Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Puisi balasan


__ADS_3

Kini Riziq sudah berlari kembali menuju perkebunan, meskipun ia lelah dan cape namun ia nampak senang dengan kedekatan Aisyah dan kakaknya itu. Senyum bahagia nampak di raut wajahnya.


"Uni " teriak Riziq ketika hampir sampai di perkebunan, ia nampak ngos ngosan ketika sudah berdiri di hadapan Aisyah.


"Lama lama kamu seperti pesawat terbang mondar mandir terus, tepatnya seperti belalang hinggap sana hinggap sini "celetuk Dewi, Aisyah hanya tersenyum.


"Ini dari aang Rasyid " ucap Riziq sambil memberikan puisi balasan dari ustad Rasyid.


perlahan Aisyah menerima dan membacanya, karna begitu penasaran Dewi pun ikut membacanya meskipun Riziq sudah melarangnya.


"Seorang bidadari duduk di hadapanku


Melantunkan surah Arrahman


Dengan begitu merdunya ,


Ku selipkan anak rambut


Yang menghalangi telingaku .


Tak ingin ku lewatkan


Setiap kata yang terucap dari bibir cantiknya


Suara merdunya mengiang ngiang ditelingaku


Mataku tak ingin berkedip


Pikiranku pun tak ingin berpaling


Dari sosok bidadari


Yang masih setia duduk di hadapanku


Bukan maksudku untuk berbuat dosa

__ADS_1


Bukan pula tidak bisa menguasai nafsu


Entah mengapa wajahnya terkunci


dalam pikiranku


Suaranya pun masih menari nari di telingaku


Bolehkah aku mengenalnya


Sang bidadari cantik pelantun surah Arrahman


 


dari : Muhammad Rasyid al fiqri


 


Setelah membaca tulisan dalam kertas itu Aisyah tersenyum bahagia, perasaan yang ia pendam ternyata terbalaskan, berasa bunga bunga berlarian menghampirinya senyum lebar begitu nampak di raut wajah cantiknya.


"Apa hubungannya " tanya Riziq heran.


"Eh bocah ingusan kau tidak akan mengerti " jawab Dewi. Namun Aisyah tak memperdulikan omongan mereka ia sedari tadi terus tersenyum, ini kali pertamanya ia merasakan yang namanya cinta.


"Cieeeee si uni lagi jatuh cinta " ledek Riziq, membuat wajah Aisyah merah merona .


"Jangan menggoda uni seperti itu, uni kan malu " ucap Aisyah sambil menutup wajahnya dengan selembar kertas puisi itu.


"Aisyah aku bahagia melihat mu bahagia " ucap Dewi sambil memeluk Aisyah. Kini Riziq pun sudah merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Aisyah, belum saja ia memeluk Aisyah, Dewi langsung menepis tangan nya Riziq.


"Kau tidak boleh memeluknya, ada larangan untuk itu " gerutu Dewi, hingga Riziq mengerucutkan bibirnya dan mengurungkan niatnya untuk memeluk Aisyah.


"Aku kan calon adik iparnya " ucap Riziq.


Ketika matahari hampir tenggelam, mereka pun pergi untuk pulang ke rumah masing masing.

__ADS_1


* * * * *


Sesampainya di rumah, Riziq langsung masuk ke rumah sambil mengucap salam, namun tak ada yang menjawab salamnya. la berpikir ustad Rasyid telah pergi ke mesjid. Namun tiba tiba Riziq terkejut melihat kakaknya sedang duduk di teras belakang rumah sambil memegangi kertas yang bertuliskan puisi dari Aisyah, entah sudah berapa puluh kali ustad Rasyid membacanya, ia begitu senang mendapat puisi dari Aisyah, senyum manis selalu nampak dari wajah tampannya ketika ia membaca puisi itu.


"Cieeee cieeee tidak bosen apa di baca terus, jangan di liatin terus kertasnya yang harus di liat itu orang yang nulis puisinya " ucap Riziq menggoda. Ustad Rasyid yang mendengar pun sedikit kaget, pasalnya ia tak menyadari kedatangan adiknya itu.


"Riziq kau mengagetkan saja " ucap ustad Rasyid.


" Apa aang melihat wajah uni Aisyah di kertas itu ? " tanya Riziq sambil tersenyum senyum.


"Bicara apa kau ini " ucap ustad Rasyid.


"Cepat halalin uni Aisyah biar aang bisa menatap langsung wajah cantiknya uni ku "


Ustad Rasyid malah tersenyum saat adiknya menyuruhnya untuk menikahi Aisyah.


"Bicaramu seolah olah kau ini laki laki Dewasa yang sedang menyuruh anaknya untuk segera menikah, sudah kubilang bersikap Dewasa sebelum waktu nya itu kurang baik " tutur ustad Rasyid. Riziq malah cengengesan.


" Sungguh aku bahagia ang jika aang berjodoh dengan uni Aisyah, restuku selalu untuk kalian" tutur Riziq.


"Do'akan saja aangmu ini " ucap ustad Rasyid.


"Aku selalu berdo'a untukmu, aku juga selalu berdo'a untuk kebahagiaan uni Aisyah, karna kebahagiaan uni Aisyah adalah segalanya bagiku, aku rela melakukan apa saja untuk kebahagiaannya " tutur Riziq menjelaskan.


Ustad Rasyid hanya tersenyum, terkadang ia merasa cemburu pada adiknya itu, karna Riziq lebih menyayangi Aisyah dari pada dirinya kakaknya sendiri.


"Insya allah aku akan menjaga uni mu itu seperti aku menjagamu selama ini " ucap ustad Rasyid meyakinkan. Riziq pun tersenyum.


"Aku percaya padamu ang, hanya kau yang dapat membahagiakan uni ku, aku yakin itu. tapi kau jangan lupa ya ang akan ancamanku selama ini kalau kau berani menyakiti uni Aisyah maka kau akan kehilanganku " tutur Riziq mengingatkan. Ustad Rasyid terdiam ia seperti mendapat ancaman dari adiknya itu.


"Kau seperti sedang mengancamku Ziq " ucap ustad Rasyid.


"Anggap saja seperti itu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti uni Aisyah termasuk dirimu " tutur Riziq menegaskan.


Ustad Rasyid hanya tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan berusaha untuk itu " ucap ustad Rasyid pasti.


__ADS_2