Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Persiapan


__ADS_3

Malam pun tiba, semua berkumpul di rumahnya ustad Rasyid( Ngemitan). Ustad Usman dan ustad Soleh serta ustad Azam sudah duduk mengobrol di depan rumah ustad Rasyid sambil ngopi. Sementara di dalam sudah ada Zahira, kiyai Samsul dan istrinya yang sedang menggendong cucu barunya.


Tidak lama kemudian Riziq datang sendirian, karna Aisyah harus menjaga Adam dan Hawa di rumah.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Riziq pun ikut bergabung duduk di depan rumah kakaknya, ustad Rasyid pun keluar rumah sambil membawa cemilan.


" Dari mana saja ustad Riziq baru nongol?" tanya ustad Azam.


" Saya baru neminin anak anak, tadi sedikit rewel" jawab Riziq.


" Modus, si ustad berondong bukan nemenin anak anaknya tapi baru nemenin istrinya yang genit itu, si Aisyah pasti tidak akan membiarkan suaminya keluar rumah begitu saja sebelum dia menggodanya terlebih dulu" bisik ustad Usman pada ustad Azam. Ustad Azam hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu.


" Ngomong ngomong ustad, bagaimana persiapan hari senin?, apa sudah beres?" tanya ustad Azam.


" Baru 50%" jawab ustad Soleh.


" Besok saya mau bikin sandal bakiak sama panjat pinang" ucap ustad Usman.


" Perlu bantuan?" tanya Riziq.


" Tentu saja, kita harus mencari tiang bambu yang besar dan kuat, karna Dewi sudah mendaftar untuk jadi peserta panjat pinang" jawab ustad Usman.


" Apa tidak salah ka Dewi ikutan panjat pinang?" ucap Riziq tak percaya.


" Kalau Dewi ikutan panjat pinang, jangan pake tiang bambu, tapi pake tiang listrik" jawab ustad Usman.


" Dewi bisa jadi pertahanan kuat paling bawah. Dan Zahira yang badannya kecil, dia bisa lincah untuk naik ke atas"


" Apa kita akan jadi penonton saja?" tanya Riziq.


" Tentu saja tidak, kita harus ikutan lomba panjat pinang, tapi naik tiangnya harus menggunakan sarung"


" Hah yang benar saja masa pake sarung" protes Riziq.


"Itu adalah salah satu persyaratannya, lagi pula kemarin saja kita main sepak bola pake sarung tidak masalah"


" Aku takut ketika menaiki tiang itu tiba tiba sarungnya melorot bagaimana?" tanya Riziq.


" Ya tidak gimana gimana paling mahkotamu kelihatan" jawab ustad Usman. Membuat yang lain tertawa.


" Kalian tenang saja, aku paling ahli soal naik menaiki, kalau kalian tidak percaya, kalian boleh tanya pada Nisa" ucap ustad Usman.


" Tenang ustad, aku bantu" Riziq ikut menimpali.


" Kau jangan macam macam ustad Riziq, kau cukup jadi pertahanan di bawah, badanmu kan tinggi besar, pasti kau kuat untuk menompang badanku, badannya ustad Rasyid dan badannya ka Soleh, oh iya, tidak lupa juga dengan Yusuf, jadi tidak perlu kau repot repot naik, karna aku tau kelemahanmu" tutur ustad Usman.


" Memangnya apa kelemahanku?" tanya Riziq.


" Kau bisa naik tapi gak bisa turun" jawab ustad Usman hingga Riziq mengerucutkan bibirnya.


" Kau masih ingat saja dengan kejadian itu" gumam Riziq sedikit malu.


Malam sudah menunjukan pukul 01:15. Riziq dan yang lainnya masih setia di rumahnya ustad Rasyid. Tiba tiba Riziq teringat dengan Aisyah dan putra putrinya.

__ADS_1


" Ang aku pulang ya, kasian anak anak, maaf aku tidak bisa menginap" ucap Riziq.


" Tidak apa apa Ziq, pulanglah kasian Hawa kan baru sembuh" ucap ustad Radyid. Riziq pun mengangguk.


" Ustad pada mau menginap disini?" tanya Riziq pada yang lain.


" Saya ikut pulang" jawab ustad Soleh.


" Ikuuuut" ustad Usman ikut menyauti.


" Kalau saya stan bay sampai pagi" ucap ustad Azam. Ustad Rasyid pun mengangguk.


" Aku pulang ang, oh iya Zahira masih di dalam?" tanya Riziq.


" Zahira sudah tidur, biarkan dia tidur di sini" jawab ustad Rasyid. Riziq pun mengangguk dan pergi dari rumah kakaknya itu.


" Asalamualaikum"


Ustad Soleh dan ustad Usman pun ikut berpamitan.


" Kami juga pamit pulang, asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Kini menyisakan ustad Rasyid dan ustad Azam yang masih terjaga di depan rumah, karna kiyai Samsul sudah beristrirahat di dalam. Sementara yang lain sudah pulang.


Sesampainya di rumah, Riziq pun membuka pintu karna ia membawa kunci cadangan, ia tak mau membangunkan Aisyah hanya untuk sekedar membukakan pintu. Setelah masuk rumah, Riziq pun bergegas masuk kamar, ia tersenyum saat melihat istri dan putra putrinya sudah terlelap. Aisyah tengah memeluk Adam dan Hawa, ia sengaja tidak menidurkan Adam dan Hawa di tempat tidur bayi.


Setelah membersihkan diri, Riziq pun ikut berbaring bersama mereka. Tidur dengan memeluk putra putrinya.


Pagi pun tiba. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi Riziq hanya bersantai di rumah bersama keluarga kecilnya. Duduk di teras depan rumah sambil memeluk Adam di pangkuannya. Aisyah pun ikut duduk sambil menggendong Hawa Mereka menikmati secangkir kopi dan beberapa cemilan.


" Le, kiyai Samsul masih di rumah kakakmu?" tanya Aisyah.


" Hmmm, tapi sepertinya besok beliau harus pergi, tapi mungkin istrinya masih di sini untuk menemani ustadzah Yasmin"


" Oh iya Le, aku sudah mendaftar menjadi peserta lomba Agustusan besok. Bolehkan aku ikut?" tanya Aisyah sambil menatap suaminya. Riziq malah tersenyum.


" Memangnya uni ikutan lomba apa?" tanya Riziq.


" Aku ikutan lomba balap karung, sandal bakiak sama joged tomat"


Riziq malah tertawa.


" Kenapa kau tertawa?"


" Kenapa harus mengikuti joged tomat?, kenapa tidak berjoged di hadapanku saja" pinta Riziq.


" Memangnya kalau berjoged di hadapamu aku akan mendapatkan hadiah?"


" Tentu, tapi uni berjogednya harus telanjang, nanti aku kasih hadiah yang lain" jawab Riziq sambil tersenyum senyum hingga Aisyah menyipitkan kedua matanya. Riziq langsung tertawa melihat ekspresi wajah istrinya itu.


" Jangan melihatku seperti itu, kau terlihat menggemaskan, nanti aku tidak bisa mengendalikan diri" ucap Riziq sambil menatap istrinya yang sedang mengerucutkan bibirnya.


Tiba tiba datanglah ustad Usman.


"Asalamualaikum"

__ADS_1


" Waalaikum salam"


" Aiiih, aku sibuk sibuknya mengurus acara besok, kalian malah asik asikan pacaran" gerutu Ustad Usman. Riziq sudah tersenyum sementara Aisyah sudah memicingkan matanya.


" Kau mengganggu saja" gerutu Aisyah.


" Ustad Riziq, katanya kau mau membantuku, dan kau Aisyah, bantu ka Nisa sama ka Sarah bungkusin hadiah" pinta ustad Usman.


" Iya aku ke rumah umi sekarang" ucap Aisyah. Kini Riziq sudah pergi bersama ustad Usman ke lapangan untuk mengerjakan beberapa perlengkapan untuk besok. Sementara Aisyah sudah pergi ke rumahnya umi Salamah sambil mendorong kereta bayi. Namun di tengah jalan ia bertemu dengan Dewi dan Zahira.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Aisyah kamu mau kemana?" tanya Dewi.


" Aku mau kerumahnya umi, mau bantu ka Nisa sama ka Sarah membungkus hadiah untuk acara besok" tutur Aisyah.


" Aku ikut ya" pinta Dewi.


" Aku juga" Zahira ikut menyauti. Aisyah pun mengangguk. Dan kini mereka pun berjalan menuju rumahnya umi Salamah. Sesampainya di sana, Nisa, Sarah dan umi Salamah sedang sibuk menyiapkan hadiah untuk besok.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Mereka pun ikut bergabung. Kini Umi Salamah sudah menjaga Adam dan Hawa. Hadiahnya ada yang di bungkus kertas kado ada juga yang hanya di masukan kedalam plastik.


" Ira, sini kau kumasukan kedalam plastik, nanti ku gantung kau di tiang panjat pinang sebagai hadiah utama" tutur Dewi.


" Enak saja. Eh kalau ka Yusuf yang ikutan panjat pinang sih aku mau jadi hadiahnya" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.


" Tapi Yusufnya yang gak mau, hi hi hi" ucap Dewi sambil tertawa tawa.


" Paginya itu Yusuf jadi pengibar bendera, abis itu dia mengikuti lomba cerdas cermat" ucap Nisa. Zahira pun tersenyum senyum.


" Waaah bangga banget ya punya calon imam yang otaknya pintar, membanggakan" ucap Zahira.


" Tapi malu banget ya punya calon istri yang otaknya bodoh, menyedihkan" ucap Dewi. Hingga Zahira memicingkan matanya. Dewi langsung tertawa.


" He he he, aku hanya bercanda Ira. Reaksimu begitu banget sudah seperti mau menelanku saja" ucap Dewi.


" Ira tidak mungkin menelanmu Wi, badanmukan 4 kali lipat dari Zahira" balas Aisyah.


" Kau jangan menghinaku Aisyah. Kau tidak pernah tau kalau di dalam badanku yang subur ini terdapat kesexian kesexian yang tersembunyi" tutur Dewi.


" Waaah waah apa itu Wi?" tanya Aisyah dengan nada mengejek.


" Pasti itu lemak tersembunyi ka" jawab Zahira sambil tertawa tawa. Semua ikut tertawa membuat Dewi mengerucutkan bibirnya.


" Eh ngomong ngomong Wi, aku sudah mendaftar untuk mengikuti joged tomat bersamamu, kau mau kan berpasangan denganku?" tanya Aisyah.


" Memang apa hadiahnya?" tanya Dewi.


" Yang difikiranmu hanya hadiah saja" gerutu Aisyah. Mereka pun mengerjakan semuanya hingga selesai.


" Aku sudah tidak sabar nunggu besok"

__ADS_1


__ADS_2