
Satu minggu kini sudah berlalu. Ustad Rasyid sudah bersiap siap untuk melangsungkan pernikahan yang akan di adakan di masjid besar pesantren. Di adakan dengan sederhana sesuai keinginan ustad Rasyid, yang penting sakral itu pikirnya. Saat sudah bersiap untuk pergi ke masjid, ustad Rasyid melihat Riziq yang kini telah duduk di sofa mematung tanpa ekpresi, seperti enggan untuk menghadiri pernikahan kakaknya.
Perlahan ustad Rasyid duduk di sebelah Riziq.
"Ikutlah bersamaku, temani aku di hari pernikahanku, ayah sudah membuangku, cuma kau satu satunya keluarga yang aku punya" tutur ustad Rasyid. Riziq mencoba mengusir egonya, dan ahirnya ia ikut bersama kakaknya ke masjid tempat dimana pernikahan akan di langsungkan.
Sesampainya di masjid. Semua sudah berkumpul di dalam dan di halaman masjid, teman teman dan kerabat dekat dari keluarganya ustajah Yasmin sudah berkumpul di sana. Sementara ustad Rasyid hanya Riziq, ustad Azam dan ustajah ulfi yang menemaninya termasuk kiyai Husen dan umi Salamah. Ustajah Yasmin nampak cantik dengan gaun pengantinnya yang sederhana namun elegan di tambah dengan riasan jilbab yang membuatnya nampak terlihat lebih cantik. Dari kejauhan Riziq menatap ustad Azam yang kini sibuk dengan speker masjid. Perlahan Riziq pun menghampirinya.
"Sedang apa ustad Azam ? " tanya Riziq penasaran .
"Ini lagi ngecek mix, takutnya ada masalah, soalnya mau di pake kakakmu untuk ijab kabul " jawab ustad Azam.
Deeeg .
Seketika Riziq terkejut, ia tak mau kalau ijab kabulnya harus memakai mix, itu artinya Aisyah akan mendengar dari sepeker masjid saat ustad Rasyid mengucapkan ijab kabul, tentu itu akan membuatnya sedih dan sakit hati.
"Uni tidak boleh mendengarnya " Gumam Riziq dalam hati. Seketika tanpa sepengetahuan yang lain Riziq memutuskan kabel mix itu hingga rusak dan tidak bisa di pakai lagi. Perlahan ia pun mendekati kakaknya dan duduk di belakang ustad Rasyid.
Saat ustad Rasyid akan mengucapkan ijab kabul ia terheran karna mix yang ia pegang tidak berfungsi .
"Tidak ada suaranya " ucap ustad Rasyid sambil membolak balikan mix itu. Ustad Azam pun berusaha mengeceknya, ia pun menemukan kabel yang terputus itu.
"Maaf kabel mix nya terputus " ucap ustad Azam.
" Ya sudah tidak apa apa, tidak usah pakai mix " pinta kiyai Husen.
__ADS_1
"Bismilahirahmanirahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang " ustad Rasyid berdoa dalam hati sebelum mengucap ijab kabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Yasmin Humairah binti Samsul ibrahim dengan mas kawin tersebut di bayar tunai "
Sah
Sah
Sah
" Maafkan aku Aisyah " ucap ustad Rasyid dalam hati.
Seketika Riziq langsung memejamkan matanya, sebenarnya ia ingin menutup telinganya tak ingin mendengar ucapan ijab kabul dari kakaknya, pikirannya langsung tertuju pada Aisyah.
Senyum bahagia nampak di raut setiap orang yang datang ke acara itu kecuali Riziq. Ustajah Yasmin tersenyum lalu mencium tangannya ustad Rasyid yang kini sudah sah menjadi suaminya. Seketika Riziq langsung pergi dari acara itu tanpa pamit pada kakaknya itu. Ustad Rasyid yang sadar akan hal itu hanya bisa menundukan kepalanya saja.
"Asalamualaikum uni "
Seketika Aisyah menoleh pada Riziq.
"Waalaikum salam "jawab Aisyah, ia berusaha menampakan senyum di bibirnya, meskipun wajahnya sudah terlihat sendu. Riziq menatap cairan bening di pelupuk matanya Aisyah.
" Kau kemari, memang acara pernikahannya sudah selesai ? " tanya Aisyah. Riziq hanya menganggukan kepalanya. Senyuman yang di paksa nampak di raut wajah Aisyah, ia menatap lurus jauh ke arah perkebunan. Perlahan Riziq menatap wajah Aisyah yang kini ada di sebelahnya.
"Kau baik baik saja uni ? " tanya Rizik sambil ikut menatap perkebunan itu.
__ADS_1
"Hmmm, uni baik baik saja mungkin awalnya sakit dan kecewa, tapi setelah satu atau dua minggu uni pasti kembali ceria lagi" jawab Aisyah mencoba menyembunyikan kesedihannya.
" Uni sehari saja melihatmu sesedih ini aku tak sanggup apalagi satu atau 2 minggu sungguh tak bisa ku bayangkan " gumam Riziq dalam hati.
"Uni yakin "
" Tentu "
Riziq menundukan wajahnya, ia bisa merasakan kekecewaan dari raut wajahnya Aisyah.
"Kalau aku bisa menggantikan rasa sakit dan kecewamu, aku ikhlas uni, biar aku saja yang merasakannya " gumam Riziq dalam hati.
* * * * *
Sementara dengan ustad Rasyid, kini setelah pernikahan selesai ia membawa ustajah Yasmin untuk tinggal di rumahnya.
"Masuklah Ini rumahku, hanya sederhana ini juga fasilitas yang di berikan dari pesantren " tutur ustad Rasyid. Ustajah Yasmin pun tersenyum.
" Tidak apa apa, dimanapun aku tinggal yang penting aku bersamamu imamku " jawab ustajah Yasmin sambil tersenyum. Ustajah Yasmin sangat mencintai ustad Rasyid sejak pertama ia mengajar di pesantren, namun ia tak tau bagaimana perasaan suaminya itu padanya.
" Maaf ustajah Yasmin aku tinggal sebentar ada urusan, cuma sebentar " ucap ustad Rasyid meminta izin, ustajah Yasmin mengiyakan meskipun hatinya merasa kecewa, pasalnya malam ini adalah malam pertama mereka. Ustad Rasyid malah izin pergi keluar meninggalkan ustajah Yasmin sendirian, apalagi Riziq yang sudah beberapa hari ini selalu tidur di asrama pesantren bersama teman teman santrinya.
Ustad Rasyid pergi ke masjid di mana tadi pagi ia mengucap ijab kabul di sana. Ia duduk bersila di dalam masjid itu ia ber do'a di sana , entah do'a apa yang ia panjatkan hanya Allah yang tau. Tiba tiba ustad Azam datang dan menghampirinya, lalu duduk bersila di sebelah ustad Rasyid.
"Sedang apa pengantin baru di sini, bukannya seharusnya ustad Rasyid sekarang sedang menemani istri di rumah secara kaliankan baru menikah " ucap ustad Azam. Ustad Rasyid hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
"Kau berhak dan kau wajib memberi istrimu nafkah lahir dan batin " ucap ustad Azam mengingatkan. Setelah 15 menit mengobrol kini ustad Rasyid pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ia di sambut dengan senyuman ustajah Yasmin. Ustad Rasyid pun membalas senyuman istrinya itu. Mereka pun menjalankan kewajibannya sebagai suami istri.