Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Hubungan


__ADS_3

Pulang dari perkebunan, Aisyah berjalan berdua sambil bergandeng tangan.


" Le, aku senang melihat perubahan sikapnya ustajah Yasmin padaku, setidaknya uni merasa tenang tidak selalu di curigai dan di cemburui terus. Kau juga harus merubah sikapmu terhadap kakakmu" ucap Aisyah masih sambil berjalan.


" Memangnya sikapku terhadap Aang Rasyid kenapa?" tanya Riziq heran.


" Sikapmu berbeda terhadap kakakmu, waktu dulu dan sekarang, sekarang kau sedikit lebih dingin terhadap kakakmu itu. Apa semua itu ada hubungannya denganku?" tanya Aisyah.


" Entahlah, aang Rasyid pasti mengerti dengan sikapku, dia tau kalau dari dulu aku memang keras kepala"


" Dulu kau sering mengancamnya, apa sekarang masih seperti itu? " tanya Aisyah sambil menatap suaminya itu.


" Aku memang pernah mengancamnya, kalau dia berani menyakitimu, maka aang Rasyid akan kehilanganku, itu yang sering aku katakan padanya. Dan terbukti ketika dia benar benar menyakitimu, aku memang menghilang dari hidupnya selama lima tahun. kurasa kepergianku ke kairo adalah hukuman untuknya, karna dia telah berani menyakitimu" tutur Riziq menjelaskan.


" Mulai sekarang perbaikilah hubunganmu dengannya. Kau harus ingat ustad Rasyid adalah satu satunya sodara kandung yang kau punya. Kalian mempunyai darah yang sama. Kurasa sudah cukup untuk menghukumnya. Kau percaya takdir Le?, mungkin takdir kita harus seperti ini, kalau kakakmu itu tidak melepaskanku, manamungkin kita bisa bersama sekarang"


Riziq pun tersenyum.


" Kalau aku menyuruhmu untuk memilih, uni akan pilih siapa?, pilih aku atau aang Rasyid?" tanya Riziq sambil menatap Aisyah. Seketika Aisyah langsung menghentikan langkahnya.


" Menurutmu uni akan memilih siapa?" tanya balik Aisyah.


" Uni jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi. Kau pilih siapa?, aku atau kakakku?" tanya Riziq kembali.


" Uni akan memilih laki laki yang rela menukar kebahagiaannya hanya untuk kebahagiaanku" jawab Aisyah tegas. Seketika Riziq langsung tersenyum, lalu melanjutkan kembali langkahnya.


" Kenapa kau tersenyum" tanya Aisyah.


" Aku mencintaimu" jawab Riziq masih dengan berjajan. Terlihat wajah Aisyah tersenyum.


" Oh iya Le, entah kenapa beberapa hari ini, kalau aku melihat kak Usman, perutku sedikit mual" ucap Aisyah heran. Hingga Riziq mengeryitkan keningnya, merasa aneh dengan ucapan tak masuk akal istrinya itu.


" Jangan bicara seperti itu uni, kalau ustad Usman dengar nanti dia bisa tersinggung"


Sesampainya di rumah.


" Uni aku pergi sebentar ada urusan dengan ustad Azam" pamit Riziq pada Aisyah.


Setelah mengucap salam dan Aisyah mencium tangannya, Riziq langsung pergi menemui ustad Azam.

__ADS_1


Perlahan Aisyah membuka pintu rumah. Ia merebahkan tubuhnya di kursi, merasa lelah dengan aktifitasnya yang sedikit menguras tenaga. Tiba tiba terdengar suara orang mengucap salam di depan pintu. Aisyah menjawab salam sambil membuka pintu.


" Umi Fadlun" Sapa Aisyah sambil tersenyum. Nampak umi Fadlun berdiri di depan pintu sambil menjinjing rantang makanan.


" Masuk umi" ajak Aisyah lembut.


Perlahan Aisyah dan umi Fadlun duduk di kursi tamu.


" Riziq kemana ? " tanya umi Fadlun.


" Ale lagi pergi menemui ustad Azam, katanya ada urusan." jawab Aisyah.


" Sebenarnya umi datang kesini ingin bertemu Riziq, umi kangen, sudah lama umi tidak makan bersamanya dan juga kiyai Mansyur."


" Yah sayang sekali ya umi, Riziq nya lagi keluar, apa perlu aku suruh pulang dulu? " tanya Aisyah.


" Tidak perlu Aisyah, berikan saja makanan ini padanya" ucap umi Fadlun sambil memberikan rantang makanan pada Aisyah.


" Terima kasih umi"


" Ternyata umi Fadlun sangat menyayangi suamiku, aku senang ternyata Riziq masih mempunyai seorang ibu, meskipun ia hanya seorang anak angkat, tapi umi Fadlun menyayanginya seperti anaknya sendiri.


" Tentu saja kita akan mengantarkan kiyai Mansyur, apa umi ikut juga ke Kairo?" tanya Aisyah.


" Umi tidak ikut, umi masih betah di sini"


Aisyah pun tersenyum.


" Ya sudah umi pulang dulu ya, lain kali saja kita makan bersamanya" pamit umi Fadlun.


* * * * *


Setelah Riziq pulang, Aisyah sudah menyiapkan makanan yang di beri umi Fadlun yaitu sup ayam kesukaannya Riziq.


Riziq sudah duduk di meja makan. Seperti biasa Aisyah hanya menyediakan satu gelas di atas meja. Aisyah pun menyodorkan sup ayam itu pada Riziq. Saat Riziq mencobanya, tiba tiba ia terdiam.


" Apa umi Fadlun tadi kemari" ucap Riziq setelah mencicipi sup itu.


" Wah kau hebat ya Le, dari mana kau tau kalau itu adalah sup buatannya umi Fadlun?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Hampir setiap hari waktu aku di Kairo, umi Fadlun lah yang setiap hari memasak untuku dan kiyai Mansyur"


"Dia mengajak kita untuk ikut mengantarkan kiyai Mansyur yang skan berangkat ke Kairo lusa. Sepertinya dia sangat menyayangimu" ucap Aisyah.


" Uni cemburu?"


" Tentu saja tidak" jawab Aisyah seketika.


* * * * * * *


Malampun tiba. Aisyah sudah bersandar di bahu suaminya sambil memejamkan matanya. Mereka sudah berbaring di tempat tidur.


" Uni, kau sudah tidur? " tanya Riziq.


" Sudah" jawab Aisyah. Seketika Riziq langsung tersenyum.


" Hebat ya, sudah tidur tapi bisa jawab"


Aisyah langsung mendongakan wajahnya.


" Kenapa?" tanya Aisyah.


" Goda aku"


Seketika Aisyah langsung mengeryitkan keningnya.


" Apa ini kebiasaan barunya, setelah menikah, hampir setiap malam dia memintaku untuk menggodanya, lama lama aku benar benar jadi wanita penggoda" ucap Aisyah dalam hati.


" Ko diam, mau surga apa neraka?" tanya Riziq.


" Mau surga" ucap Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya. Perlahan Aisyah mengelus lembut dada suaminya itu. Seketika itu juga Riziq langsung menindih tubuh istrinya itu.


" Umurnya masih muda, bahkan lebih muda dariku. Tapi dari dulu hingga sekarang sikap dan pikirannya lebih dewasa dari umurnya. baru di sentuh seperti itu saja dia sudah bereaksi, issh issh issh" ucap Aisyah dalam hati.


Mereka pun akhirnya melewati malam panjang berdua. Ketika melihat Aisyah sudah terlelap, Riziq pun berdo'a.


"Allahummaj'alnuthfatna dzuriyyatan thayyibah -,Ya Allah semoga spe**a yang kami keluarkan bisa menghasilkan keturunan yang baik"


Perlahan Riziq pun mencium kening Aisyah dan menyelumuti tubuh Aisyah dengan selimut hingga menutupi kaki hingga lehernya.

__ADS_1


" Semoga Allah mengabulkan do'a do'a kita uni, dan semoga kita cepat di beri keturunan. Percayalah suatu saat Allah akan memberi kita kepercayaan. dan akan menghadirkan kita malaikat kecil yang akan menyempurnakan keluarga kita"


__ADS_2