adam anak abi" ucap Riziq sambil mengunyel unyel pipinya Adam. Aisyah hanya tersenyum melihat kelakuan Riziq.
" Hawa mana Uni?"
" Hawa sedang bersama bi Ratna di belakang"
Riziq pun langsung menemui putrinya itu. Lalu mencium dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Adam.
" Boleh aku gendong bi" pinta Riziq.
" Tentu saja, diakan putrimu" ucap bi Ratna sambil memindahkan Hawa pada gendongan Riziq.
" Terima kasih bibi"
Riziq pun menemui Aisyah di ruang tamu. Mereka pun bercanda canda dengan Adam dan Hawa. Namun tiba tiba Adam menangis dan di susul Hawa yang juga ikut menangis. Mereka berdua menjadi panik melihat Adam dan Hawa menangis tak henti henti. Aisyah dan Riziq sudah berusaha menenangkan putra putrinya itu, namun bukannya diam mereka malah tambah keras menangisnya membuat Aisyah dan Riziq menjadi semakin panik.
" Jangan menangis ya sayang"
" Cup cup cup"
Aisyah sudah membuka satu persatu kancing bajunya untuk memberikan asi pada Adam dan Hawa. Seketika Riziq pun ikut membuka kancing baju kokonya karna ikut panik.
" Le kau mau apa?" tanya Aisyah heran.
Saat Riziq sadar akan apa yang dilakukannya.
" Astaghfirullah, aku lupa uni, cuma kau ya yang bisa memberikannya asi" ucap Riziq. Hingga membuat Aisyah tertawa tawa.
" Kau mau memberinya asi Le" ucap Aisyah sambil tertawa tawa.
" Aku lupa uni, akukan panik"
" Sini berikan Hawa padaku" pinta Aisyah. Kini Aisyah memberikan asi pada putra putrinya sekaligus. Riziq tersenyum saat melihat Aisyah memberi anak anaknya asi. Riziq pun mengelus pipi Aisyah, sesekali ia mencium kepala Aisyah.
" Kau memang ibu yang terbaik untuk anak anak"
Riziq merangkul Aisyah dan Putra putrinya dengan penuh rasa bahagia. dari dapur terlihat bi Ratna tersenyum melihat mereka.
__ADS_1