
Hari libur pun tiba. Pagi pagi Zahira sudah berada di rumahnya ustad Rasyid untuk menjaga Anum selama ibunya sedang masak karna umi Fatimah telah pulang ke pesantrennya bersama kiyai Samsul. Zahira dan Syakir sedang asik menggoda Anum.
" Hai Anum yang cantik, tapi masih cantikan tante Ira ya, he he he. Mengalahlah sama yang tua ya" ucap Zahira pada Anum. Ustadzah Yasmin yang mendengar pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
" Otaknya tante Ira ketinggalan dimana?" tanya Syakir.
" Maksudmu?" tanya Zahira tak mengerti.
" Dimana mana yang ngalah itu harus yang sudah tua, yang besar ngalah sama yang kecil, masa Anum harus ngalah sama tante Ira" protes Syakir.
" Dan untukmu Syakir, ada yang mengatakan laki laki itu harus mau mengalah sama perempuan" ucap Zahira kembali.
" Jadi aku harus mengalah sama tante Ira?" tanya Syakir.
" Hmmm"
" Tapikan tante Ira lebih tua dariku"
" Heeei jangan bawa bawa umur" protes Zahira.
Tiba tiba ustad Rasyid datang membawa popok dan beberapa perlengkapan bayi yang baru di belinya.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Zahira yang melihat pun langsung cekikikan tak bersuara.
" Satu lagi nambah, Inem pelayan selebor, hi hi hi" bisik Zahira pada Syakir.
" Apa yang kau bisikan pada Syakir?" tanya ustad Rasyid. Zahira malah tersenyum getir.
" Tante Ira bilang kalau abi seperti in...mmp"
Belum saja Syakir menyelesaikan ucapannya, Zahira langsung membungkam mulutnya.
"Jangan mengadu, nanti uang jajanku di potong sama abimu" bisik Zahira pada Syakir, Zahira pun melepaskan bungkaman tangannya. Namun ustad Rasyid masih menatap mereka.
" Bukan apa apa ko ka, ini hanya rahasia perempuan, iya kan Syak?" ucap Zahira. Hingga ustad Rasyid mengeryitkan keningnya.
" Tante Ira aku kan bukan perempuan" protes Syakir hingga Zahira cekikikan.
" Iya aku lupa kalau kau laki laki"
Setelah selesai masak ustadzah Yasmin pun menghampiri mereka.
" Kita makan siang bareng" pinta ustadzah Yasmin. Zahira, ustad Rasyid dan Syakir pun kini sudah duduk di hadapan meja makan. Ustadzah Yasmin tidak ikut makan karna dia harus menjaga Anum dulu baru gantian ustad Rasyid yang menjaga putrinya saat istrinya itu makan siang.
Baru saja beberapa suap Zahira makan, ia sudah berbisik pada ustad Rasyid.
" Masakannya masih enakan buatannya ka Aisyah"
Ustad Rasyid yang mendengar pun langsung menatap Zahira.
" Sssttth" ucap ustad Rasyid sambil menempelkan telunjuknya ke bibirnya sendiri. Zahira pun mengangguk ngangguk. Namun tiba tiba Syakir berteriak.
"Umi, kata tante Ira masakannya mmp..." Zahira kembali membungkam mulutnya Syakir.
" Jangan ngadu sama umimu, nanti umimu melarang ka Rasyid untuk memberiku uang jajan" bisik Zahira. Ustadzah Yasmin pun menatap mereka dari kejauhan.
" Kenapa Syakir?" tanya ustadzah Yasmin.
" Syakir cuma mau bilang, makanannya enak ka" ucap Zahira sambil tersenyum.
Setelah selesai makan siang dan shalat zuhur , Zahira pun pergi dari rumahnya ustad Rasyid.
" Ka aku pergi ya, makasih untuk makan siangnya" ucap Zahira.
" Memangnya kau mau kemana Ira?" tanya ustad Rasyid.
" Aku mau pergi ke kebun, ada perlu sama om ustad, diakan memberiku les tambahan" jawab Zahira. Ustad Rasyid pun mengangguk.
" Aku pergi ya asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Zahira sudah berjalan kaki menuju perkebunan. Sesampainya di sana, nampaklah ustad Usman yang kini sedang menanam bibit sayuran, dan ustad Soleh sedang menyiram. Zahira mendekati mereka.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
" Om ustad aku sudah siap"
" Memangnya kau mengajak Ira kemana Man?" tanya ustad Soleh.
" Tidak kemana mana, aku hanya ada janji dengannya"
Ustad Usman pun mengajak Zahira untuk duduk di tikar di tengah tengah perkebunan.
" Ira sebelum kita mulai pelajaran, kau pemanasan terlebih dulu, kau putari perkebunan ini 12 x putaran" pinta ustad Usman. Hingga Zahira langsung mengeryitkan keningnya.
" Om ustad mau membuatku pingsan duluan sebelum pelajaran di mulai" gerutu Zahira. Ustad Usman malah tertawa kecil.
" Ya sudah kita mulai. Bismillahirrahmanirahim"
Mereka pun berdo'a terlebih dahulu. Zahira sudah siap mendengarkan penjelasan dari ustad Usman.
" Akhir zaman sering juga disebut hari akhir ( kiamat). Ciri ciri wanita akhir zaman, sekarang ini wanita wanita yang dimaksud shalallahu alaihi wasalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya"
Zahira pun mengangguk ngangguk.
" Kau mau berpakaian seperti itu?" tanya ustad Usman. Zahira langsung menggelengkan kepalanya.
" Tapi om ustad, akukan mulai berhijab saat ka Riziq membawaku ke sini dan saat umurku 15 tahun, lalu bagaimana dengan penampilanku sebelum aku datang kemari?, maksudnya di usiaku 15 tahun ke bawah, saat itu kan aku belum berhijab dan masih memperlihatkan aurat" tutur Zahira.
__ADS_1
" Semua orang punya masalalu Ira, mereka berhijrah dengan cara masing masing. Dan yang penting kau sekarang sudah menutupi semua auratmu" jawab ustad Usman.
" Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Zahira.
" Hmmm"
" Apa saat mandi kita tidak boleh telanjang?"
Ustad Usman langsung mengeryitkan keningnya saat mendengar pertanyaan Zahira.
" Kalau kau ingin bertanya jangan yang aneh aneh, memangnya kalau kau mandi mau menggunakan setelan gamis syar'i?" gerutu ustad Usman. Zahira sudah tersenyum malu.
" Satu lagi kau jangan menggunakan pakaian ketat. Pakailah pakaian yang longgar hingga bentuk tubuhmu tidak terlihat" ucap ustad Usman kembali.
" Baiklah, mulai besok aku kalau beli baju yang ukuran XL bukan M lagi" ucap Zahira.
" Kalau kuberi saran kau pinjamlah bajunya Dewi biar lekukan tubuhmu tidak terlihat" pinta ustad Usman hingga Zahira mengerucutkan bibirnya.
" Kalau aku pakai bajunya ka Dewi itu artinya badanku sudah pasti kelelep. Bukan lekukan tubuhku saja yang tidak akan terlihat, tapi seluruh badanku akan menghilang di balik selimut bad cover itu" tutur Zahira. Ustad Usman sudah cekikikan.
Dari kejauhan datanglah Aisyah dan Riziq. Aisyah menitipkan Adam dan Hawa pada umi Salamah dan Nisa.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Aisyah ikut duduk bersama Zahira di depan ustad Usman sementara Riziq pergi untuk menyiram sayuran kesayangannya yaitu pohon cabe.
" Ira, ka Aisyah tidak tau kalau kau ada di sini" ucap Aisyah.
" Iya, sehabis dari rumahnya ka Rasyid aku langsung ke sini" jawab Zahira.
" Sudah ngobrolnya?" tanya ustad Usman.
" Hmmm"
Ustad Usman pun melanjutkan kembali.
" Jadi harus di ingat ya Ira, jangan berpakaian tipis dan ketat. Berpakaian tapi terlihat telanjang. Begitu pun denganmu Aisyah. Aurat adalah harga diri"
" Kalau telanjang di depan suami boleh?" tanya Aisyah.
" HARUS, tapi harus lihat tempat, situasi dan kondisi" jawab ustad Usman.
" Baiklah mulai besok aku akan telanjang di depan suamiku" ucap Aisyah. Hingga ustad Usman dan Zahira mengeryitkan kening masing masing.
" Genitnya kumat" gumam Zahira.
" Kalau kau telanjang di depan suamimu, selain akan masuk angin, kau akan langsung di terjang dan di tikam si berondong" gerutu ustad Usman. Aisyah sudah cekikikan bersama Zahira.
" Heh selebor, kenapa kau tertawa, memangnya kau mengerti dengan ucapanku?" tanya ustad Usman.
" Meskipun aku masih duduk di bangku kelas nol besar, tapi umurku sudah 15 tahun om ustad, sedikit lebihnya aku mengerti" jawab Zahira.
" Terlambat" ucap Zahira tegas.
" Apa maksudmu?"
" Ka Aisyah sering keceplosan bicara kalau ada aku, bahkan ka Aisyah sering berbuat genit sama ka Riziq. Dan yang lebih parahnya lagi, ka Aisyah memperlakukan kakaku bak seorang bayi. Mandi harus dimandiin, pake baju juga suka di bantuin, bukankah itu sangat menggelikan namanya" tutur Zahira. Wajah Aisyah sudah memerah.
" Aisyah, lain kali harus hati hati dalam bersikap dan mengambil tindakan"
" Iya kak, tapi kadang kadang aku suka lupa kalau ada Zahira di rumah" jawab Aisyah.
" Ya sudah lanjut lagi, kalian tau sifat wanita akhir zaman?" tanya ustad Usman.
" Tau" jawab Zahira.
" Apa?"
" Mereka lebih sibuk memikirkan jodoh dan kecantikannya tapi jahil dalam urusan agama"
" Tumben otakmu pintar Ira" ucap ustad Usman. Zahira pun tersenyum senyum.
" Itu adalah isi pidato yang di kasih ka Yusuf " jawab Zahira.
" Kau sudah tau sifat wanita akhir zaman tapi masih saja memiliki sifatnya" gerutu ustad Usman.
" Maksud om ustad?"
" Kau sibuk memikirkan jodohmu, kau selalu mengejar ngejar Yusuf, dan terobsesi ingin menjadikannya imam untukmu"
" Tuh dengarkan Ira, jangan terlalu mengejar ngejar Yusuf" tegas Aisyah.
" Aku kan sudah tidak genit genit pada ka Yusuf, sudah berusaha untuk menjunjung kehormatanku, tapi hatiku susah sekali untuk diajak kompromi. Tapi ka Aisyah tenang saja, aku akan jaga sikap pada ka Yusuf" tegas Zahira.
" Kalian harus tau ciri ciri wanita pengikut dajjal diakhir Zaman.
Tabarruj dan suka pamer.
Berpakaian tapi telanjang. Yaitu wanita yang berpakaian ketat membentuk dan menonjolkan lekuk tubuh. Mengenakan bahan pakaian yang tipis dan transparan serta pakaian yang tidak menutup auratnya dengan baik. Wanita yang berpakaian seperti itu yang menjadi ciri ciri wanita pengikut dajjal. Sementara wanita dalam islam diwajibkan untuk menutup auratnya"
Zahira dan Aisyah pun mengangguk ngangguk.
" Ingat ya kalian harus bisa menutup aurat kalian dan boleh memperlihatkannya hanya pada suami kalian" ucap ustad Usman.
" Hmm"
" Tentu saja, aku akan berusaha untuk tidak memperlihatkan auratku pada laki laki yang bukan suamiku, aku hanya akan memperlihatkannya pada ka Yusuf" ucap Zahira. Hingga Aisyah dan ustad Usman mengeryitkan kening masing masing.
" Eh selebor, belum tentu Yusuf itu adalah jodohmu, belum tentu dia yang akan menjadi suamimu kelak"
__ADS_1
Zahira langsung menundukan kepalanya dengan bibir manyun.
" Kau tidak perlu khawatir, semua pasti akan mendapatkan jodohnya masing masing"
" Lanjut lagi ya. Yang ke-3, kufur kepada suami.
Wanita yang meninggalkan shalat.
Wanita yang mengabaikan fitnah dajjal.
Wanita yang murtad.
Suka menyebarkan fitnah dan berkata bohong.
Suka mengadu domba.
Merasa paling suci dan paling benar.
Itu adalah ciri ciri wanita pengikut dajjal di akhir Zaman"
Zahira dan Aisyah kembali mengangguk ngangguk.
" Semoga kalian akan menjadi bunga diakhir zaman. Semoga hijab menjadi pakaianmu, kesucian menjadi amalanmu, kesopanan mu menjadi perhiasan mu dan surga menjadi tempat bagimu"
" Amiin" ucap Aisyah dan Zahira.
" Coba Aisyah, kau ingin menyampaikan sesuatu?" ucap ustad Usman. Aisyah pun mengangguk.
" Aku sang wanita akhir zaman. Aku sang wanita pendosa yang memohon ampunan. Dan aku sang wanita akhir zaman yang ingin meneladani para shahabiyah, walau tak semulia dan sesuci beliau, namun aku hanya ingin tetap bertahan dalam ketaatan." tutur Aisyah.
" Adalagi yang ingin kau sampaikan" ucap ustad Usman kembali.
"Aku tidaklah semulia KHADIJAH.
Tidaklah setaqwa AISYAH.
Tidaklah setabah FATIMAH.
Bukan pula sekaya BALQIS,
apalagi secantik ZULAIKHAH.
Aku hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita cita menjadi istri yang SHALEHAH" tutur Aisyah. Ustad Usman pun tersenyum.
" Semoga cita citamu terkabul Aisyah"
" Amiin"
" Kau ingin menyampaikan sesuatu Ira?" tanya ustad Usman.
" Hmmm"
" Katakan"
" Aku tidak akan panjang lebar dengan ucapanku, karna aku hanya bercita cita menjadi istri shalehah untuk ka Yusuf. Cuma itu titik" ucap Zahira tegas. Aisyah dan ustad Usman malah saling lirik.
" Kenapa kalian tidak aminkan?" ucap Zahira sedikit kesal.
" Amiin" ucap Aisyah dan ustad Usman sedikit terpaksa karna Zahira begitu terobsesi dengan Yusuf.
" Aku tanya kenapa kau menyukai Yusuf?" tanya ustad Usman.
" Karna setiap bertemu ka Yusuf, hatiku berdebar debar, ada getaran aneh dalam hatiku yang membuat bibirku senyum tanpa seizinku" jawab Zahira.
" Apa ada alasan yang lain?" tanya ustad Usman kembali.
" Aku melihat kesolehan dalam diri ka Yusuf, ketaqwaannya, kecerdasannya, kebaikannya dan yang terakhir adalah ketampanannya, hi hi hi" jawab Zahira dengan di bumbui tawa di akhir kalimatnya.
" Kalau semua yang dikatakan olehmu ada dalam diri Yusuf kecuali ketampanannya, apa kau masih menyukainya?" tanya ustad Usman.
" Tentu saja, karna dia baik padaku"
" Dengarkan aku ya Ira, dalam islam tidak ada yang namanya pacaran, jadi jangan berharap Yusuf akan mengatakan dan mengutarakan cinta padamu kecuali kau berjodoh dengannya, dia akan mengucapkan cinta saat kau sah menjadi istrinya"
Zahira mengangguk ngangguk.
" Dengarkan aku lagi Ira. KHADIJAH-kan dirimu maka Allah akan MUHAMMAD-kan jodohmu, karna Allah telah janjikan orang baik untuk yang baik pula"
Zahira pun kembali mengangguk.
" Terima kasih om ustad"
" Masih ingat dengan ucapanku kan, jaga aurat kalian"
" Hmmm"
" Kau masih ingat dengan bayaran yang akan kau berikan padaku Ira?" ucap ustad Usman.
Zahira mulai mengingat ngingat.
" Kau akan membayarku dengan cara membantuku di perkebunan" ucap ustad Usman mengingatkan.
" Iya iya, aku akan membantu menanam sayuran"
" Kau akan membantu apa Aisyah?" tanya ustad Usman.
" Tentu saja aku akan membantu mengelap keringat di dahi suamiku, memayunginya biar dia tidak kepanasan, memijitnya biar dia tidak merasa pegal dan mencium pipinya biar dia tambah semangat menanam bibit. Oops" Aisyah menutup mulutnya sendiri.
" Jaga bicaramu kalau ada si selebor" ucap ustad Usman sedikit menggeram.
" Keceplosaaaaaaaaaaaan" ucap Aisyah sambil berlalu kabur.
__ADS_1