
Setelah pulang dari rumahnya Riziq, kiyai Samsul pun datang kerumahnya ustad Rasyid untuk menemui anak dan cucunya.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab ustajah Yasmin sambil membuka pintu, ia juga tidak lupa mencium tangan abinya.
" Masuk bi" pinta ustajah Yasmin. Kiyai Samsul pun langsung memeluk Syakir cucunya.
" Cucu abi sudah besar ya sekarang" ucap kiyai Samsul sambil mengelus kepalanya Syakir.
" Bagaimana bi?, apa ustad Riziq menerimanya?" tanya ustajah Yasmin penasaran.
" Dengar Yasmin, abi hanya memberinya suatu penawaran bukan suatu perintah. Keputusan ada di tangannya ustad Riziq. Abi tidak akan memaksanya untuk menerima tawaran itu. Dengar Yas abi melakukan ini bukan untuk membantumu, abi melakukan ini untuk membantu rencana kiyai Husen yang ingin menguji keimanannya ustad Riziq. Jika ustad Riziq menerima untuk pindah dari pesantren ini dan menerima semua fasilitas yang akan abi berikan, itu artinya ustad Riziq lebih memilih harta dari pada mengabdi di pesantren ini, abi akui kecerdasan ustad Riziq di atas rata rata. Tapi kalau dia menolak tawaran abi, itu artinya keimanannya cukup kuat. Ia akan lebih memilih mengabdi di pesantren ini dari pada memilih fasilitas mewah yang abi tawarkan. itu tujuan utama kiyai Husen yang kini sedang menguji keimanan menantunya itu. Karna kalau terbukti ustad Riziq kuat dengan keimanannya, kelak kiyai Husen akan meminta ustad Riziq membantu ustad Soleh dan ustad Usman untuk memimpin pesantren ini" tutur kiyai Samsul.
Ustajah Yasmin pun terdiam.
" Dengar Yas, percuma kau bersusah payah untuk membuat Aisyah keluar dari pesantren ini, abi tau betul bagaimana umi Salamah mencintai putrinya itu, dia tidak akan membiarkan Aisyah pergi dari pesantren ini. buanglah rasa cemburumu pada Aisyah. Setiap orang pasti punya masalalu termasuk suamimu. Bukan salah suamimu jika dulu dia mencintai Aisyah. Yang penting sekarang suamimu sudah mulai mencintaimu, sudah mulai menghargaimu sebagai istrinya, belajarlah mempercayai ustad Rasyid. Jika kau tetap ingin memisahkan Aisyah dengan ustad Rasyid sebaiknya kau saja yang mengalah, bawalah ustad Rasyid pindah kepesantren abi, biar kita bisa berkumpul lagi, biar suamimu juga tidak akan sering sering bertemu dengan Aisyah"
" Aku sudah mencoba membujuknya untuk pindah dari sini, tapi ustad Rasyid tetap tidak mau" ucap ustajah Yasmin sambil menundukan wajahnya.
" Kalau kau masih tetap kekeh dengan rencanamu membuat Aisyah keluar dari pesantren ini, abi ingatkan semua akan sia sia, karna kau akan berurusan langsung dengan umi Salamah" ucap kiyai Samsul menegaskan. Ustajah Yasmin sedikit merasa takut kalau harus berurusan dengan umi Salamah. la tau betul umi Salamah selalu membela putri kesayangannya itu.
" Lalu apa yang harus aku lakukan bi?, aku hanya tidak ingin suamiku masih menyimpan rasa pada perempuan lain, meskipun itu hanya secuil. Rasa takutku selalu menghantui aku takut suatu saat ustad Rasyid akan meninggalkanku demi perempuan lain" tutur ustajah Yasmin yang kini sudah mulai berkaca kaca.
" Buanglah rasa cemburumu itu Yas, belajarlah untuk percaya pada suamimu, bukankah selama ini suamimu tidak pernah dekat dengan perempuan lain"
Kiyai Samsul pun mengelus kepala putrinya itu.
" Abi selalu mendo'akanmu semoga kamu dan ustad Rasyid selalu di beri kebahagiaan dunia dan akhirat"
Setelah beberapa lama menjelaskan dan menasehati putrinya itu. Kiyai Samsul pun pamit untuk menemui kiyai Husen. Setelah kepergiannya kiyai Samsul, tiba tiba ustad Rasyid datang menghampiri istrinya itu.
__ADS_1
"Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Tentu saja ustajah Yasmin terkejut, ia takut kalau suaminya itu mendengar pembicaraannya dengan kiyai Samsul.
" Yas kenapa kau melakukan semua ini?" tanya ustad Rasyid sambil menatap istrinya. ustajah Yasmin mulai gugup dan khawatir, ia tau arah pembicaraan ustad Rasyid, yang mendengar pembicaraannya dengan kiyai Samsul.
" Yas?"
" Maaf, jika sikapku terlalu berlebihan, aku hanya ingin menjaga dan mempertahankan rumah tanggaku, aku tidak bermaksud mencurigaimu atau tidak mempercayaimu. Aku hanya takut suatu saat kau akan meninggalkanku dan Syakir demi Aisyah" tutur ustajah Yasmin yang kini sudah meneteskan air matanya.
" Aku tidak marah padamu, aku hanya sedikit kecewa, yang kau lakukan itu bukan hanya akan memisahkanku dengan Aisyah, tapi kau akan memisahkanku dengan adiku, kau taukan cuma Riziq sodara yang kupunya" ucap ustad Rasyid.
" Maafkan aku"
Perlahan ustad Rasyid pun memeluk istrinya itu.
* * * * *
Sementara dengan Aisyah yang kini sedang heboh meminta lipstiknya pada Riziq karna satu minggu kini telah berlalu dan hukuman Aisyah telah berakhir, termasuk tunggakan yang 15%, sudah Aisyah bayar pada rentenir genit si berondong manis.
" Lee, mana lipstiku, inikan sudah satu minggu, katanya kau akan mengembalikannya" ucap Aisyah sedikit merengek karna Riziq bukannya mengembalikan lipstik itu ia malah tersenyum senyum saja melihat kelakuan Aisyah yang seperti anak kecil minta di belikan mainan.
" Leeee"
" Apa uni"
" Mana lipstiku, kau kan janji mau mengembalikannya hari ini" ucap Aisyah sambil menggoyang goyangkan tangannya Riziq. Riziq merasa lucu dan gemas melihat kelakuan istrinya itu.
" Rayu aku dulu baru aku kasih"
__ADS_1
Aisyah malah mendengus kesal.
" Tapi aku tidak pandai merayu" ucap Aisyah.
" Tapikan kau pandai menggoda" ucap Riziq dengan nada menyindir.
"Jangan bilang kalau dia memintaku untuk menyingkapkan rok gamisku di hadapannya, kalau itu terjadi itu artinya sangat berbahaya untukku" gumam Aisyah dalam hati.
" Rayu aku dulu" pinta Riziq sambil tersenyum senyum.
" Baiklah kalau kau memaksa"
Perlahan Aisyah mendekati Riziq sambil menempelkan kedua tangannya kedada suaminya itu.
" Heei berondongku yang manis, kalau kau tidak mengembalikan lipstiku maka aku akan meminjam lipstiknya Dewi. Setelah memakai lipstik maka aku akan menciumu disini disini disini dan disini" ucap Aisyah lemah lembut sambil menunjuk kearah pipi, hidung, mata dan bibir. Tentu saja itu membuat Riziq tersenyum senyum geli melihat rayuannya Aisyah.
" Uni kau bukan merayuku, tapi kau mengancamku"
Aisyah pun tertawa.
" Ya sudah mana lipstiku, kau sembunyikan dimana?" tanya Aisyah kembali.
" Aku sembunyikan di atap kamar"
Seketika Aisyah terkejut.
" Kau sembunyikan diatap kamar?, Leee, bagaimana kalau lipstiku di makan tikus?" ucap Aisyah sambil menggeram kesal. Namun Riziq malah tertawa tawa.
" Biarkan saja di makan tikus, bukankah itu bagus, jadi aku tidak akan repot repot lagi menyembunyikannya"
Seketika Aisyah langsung mencubit pinggangnya Riziq.
__ADS_1
" Aaaaaaaw"