
Satu minggu pun berlalu. Ketika itu Aisyah sedang berada di kantin bi Ratna bersama Dewi. Dewi sedang asik memilih milih suatu produk di sebuah katalog. Sementara bi Ratna sedang bermain bersama Adam dan Hawa.
" Kamu sedang apa Wi?" tanya Aisyah.
" Aku sedang memilih milih produk keperluan dapur" jawab Dewi.
" Coba aku lihat" pinta Aisyah. Dewi memberikan katalog itu pada Aisyah.
" Ini, siapa tau kau berminat"
Aisyah pun melihat lihat, tiba tiba ia tersenyum melihat suatu produk merk x, suatu alat untuk membuat kue. Aisyah nampak tertarik, namun saat ia melihat harganya, ia hampir membelalakan matanya.
"Mahal sekali harganya" gumam Aisyah.
" Kau ada yang tertarik Aisyah?" tanya Dewi.
" Hmm, alat pencetak kue ini aku suka, tapi sayang harganya mahal" ucap Aisyah sedikit kecewa.
" Coba kulihat, 1.750.000, lumayan mahal juga. Tapi kalau kau suka kenapa tidak minta sama suamimu saja" ucap Dewi memberi saran. Aisyah pun terdiam.
" Aku takut dia gak setuju aku beli alat kue itu, apalagi harganya mahal"
" Suamimu kan punya gajih tetap, mana mungkin tidak membelikanmu"
Aisyah mulai menimbang nimbang keinginannya. Ia memang suka memasak dan membuat kue. Di lihatnya lagi alat itu.
" Kalau aku sedang hamil, pasti Riziq tidak akan menolak keinginanku. Tapi sekarang kan aku tidak hamil, aku ragu dia akan mengijinkanku membeli alat itu"
" Aku punya ide" ucap Dewi tegas. Dewi pun berbisik pada Aisyah, hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.
" Apa tidak salah ide mu itu, bukankah itu sangat memalukan, aku tidak mau kalau harus merayunya seperti itu" ucap Aisyah.
" Heei Aisyah, aku kan menyuruh merayu suamimu, bukan merayu suami orang"
Aisyah pun kembali terdiam.
" Aku tidak pernah merayu saja, suamiku sudah genit dan macam macam, apalagi kalau aku merayunya. Habislah aku" gumam Aisyah dalam hati.
" Mau kuajarkan caranya?" tanya Dewi.
" Ga usah, aku tau cara merayu suamiku" ucap Aisyah.
"Hanya memeluknya saja, Riziq selalu bilang kalau aku sedang menggodanya, sepertinya tidak akan begitu sulit untuk merayu dan menggodanya. Karna selama ini dialah yang sering menggoda dan merayuku"
* * * * * * * * *
Aisyah sudah tak sabar menunggu kepulangannya Riziq. Ia sudah berkali kali membuka jendela untuk sekedar melihat suaminya datang. Tidak lama kemudian Riziq pun datang.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Dengan tidak sabarnya Aisyah membuka pintu. Ia tersenyum lalu mencium tangannya Riziq. Senyuman Aisyah nampak berbeda dari biasanya membuat Riziq bertanya tanya.
__ADS_1
" Si uni kenapa ya?" batin Riziq.
" Masuk Le" ajak Aisyah yang kini sedang menggandeng lengannya Riziq sambil bergelayut manja.
" Ada yang aneh nih sama si uni, biasanya dia kalau menggandengku seperti ini karna dia takut ada seorang pelakor mendekatiku. Tapi Zahra kan sudah pulang ke Kairo, lalu perempuan mana lagi yang menyukaiku, begini lah nasib laki laki manis sepertiku" gumam Riziq percaya diri.
Riziq sudah duduk di kursi begitu pun dengan Aisyah. Aisyah sudah bersandar di pundak suaminya sambil merangkul lengannya Riziq. Riziq sudah mengeryitkan keningnya. Merasa heran dengan kelakuan istrinya.
" Le"
" Hmmm"
" Mau kopi?" tanya Aisyah sambil membelai lembut pipinya Riziq.
"Si uni kesurupan setan apa, tumben tumbenan dia merayuku seperti ini" gumam Riziq. Aisyah pun pergi kedapur untuk membuatkan kopi. Setelah selesai, ia menaruh kopi itu tepat di atas meja.
Perlahan Aisyah duduk di pangkuannya Riziq sambil mengalungkan tangannya ke leher suaminya itu. Tentu saja Riziq semakin di buat heran dengan kelakuan istrinya itu.
" Setan apa yang merasukimu uni"
"Le"
" Hmmm"
" Kau cape"
" Aku tidak cape, tapi aku berat, eh maksudnya aku mau kopi" ucap Riziq sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Saat ia akan mengambil kopi itu, tiba tiba Aisyah menepis tangan suaminya itu.
" Biar aku saja Le"
" Di minum Le, tapi harus tepat di bekas bibirku ya Le, pastikan bekas lipstiknya harus menempel di bibirmu, kalau kau mau kau bisa langsung menempelkannya di bibirku" ucap Aisyah genit. Lalu mencium hidung Riziq hingga lipstik itu menempel di hidung suaminya.
" Waah si uni beneran kesambet, harus di sembur pake kopi ini mah"
Saat Riziq akan meminum kopi itu, tiba tiba ia terdiam.
" Kopinya masih panas, kasian Aisyah kalau harus di sembur pake kopi panas, nanti mulutku juga bisa kepanasan" gumam Riziq dalam hati. Perlahan Riziq menaruh kopi itu ke atas meja. la menatap lekat pada Aisyah.
" Bismilahirrahmanirrahim"
Setelah membaca bismilah Riziq pun membacakan ayat kursi pada Aisyah. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.
" Le, kenapa kau membacakan ayat kursi padaku?" tanya Aisyah heran.
" Aku ingin mengusir setan dalam tubuhmu" jawab Riziq. Aisyah yang mendengar pun langsung menggeram kesal.
"Leee, kau pikir aku kerasukan setan" ucap Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kupikir juga begitu"
" Aku tidak kerasukan setan" gerutu Aisyah.
" Jadi uni tidak kerasukan setan?, lalu kenapa tiba tiba kau genit dan merayuku?, kenapa uni siang siang begini sudah menantang nafsuku" tanya Riziq sambil memeluk pinggang Aisyah yang kini sedang duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Deg.
"Kalau sudah seperti ini biasanya sangat bahaya untuku. Kenapa aku harus menurut pada Dewi. Bodohnya kamu Aisyah" gerutu Aisyah dalam hati.
" Leee" ucap Aisyah sambil mencoba melepas pelukannya Riziq.
" Kenapa uni mau melepas pelukanku, bukannya uni sendiri yang dari tadi merayuku, aku hanya meladenimu saja"
Aisyah pun diam sambil menundukan wajahnya. Hingga Riziq menaruh curiga padanya.
" Kenapa aku jadi curiga ya, kenapa tiba riba uni merayuku, biasanya seorang perempuan yang tiba tiba genit, pasti ada maunya. Kau mau apa dariku uni?" tanya Riziq masih dengan memeluk Aisyah. Aisyah pun tersenyum getir.
" Heei, kenapa Riziq bisa tau isi pikiranku"
Aisyah sudah tersenyum malu. Seketika Riziq langsung menatap Aisyah.
" Jadi benar kau menginginkan sesuatu?" tanya Riziq dengan tatapan intensnya. Membuat Aisyah bergidik ngeri.
" Katakan uni menginginkan apa?, apa uni menginginkan anak lagi?" tanya Riziq. Membuat Aisyah membulatkan matanya. Seketika Aisyah menggelengkan kepalanya.
" Katakan padaku kenapa sikapmu aneh hari ini?, katakan uni menginginkan apa?"
" E e e , sebenarnya uni ingin,
" Ingin apa?" tanya Riziq tak sabar.
" Ingin membeli alat untuk membikin kue" ucap Aisyah ragu sambil menundukan kepalanya. Tiba tiba Riziq tertawa.
" Jadi uni bersikap genit dari tadi hanya untuk merayuku, supaya aku membelikan alat itu ?" tanya Riziq hampir tak percaya. Aisyah pun menganggukan kepalanya. Seketika Riziq mendorong Aisyah dan menindih tubuh istrinya itu di kursi. Aisyah terkejut hingga ketakutan.
" Siapa yang memberi ide gila itu?" tanya Riziq.
" Dewi" jawab Aisyah lirih.
" Kalau aku ketemu ka Dewi, akan ku kempesin badannya"
Riziq sudah tersenyum senyum mengingat kejadian saat Aisyah merayunya.
" Le" ucap Aisyah sambil mencoba bangun.
" Uni mau aku membelikan alat itu?"
Aisyah pun mengangguk antusias.
" Rayu aku dulu"
Aisyah pun mengeryitkan keningnya. Tiba tiba Riziq mendekatkan wajahnya pada telinga Aisyah sambil berbisik.
" Tutupi mulut uni dengan tangan"
" kenapa?"
" Biar Adam dan Hawa tidak mendengar suara desahanmu, kalau mereka dengar, nanti mereka bisa bangun. Mata Aisyah langsung membelalak mendengar ucapannya Riziq yang kini sedang tertawa tawa.
__ADS_1
" Leeeeee" geram Aisah