Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Menerima


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah bi Ratna, Aisyah pun pulang ke rumahnya umi Salamah. Ia berjalan menelusuri pelosok pelosok rumah yang ada di lingkungan pesantren.


Setelah sampai di rumahnya umi Salamah, Aisyah terdiam heran melihat beberapa orang tamu yang belum ia kenal sedang duduk di ruang tamu rumahnya kiyai Husen. Mereka adalah ustajah Yasmin dan orang tuanya.


"Asalamualaikum " Aisyah memberi salam.


"Waalaikumsalam " jawab mereka yang ada di rumahnya umi Salamah. Aisyah masih berdiri mematung di ambang pintu.


"Kemari Aisyah " ucap umi Salamah sambil tersenyum dan memperkenalkan Aisyah.


"Siapa ini umi Salamah ? " tanya kiyai Samsul .


"Ini Aisyah putri angkat kami " jawab kiyai Husen


"Putrinya umi " jawab umi Salamah menegaskan sambil membelai lembut kepala Aisyah.


"Mereka siapa umi ? " bisik Aisyah pada umi Salamah, umi pun tersenyum.


"Ini adalah kiyai Samsul sahabatnya abi " ucap umi Salamah. Aisyah pun tersenyum pada kiyai Samsul.


"Yang ini istrinya dan yang ini putrinya, ustajah Yasmin " ucap umi Salamah memperkenalkan.


deeeg.

__ADS_1


Aisyah terkejut mendengar nama ustajah Yasmin. Ia langsung menatapnya .


"Jadi ini ustajah Yasmin, dia cantik sepertinya juga baik, apa pendirian ustad Rasyid akan goyah ya " gumam Aisyah dalam hati. Namun ia mencoba mengusir prasangka buruknya.


Ustajah Yasmin tersenyum pada Aisyah, Aisyah pun membalas senyuman itu, mereka duduk berdampingan, sesekali ustajah Yasmin mengajak bicara Aisyah, meskipun Aisyah nampak canggung dengannya.


"Kenapa mereka ada disini, bukankah ustad Rasyid belum memberi keputusan, kenapa perasaanku tidak enak begini " gumam Aisyah kembali. Tiba tiba terdengar suara beberapa orang mengucap salam di depan rumah, Aisyah sudah mengira itu adalah ustad Rasyid.


Setelah menjawab salam, umi Salamah membuka pintu, terlihat ustad Rasyid, ustad azam dan ustajah ulfi datang. Aisyah terdiam melihat Riziq juga datang. Riziq minta ikut karna ia ingin memastikan kalau kakaknya itu tidak akan menghianatinya. Mereka pun ikut duduk bergabung dengan yang lain. Ustad Rasyid terdiam melihat Aisyah yang sedang duduk berdampingan dengan ustajah Yasmin.


Sungguh pilihan yang sulit untuknya, bukan karna sulit untuk memilih antara Aisyah dan ustajah Yasmin, melainkan antara Aisyah dan kiyai Samsul juga kiyai Husen. Kalau saja ustajah Yasmin bukan putrinya kiyai Samsul, sudah pasti ustad Rasyid menolaknya dari awal.


Riziq ikut menatap Aisyah dan Ustajah Yasmin, setelah itu ia menatap kakaknya yang kini ada di sebelahnya. Ustad Rasyid hanya menundukan kepalanya. Setelah lama berbasa basi dengan obrolan yang bukan pada intinya, ahirnya kiyai Husen memulai pembicaraan.


"Apa keputusannya " tanya kiyai Husen kembali. Jantung Aisyah di buat deg degan, pikirannya sudah melayang kemana mana. Ada rasa takut nampak di raut wajahnya. Perlahan ustad Rasyid menegakkan wajahnya menatap lurus pada Aisyah.


"Bismilahirahmanirahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, maaf kan aku Aisyah " gumam ustad Rasyid dalam hati.


"Saya sudah putuskan saya menerima perjodohan ini "ucap ustad Rasyid tegas.


deeeg.


mata Riziq membelalak mendengar jawaban ustad Rasyid, dan Seketika Aisyah langsung memejamkan matanya setelah mendengar jawaban ustad Rasyid, ia kecewa sangat kecewa dengan keputusan yang di ambil kakaknya Riziq itu. Riziq yang emosi langsung menatap Aisyah yang kini sedang menundukan wajahnya, tangan Riziq mengepal kuat, emosi terhadap kakaknya memuncak begitu saja, Rizik menatap lekat kakaknya itu.

__ADS_1


"Beraninya kau menghianatiku ang, kau telah menyakiti uni ku jangan harap aku bisa memaafkanmu " gumam Riziq dalam hati.


"Alhamdulilah " ucap kiyai Samsul.


Semua tersenyum bahagia mendengar keputusan ustad Rasyid yang menerima perjodohan itu, kecuali Aisyah dan Riziq. Nampak wajah ustajah Yasmin berseri seri, senyumnya kini semakin melebar.


"Maafkan aku Aisyah, aku terpaksa menerima perjodohan ini, aku punya alasan sendiri, kiyai Samsul sangat berjasa dalam hidupku, aku banyak berhutang budi padanya, maafkan aku, kau pantas marah padaku dan kau pun boleh menghukumku, semoga kau mengerti dengan keputusanku, mungkin kita tidak berjodoh, semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu dan semoga Allah selalu memberimu kebahagiaan, amiin " gumam ustad Rasyid dalam hati.


"Apa setelah ini ustad Rasyid akan langsung menta'aruf ustajah Yasmin ? " tanya kiyai Husen.


"Tidak perlu, ustad Rasyid tidak perlu menta'aruf Yasmin, karna minggu depan saya akan langsung menikahkan mereka " ucap kiyai Samsul .


Membuat Riziq membulatkan matanya, ia langsung menatap ustad Rasyid, meminta jawaban atas semua yang terjadi. Aisyah terus menundukan wajahnya mencoba menyembunyikan kesedihannya, ia bisa menyembunyikannya dari orang lain tapi tidak dengan ustad Rasyid dan Riziq.


" Bagaimana ustad Rasyid, apa sudah siap untuk menikah minggu depan ? " tanya kiyai Husen. Ustad Rasyid hanya diam saja .


" Mungkin ini terlalu cepat dan terlalu mendadak, saya hanya ingin menghindari fitnah jadi lebih baik mereka langsung di nikahkan saja " tutur kiyai Samsul.


" Apa keputusanmu ustad Rasyid ? " tanya kiyai Husen kembali.


" Saya terserah kiyai Samsul saja, apapun keputusannya saya terima " jawab ustad Rasyid. Seketika Riziq langsung bangkit dari duduknya dan langsung berlari pergi dari rumahnya kiyai Husen. Ustad Rasyid dan Aisyah terkejut melihat Riziq yang pergi begitu saja dari rumah kiyai Husen. Membuat semua terdiam bertanya tanya apa yang terjadi dengan adiknya ustad Rasyid itu.


"Maaf kan aang Ziq, aang mohon kamu bisa mengerti dengan keputusan yang aang ambil " gumam ustad Rasyid dalam hati.

__ADS_1


Kini Aisyah di buat khawatir dengan Riziq, ia yakin Riziq kini sedang di kuasai emosi, sementara dengan nya ia benar benar kecewa dengan ustad Rasyid.


__ADS_2