Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Perdebatan.


__ADS_3

Masih dengan Aisyah yang kini berada di klinik. Setelah lebih dari 30 menit, Aisyah tersadar dari pingsannya. Riziq pun tersenyum melihat istrinya tersadar.


" Uni kau sudah sadar?" tanya Riziq.


Aiayah pun mengerjap ngerjapkan matanya.


" Le, apa aku menginap di rumahnya umi Fadlun?" tanya Aisyah yang kini sedang mengedarkan matanya melihat ruangan yang namak asing baginya.


" Ini bukan rumahnya umi Fadlun uni, tapi ini klinik pesantren" jawab Riziq. Aisyah pun teringat kalau dia tadi pingsan setelah melihat darah kambing.


" Kau baik baik saja uni?" tanya Riziq. Aisyah pun mengangguk.


" Maaf ya Le, aku merepotkanmu"


" Tidak apa apa, uni mau istirahat disini apa mau pulang?" tanya Riziq.


" Aku mau ketemu anak anak Le"


" Ya sudah aku antarkan, tapi uni, aku harus membantu ustad Soleh dan beberapa pengurus yang lain untuk membagikan daging kurban, kebetulan masih ada sebagian yang belum di bagikan, kebetulan kita kurang orang karna sebagian pengurus banyak yang pulang kampung" tutur Riziq. Aisyah pun mengangguk. Setelah merasa sedikit membaik, Aisyah pun pergi ke lapang sebentar bersama Riziq.


" Kau sudah sembuh Aisyah?" tanya ustad Usman. Aisyah pun mengangguk.


" Baru lihat kambing disembelih saja sudah pingsan begitu, bagaimana kalau lihat suamimu yang di sembelih" ucap ustad Usman sedikit mengejek. Seketika Aisyah langsung cemberut.


" Ini pertama kalinya aku menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban" jawab Aisyah.


" Uni, kau tidak apa apa pulang sendiri, aku mau bantu dulu ustad Usman dan ustad Soleh membagikan daging kurban ke kampung tetangga " ucap Riziq.


" Tidak apa apa Le, aku pulang sendiri, tapi kau harus kondisikan matamu ya Le, jangan genit genit di sana, apalagi menggoda perempuan lain. Awas saja kalau kau berani macam macam di luar sana, kupastikan pintu rumah tak akan bisa kau lewati dengan mudah" tutur Aisyah dengan sedikit mengancam. Riziq langsung mengeryitkan keningnya, sementara ustad Usman sudah tertawa tawa.


" Hei Aisyah adiku yang menyebalkan, apa kau lupa kalau suamimu ini sering masuk rumah lewat jendela seperti pencuri" ucap ustad Usman mengingatkan.


" Tapi pada kenyataannya akulah yang telah berhasil mencuri hati adikmu ini ustad Usman" ucap Riziq.


" Apa kau tidak menyesal menjadi adik iparku?"

__ADS_1


" Kenapa aku harus menyesal?" tanya Riziq tak mengerti.


" Tentu saja karna adiku ini sangat cerewet, rewel, bawel, genit dan ganjen, bukankah itu paket komplit yang sangat menyebalkan" tutur ustad Usman sedikit mengejek adiknya meskipun ia hanya berusaha menggoda adik perempuannya itu. Seketika Aisyah langsung menggeram sambil memicingkan matanya pada ustad Usman. Ustad Usman yang sadar dengan tatapan menusuk dari Aisyah, ia langsung bergidik ngeri.


" Aisyah aku hanya bercanda, kenapa kau menatapku dengan tatapan menusuk" ucap ustad Usman sedikit takut.


" Tapi ustad, istriku memang cerewet, rewel, bawel, genit dan ganjen, tapi aku sangat menyukai sifatnya itu, bukankah itu sangat menggemaskan" ucap Riziq. Seketika Aisyah langsung tersenyum setelah merasa dirinya di bela oleh suaminya itu.


" I Love You Le" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum dan merangkul lengannya Riziq.


" Kalian jangan pamer kemesraan padaku, di sini tidak ada Nisa, jadi aku tidak bisa membalas kalian" tutur ustad Usman sedikit kesal. Riziq sudah tersenyum sambil menundukan kepalanya, sementara Aisyah sudah tertawa tawa.


" Memangnya ka Nisa kemana ka?" tanya Aisyah.


" Nisa di rumah, dia takut melihat kambing di sembelih"


" Ha ha, kalau ka Nisa kemari, dia pasti pingsan melihat penyembelihan tadi" ucap Aisyah.


" Dan pada kenyataannya yang pingsan itu adalah saudari Aisyah Khoerunissa binti Khoer Abdullah" ucap ustad Usman sedikit mengejek. Hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya. Riziq pun sudah cekikikan tak bersuara hingga Aisyah kesal dan mencubit tangannya.


" Aww sakit uni"


" Maaf uni aku khilaf"


" Heeii jangan ribut terus, ayo kita bagikan daging daging kurban yang masih tersisa" ucap ustad Soleh.


" Uni kau pulanglah, aku takut anak anak rewel sama umi" pinta Riziq. Aisyah pun mengangguk.


" Ya sudah aku pulang Le, asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Baru saja beberapa langkah, ustad Usman sudah menggoda Aisyah kembali.


" Ustad Riziq, kau dengar tidak berita di televisi, ternyata efek pandemi itu pengakibatkan angka perceraian sedikit naik, itu artinya banyak janda janda baru. Siapa tau di kampung sebelah ada janda kembang" ucap ustad Usman sengaja menggoda Aisyah. Aisyah yang mendengarpun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik pada mereka. Dan dengan tanpa izin Aisyah memakaikan masker pada suaminya itu.

__ADS_1


" Unii"


" peraturan protokol kesehatan Le" ucap Aisyah.


Ustad Usman sudah cekikikan.


" Kau pasrah saja ustad Riziq, masih untung kau di pakaikan masker kain, bukan popoknya Adam sama Hawa, apa lagi celana dalamnya Aisyah. Ha ha ha"


Aisyah langsung menggeram.


" Aku hanya bercanda Aisyah. Kau tenang saja kalau suamimu ini tidak akan berani macam macam, karna kalau itu terjadi akan kupastikan matanya akan kutusuk dengan tulang kambing dan kusembelih dia di tempat kejadian" tutur ustad Usman.


" Ka Usman mau menjadikanku seorang janda" gerutu Aisyah.


" Ha ha ha, kau terlalu serius Aisyah. Kau harus ingat Aisyah, suamimu ini cuma manis, tapi tidak tampan, jadi kau tidak perlu takut ada janda yang kepincut, karna biasanya para wanita itu sukanya sama laki laki tampan berduit, ya kurang lebih sepertiku. Jadi kau tidak perlu cemas dan khawatir suamimu akan di kerumuni janda. Karna yang kau harus takutkan adalah seekor semut" tutur ustad Usman. Riziq dan Aisyah pun langsung mengeryitkan keningnya.


" Semut??, maksudnya?" tanya Aisyah tak mengerti.


" Maksudku, laki laki tampan biasanya di kerumuni wanita, sementara laki laki manis itu biasanya di kerumuni semut"


" Ustad Riziq, aku sering bilang padamu kan kau harus sering sering mengucap istighfar jika sedang berhadapan dengan dua orang yang ada di hadapanmu ini" ucap ustad Soleh sambil melirik Aisyah dan ustad Usman. Riziq pun tersenyum sambil menundukan wajahnya.


Kalau tidak di akhiri oleh ustad Soleh, pasti perdebatan mereka tidak akan berakhir hingga esok pagi.


" Uni aku berangkat dulu ya, asalamualaikum"


" Waalaikum salam, hati hati Le"


ucap Aisyah sambil tersenyum. Mereka pun berlalu pergi ke kampung sebelah. Aisyah pun pergi ke rumahnya umi Fadlun.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam, sudah srlesai pemotongan hewan kurbannya?" tanya umi Fadlun.


" Sudah umi, Ale sedang pergi ke kampung sebelah untuk membagikan daging kurban"

__ADS_1


" Ayo masuk" ajak umi Fadlun. Aisyah pun tersenyum lalu masuk rumah, di lihatnya Adam dan Hawa sedang tidur di kasur busa milik umi Fadlun. Aisyah pun mendekati putra putrinya kalu menciuminya dengan gemas.


"Anak anak umi yang cantik dan manis, kalau tantemu itu adalah korban perasaan, maka tidak bisa di pungkiri kalau umi adalah korban rayuan abimu. Hi hi hi"


__ADS_2