Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Adam dan Hawa.


__ADS_3

Hari demi hari terlewati sudah. Kini usia Adam dan Hawa sudah satu bulan lebih. Tangis dan tawanya sudah terdengar lebih jelas, lucu dan menggemaskan sudah jangan di tanya lagi. Hari hari Aisyah dan Riziq kini di lewati dengan penuh canda dan tawa. Mereka menikmati hari hari merepotkan bersama si kembar.


Setelah menidurkan putra putrinya di kamar, Aisyah pun keluar kamar untuk berberes di dapur. Tiba tiba ia terdiam melihat Riziq yang sedang berdiri didepan tembok sambil memandang dan mulai menghitung tanggal di kalender. Perlahan ia menghampiri suaminya itu.


" Ehem. . ehem, ngapain Le?" tanya Aisyah curiga. Riziq pun tersenyum.


" Seharusnya sebagai istri yang baik, uni pasti tau apa yang sedang aku lakukan" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Uni tau, sebagai istri yang baik aku tau apa yang sedang kau lakukan dan kau pikirkan dengan kalender itu"


" Apa" tanya Riziq.


" Biasanya seseorang yang sering menghitung sambil memandang kalender, itu artinya dia sedang menunggu nunggu gajian. Karna pikiranmu yang selalu lebih dewasa dari umurmu maka uni sangat tau kenapa kau menghitung tanggal di kalender" ucap Aisyah.


" Lantas apa jawabannya?" tanya Riziq penasaran.


" Yakin harus ku katakan"


" Tentu" jawab Riziq.


Seketika Aisyah langsung mendekat pada


suaminya itu sambil membisikan jawabannya.


" Kau pasti sedang menghitung berapa lama lagi waktu nifasku berakhir. Itu pasti yang ada di dalam pikiranmu Le, jawabanku benarkan?" ucap Aisyah. Riziq malah tersenyum senyum.


" Waaah, kau sangat memahamiku ya uni, kau sampai tau isi dari pikiranku, kau memang istri terbaik, istri yang pengertian" ucap Riziq sedikit menggoda Aisyah.


" Karna aku tau kalau suamiku itu punya sifat genit yang akut. Pikiranmu itu lebih dewasa dari umurmu"


Riziq malah tertawa.


" Dan pada kenyataannya masa nifasmu berakhir satu minggu lagi, jadi bersiap siaplah satu minggu lagi aku akan menggodamu" ucap Riziq sambil mencubit hidung Aisyah. Setelah itu ia langsung pergi kekamar untuk menemani Adam dan Hawa yang masih terlelap.


" Dia memang tidak pernah berubah. Issh issh issh" ucap Aisyah sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Tiba tiba ponselnya Riziq berbunyi. Dan ternyata yang menelpon adalah umi Fadlun.


"Le, umi Fadlun telepon" ucap Aisyah sambil berjalan mendekati Riziq di kamar. Tiba tiba Aisyah menepuk tangan Riziq yang sedang menggoda Adam dan Hawa yang sedang tidur.


" Le, kau jangan mengganggu tidur mereka. Nanti mereka bangun" gerutu Aisyah. Aisyah pun memberikan ponselnya pada Riziq.

__ADS_1


" Umi Fadlun" ucap Aisyah"


Riziq pun menerimanya.


" Asalamualaikum umi"


" Waalaikumsalam, Ziq, besok abi mu pulang ke indonesia, pagi pagi kita jemput ke bandara ya, kamu ajak Aisyah juga" pinta umi Fadlun.


" Ia umi"


setelah mengobrol mereka pun mengakhiri panggilan telponnya.


" Kenapa Le?" tanya Aisyah.


" Besok abi pulang, kita di suruh jemput ke bandara"


" Adam sama Hawa gimana?, uni tidak mungkin bawa mereka ke bandara" ucap Aisyah.


" Kita titip dulu sama umi Salamah, kira kira umi mau ga ya, paling lama 3 jam" ucap Riziq. Aisyah mulai menimbang nimbang.


" Nanti uni tanya dulu sama umi, kalau umi tidak keberatan untuk menjaga Adam sama Hawa, uni ikut ke bandara"


* * * * * * * *


Keesokan harinya. Aisyah dan Riziq sudah bersiap untuk pergi menjemput kiyai Mansyur bersama umi Fadlun. Sebelum pergi ke bandara Aisyah pun menitipkan Adam dan Hawa pada Umi Salamah. Aisyah pun memberikan asi cadangan yang sengaja ia taruh di dot bayi.


" Aku titip anak anak ya umi"


" Tentu, umi sangat senang sekali bisa menjaga Adam dan Hawa" ucap umi Salamah.


" Makasih umi, kita berangkat ya Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Sebelum pergi, Aisyah dan Riziq pun mencium pipi Adam dan Hawa, tak lupa ia pun mencium tangan umi Salamah.


" Jangan nangis ya anak anak umi" ucap Aisyah pada putra putrinya. Setelah kepergian Aisyah dan Riziq, umi Salamah pun mulai bermain dengan Adam dan Hawa. Tiba tiba ustad Usman menghampirinya.


" Eh ada Adam sama Hawa, Aisyahnya kemana mi?" tanya ustad Usman.

__ADS_1


" Aisyah sama Riziq pergi kebandara untuk menjemput kiyai Mansyur."


ustad Usman pun duduk bersama umi Salamah.


" Man, kau jaga dulu anak anak, umi mau ke kamar mandi dulu"


Umi Salamah pun pergi ke kamar mandi, menyisakan ustad Usman bersama si kembar.


" Heei Adam Hawa, dalam perut saja kalian sudah berani mengerjaiku, membuatku prustasi membuatku jadi pencuri tomat dan memaksaku menjadi koki dadakan. Apa setelah kalian besar nanti, kalian akan menurut padaku?, awas saja ya kalau kalian besar nanti kalian masih berani mengerjaiku. aku akan membuat perhitungan dengan kalian" ucap ustad Usman sedikit mengancam. Namun tiba tiba Adam dan Hawa menangis, membuat ustad Usman panik dan kebingungan. Pasalnya ia tidak tau cara membujuk bayi bayi itu agar berhenti untuk menangis.


" Umi, Adam dan Hawa nangis" Teriak ustad Usman. Namun umi Salamah tak kunjung kunjung keluar dari kamar mandi, membuat ustad usman semakin kebingungan karna bayi bayi Aisyah suara tangisannya semakin keras. Ustad usman pun mencoba menenangkannya.


" Cup cup cup, jangan nangis ya cantik manis, ada pa De Usman disini"


" Baaaaa"


" Nang ning nang ning nong"


" Jangan nangis dong plisss"


" Plisss berhentilah menangis, jangan membuatku prustasi terus. Aisyah kapan kau pulang, lama lama aku stres sendiri" gerutu ustad Usman. Ia sudah menatap dadanya sendiri.


" Tidak mungkin aku memberi mereka asi"


" Umiiiiii"


Tidak lama kemudian umi Salamah keluar dari kamar mandi.


" Kenapa anak anak menangis kau apakan mereka?" tanya umi Salamah sambil menggendong Adam. lalu memberikan asi yang sudah di sediakan Aisyah pada Adam dan Hawa. Seketika mereka langsung terdiam.


" Aku cuma sedikit menganam mereka agar tidak membuatku prustasi dan mengerjaiku, eh mereka malah menangis. kenapa umi tidak bilang kalau Aisyah menaruh asinya dalam dot, bahkan aku sempat berpikiran gila mau memberikan mereka asiku" gerutu ustad Usman.


Tidak lama kemudian Adam dan Hawa tertidur setelah di beri asi. Seketika ustad Usman langsung ingin pergi, ia tak mau anak anak Aisyah akan semakin merepotkannya. baru saja beberapa langkah ia berjalan, tiba tiba Adam dan Hawa menangis lagi.


" Man, kau jangan pergi, Adam dan Hawa malah menangis saat kau pergi, mungkin mereka ingin kau yang menjaganya" ucap umi Salamah. Ustad Uman malah mendengus kesal.


" Mi aku mau pergi dulu"


" Sebentar saja jagain anak anak" pinta umi Salamah. Akhirnya ustad Usman mengalah dan duduk kembali di sebelah anak anak.dan benar saja anak anak langsung berhenti menangis, bahkan Hawa malah tertawa. Hingga ustad Usman mengeryitkan keningnya, ia merasa heran dengan kelakuan bayi bayinya Aisyah.

__ADS_1


" Tuh kan mereka sangat menyukaimu" ucap umi Salamah.


__ADS_2