Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Dilema Aisyah


__ADS_3

Keesokan harinya, Aisyah sudah duduk di perkebunan, ia duduk sendirian , wajahnya nampak sendu, matanya sedikit membengkak sudah terlihat kalau dia menangis semalaman. Rasa kecewanya masih terlihat di raut wajahnya. Keputusan yang di ambil ustad Rasyid semalam membuat hatinya teriris sakit, matanya memandang jauh lurus kedepan, pikirannya kosong, hatinya pun hancur berkeping. Tiba tiba Riziq datang bersama Dewi.


"Asalamualaikum " Riziq dan Dewi mengucap salam.


"Waalaikumsalam "jawab Aisyah sambil menyeka air matanya, ia mencoba untuk tersenyum pada mereka. Perlahan Riziq duduk di sebelahnya Aisyah begitupun dengan Dewi. Rizik menatap Aisyah yang kini hanya menundukan wajahnya saja.


"Uni baik baik saja ? " tanya Riziq cemas. Aisyah langsung menatap Riziq ia berusaha untuk tetap tegar di hadapannya.


"Uni baik baik saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu" ucap Aisyah mencoba meyakinkan, namun tiba tiba Dewi menangis tersedu sedu.


"Kenapa ? " tanya Aisyah heran.


"Aku tidak tega melihatmu seperti ini Aisyah " ucap Dewi sambil menangis sesegukan


"Maafkan kakakku uni "


Seketika Aisyah kembali menatap Riziq yang kini duduk di sebelahnya.


"Tidak ada yang salah di sini, kau juga jangan terlalu menyalahkan kakakmu, mungkin uni dan ustad Rasyid tidak berjodoh, mungkin kakakmu hanya akan jadi kenangan manis untukku " ucap Aisyah sambil berkaca kaca, Riziq pun terdiam mendengar pertuturan Aisyah.


"Harus kau tau uni, melihatmu seperti ini hatiku teriris " Gumam Riziq dalam hati


"Kau yakin kau baik baik saja Aisyah ? " tanya Dewi cemas. Aisyah mengangguk sambil tersenyum mencoba meyakinkan kedua sahabatnya itu kalau dia sekarang baik baik saja.


"Tidak perlu sehawatir itu padaku, aku yakin Allah akan memberiku jodoh yang terbaik, mungkin lebih baik dari ustad Rasyid.

__ADS_1


"Amiin " ucap Dewi sambil memeluk Aisyah.


* * * * *


Kini ustad Rasyid pergi ke asrama putra, ia mencari Riziq karna semalam adiknya itu tidak pulang ke rumah, ia pun bertanya pada beberapa orang santri di asrama.


"Ada yang melihat Riziq ? " tanya ustad Rasyid.


"Riziq ada di masjid bersama Yusuf " jawab salah seorang santri.


Seketika ustad Rasyid langsung pergi ke masjid pesantren. Ia menangkap sosok Riziq yang sedang bersila di masjid bersama Yusuf.


Perlahan ustad Rasyid masuk ke masjid dan menghampiri adiknya itu.


"Kenapa kau tidak pulang ? " tanya ustad Rasyid sambil mengelus lembut kepalanya Riziq.


"Sepertinya aang sudah tau jawabannya " ucap Riziq acuh.


"Sampai kapan kau akan marah padaku ? " tanya ustad Rasyid meminta jawaban.


"Sampai aang mau membatalkan pernikahan itu. " jawab Riziq tegas.


"Kumohon mengertilah posisiku, aang mencarimu kesini untuk minta tolong, antarkan aang pada Aisyah, aang ingin bicara padanya " tutur ustad Rasyid.


"Untuk apa, kalau hanya untuk menyakitinya lebih baik gak usah "

__ADS_1


Ustad Rasyid terdiam, dengan pertuturan adiknya itu.


"Aang mohon, aang perlu bicara pada Aisyah " ucap ustad Rasyid kembali meminta. Akhirnya mau tidak mau Riziq mengantarkan ustad Rasyid pada Aisyah yang sebelumnya telah menghubunginya terlebih dahulu untuk bertemu di perkebunan.


Sesampainya di perkebunan ustad Rasyid dan Riziq berdiri menunggu Aisyah. Tidak lama kemudian Aisyah datang bersama Dewi, ada banyak pertanyaan di benaknya kenapa ustad Rasyid memintanya untuk bertemu.


"Asalamualaikum " ucap Aisyah dan Dewi.


"Waalaikumsalam " jawab ustad Rasyid dan Riziq. Perlahan Aisyah duduk di kursi panjang yang biasa mereka duduki, sementara Dewi lebih memilih berdiri sedikit menjauh dari mereka namun masih bisa mendengar pembicaraan mereka. Riziq pun bergeser mendekati Dewi, membiarkan kakaknya bicara berdua dengan Aisyah. Ustad Rasyid masih berdiri tidak jauh dari posisi Aisyah, sekitar 2 meter jarak mereka. Ustad Rasyid menatap lurus ke arah perkebunan, ia sama sekali tak berani menatap Aisyah.


"Maafkan saya Aisyah, bukan maksud saya mempermainkanmu, saya tidak tau kalau hubungan kita akan jadi seperti ini, maaf saya tidak bisa menolak permintaan kiyai Husen dan kiyai Samsul, mereka sangat berjasa dalam hidup saya, saya harap kamu bisa mengerti. Mungkin kita belum berjodoh lebih tepatnya tidak berjodoh " ucap ustad Rasyid, Aisyah hanya diam saja sambil menundukan wajahnya. Sementara Riziq dan Dewi masih mematung di tempat.


"Kudo'akan kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku, semoga kau selalu bahagia dimanapun kau berada dan dengan siapapun kau berjodoh, kau akan jadi kenangan manis untuk ku yang akan ku ingat selalu dalam hidupku. Apa kau kecewa padaku ? " tanya ustad Rasyid, seketika Aisyah langsung menegakan wajahnya .


"Saya baik baik saja, saya akan berusaha ikhlas untuk menerima semua ini, tidak perlu hawatir, semua akan saya jadikan pelajaran hidup, mungkin Allah punya jalan lain, mungkin juga Allah telah menyiapkan jodoh untuk saya. Saya akan benar benar berusaha untuk menerima kenyataan." tutur Aisyah, ustad Rasyid tersenyum mendengar jawaban dari Aisyah.


"Terima kasih telah mengerti posisi saya, saya harap dengan keputusan ini tidak ada yang tersakiti, saya ataupun dirimu, dan saya harap setelah ini hubungan kita akan baik baik saja tidak ada rasa benci di antara kita, kudo'akan dirimu segera mendapatkan jodoh yang terbaik, Do'a terbaiku untukmu, terima kasih telah menjadi kenangan manis dalam hidup saya, asalamualaikum " ucap ustad Rasyid pamit. Saat berhadapan dengan Riziq ustad Radyid menepuk lembut pundak adiknya itu. Sementara dengan Dewi, air mata sudah membasahi pelupuk matanya.


" Pulanglah " ucap ustad Rasyid. la pun pergi meninggalkan mereka. Perlahan Dewi duduk di sebelah Aisyah, Dewi langsung memeluk Aisyah yang kini sedang menyeka air matanya. Sementara Riziq berdiri di sebelah Aisyah.


" Apa kau baik baik saja Aisyah "


Aisyah hanya mengangguk.


"Kalau memelukmu itu tidak berdosa, pasti sekarang aku sudah memelukmu uni "

__ADS_1


__ADS_2