
Keesokan harinya pagi pagi sekali Aisyah dan bi Ratna sudah pergi ke kantin. Sesampainya di sana bi Ratna langsung membuka gembok kantin. Mereka langsung mengerjakan rutinitas seperti biasa, dari kejauhan nampak Dewi berjalan menghampiri mereka.
"Asalamualaikum" ucap Dewi sambil membawa beberapa makanan cemilan di kedua tangannya. Dia datang untuk mengambil kue kue yang akan di bawa ke kantinnya mang llham. Bi Ratna pun memberikan tiga box kue yang baru di bikinnya bersama Aisyah semalam. Seketika mata Dewi langsung membulat melihat tiga box kue yang menurutnya begitu menggoda lidahnya.
" Bibi sepertinya enak sekali " ucap Dewi sambil membuka tutup box kue itu, berniat untuk mencicipinya, namun dengan sigap bi Ratna menutup kembali tutup box itu.
" Kamu itu jangan terlalu banyak ngemil kamu lihat bentuk tubuhmu semakin gemuk saja, tubuhmu dua kali lipat dari tubuhnya Aisyah " gerutu bi Ratna membuat Dewi mengerucutkan bibirnya. Sementara Aisyah hanya tersenyum senyum.
"Tubuhnya Aisyah saja yang kurus jadi terlihat dua kali lipat dari tubuhku " jawab Dewi membela diri. Ia tak mau dirinya di sebut gendut.
"Aku tidak kurus, berat badan ku 53 kilo kurasa segitu sudah cukup untuk mengimbangi tinggi badanku" tutur Aisyah .
"Berat badanmu setengah kuwintal lebih Aisyah ? " tanya Dewi penasaran, pasalnya ia tak percaya.
"Cukup sebut saja 53 kilo tidak usah setengah kuwintal lebih, kesan nya aku gemuk sepertimu, berat kuwintal itu cuma untuk ukuran berat karungan padi, jadi jangan samakan aku dengan karungan padi " tutur Aisyah menjelaskan. Namun bi bi Ratna dan Dewi malah tertawa di buatnya.
"Cemilan di tanganmu saja belum habis sudah mau nambah lagi" gerutu bi Ratna sambil menggelengkan kepalanya.
"Ia ia aku tidak akan ngemil banyak banyak " ucap Dewi ragu, rasanya itu adalah hal yang tidak mungkin.
"Ya sudah sekarang kamu bawa kue kue itu ke kantinnya mang llham " ucap bi Ratna menyuruh Dewi segera membawa kue kue itu ke kantinnya mang llham sebab sebentar lagi para santri akan berdatangan dan jajan di kantin. Namun Dewi begitu kesusahan membawa box box kue itu. Memang benar ia sangat ke susahan apalagi di tangannya penuh dengan cemilan yang ia bawa sebelumnya.
__ADS_1
"Biar aku yang bantu " ucap Aisyah. kini Aisyah dan Dewi sudah pergi ke kantinnya mang ilham menggunakan masker sambil membawa box kue itu. Bukan maksud berlalu lalang keluar masuk daerah santri putra, karna memang itu pekerjaannya sebagai penjaga kantin yang sering bolak balik membawa kue. Para santri sudah berkerumun di halaman dan di dalam kelas.
Kini ustad Rasyid pun sedang duduk bersama ke 3 temannya menikmati secangkir kopi di kantin mang dadang, letaknya tidak jauh dari kantinnya mang ilham. Saat Aisyah dan Dewi berjalan sudah hampir sampai di kantinnya mang ilham, tiba tiba Riziq menghampiri mereka.
"Asalamualaikum " ucap Riziq ketika sudah di hadapan mereka.
"Waalaikumsalam "jawab Aisyah dan Dewi.
"Uni, apa uni sudah siap, aang Rasyid sudah menunggu uni untuk menyelesaikan hukuman " ucap Riziq memberi tau. Tiba tiba Aisyah terdiam, ia bingung harus bicara apa ia agak sedikit malu untuk menjawabnya.
"Hmm, sepertinya belum bisa sekarang Ziq " ucap Aisyah sedikit kecewa.
"Hmm bukannya uni belum hafal, tapi sebenarnya uni belum bisa karna sekarang uni sedang kedatangan tamu bulanan " tutur Aisyah menjelaskan.
"uni sedang menstruasi ? " celetuk Riziq dengan nada sedikit keras.
"Sstt, jangan keras keras nanti ada yang denger, kalau ada yang dengerkan malu " ucap Aisyah sambil menundukan wajahnya. Riziq malah tertawa tawa membuat Aisyah semakin kesal di buatnya.
"Ya sudah aku akan bilang sama aang kalau uni akan menemuinya besok " ucap Riziq.
"Jangan besok uni masih datang bulan maksudnya besok belum selesai " tutur Aisyah.
__ADS_1
" Lalu kapan datang bulan uni selesai ? " tanya Riziq penasaran.
"Sekitar satu minggu lagi " jawab Aisyah , membuat Riziq mengeryitkan keningnya tak percaya.
"Lama sekali uni, memangnya tidak bisa satu hari saja ? " ucap Riziq membuat Aisyah dan Dewi mengeryit .
"Kamu mau protes sama siapa? " tanya Dewi dengan sedikit menahan tawanya, membuat Aisyah menggelengkan kepalanya.
" Bukan protes maksudnya mungkin uni bisa meminum obat atau memakan sesuatu yang bisa membuat datang bulan uni berhenti " ucap Riziq yang di anggap tak masuk akal.
"Ada " ucap Aisyah tegas.
"Apa ? " tanya Riziq tak sabar.
"Caranya uni harus memakan kamu hidup hidup " jawab Aisyah. Riziq pun di buat kaget dengan jawaban Aisyah sementara Dewi malah tertawa.
"Ya sudah kamu jangan banyak tanya, bilang saja sama ustad Rasyid kalau uni sedang datang bulan, pasti ustad Rasyid mengerti " tutur Aisyah. Kini Aisyah dan Dewi melanjutkan langkahnya menuju kantin mang llham. Seketika Riziq langsung berlari menemui ustad Rasyid sambil berteriak
" Aang, uni Aisyah belum bisa menyelesaikan hukuman, karna uni Aisyah sedang datang bulan " ucap Riziq sambil berlari menuju kelas. Seketika ketiga temannya ustad Rasyid langsung tertawa mendengar teriakan Riziq yang menurutnya tak tau malu berteriak seperti itu. Sementara ustad Rasid hanya tersenyum ia mencoba menahan tawanya. Sontak dari kejauhan Aisyah yang baru beberapa langkah berjalan ia membulatkan matanya kaget serta tak percaya kalau bocah ingusan itu malah berteriak memberi tau pada kakaknya tentang datang bulannya, padahal ia sudah memberi tau Riziq untuk bicara pelan pelan agar tak ada yang dengar kecuali ustad Rasyid. Namun apa yang di lakukan Riziq ia malah membuat semua orang yang ada di situ tau kalau Aisyah sedang datang bulan. Wajah Aisyah sudah memerah karna malu ia pun menggerutu sendiri, sementara Dewi malah tertawa terpingkal pingkal hingga perutnya terasa sakit.
"Riziq apa yang kamu lakukan, kau sudah membuat ku malu awas saja kalau kau berani menemuiku akan ku tarik telinga dan hidungmu " gerutu Aisyah ia begitu sangat kesal dengan sahabat kecilnya itu.
__ADS_1