
Masih dengan Zahira. Setelah pulang dari rumahnya ustad Rasyid ia pun berniat pulang ke rumahnya Riziq, namun di tengah jalan ia tersesat, lupa jalan untuk pulang ke rumahnya Riziq. Ia berdiri mematung di tengah jalan sambil celingak celinguk ingin minta bantuan namun tak ada orang yang lewat.
" Duuh, sepertinya aku tersesat, aku lupa jalan pulang ke rumahnya kak Riziq" gumam Zahira.
Dari kejauhan Dewi dan Syifa melihat Zahira yang sedang berdiri di tengah jalan. Perlahan ia pun menghampiri Zahira.
" Asalamualaikum" ucap Dewi memberi salam.
" Wa waalaikum salam" jawab Zahira sedikit terbata. Dewi pun menatap penampilan Zahira yang memakai baju ke besaran dan kotor di ujung gamisnya karna terseret seret.
" Kaya bajunya si Aisyah" batin Dewi.
" Kamu siapa?, sedang apa disini?" tanya Dewi.
" Aku Zahira"
" Kau baru disini, sepertinya ini pertama kalinya aku melihatmu" ucap Dewi.
" Aku baru kemarin datang kesini, dan sepertinya aku tersesat"
" Apa kamu memakai baju ibumu?" tanya Dewi.
" Aku pakai baju kakakku, baju nya sedikit kebesaran" jawab Zahira sedikit malu.
" Yasudah dimana rumahmu, nanti ku antarkan"
" Aku lupa, tapi aku tinggal sama kak Riziq sama kak Aisyah" jawab Zahira. Dewi pun mengeryitkan keningnya.
" Aisyah?"
" Hmmm"
"Kenapa kau tinggal di rumahnya Aisyah, ada hubungan apa kau dengan ustad Riziq dan Aisyah?" tanya Dewi penasaran.
" Aku adiknya kak Rasyid dan kak Riziq" jawab Zahira. Dewi pun terkejut dan tak percaya hingga Zahira pun mau tidak mau menceritakannya. Setelah mengerti Dewi pun mengangguk ngangguk.
" Ya sudah kau ikut dulu ke rumahku, aku mau menaruh belanjaan, nanti kau ku antarkan pulang" ucap Dewi. Zahira hanya mengangguk saja. Mereka pun pergi ke rumahnya Dewi. Sesampainya disana.
" Kau mandi saja dulu, itu bajumu kotor sekali" ucap Dewi. Zahira pun menurut saja.
* * * * *
Sementara dengan Aisyah yang kini sedang mondar mandir di rumahnya merasa cemas karna Zahira belum pulang juga.
" Ya Allah Zahira kamu kemana, ko belum pulang juga"
Tiba tiba ada yang mengantarkan paket.
" Asalamualaikum" ucap sang kurir.
" Waalaikumsalam"
" Maaf mba, ini ada kiriman paket untuk mba Zahira" ucap sang kurir. Dengan keheranan pun Aisyah menerima 3 paket besar.
" Terima kasih pak"
Sang kurir pun pergi. Aisyah terdiam sambil menatap 3 paket besar itu.
" Zahira memesan apa ya, barang pesanannya banyak banget, apa dia punya uang" gumam Aisyah.
__ADS_1
Kini waktu sudah hampir maghrib, Aisyah sudah nampak kebingungan karna Zahira belum pulang juga.
" Ya Allah Zahira kau membuatku cemas saja"
Tiba tiba Riziq datang.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Uni kenapa kau terlihat cemas begitu?" tanya Riziq heran.
" Le, Zahira belum pulang, tadi dia minta izin untuk main ke rumahnya ustad Rasyid, tapi sampai sekarang belum pulang, aku khawatir dia tersesat" ucap Aisyah cemas.
Seketika Riziq langsung menelpon ustad Rasyid. Setelah mendapat jawaban Riziq pun menutup telponnya.
" Apa katanya Le, apa dia masih ada di rumah kakakmu?" tanya Aisyah.
" Katanya Zahira sudah pulang dua jam yang lalu"
" Astaghfirullah, Le cepat kau cari Zahira, mungkin dia lupa jalan pulang" ucap Aisyah panik. Seketika Riziq langsung bergegas untuk pergi ke mencari adiknya itu. Baru saja dua langkah, tiba tiba Zahira datang bersama Dewi.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Zahira kau dari mana?, kami mencemaskanmu" ucap Aisyah.
" Maaf ka tadi aku tersesat dan untung saja aku ketemu ka Dewi." jawab Zahira. Tiba tiba Aisyah dan Riziq baru tersadar ketika melihat Zahira memakai baju gamisnya punya Dewi, karna baju gamis yang ia pakai sebelumnya begitu sangat kotor hingga mau tidak mau Zahira memakai bajunya Dewi.
" Ira, kau pakai baju siapa hingga tubuhmu kelelep begitu?" tanya Riziq. Aisyah sudah tertawa tawa. Bayangkan saja badan Aisyah saja 3 kali lipat dari dewi, apalagi dengan badannya Zahira, mungkin sekitar 4 kali lipat.
" Hei ustad Riziq, apa benar Zahira ini adalah adikmu?" tanya Dewi penasaran.
" Kenapa, kak Dewi tidak percaya kalau Zahira adalah adikku?, apa karna dia cantik sementara aku cuma manis saja, apa karna dia berkulit putih sementara kulitku coklat" ucap Riziq. Dewi sudah cengengesan begitu pun dengan Aisyah.
" Le, kau jangan memuji dirimu sendiri, malu" ucap Aisyah sambil tertawa di akhir kalimatnya.
" Uni kau sore sore begini jangan menggodaku"
" Aku tidak menggodamu Le, tapi aku menghinamu" jawab Aisyah.
" Uni mau masuk neraka berani menghina suamimu"
"Kalau kau berani mengatakan neraka padaku, aku tidak akan membukakan pintu surgaku padamu setiap malam" gerutu Aisyah. Mereka malah berdebat di hadapan Dewi dan Zahira. Seketika Dewi langsung menutup telinganya Zahira.
" Sebaiknya kau menutup telinga dan matamu, adegan percakapan mereka akan membuat pikiranmu amburadul" ucap Dewi. Zahira hanya mengeryitkan keningnya saja.
" Uni ucapanmu jangan sensual begitu nanti Zahira dengar" ucap Riziq.
" Meskipun Zahira dengar, tapi dia tidak akan mengerti" jawab Aisyah.
" Aku mengerti" ucap Zahira seketika. Riziq dan Aisyah pun terdiam lalu menatap Zahira. Sementara Dewi sudah tertawa tawa.
" Ira sebaiknya kau masuk" pinta Riziq. Zahira pun mengangguk. Sebelum masuk Zahira pun mendekati Dewi.
" Ka Dewi terima kasih sudah mengantarku pulang, oh iya, aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Zahira.
" Apa?"
__ADS_1
" Kak Dewi sehari makan berapa kali?" tanya Zahira. Riziq sudah menggeram pada Adiknya itu.
" ZAHIRAAAAAA"
Aisyah sudah tertawa tawa sementara Dewi sudah mengerucutkan bibirnya.
" Kau mau menghina tubuhku" ucap Dewi sambil menggerutu.
" Ira cepat masuk" pinta Riziq kembali. Zahira pun mengangguk dan berjalan untuk masuk rumah, tiba tiba
BRUUGH.
Zahira terjatuh karna terserimpet baju yang di kenakannya.
" Aduuuh" Zahira mengaduh kesakitan. Seketika Aisyah langsung membangunkannya.
" Hati hati ira, kenapa kau malah menggunakan selimut BEDCOVER untuk menutupi tubuhmu jadinya ribet begini" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Dewi sudah memicingkan matanya.
" Itu bajuku Aisyah, bukan selimut bedcover" gerutu Dewi. Aisyah malah tertawa bersama Riziq.
" Sudah sudah, ayo lra kau masuk" pinta Riziq kembali.
" Aisyah aku pulang dulu ya, besok Syifa mau masuk ajaran pertama sebagai santriwati baru, aku mau beres beres dulu perlengkapannya" ucap Dewi
" Terimakasih ya Wi"
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Dewi pun pergi, Aisyah dan Riziq pun menemui Zahira.
" Ira kemari duduk dulu" pinta Aisyah.
" Kenapa kak?" tanya Zahira sambil duduk dihadapannya Aisysh dan Riziq. Aisyah pun memberikan 3 paket besar pada Zahira.
" Ini kau yang pesan?" tanya Aisyah. Zahira pun langsung tersenyum lebar.
" Paketnya sudah datang ya kak?" ucap Zahira antusias, karna tak sabar ia pun langsung membuka paket itu. dilihatnya baju baju gamis model terbaru dengan ukuran yang pas untuk Zahira.
" Waah, bagus bagus ya bajunya, ukurannya pas" ucap Zahira senang. Riziq dan Aisyah pun terdiam saling lirik.
" Ira, kau yang pesan semua itu?" tanya Riziq.
" Hmm"
" Kau dapat uang dari mana?" tanya Riziq kembali.
" Semua pesanannya sudah di bayar sama kak Yasmin" jawab Zahira. Aisyah dan Riziq pun terdiam.
" Ustajah Yasmin yang membelikannya untukmu?" tanya Aisyah.
" Hmmm, dia baik ya"
" Ya sudah, kau beres beres ya, besok kau akan tinggal di asrama putri, nanti kak Aisyah bantu" ucap Aisyah.
" Tapi kak aku lupa tidak beli pakaian dalamku" ucap Zahira.
" Gampang kau tinggal pinjam saja sama ka Dewi" ucap Riziq meledek. Zahira pun hanya mengeryitkan keningnya.
__ADS_1